10 Tips Menyusui yang Tepat


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Dua tahun yang lalu saya masih ingat benar, dimana saya memeriksakan Adek Fi ke dokter. Lalu Adek Fi minta disusui. Di ruang menyusui itu ada seorang ibu yang terlihat panik, karena adek bayinya menangis terus, nggak mau mengisap susunya. Melihat cucunya (saat itu si ibu bayi didampingi oleh ibunya) menangis terus menerus, sang nenek berlari ke ruang dokter anak. Memang saat itu kami sedang mengantri di ruang tunggu poli anak.

Taklama kemudian, ibu dokter datang. Beliau membetulkan posisi bayi agar dapat menyusu dengan nyaman. Saya yang saat itu sedang menyusui Adek Fi, ikut memperhatikan. Iya, walau anak ketiga, jarak Adek Fi dan Abang Fi kan 10 tahun, wajar lah kalau lupa. Akhirnya bu dokter pun bagaikan super hero yang mampu menenangkan tangis si bayi dan kepanikan sang ibu juga nenek. Bayinya langsung tenang begitu bu dokter membenarkan posisinya.

Si Ibu setengah berair matanya mengucapkan terima kasih sekali kepada Bu dokter. Soalnya selama 7 hari menyusui, anaknya selalu saja menangis. Dan baru kali ini dia merasakan air susunya terasa mengalir deras karena sedotan bayinya.

Bu dokter pun menjelaskan beberapa cara yang benar dalam melakukan pelekatan yang tepat saat menyusui. Menurut Bu Dokter,
Pelekatan yang kurang tepat dapat membuat payudara Ibu iritasi dan terluka. Hal ini membuat bayi tidak nyaman dan terluka. Jika tidak segera diatasi, hal ini bisa menggagalkan proses pemberian ASI eksklusif.

Berikut cara-cara Bu dokter memberikan pengarahan. (ini kesimpulan yang saya lihat dari praktek bu dokter dan si adek ya) :

1. Tenangkan pikiran dan hati kita. Jangan panik atau tergesa-gesa. Buang jauh-jauh target harus ini dan itu. Kalau perlu sambil berdzikir bagi yang muslim dan berdoa, "Ya Allah, kenyangkan anakku dan perbanyak air susuku." (doanya bisa juga kok dipakai bagi yang non muslim).
2. Posisikan telinga, tangan dan kaki bayi dalam keadaan lurus.

photo taken by one dokter
3. Pegang tubuh bayi mendekati kita, hingga sikunya menghadap ke kita. Pastikan perut dan dada bayi menempel ke perut kita.
4. Berikan ransangan kepada bayi menggunakan puting untuk menyentuh mulut, bibir dan dagunya.

photo taken by alodokter.com
5. Usahakan agar ujung hidung bayi bersebrangan dengan puting kita.
6. Setelahnya kepala bayi akan mendongak secara alami dan mulutnya terbuka lebar.
photo taken by abc.net.au

7. Arahkan puting kita ke bagian atas mulut bayi dan menjauhi bagian bawah bibirnya.

photo taken by alodokter.com

8. Dekatkan bayi ke payudara kita dan bukan sebaliknya.
9. Buat dagu bayi menempel pada payudara kita. Bibir bawahnya terputar keluar. Isapan terasa dalam dan tidak bersuara.

photo taken by alodokter.com

10. Bayi akan mengisap dengan cepat untuk merangsang ASI keluar. Isapan kemudian melambat ketika ASI keluar.

Pada saat menyusui pastikan pelekatannya mulut bayi ke payudara kita itu tepat dan ini harus diperhatikan dengan baik.


  • Pelekatan yang tepat : adalah mulut bayi terbuka lebar dan menutupi hampir sebagian besar areola.
  • Pelekatan yang tidak tepat adalah mulut bayi tidak terbuka lebar dan tidak menutupi aerola. Atau bibir bawahnya terlipat dan mulutnya tidak menutupi aerola.

photo taken by edukita.com

Jika kita merasa ada sesuatu yang terjepit saat menyusui, coba masukkan jari kelingking ke dalam mulut bayi agar ia menghentikan isapannya. Setelah itu, baru lanjutkan kembali proses menyusui.

Nah, itu tips dari Bu Dokter yang saya rangkum. Jadi teman-teman, janganlah kita tergesa-gesa memvonis diri kita bahwa ASI kita kurang. Terus berlatih saat baru melahirkan untuk mencari posisi yang tepat dalam menyusui. Terutama saat masih di Rumah Sakit. Banyaklah bertanya kepada dokter anak dan suster yang kontrol atau menjaga adek bayi. Insya AllahSemoga tulisan ini bermanfaat bagi semua yaa ^_^

Wassalam




19 komentar:

  1. Waa... Masya Allah ternyata salah posisi tidur pun bikin bayi kurang nyaman minum ASI ya. Iya kalau pas ada yang paham menjelaskan ini enak ya, si ibu pun jadi nggak panik.

    BalasHapus
  2. Saya lebih suka menyusui sambil tidur. Kecuali saat lagi di luar rumah :)

    BalasHapus
  3. pernah ketemu dengan ibu muda, katanya bayinya tidak mau menyusu... ah mungkin kasusnya sama dengan yang ini...terima kasih sharingnya mba...

    BalasHapus
  4. Iya..kadang suka ketiduran itu yg bahaya ya

    BalasHapus
  5. Tipsnya tepat banget nih mak Ade buat temanku yang sedang kesulitan memberikan ASI untuk.bayinya yang baru 2 bulan. Aku share ya...

    BalasHapus
  6. Artikel ini aku share ah ke iparku yang kini lagi menyusui. Tapi entah pelekatannya yang kurang tepat atau entah apa, dia selalu merasa kesulitan saat menyusui, mba. Makasih sudah berbagi ya

    BalasHapus
  7. Terakhir menyusui sekitar setahun lalu, tapi masih sangat perlu tips2 seperti ini supaya ilmunya gak hilang kalau2 nanti dikasih rezeki anak kedua, Amiiiin.

    Makasih ya Mba Sharingnya, bermanfaat :)

    BalasHapus
  8. Nah..dulu zaman aku masih menyusui anak2...kadang ga sadar kalau mulut bayi kita tuh ga pas..jd ga menutupi aerola..ga kenyang deh nyusunya...hhhmmm..namanya juga jadi ibu sambil belajar ya, mb ade 😊😉 Aku ksh ASI ke 1,8 bln dan Fakhri 2 tahun. Alhamdulillaah... apalagi zaman Rafa..air susu sampai merembes ke daster trus menetes sampai lantai loh...

    BalasHapus
  9. Menyusui memang gampang-gampang susah, terutama nagi ibu baru

    BalasHapus
  10. dan yg terpenting ibunya harus always happy biar proses menyusui lancar

    BalasHapus
  11. Aku pernah ngalamain pelekatannya gak pas jadi lecet deh payudaranya.. Untung gak lama dan anak-anak bisa menyusu dengan benar. Rasanya nyaman kalo pelekatannya pas..

    BalasHapus
  12. Duuuh, jadi kangen masa menyusui dulu deeh... Aku pernah juga pas anak kedua pelekatannya kurang sempurna. Terus panggil konselor laktasi dari AIMI ke rumah untuk ngajarin latching yang betul. Alhamdulillah aku termasuk yang asi-nya lancar sampai bisa stok banyak dan didonorin juga.

    BalasHapus
  13. Dulu pernah pengalaman anak sering nangis saat mau diberikan ASI oleh ibunya, maklum ini merupakan anak pertama kami, jadi wajar menurut saya ketika istri masih merasa belum faham saat memberikan ASI. untungnya temen temen di tempat kerja saya dosen bidan dan dosen perawat yang kemudian saya terus berkonsultasi dan temen temen dosen pun memberikan masukan kepada saya dan istri saya. alhamdulillah sejak konsultasi istri mulai terbiasa dan memberikan ASI dengan posisi yang nyaman bagi baby kami. istri lebih suka memberikan ASI nya dengan posisi tiduran katanya biar lama dan baby lebih merasa kenyang. dan sampai usia 20 bulan anak kami hanya mau minum asi dengan posisi tiduran.

    BalasHapus
  14. Pantes aja mbak waktu itu adik iparku kebingungan waktu menyusui ko anaknya gelisah. Ternyata ini masalahnya. Posisi tidur tidak membuat si baby nyaman menyusui.

    BalasHapus
  15. Benar banget ternyata posisi yg benar bisa membuat air susu lancar keluarnya.anak pertama dan kedua ngga ada masalah,anak ketiga ternyata beda.saya di training kembali oleh bidan di sebuah RS di Japan.ternyata banyak posisi yg jarang di ketahui umum yg dpt memperlancar keluarnya ASI.pemencetan di sekeliling puting juga membuka aliran ASI

    BalasHapus
  16. Panik membuat kita tidak nampu melihat dolusi, bahkan untuk urusan kecil

    BalasHapus
  17. hem... saya baru ngeh.. karena anak saya gak ASI soanya gak keluar jadilah anak sufor... kasihan seh tapi sudah berusaha sampe di sedot maka alat juga tetap gak keluar..

    BalasHapus
  18. Saya malah fokus ke dokternya mb.. Hehehe.. Alhamdulillah ya dokternya pro ASI.. sesuatu bgt itu..

    BalasHapus
  19. sharingnya bagus banget mbk, alhamduillah aku dulu bidannya support banget aku ngasih ASI, dapat buku panduan selama kehamilan.

    BalasHapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^