5 alasan memilih Oldtown White Coffee Arkadia sebagai tempat kerja asyik

oldtown white coffee arkadia cafe

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaikum w.w.

Sebagai Mom Blogger untuk bisa tetap aktif menulis di blog sangatlah butuh perjuangan. Apalagi mom blogger yang mempunyai anak batita, macam saya ini. Butuh waktu dan ruang khusus untuk bisa menulis dengan tenang.

Biasanya saya mengambil waktu pagi sekali setelah sholat subuh atau malam sekali disaat semua sudah tertidur lelap. Jika saya butuh ruang dan waktu yang lebih privasi lagi, saya kabur ke kedai kopi dekat dengan rumah saya. Saya bisa menghabiskan waktu seharian di kedai kopi tersebut.

Yes, kopi memang menjadi teman terbaik saya untuk menulis.

Baca juga : Scalling di Global Estetik membuat pencinta kopi tersenyum lebar

Di rumah segala macam kopi saya punya dan pernah merasakan. Mulai dari kopi Aceh hingga kopi Papua sudah pernah saya coba. Bahkan saya pernah disajikan kopi Euthopia oleh seorang teman, yang kebetulan suaminya habis pulang dinas dari sana.

Mungkin karena tahu kegemaran saya “menenggak” kopi, saya diajak seorang teman untuk ikut grand lauching Oldtown White Coffee di gedung Arkadia Green Park, tepatnya di Jl. TB. Simatupang – Jakarta Selatan.

oldtown white coffee arkadia cafe

Wuiih.. yang namanya Ade UFi, ga mungkin menolak kalau diajak makan-makan atau minum-minum gratis.. hahaha.. tanpa pikir panjang, saya langsung menyetujui ajakan tersebut.

Melatih Motorik Tumbuh Kembang Anak Usia 1 - 3 tahun

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaikum w.w.

“Ummi.. ummii.. iyat.. iyat” celoteh Adek Fi saat ia memanjat meja belajar yang tingginya sebahu dia.

Ya Allah, pasti kita sebagai orangtua akan panik dan menjerit, melarang anak kita naik meja setinggi itu.

Dulu waktu Abang Fi kecil, saya begitu. Tapi sekarang saat Adek Fi, saya hanya tersenyum. Walau dalam hati ketar ketir juga yaa.. hahaha..

Saya tidak mau lagi mengulangi kesalahan saya dalam melatih motorik tumbuh kembang anak saya yang kedua ini.

Banyak orang bilang bahwa anak pertama percobaan, kedua dan selanjutnya adalah penyempurnaan dari yang pertama. Dan itu bener banget saya alami sendiri.

Pada saat saya mendidik Abang saya hanya melatih motorik kasarnya saja, seperti jalan diatas guling untuk keseimbangannya, melompat, berlari, berenang, dll. Saya lupa untuk melatih motorik halusnya.

Saya bukan tidak mengetahui segala pelatihan motorik halus untuk anak saya, namun kesibukan saya dalam bekerja membuat saya melewatkan moment berharga untuk Abang Fi.. huhuhu..

Nah, untuk Adek Fi, saya nggak mau melewatkan moment-moment berharga tersebut. Saya mengawasi setiap tumbuh kembangnya sesuai usianya. Dalam tulisan ini saya hendak berbagi motorik tumbuh kembang Adek sesuai usianya.

Ciri-Ciri dan Pencegahan Thalassemia

thalassemia


Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum w.w

Teman-teman pernah dengar Thalassemia?
Sama.. saya juga baru mendengarnya saat saya mendapat undangan untuk hadir di acara seminar kesehatan dari Kementrian Kesehatan.

Acara yang diselenggarakan di gedung Aula Siwabessy Prof. Dr. Suyudi lantai 2, ini mengangkat tema tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pengendalian Kanker dan Thalassemia.

thalassemia
nara sumber yang hadir pada acara seminar kesehatan thalassemia

Baca juga : Trastuzumab Subkutan Metode Pengobatan Baru Penderita Kanker Payudara

Saya pikir yang hadir di acara tersebut adalah orang-orang dewasa, layaknya seminar-seminar kesehatan sebelumnya yang juga diadakan oleh kementrian kesehatan. Namun, pikiran saya salah. Begitu masuk ruangan aula, hampir 3/4 ruangan dipenuhi oleh remaja berpakaian putih abu-abu.

Saya sempat bertanya kepada salah satu staf Kemenkes, “Kok banyak anak sekolahan ya yang jadi peserta seminar?” Pertanyaan saya dijawab oleh beliau (yang saya lupa nanya namanya) bahwa seminar ini memang dikhususkan buat remaja. Itu sebabnya Kemenkes memberikan tagline pada seminar ini “Sehat Remaja, Sehat Indonesiaku!”

Ah, jadi makin kepo, apa sih hubungannya penyakit thalassemia dengan remaja? Ya wes, kita kupas yaa..