Berhitung Matematika Allah dengan TCash


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Untuk mempercayai orang yang butuh bantuan, di era maraknya penipuan ini adalah sesuatu hal yang sangaaat berat. Teman-teman pernah mengalaminya? Saya pernah.

Kejadiannya beberapa hari sebelum lebaran. Saat itu saya sedang menunggu commuterline datang di stasiun Manggarai.

Saya baru saja pulang dari Bekasi dan harus transit di stasiun Manggarai untuk menuju ke stasiun Cawang, tempat biasa saya turun jika ingin ke rumah papa.

Entah kenapa, commuterline ke arah Bogor lama sekali datangnya, baik yang dari Stasiun Tanah Abang ataupun dari Stasiun Jakarta Kota. Kalau dari pengumuman sih karena ada traffic kereta disel untuk mudik ke Jawa.

Melihat hari sudah sangat sore, saya pun mengambil handphone dari dalam tas dan hendak menelepon anak-anak yang berada di rumah Papa.

Saya kaget, karena yang mengangkat telepon suara wanita muda, bukan suara Ibu atau Papa. Suara wanita muda itu lembut, tapi sangat menyakitkan. Bagaimana tidak menyakitkan disaat kita butuh telepon, dia justru berkata, "Maaf, pulsa yang anda miliki tidak cukup untuk melakukan panggilan ini." uuuggghh..

Saya pun langsung mengecek isi pulsa saya. Jeng.. jeng... sisa pulsa Rp 123. Angka cantik yang menyebalkan. Hiks.

Tak cukup mengecek pulsa, saya masih berharap ada uang di saldo TCash Wallet saya untuk sekedar mengisi pulsa. Saya memang suka mengisi TCash wallet untuk keperluan pulsa kalau urgent. Biasanya saya mengisi pulsa dari aplikasi layanan uang elektronik milik Telkomsel ini.

Inilah enaknya ada aplikasi layanan uang elektronik. Cash jaman now kalau kata anak gaool siih.. xixixi.. Syaratnya mudah kok, hanya cukup memiliki nomor sim card dari Telkomsel dan download aplikasinya di playstore.

Sebagai pelanggan setia Telkomsel dari tahun 2000, pastinya saya tidak lewatkan aplikasi ini. kalau kamu sudah punya nomor sim card Telkomsel silakan klik TCash untuk melihat bagaimana cara mendapatkan TCash Wallet.



Begitu saya buka TCash Wallet saya dan apa yang saya dapatkan saudara-saudara? Saldo TCash Wallet saya tinggal Rp 4. Angka sial bagi orang-orang yang percaya fengshui. T_T

Tapi saya tak jadi bersedih hati dan nangis gegulingan di peron 6 stasiun Manggarai, karena saya masih punya saldo bonus Rp 10.000. Semua saldo ini hasil dari cash back saya saat mengisi pulsa darimana pun.

Lumayan lah Rp 10.000 untuk saya paketkan nelepon murah dari Telkomsel. Mumpung belum hangus.

Maka mulailah saya menukarkan saldo bonus tersebut dengan pulsa hp. Berikut caranya :

  1. Login TCash Wallet
  2. Klik icon pulsa/data
  3. Klik no hp saya
  4. Lalu pilih jumlah nominal pulsa yang dibeli.
  5. Masukkan pin tcash kita

yang perlu diingat : 

  • Pulsa terkecil untuk telkomsel adalah Rp 10.000
  • Tidak dikenakan biaya admin, jadi beli pulsa 10.000 ya bayarnya 10.000. Malah nanti uang kita dikembalikan lagi (cashback) sebesar 30% kalau melalui aplikasi TCash Wallet, kalau beli pulsa diluar dapat 50% bagi pengguna TCash Wallet baru.
  • Beli pulsa juga bukan buat diri kita sendiri loh, tapi bisa untuk orang lain dan dari operator lain.
Baiklah, pulsa telah terisi. Kini saatnya saya menelepon ke Duo Fi kalau saya masih ada di stasiun Manggarai. Namun, baru saja saya hendak menelepon ada seorang wanita tua mencolek bahu saya.

"Mba, boleh pinjem HPnya?"

Heh? maksudnya apa ya? Kok kenal nggak, baru ketemu. Nggak ada obrolan, tapi sudah berani pinjem HP?
Tapi yaaa.. itu hanya ada di dalam hati. Yang keluar dari mulut saya adalah, "Untuk apa ya, Bu?"

Ditanya seperti itu, tiba-tiba mata ibu itu berkaca-kaca. Loh..loh.. makin bingung saya menghadapinya. "Ibu, kenapa?" hanya pertanyaan tersebut yang bisa saya lontarkan.

Sebenarnya, ketika saya bertanya begitu, hati kecil saya sudah banyak su'udzon sama wanita tua itu. Jangan-jangan drama nih, mau nipu. Mau nyolong hp saya nih, dll.

Tapi entah kenapa, disisi lain batin saya berkata, "Ibu ini butuh bantuan saya."

Jadi kalau digambarkan seperti di drama-drama Korea, di bahu kiri, ada saya dengan jubah merah bawa tongkat trisula memberikan bisikan busuk bau mulut, apalagi sedang puasa. Eh, emang tuh mahluk puasa?

Sementara bahu kanan, saya menggunakan jubah putih dengan lingkaran cahaya dikepala saya dan memakai sayap, membisikkan, "bantulaaaah... bantulaaaaah.. " (dialeg ala ala Jarjit Upin Ipin). Kalau yang ini bau surga.

Ini yang saya bilang diawal, disaat ada orang butuh pertolongan tiba-tiba ada saja kecurigaan macam-macam dihati saya. Tetiba semua broadcast-broadcast mengerikan tentang penipuan keluar begitu saja. Apalagi sekarang musimnya mau lebaran, dimana orang sedang butuh uang banyak untuk merayakan kebahagiaan.

Alhamdulillah saya masih mengikuti mahluk di bahu kanan saya. Maka saya pun bertanya apa kegundahan wanita tua tersebut.

Inti ceritanya, Ibu Asih (nama wanita tua itu) baru datang ke Jakarta. Ia bilang ia akan dijemput oleh anaknya. Namun dari pagi hingga petang, anaknya tidak kunjung datang. Dia sama sekali tidak tau kota Jakarta. Tidak tau harus bagaimana. Ia bukanlah orang yang berani bertanya kepada orang lain. Entah kenapa sama saya dia berani.

Saya hanya berpikir, mungkin karena hari mulai meredupkan cahayanya. Ia memberanikan diri meminjam hp kepada saya. 

Memang anehnya lagi, saat itu hanya saya sendiri yang pegang hp. Padahal biasanya teman-teman tau sendiri kan, disisi manapun rasanya nggak ada orang yang nggak pegang hp. Semua sibuk dengan dunia mayanya. Apalagi momen sedang menunggu.

Hal tersebut buat saya berpikir bahwa ini pertanda dari Allah yang menitipkan Ibu Asih untuk menguji saya. Maka saya bertanya, "memang ibu nggak punya hp?"

Ibu itu hanya menggelengkan kepalanya. Ya iyalah, Deeee.. kalau punya hp, ngapain minjem sama kamuuu. Duuh.. 

Tapi Ibu Asih menjawab pertanyaan saya dengan memberikan secarik kertas berisi nomor telepon, yang menurut perkataaan Ibu Asih itu no hp anaknya. Ok, saya pun langsung mengetik no telp anaknya di hp saya dan... tuuut tuuuut tuuut

"Halo?" sapa suara disebrang sana.
"Halo ini Mba Widya?"
"Betul, Mba. Ini siapa ya?"
"Saya Ade, Mba. Apa Mba Widya punya ibu bernama Asih dari Purwokerto?"
"Hmmm... (terdengar nada bingung disana)... bener, Mba. Kok tau ya? Ini siapa sih?
"Ini, Mba.. Saya bersama Ibu Asih. Sebentar yaa.."

Saya pun menggunakan speaker agar Ibu Asih bisa berkomunikasi dengan anaknya. Beliau masih belum paham menggunakan hp.

Mendengar suara ibunya, nada bicara Mba Widya berubah. Ia kaget sekali. Dari percakapan mereka, saya jadi tau kejadian sebenarnya.

Ada miss komunikasi diantara ibu dan anak tersebut. Mba Widya mendapat pesan dari Pak Le' nya bahwa Ibu Asih pulang esok hari. Itu sebabnya ia tidak datang menjemput hari ini.

Ya Allah.. coba kalau ibu itu tidak berani bertanya ke saya, Bisa sampai besok dia ada di Stasiun Manggarai. 

Akhirnya, saya pun menunggu Mba Widya datang menjemput ibunya. Nggak tega ninggalin ibu itu sendirian. Saya biarkan beberapa commuterline tujuan Bogor melambaikan tangan ke saya seolah berkata, "duluan yaaa.. nanti kamu naik teman saya yang lain saja."

Sambil menunggu, Ibu Asih banyak cerita tenang kehidupannya di Purwokerto. Beliau juga menceritakan ke saya alasan tidak punya hp. Beliau merasa belum butuh. Padahal anaknya berkali-kali menyodorkan brosur hp untuk ia pilih.

Saya rasa Ibu Asih pasti terima hp tawaran anaknya setelah kejadian ini. ^_^

Tak lama kemudian.. "Neneeeek.."
Suara gadis kecil berteriak kearah kami. Gadis kecil itu bersama ibunya, yang saya tebak itu adalah Mba Widya.

Ada rasa haru terpancar diwajah Ibu Asih melihat anak dan cucunya yang menghampiri. Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih atas bantuan saya saat itu. 

Dan saya pun entah kenapa, ada rasa bahagia juga lega membuncah dihati. Saya bahagia karena saya bisa menjadi baik untuk orang lain. Saya bahagia karena saya masih berguna bagi orang lain.

Selepas kepergian Ibu Asih dan Mba Widya, saya langsung sholat magrib. Saya juga menelepon anak-anak saya bahwa saya pulang terlambat. 

Ketika dalam perjalanan pulang, tiba-tiba saya dapat sms dari Mba Widya. Saya memang tadi bertukar-tukaran nomor hp dengan Mba Widya untuk menjalin silaturahmi.

"Mba, terima kasih yaa sudah membantu ibu saya. Semoga amal kebaikan Mba, Allah yang balas. Aamiin. Oiya... Saya berikan sedikit buat ganti uang pulsa, Mba. Saya kirimnya ke TCash Wallet ya."

Heh? Saya langsung melihat saldo TCash Wallet. Barakallaaah... Ramadan berkah... banyak beneeeeeer diganti uang pulsanya? Saya melihat saldo TCash Wallet tertera angka Rp 500.000. 

Ya Allaaah.. Saya langsung menagis terharu saat itu juga. Menangis karena tidak menyangka Allah menggantikan dengan cepat pulsa yang saya berikan cuma-cuma ke Ibu Asih sebesar Rp 5.000.

Benar yaaa.. tidak ada yang bisa menghitung matematika Allah dalam sedekah. Dan hal itu tidak disangka sama sekali. Barakallaaah..

Dengan tangan gemetar dan sesekali menghapus airmata, saya langsung mengklik icon yang ada di TCash Wallet saya, yaitu :
  1. Bayar/Beli
  2. Tagihan Baru
  3. Donasi
  4. Pilih lembaga yang biasa menangani donasi.
  5. Dan saya ketik nominal zakat dari hasil yang saya terima hari itu.
  6. Masukkan pin TCash kita

Yes, saya ingat pesan papa, bahwa berapapun rejeki yang kita dapat jangan lupa 2,5% dari rejeki tersebut ada hak kaum dhuafa. Dan saya langsung memberikannya melalui TCash Wallet.

Setelah memberikan donasi, saya mentransfer sisanya ke rekening saya. Memang bisa diuangkan kembali saldo yang ada di TCash Wallet? Bisa dooong, ini caranya :
  • Kirim uang 



  • Rekening bank 



  • Pilih bank tujuan


  • Masukkan data seperti nomor rekening dan jumlah uang yang ditransfer

  • lalu klik konfirmasi, jika data yang tertera sudah sesuai dengan bank tujuan transfer.

yang penting diingat :
  • Ada biaya transfer Rp 6.500 ke semua bank.
  • Akan ada sms dari TCash untuk setiap transaksi kita.

Buat teman-teman yang ingin tau cara pakai lengkapnya, bisa dilihat di Cara Pakai TCash. Bahkan ada video tutorialnya loh. Contoh tutorial mengirim uang/transfer ke rekening bank kita.


Ada sedikit penyesalan akan kejadian hari itu. Yang saya sesalkan, kenapa TCash Wallet saya habis dan saya bawa uang pas-pasan.

Seandainya banyak isinya, saya bisa ajak Ibu Asih makan di KFC atau sekedar beli jajanan ringan dengan menggunakan TCash snap atau tap dengan stiker. Tapi stiker TCash saya sudah buluk, karena memang sudah lama saya pakai TCash.

Tuh kan, sudah buluk stiker TCash nya.

Untungnya sekarang bisa di scan QRCode nya pakai NFC. Kebetulan HP saya android dan sudah ada NFC-nya.

Ooo.. TCash bisa buat belanja? Bisa.

TCash Wallet juga bisa digunakan di merchants belanja lainnya loh. Bisa juga buat belanja online. Siapa saja merchants yang bekerjasama, bisa dilihat di Merchants TCash.

Selesai transfer, saya teringat kembali ucapan almarhumah mama. Beliau memberikan tips sedekah agar ikhlas dan ridha saat kita keluarkan. Tanpa ada beban kecurigaan atau penyesalan. Beliau berkata

"Jika kamu bersedekah, jangan lihat siapa orang yang diberi sedekah. Jangan juga berpikir untuk apa uang itu digunakan kelak. Jadi hati kamu plong. Urusan uang sedekah yang kita berikan akan digunakan untuk maksiat, itu urusan dia dengan Allah. Urusan kita cukup sampai uang diterima yang mendapatkan sedekah. Dan Allah sudah catat itu".

Hmm... dan ilmu itu saya terapkan saat ini. Allah itu benar. Dan Allah tidak pernah tidur, pasti akan terbalas semua kebaikan yang kita lakukan, walaupun sebesar butiran beras. Insya Allah.

Wassalam




So Good Shumai Furai Kuah Dimsum


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Apa kabar, teman-teman?
Balik lagi di blog saya tercinta ini, blognya Ade UFi, ummi-nya Abang dan Adek Fi. ^_^

Kalau baca judulnya ada kalimat So Good Shumai Furai, pastinya tulisan kali ini tentang masakan.

Yes, right.. saya kali ini hendak menulis resep So Good lagiiii. Bahagia bener ya.. xixixi..
Gimana, nggak bahagia? Kalau di bulan Syawal begini, apalagi yang dihandalkan kalau bukan frozen food? Ya kaaan?

Mau ke pasar, belum banyak yang jualan. Beli jajanan juga belum banyak yang dagang. Jadi frozen food lah yang menjadi teman lauk kami sambil menunggu semua penjual balik mudik. ^_^

Frozen food So Good juga menjadi teman saya selama bulan Ramadan. saya sebelumnya menulis 2 resep yang menggunakan So Good Beef Sausage. Bagi yang belum baca, silakan baca :

So Good Beef Sausage dari rasa turun ke hati

Jika bulan Syawal tahun lalu saya menulis olahan So Good tentang Sayur Babanci Ayam Potong So Good, kali ini saya hendak menulis tentang Dimsum.

So Good Beef Sausage Dari Rasa Turun Ke Hati

so good beef sausage

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Hai temans..
Masih inget lagu Dari Mata -nya The Jaz? tapi liriknya dirubah seperti ini..

Dari rasamu rasamu 
Ku mulai jatuh cinta
Ku merasa merasa
ada berbeda

Dari rasa kau buatku jatuh
jatuh terus jatuh ke hati..

xixixixi... Yes, kalau lihat dari judulnya, sudah pasti yaa lagunya ditujukan untuk So Good. Saya memang nge-fans banget sama produk kemasan So Good ini. Eh, bukan gombal loooh, tapi ini nyata.

90% produk frozen food yang ada di kulkas saya itu dari So Good. Mulai yang produk siap masak (So Good Beef Sausage, Chiken Nugget, dll) sampai siap olah seperti (So Good Ayam Potong).

Untuk varian lengkapnya apa saja bisa di klik di So Good Indonesia.

Semua itu berawal dari keluarnya produk baru So Good Ayam Potong. Itu kali pertama saya mencoba produk So Good. Dan itu di bulan Syawal tahun lalu. Saya juga menulis 2 resep dengan menggunakan ayam potong So Good.

Sayur Babanci Ayam Potong So Good
Coke Jahe Ayam Potong So Good

Karena suka dengan ayam potong So Good, saya pun mencoba produk siap masaknya, yaitu So Good Chiken Sausage (dibaca : sosis). Dan hasilnya jadi 1 resep yang saya tulis juga disini, yaitu :

Kuraja Sosis Ayam So Good

Nah, mulai dari situ deh saya ketagihan. Sampai-sampai pas pulang umroh kemarin, saya pun tertarik mencoba So Good Chikcen Nugget dibuat masakan timur tengah yang saya coba disana, yaitu Shawarma Chicken Nugget So Good.

Di bulan Ramadan ini saya kembali mengolah beberapa menu takjil dengan bahan dari So Good siap masak.

Seperti biasa menu yang saya buat itu selalu tak jauh dari menu kesukaan anak-anak, terutama Abang Fi.

Kali ini saya berusaha menyenangkan hati Abang Fi untuk memenuhi menu takjil permintaan dia.

Sejak umur 3 tahun Abang Fi sudah mulai puasa. Dan alhamdulillah mulai full sejak usia 5 tahun.

Syaratnya setiap buka puasa, saya harus menyiapkan makanan yang dia mau.

Dulu, jaman saya masih mengajar, saya beli jadi menu takjil yang sesuai permintaan Abang Fi. Alhamdulillah menu pilihan dia bukan yang mahal-mahal. Dia minta roti mises, wafer coklat dan susu coklat.. xixixi..

Tapi setelah dia tau makanan enak yaa pilihannya mulai deh agak tinggi dikit harganya. -_-

Untuk menjaga dia mencintai Ramadan serta menyambut puasa dengan suka cita, maka saya pun berusaha mengabulkannya. Namun kali ini, karena saya sudah menjadi full time mother, saya mencoba buat sendiri di rumah.

Alhamdulillah saya selalu nyetok So Good di rumah. Maka resep kali ini pun menggunakan bahan utama dari So Good.

So Good Beef Sausage (inget yaaa dibacanya : sosis) adalah bahan utama pilihan saya. Saya mengolah dari 1 bungkus So Good Beef Sausage menjadi 2 resep sekaligus. Bahkan mungkin bisa lebih dari itu.

Tapi kalau saya tulis semua, yang ada jadi buku resep.. xixixi.. jadi 2 saja cukup yaa.

Antara So Good Beef Sausage, Paprika dan Abang Fi

Disaat kita berpuasa, tubuh kita beristirahat menerima asupan nutrisi selama 12 jam. Tubuh hanya mengambil asupan nutrisi yang tersedia.

Jadi itu sebabnya beberapa ahli gizi menganjurkan, saat berpuasa makan dan minumlah sesuai kebutuhan tubuh kita.
Untuk daya tahan tubuh kita juga memerlukan vitamin C yang cukup.

Nah, saya pun memutar otak, kira-kira buah atau sayuran apa yg bisa saya sisipkan dalam menu takjil sesuai kesukaan Abang Fi, yang bisa mencukupi kebutuhan vitamin C.

Teman-teman pasti sudah paham sekali kalau anak saya yang satu ini enggan untuk makan sayur. Buah pun kadang nggak di sentuh.

Sayur akan dia colek kalau ada dimakanan yang dia suka.

Tetiba saya ingat buah paprika. Yes, saya mengambil paprika sebagai teman dari So Good Beef Sausage, karena dalam 1 buah paprika mengandung banyak sekali vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Buah paprika juga mengandung banyak antioksidan dan vitamin C (150 – 250 mg/100 g). Kandungan karoten (seperti lycopene) pada paprika merah adalah sembilan kali lebih banyak. Paprika merah juga memiliki kandungan vitamin C dua kali lipat dari paprika hijau.
so good beef sausage
photo by sindo.net

Memakan 2 buah keluarga cabai yang berasal dari Meksiko ini, mampu mencukupi kebutuhan vitamin C kita sekeluarga dalam sehari. Tapi yang ukurannya besar yaa..

Vitamin C ini lah yang dibutuhkan untuk imunitas dan daya tahan tubuh kita selama berpuasa. (info dari wikipedia)

Sedangkan So Good Beef Sausage, mengandung daging sapi berkualitas baik. Daging sapi memiliki protein hewani yang tinggi dan dibutuhkan oleh tubuh.

Apalagi pada So Good Beef Sausage kemasannya di vacum, sehingga nutrisi pada daging sausage terjaga dengan baik. Proses pembekuan produk juga dilakukan dalam waktu 45 menit pada suhu -35 derajat celcius mengunci 4 kualitas So Good Beef Sausage, yaitu : Segar, Gizi, Rasa dan Bersih.

so good beef sausage
kemasan vacum So Good Beef Sausage

Untuk mencapai menu piring gizi seimbang, menu yang lebih dibutuhkan dalam kondisi tubuh  berpuasa, maka So Good Beef Sausage dan Paprika adalah perpaduan yang pas. Tinggal dicari bahan karbohidratnya.

Penjelasan Menu Piring Gizi Seimbang bisa dibaca di Menu Gizi Piring Seimbang

Maka dari itu saya memilih roti sebagai paduan sempurna untuk resep siap masak So Good kali ini. Menu Ramadan yang saya masak kali ini adalah menu khas takjil dikeluarga kami, khususnya Abang Fi.

Apa saja ya menunya? Ini diaaaa...

Travel Halal Bersama CBWisata


Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Resiko saat kita traveling keluar negeri itu adalah mencari makanan halal di negeri orang. Kalau negaranya memiliki penduduk mayoritas muslim sih nggak terlalu pusing yaa. Tapi kalau penduduknya mayoritas non muslim.. huhuhuhu...

Ingat dulu saat saya ke Pattani, Thailand. Kami sempat bingung mau makan dimana. Bersyukur kami sepakat menyewa mobil plus supirnya dan minta ditunjukkan di restauran yang punya muslim. 

Sempat terpikir dulu, seandainya sudah ada travel halal ya, pasti kita nggak membuang waktu untuk mencari-cari pemandu perjalanan kami.

Eh, tapi sebenarnya apa sih yang dimaksud travel halal itu?
Beberapa teman yang saya tanya menjawab seperti ini :

"Wah, aku baru denger, Mbak. Biasanya tuh kata halal adanya pada makanan/minuman halal, restauran halal, kosmetik halal. Belum pernah tuh travel halal."

atau

"Apa ye, De? Biro perjalanan halal gitu?"

Tapi sebagian lagi yang saya tanya tentang travel halal, mereka mengatakan :

"Travel halal itu travel yang nyediain makanan halal, bayarnya nggak pakai riba, nggak ngajak ke tempat-tempat maksiat. Beribadah tepat waktunya. Macam Umroh dan Haji itu."

Hmm...
Memang untuk sebagian orang, banyak yang berpikir bahwa travel halal itu nggak jauh dari travel umroh dan haji. Padahal travel halal itu bukan sekedar perjalanan ke tanah suci saja loh.

Ketika mencari di wikipedia, travel halal diarahkankan ke pariwisata halal. Pariwisata halal menurut wikipedia adalah pariwisata yang diarahkan untuk keluarga muslim yang mematuhi aturan Islam.

Ya, Travel halal adalah sebuah perjalanan yang mengikuti aturan Islam. Pada itinerary (jadwal perjalanan) ada jadwal berhenti untuk melakukan sholat 5 waktu. Makan di tempat makanan yang halal dan pergi ke tempat-tempat wisata yang diperbolehkan untuk muslim.

Namun memang travel halal baru seputaran perjalanan umroh dan haji. Belum banyak biro perjalanan yang menawarkan paket travel halal.

Hingga saya ditawarkan seorang teman sebuah paket perjalanan dari CBWisata. Teman saya memberikan brosur dari CBWisata tersebut.

Begitu lihat paket travel yang ditawarkan, ada paket travel halalnya looh, iiih saya langsung tertarik deh.

3 Game Anak Cerdas dengan Tanggap yang Lengkap

game anak

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Hai Teman-temans, bahagia bagi saya sebagai orangtua itu sederhana sekali. Melihat anak-anak tumbuh sehat dan bahagia kelak. Tentunya untuk mencapai kebahagiaan baik dunia atau akhirat, kita sebagai orangtua perlu mendidiknya sejak dini. Mendidik anak menjadi cerdas dengan tanggap yang lengkap.

Oiya, teman-teman sudah ada yang tau belum tanggap yang lengkap itu seperti apa? Nah, buat yang belum silakan baca tulisan saya di blog ini.

Baca juga : Cara menstimulasi kecerdasan anak sejak dini

Cerdas tanggap yang lengkap versi ibu Verauli, psikolog anak yang memberikan ilmu parenting anak, ada 3 yaitu :

game anak anak
Ibu Verauli, Psikolog Parenting Anak

  • Cerdas tanggap.
  • Tanggap secara emosi
  • Tanggap secara sosial.

Untuk mempunyai anak cerdas dengan tanggap yang lengkap seperti itu bisa kita stimulasi dalam kegiatan sehari-hari dengan memberikan game anak. Pada tulisan ini, saya hendak berbagi permainan apa saja yang dapat melatih kecerdasan anak dengan tanggap yang lengkap.

Menurut Ibu Verauli, usia anak 2 - 6 tahun (pas dengan usia Adek Fi) adalah masa bermain pada anak. Kita sebagai orangtua jangan menghilangkan masa-masa itu. Biarkan anak berkembang kecerdasannya dengan mengeksplorasi dalam permainan.