Cara Menstimulasi Kecerdasan Anak Sejak Dini

Bebelac


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Eeh, Abang kemarin bagi rapot ya?
Dapat rangking berapa?

Duh, saya paling bete kalau ada yang tanya soal rangking saat musim pembagian rapot. Apalagi kalau pakai dibanding-bandingkan. Kamu kok rangking sekian, liat tuh kakak rangking 1 pintar-pintar. Grrrr..

Saking seringnya mendengar percapakan tersebut, saya jadi mau menulis bahwa kecerdasan anak itu berbeda-beda. Kecerdasan anak itu tidak hanya diukur dari rangking. Ada banyak faktor pendukung yang bisa mempengaruhi seseorang hingga dibilang orang tersebut cerdas dengan tanggap yang lengkap.

Alhamdulillah, tanggal 11 April kemarin saya dapat undangan Buzzer and Blogger Gathering untuk merayakan peluncuran Bebelac baru yang bertempat di Jakarta Pusat. Dalam acara tersebut bukan hanya sekedar membahas tentang produk baru yang hendak diluncurkan, melainkan ada seminar parenting anak yang banyak banget manfaatnya bagi para orangtua dan calon orangtua.

Bebelac
Undangan yang full baloon

Tema yang diangkat dalam seminar parenting anak saat itu adalah Kecerdasan Anak dengan Tanggap yang Lengkap. Nah, apa sih tanggap yang lengkap itu? Yuk, baca terus ya!

Kecerdasan Anak dengan Tanggap yang Lengkap

Seperti yang saya tulis di paragraf pembuka, bahwa banyak orangtua yang menganggap kecerdasan anak hanya berdasarkan perkembangan kognitif anak, atau istilahnya kecerdasan intelektual. Padahal di jaman now ini dibutuhkan lebih dari kecerdasan intelektual.

Mba Roslina Verauli, M.Psi, selaku psikologi anak yang memberikan ilmu parenting anak pada acara tersebut, mengatakan bahwa seorang anak akan dibilang cerdas jika mereka tumbuh dengan tanggap yang lengkap. Tanggap disini adalah anak yang segera berespon akan sesuatu hal. Tanggap secara lengkap itu ada 3 hal yang mempengauhi yaitu :

Ibu Verauli, Psikolog Parenting Anak

1. Cerdas tanggap

Cerdas tanggap disini adalah tanggap yang berhubungan dengan perkembangan kognitif anak. apa yang diberikan oleh orangtua atau guru, cepat sekali si anak merespon dan diingat hingga saat me-recall memori tersebut, ia akan mudah untuk mengulangnya.

2. Tanggap secara Sosial

Pada tanggap sosial yang bermain adalah perkembangan sosial anak. pada tanggap sosial inilah yang membuat anak dimasa depannya mampu bekerjasama, mampu mengerti aturan main saat berkumpul dengan oranglain, anak mengetahui mana yang baik dan mana yang salah.

3. Tanggap secara emosional

Tangap secara sosial tidak akan berkembang jika anak tidak memiliki tanggap secara emosional (kecerdasan emosional - EQ). Tanggap secara emosional adalah kepekaan anak terhadap orang lain, memiliki rasa empati kepada yang lain, sehingga anak tau bangaimana cara mengontrol emosinya.

Stimulasi Kecerdasan Anak dengan Tanggap yang Lengkap
Pada acara tersebut, Mba Vera menguji para mom blogger dan mom celebrity yang hadir tentang pola asuh dalam membarikan pendidikan karakter terhadap anak kita, apakah sudah sesuai dengan tanggap yang lengkap.

Nah permainannya adalah membagikan 2 lembar kertas dengan warna berbeda. Kertas yang dibagikan tersebut melambangkan pola asuh kita di rumah. Waktu itu saya dibagikan warna merah dan orange. Pada kertas merah kita diminta menulis apakah pernah bilang kata-kata berikut ini kepada anak :
  • Iiih kamu cengeng banget sih.
  • Kamu kok penakut banget sih.
  • Waduh kamu galak banget sih, nak.
  • Duh.. salah, naaak bukan begitu. (selalu menyalahkan)
  • Kok gitu sih ngerjainnya? (anak diragukan dalam mengerjakan sesuatu)
  • Kamu bukan anak mama niiih (ada penolakan pada anak)
  • Ini anak siapa siiih? atau ini anak kamu nih (bicara ke pasangannya)
lalu pada kertas yang lainnya ditulis :
  • I love you.
  • You are ok.
  • Kamu bertanggung jawab.
  • Tenang, nak ada mama disini.
  • Waah baik banget sih kamu.
  • Waah anak pinteeer, cerdas.
  • Good job.
  • Kamu bisa/ kamu mampu.
  • Wooow, kamu kerjakan sendiri.
Lalu kita diminta menjumlah masing-masing pernyataan tersebut. Lebih banyak perkataan yang mana yang sering diucapkan.
Dari permainan pendidikan karakter anak ini tanpa kita sadari, setiap kita mengucapkan di lembar yang memuat kalimat positif dan membangun pada anak kita, kita sudah menanamkan kristal bening yang indah kedalam skema berpikir anak-anak kita. Sehingga penghayatan diri anak terhadap dirinya adalah positif.

Saat anak merasa dirinya adalah individu yang postif, maka anak memiliki strength (istilah psikologinya). Anak yang punya emosi postiflah yang akan mampu :
  • Membangun emosi positif dalam dirinya bahkan disaat emosinya sedang negatif sekalipun.
  • Menjadi anak yang berkompeten.
  • Mengembangkan empati secara optimal dan peka terhadap orang lain.
Ketiga kemampuan anak tersebut adalah akar dari cerdas sosial seorang anak. Sedangkan kebalikannya, disaat kita sering mengucapkan kalimat-kalimat yang ada pada lembar kalimat negatif, secara tidak langsung kita memberikan sampah kepada anak-anak kita.

Jadi teman-teman, yuk buang semua kalimat-kalimat negatif yang selalu kita berikan kepada anak kita dan tidak diijinkan untuk kembali. Agar anak-anak mempunyai tanggap emosional yang baik, yang mampu mendukung tanggap sosial di lingkungannya.

Mba Verauli juga mengatakan bahwa tanggap emotional dan tanggap sosial tidak akan terlatih jika anak tidak memiliki cerdas tanggap atau kecerdasan intelektual.

Nah, untuk membangun kecerdasan intelektual ini anak memerlukan stimulasi otak. Stimulasi otak anak yang diberikan bisa melalui 2 hal, yaitu stimulasi dalam permaian/belajar (luar) dan stimulasi dari nutrisi (dalam).

Pada acara gathering tersebut, anak benar-benar diberikan contoh stimulasi dari luar, yaitu dengan adanya palyground bersebelahan dengan lokasi seminar. anak-anak dibuat saling berinteraksi secara sosial dengan teman-teman sebayanya. Oiya, saat itu saya pergi dengan Adek Fi. Saat saya sibuk foto sana sini, Adek Fi juga sibuk bermain dengan teman-temannya.

Bebelac
Adek Fi sibuk dengan mainnya di playground salah satu stimulasi kecerdasan anak

Sedangkan untuk stimulasi dari dalam Bebelac ikut peran juga disini. Bebelac menyiapkan keperluan nutrisi yang dibutuhkan anak. Bebelac meluncurkan produk baru yang mendukung anak untuk menstimulai cerdas tanggap dari dalam. Agar anak memiliki tanggap yang lengkap dan bagus untuk tumbuh kembangnya. Bebelac baru ini mengandung minyak ikan dan omega 6 lebih tinggi dibandingkan dengan formula Bebelac sebelumnya. Selain itu formula Bebelac baru memiliki FOS:GOS 1:9 yang dipatenkan, serta 13 Vitamin & 9 Mineral.

Bebelac

Alhamdulillah, pulang dari acara gathering, saya dapat ilmu bergizi buat mengasuh Adek Fi dan buat teman-teman yang ingin tau lebih jelas apa itu cerdas tanggap yang lengkap, silakan buka link berikut ini : Tanggap yang lengkap sebagai ciri anak hebat.

Selamat membaca dan mempraktekkan ya ^_^

Wassalam






25 komentar:

  1. Kalo utk susu formula, Anak-anak saya pas usia 6 bln-2 tahun pake nutrilon royal, usia 2-4 tahun pake Bebelac, usia 4 tahun ke atas sesuai permintaan anak, berganti-ganti. Saya juga sebel kalo ada yang membanding-bandingkan ranking, karena itu kan tidak bisa dijadikan tolok ukur. Setiap anak punya kelebihan masing-masing. Kalo di SDIT anak saya, memang ada penyebutan peringkat 1-3 saat pembagian raport, tapi itu hanya untuk kelas 1-3, dan itu pun bukan semata berdasarkan nilai akademiknya saja tapi juga berdasarkan penilaian perilaku dan sosialisasi dg teman2nya...

    BalasHapus
  2. Aku memang senang beri ucapan positif pada anak, karena anak ini peniru ulung, apa yang orang tua katakan bisa diserap oleh mereka.

    BalasHapus
  3. nah ini yang kerap harsu banyak dilatih, apapun yg keluar dari perkataan orang tua harus yg positif dan membangkitkan semangat anak ya. Dapat ilmu baru nih: tanggap emosional yang baik mampu mendukung tanggap sosial di lingkungan.

    BalasHapus
  4. Jadi dapat pengetahuan dan inspirasi nih saya tentang dunia anak-anak, bahwa kecerdasan intelektual dan emosional kudu dimiliki bukan hanya orang dewasa aja, melainkan anak-anak juga perlu banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul.. malah harus dilatih sejak dini

      Hapus
  5. Kecerdasan yang nomor 2 dan 3 itu ya Mbak, yang jarang dilihat orang. Eh iya, habis ini mo coba gamenya juga ah. Biar saya bisa evaluasi juga, selama ini apa sudah banyak memberi kata positif atau negatif ke anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneer, mba. Kadang suka kita anggap sepele

      Hapus
  6. Tanggap yang lengkap masih PR bagi saya dalam membesarkan Azzam,, saya belum mampu mengajarkan dia untuk mengkontrol emosinya yang selalu meluap saat keinginannya tak terpenuhi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih ada kesempatan. Saya pun demikian mba.

      Hapus
  7. Waaah, acara yang seru. Kalo deket pengen deh dateng. Setuju banget sama apa yang dibilang Mbak pembicaranya. Anak cerdas harus di semua aspek. Termasuk tanggap thd ini itu.

    BalasHapus
  8. Perlu banget ya mba bisa punya tanggap yg lengkap. Kadang suka kejebak juga sih sama salah satu kecerdasan saja. Padahal ya setuju IQ EQ dan SQ harus sama..
    Wuaa makin banyak peer nih buat mengawal tumbuh kembang si kecil.. :-)

    BalasHapus
  9. Abhirama sangat suka sama bebelac, beruntung sekali kami bisa menstimulasi nya sehingga menjadi anak yang tanggap

    BalasHapus
  10. Seru ya kalau ada acara bisa bawa anak, bisa buat jalan-jalan sekalian. Anaknya happy main ibunya dapat wawasan bermanfaat kayak gini..kece..

    BalasHapus
  11. Acara yang bermanfaat ya mbak. Terutama soal positif parenthingnya itu. Moga bisa konsisten menerapkan ke anak2 aamiin.

    BalasHapus
  12. Senang banget bisa dapat ilmu.
    Ponakan saya juga susunya Bebelac, dia suka banget. Biasanya kl dikasih susu dia nggak mau, namun saat dikasih bebelac dia malah nggak nolak

    BalasHapus
  13. Kira-kira minum bebelac membuat anak ketergantungan nggak ya mbak? Dan apa bisa buat anak yg alergi minum susu?

    BalasHapus
  14. Pas banget mbak. Ponakanku lagi susah banget dikasih susu yang biasanya. Nanti aku beliin susu Bebelac buat dia deh, biar ngga susah minum susu lagi.

    BalasHapus
  15. Waaah acaranya seru nih mbak, dapet banyak ilmu yang bisa diimplementasikan ke anak-anak juga.

    BalasHapus
  16. wow.. acaranya yang bermanfaat,.. dan cocok ilmunya bagi yang punya anak.. aku otw ah cari ibu yang mau bersama mengembangkan anak2 nanti

    BalasHapus
  17. Apalagi ketika orang-tua membandingkan, "Si itu mah nilainya selalu 100, dia mah pinter." Duh diriku yang denger aja langsung nyesss... Sampai si boceh curhat, "I'm not smart like my friend!" Susah ya kalau ortu hanya melihat anak orang lain, jadi ucap yang keluar itu cuma negative words aja ke anak2. Nice ya ada sharing kayak gini, apalagi pembicaranya Mba Vera.

    BalasHapus
  18. Terkadang saya emang memberikan kata-kata yang di bold merah itu, tujuannya cuma buat godain ajah. Tapi kalau emang itu gak bener nanti akan coba untuk dihilangkan sepenuhnya

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  20. PR jadi orangtua banyak dan berat juga ya mba Ade, termasuk mesti bisa ngasih stimulasi dll supaya cepat tanggap anak bisa berjalan maksimal.. :) Semangaaaat..

    BalasHapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^