10 Perlengkapan Umroh


Bismillahirahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Hai.. Hai teman-teman,
Namanya juga perjalanan jauh, apalagi melanglang buana, pasti ada banyak hal yang harus kita persiapkan. Kemarin-kemarin saya pernah membahas beberapa persiapan perjalanan keluar negeri.

baca : Hal-hal yang Harus Dipersiapkan untuk Umroh

Jika sebelumnya saya bahasa tentang persiapan umroh secara rohani dan jasmani, kali ini saya hendak membahas perlengkapan apa saja yang kita bawa ke tanah suci. Nah, apa saja yaaa? Yuk baca selanjutnya.

Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan untuk Umroh


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Hai.. Hai...
Umat muslim mana sih yang tidak bahagia, begitu tahu travel umroh kita itu travel yang terpercaya? Apalagi sudah siap berangkat ke tanah suci Insya Allah. Bahagia luar biasa Allah akhirnya mengundang kita untuk sampai di rumahNya. Undangan istimewa sekali.

Baca juga : Tips memilih travel umroh terpercaya dan aman.

Kenapa saya bilang istimewa? Karena tak semua bisa dapat undangan istimewa ini. Banyak umat muslim yang punya uang untuk mendaftar umroh atau naik haji, tapi hatinya tidak tergerak untuk pergi kesana. Padahal ia bulak balik ke Eropa atau Amerika yang notabene biaya sama. Selain hati tidak tergerak, Allah tidak berikan kesempatan waktu. Sibuk dengan urusan dunia. Ada juga yang sudah membayar lunas, hati sudah mantab, tapi ternyata kena tipu pihak travel. Uang hilang, berangkat pun tidak. Ini nyesek sekali.

Bahkan ada loh, sudah berangkat dan menginjakkan kaki di tanah suci, tapi Allah beri sakit atau haid (untuk perempuan), sehingga saatnya umroh atau pelaksanaan haji ia harus terkapar di rumah sakit atau tiduran saja di hotel. Padahal semua sudah kita persiapkan dari tanah air. Itulah sebabnya saya bilang undangan istimewa. Dan itupula sebabnya biasanya untuk yang umroh, begitu tiba di Mekkah Al Mukarramah langsung melaksanakan umroh wajib, jam berapapun kita tiba. Masya Allah.

Saya sangat bersyukuuuur sekali. Karena saya sendiri yang buat tulisan tentang hak Allah untuk memilih tamuNya, maka saya pun sebelum berangkat sangat takut sekali, kalau-kalau saya bukan salah satu tamu pilihan Allah. Makanya saya persiapkan betul hal-hal yang sekiranya disana saya bisa diterima jadi tamu Allah.

Baca : Haji, Insya Allah kami datang

Nah, kira-kira apa saja yang harus kita persiapkan, jika kita sudah yakin Insya Allah kita siap berangkat ke tanah suci untuk ibadah umroh? Yuk, baca terus tulisan ini!

6 Barang Penting yang Sering Terlupakan Saat Traveling Keluar Negeri

Bismillahirrahmanirrahiim
Aasalamu'alaikum w.w.

Hai.. hai...
Dua minggu saya absen untuk menulis. Huhu.. maaf yaaa, saya harus ikuti prosedur jadi tamu Allah dulu. Jadi saya nggak bisa meng-update blog saya. Selain ikuti prosedural jadi tamu Allah, disana juga ga punya kuota. Jadi ngandelin wifi gratis hotel. ^_^

Melihat antusias membaca teman-teman pada tulisan saya tentang paspor, sepertinya banyak yang hendak melakukan perjalanan keluar negeri tahun 2018 ini. Baik itu sekedar wisata ataupun ibadah. Itu sebabnya, kali ni saya hendak menulis seputar traveling. Mumpung masih nempel di otak nih.. xixixi..

Baca : Pertanyaan Seputar Membuat Paspor

Yang namanya jalan-jalan, pastinya banyak hal yang harus kita persiapkan, apalagi jalan-jalannya keluar negeri. Mulai dari baju, uang, tiket, tempat wisata, penginapan, dll. Tapi terkadang kita suka lupa dengan hal-hal kecil yang justru sangat dibutuhkan jika kita tidak membawanya. Apa saja ya? Yuk, baca lanjutannya!

Suntik Vaksin Meningitis di RS Pusat Otak Nasional (PON)


Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Hai-hai,
Beberapa hari yang lalu saya menulis tentang vaksin meningitis. Saya menulisnya tentang :
Pertanyaan Seputar Vaksin Meningitis.

Vaksin meningitis adalah salah satu syarat untuk perjalanan kenegara-negara endemik, seperti Afrika, Amerika Utara, Timur Tengah dan Selandia Baru. Jika kita hendak berpergian ke negara-negara tersebut pastinya kita diminta buku kuning. Apa itu buku kuning? Buku kuning adalah alat bukti bahwa kita sudah disuntik vaksin meningitis. Masa berlakunya buku kuning adalah 2 tahun. Jadi kita cukup sekali suntik meningitis untuk perjalanan selama 2 tahun. Lalu bagaimana cara dan tahapan melakukan suntik meningitis? Yuk, cekidot!

Taste Australia : Buah Cherry dengan Paduan Rasa Buah yang Mantab


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Haaai,
Tidak terasa ya sudah masuk lagi bulan baru. Itu berarti waktunya bincang-bincang tentang #14foodtalk. Yes, #14foodtalk bulan Februari ini, kami (Saya, Nita, Nurul dan Febri) memilih untuk membahas tema tentang BUAH.


Lalu buah apa yang hendak saya bahas kali ini? Hmm... apa yaaa? Yuk, dilanjutkan bacanya!

Cara Untuk Mendapatkan Keturunan (Anak)

Untuk sebagian pasangan mendapatkan keturunan (anak) bukan hal yang sederhana. Anak adalah titipan dari Allah. Namun sebagai manusia kita tetap harus berusaha. Inilah tulisan saya tentang cara untuk mendapatkan keturunan (anak).

photo by daily miror

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Hi semua,
Hari Rabu, 24 Januari kemarin dunia sosial mediaku sempat heboh. Penasaran mau lihat yang namanya Ade UFi di layar kaca. Hahaha.. berasa seleb. Seleb apa salep. ^_^
Karena di hari itu saya diundang oleh Inews TV untuk menjadi bintang tamu di acara Intermezzo. Saya diundang karena saya punya pengalaman lama menantikan kehadiran Abang Fi.



Ya, saya menanti kehadiran Abang Fi kurang lebih 4 tahun lamanya. Dan kegelisahan juga kebahagian saya akan kehadirannya, pernah saya tulis di blog ini. Kalau teman-teman hendak membacanya silakan baca di : Manfaat Sedekah

Bukan hanya Abang yang lama kehadirannya saya nantikan. Melainkan Kakak Fi, anak kedua saya, dalam proses penantian dan kisah yang lebih menyedihkan. Untuk mendapatkan Kakak Fi, saya harus menunggunya selama 9 tahun. Dan bahagia luar biasa begitu mendapatkan Kakak Fi. Sayangnya, saya hanya menikmatinya 9 bulan dalam kandungan dan 2 jam di dunia. Dua jam itu pun yang saya lihat adalah proses bagaimana Kakak Fi berjuang untuk bertahan hidup. Kisah perjuang Kakak Fi juga sudah saya tulis di blog ini yang berjudul : Tunggu Kami Disana Ya, Nak!

Tiga bulan berselang meninggalnya Kakak Fi, Adek Fi hadir sebagai obat pelipur lara kami. Barakallah, bahagia sekali hati ini, namun juga saya merasa kasihan dengan kehamilan Adek Fi. Loh kok kasihan?

Ya, karena selama hamil Adek Fi saya stress. Menurut dokter saya mengalami baby blues berkepanjangan. Kalau kata dokter PPD (Post Pastrum Depression). Saya suka menangis sendirian seperti anak kecil yang tantrum, disaat rumah sudah sepi (Abang sekolah, Suami kerja dan Mama ayu sudah pulang setelah beberes rumah) atau malam hari ketika semua sudah tidur. Apalagi dokter SPOG-nya mendeteksi bahwa plasenta saya menutupi jalan lahir, jadi kemungkinan lahir harus operasi cesar. Ya Allah.. masalah plasenta lagi. Takut luar biasa akan kehilangan Adek Fi makin menjadi. Bahkan sempat berpikir dan terucap dalam hati, "Nak, kalau kamu lahir meninggal lagi, Ummi ikut yaa. Atau sekarang saja yuk kita pergi."

Alhamdulillah, semua itu perlahan hilang hingga Adek Fi berusia 1 tahun. Saya bersyukur memiliki orang-orang yang sayang sekali dengan saya dan tak pernah lupa untuk selalu mengingatkan saya akan kebesaran Allah.

Rupanya, di era ini makin banyak yang mengalami hal serupa dengan saya, namun banyak juga yang sudah diberikan anak justru disia-siakan. Itu sebabnya INews TV mengundang saya, betapa pilunya hati kami yang sangat menginginkan anak, ketika melihat berita, banyak orang yang menyia-nyiakan anaknya. Bahkan sampai membunuhnya. Ya Allah.. T_T


Tapi kali ini saya tidak hendak bicarakan kesedihan. Saya hendak berbagi tahapan yang saya lakukan untuk mendapatkan Abang Fi. So, lanjut yaa ! ^_^

H2 Tepung Kelapa : Makan Enak, Resiko Terkendali bagi Penderita Diabetes


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Hai.. hai..
Jika teman-teman baca tagline blog saya tercinta ini, pastinya teman-teman paham apa hobi saya. Yes, hobi saya kalau nggak makan ya jalan-jalan. Banyaknya sih makan. ^_^
Hobi saya itu menurun pada kedua anak saya. Dan biasanya tempat-tempat kulineran yang hendak kita kunjungi itu kadang dipilih oleh Abang Fi.

Abang Fi itu memang sejak kecil, gampaaaang sekali makannya. Kalau kebanyakan ibu-ibu gregetan dan bahkan sampai keluar tanduk untuk meminta anaknya makan, tidak demikian dengan Abang Fi. Saya justru meminta Abang untuk berhenti makan. Sampai sekarang hal itu masih dilakukan.

Satu sisi sih seneng aja melihat nafsu makan Abang. Segala makanan pasti dilahap sama dia asalkan tidak berbau sayuran. Buat dia kalau nggak makan nasi, namanya belum makan. Hmm.. ini tipikal orang Indonesia banget ya. ^_^ Dan baginya wajib sehari 4x makan. kadang saya tegur, "Bang, tadi kan barusan makan roti. Kok sekarang sudah makan?"
"Tadi kan nyemil, Ummi. Kalau sekarang kan aku makan." -_-

Dulu mungkin pola makan Abang saya anggap bukanlah masalah. Namanya juga masa pertumbuhan. Yang penting gizinya saya pantau. Tapi ternyata, pemikiran "bukan masalah" itu berubah jadi "masalah" setelah saya menghadiri undangan Diskusi Kesehatan bertajuk Cegah Diabetes dengan Cerdik yang diprakasai oleh H2 Health and Happiness dari PT. Kalbe Farma.