Menikmati Indahnya Curug Pelangi Bidadari Ngumpet di Bogor

Thursday, April 5, 2018

photo by google search

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Bicara soal jelajah Indonesia, banyak sekali wisata alam dan kuliner yang ada di Indonesia ini. Terkadang kita tuh berpikir terlalu jauh untuk berwisata ke negeri orang, padahal banyak tempat-tempat indah di negeri sendiri. Salah satunya adalah Kota Bogor.

Bogor selain terkenal sebagai kota hujan, disana juga terkenal banyak wisata alamnya. Jaman kuliah dulu saya hobi sekali ikut menjelajah gunung-gunung. Maklum naksirnya sama anak-anak pencinta alam. Dulu jaman masih abege, kalau melihat cowok-cowok yang ikut organisasi pencita alam tuh kayaknya kereeeen banget.. hahaha.. apa sih?

Saya bersama teman-teman kuliah di puncak Gunung Gede

Di Shelter 3 mata air panas Gunung Gede (saya mana hayoo)

Soalnya saya memang pencinta keindahan alam yang dipandang dari atas gunung. Warna hijau dedaunan dan harum wangi tanah itu mampu merefresh otak dan mata saya. Selain itu udara pegunungan yang dingin mampu menyejukkan hati saya yang sedang gerah... eeaaa... berasa jomblo nih bahasanya.. hahaha.. Lanjuuut!

Nah, Kota Bogor adalah tempat yang pas untuk tim gunung, maaf untuk tim pantai silakan kelaut aja.. hahaha.. ya iya lah kelaut orang sukanya dengan laut. Seperti kita ketahui di Bogor terdapat 3 gunung besar yang terkenal, yaitu Gunung Gede, Pangrango dan Salak. Biasanya ketiga gunung itu menjadi ajang latihan bagi para anggota baru pencinta alam yang tinggal di seputaran DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sebelum mereka menaklukkan gunung-gunung keren di Indonesia lainnya.

Tapi kali ini saya tidak sedang membahas gunungnya, yang mau saya bahas adalah wisata air terjun yang tersembunyi diatara gunung-gunung tersebut. Bisa dibilang Bogor tempatnya curug-curug (bahasa sunda dari air terjun) yang cantik dan indah. Jika ditelusuri ada kurang lebih 28 curug yang tersebar di kota Bogor. Itu yang ketahuan ya.. yang belum ketahuan mungkin masih banyak lagi. Dari sekian banyak curug yang ada di Bogor saya baru mengunjungi 2 curug yang sudah sangat terkenal, yaitu Curug Cibereum dan Curug Nangka.

Berarti masih ada 26 curug lagi yang patut saya kunjungi nih. Ok, Deh.. Melihat dari daftar data curug di Bogor, saya tertarik mengunjungi 3 curug cantik yang mempunyai nama kalau digabung jadi nama yang unik... xixixi.. apa saja ya?

Read More

Kenali Mukena Sebelum Membeli

Monday, April 2, 2018


Hai teman-teman,
Nggak berasa ya, sebulan lagi kita sudah masuk bulan Ramadhan, dimana seluruh umat muslim di dunia menjalankan ibadah puasa. Bicara soal bulan Ramadahn, biasanya 2 atau 3 bulan sebelum bulan Ramadhan, saya sudah sibuk mencari hadiah lebaran untuk anak-anak, mertua dan orangtua saya.

Loh, kok cari hadiah lebarannya sebelum puasa?
Iya, selain harganya lebih murah, saya tidak perlu lagi grasak grusuk sibuk mikirin hadiah lebaran disaat menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan. Bulan yang bertebaran pahala dan hanya datang setahun sekali. Bulan yang belum tentu kita akan menemuinya lagi di tahun berikutnya. Maka saya mau memfokuskan ibadah daripada sibuk belanja hadiah lebaran.

Biasanya hadiah lebaran yang saya berikan itu adalah pakaian sholat, seperti baju koko dan sarung untuk laki-laki dan mukena untuk perempuan.
Nah, kali ini saya mau berbagi tulisan tentang mukena. Seperti apa tulisannya? Yuk, lanjut bacanya.
Read More

Review Restauran Al Sadda Otista - Jakarta Timur

Thursday, March 29, 2018

Restoran al sadda otista

Bismillahirrahmaanirrahiim
Asslamu'alaikum w.w.

Ini kali kedua saya membahas restoran yang menyajikan makanan penduduk Asia Tengah. Sebelumnya saya pernah membahas restoran Taj Mahal setelah berkeliling wisata dengan Mpok City.

Baca : Restoran Taj Mahal Pasar Baru - Jakarta Pusat

Kalau ada yang bertanya, saya suka yaa makan makanan orang Asia Tengah, jawabannya lebih ke "sudah biasa"... xixixi.. Yes, mungkin yang rajin membaca tulisan saya ini, sudah tau kalau saya masih ada garis keturunan Arab dari mama. Tapi yang lebih banyak menikmati masakan Asia Timur justru dari keluarga besar papa. Karena keluarga papa masih tinggal di seputaran Kampung Melayu - Tebet, yang dulunya terkenal sebagai kampung Arab. Sedangkan keluarga mama sudah berbaur dengan budaya lain, namun masih kuat dengan masakan Sumateranya yang rempah dan rasanya sebelas dua belas dengan masakan Asia Tengah. Jadi ya lidah ini sudah terbiasa dengan makanan itu dan cocok dengan rasa-rasanya.

Read More

The Choco Mine Indo Jerman Chocolate dari DAN & KIKI's Company Di Sweet Sensation Margocity Depok

Friday, March 23, 2018

the choco mine

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Hai, teman-teman..
Buat teman-teman yang tinggal di Depok atau memang berencana main ke Depok, sekarang di Margocity Depok sedang ada Festival Sweet Sensation dalam rangka 12 tahun Anniversary Margocity.
Sweet Sensasi Margocity

Di festival itu ada banyak cemilan manis, seperti coklat, eskrim dengan beragam varian dan ada juga jajanan manis waktu kecil, seperti permen rokok, gulali, rambut nenek sihir, dll. Woooow..

Sebagai penikmat coklat, event ini nggak mungkin dong dilewatkan. Apalagi banyak diskon dan giveaway di festival tersebut. Dan pas banget niiiih. Pas dengan apa? Pas dengan tema 14 food talk yang tiap bulan saya diskusikan bersama ketiga teman cantik saya (Nita, Nurul dan Febri). Yes kami berempat sepakat untuk mengangkat tema 14 food talk kami di bulan Maret adalah Coklat.

Maka berangkatlah saya ke Margocity yang hanya memakan waktu 10 menit dari rumah saya. Setibanya saya di tempat Festival Sweet Sensation saya bingung mau bahas coklat apa.. xixixixi. Soalnya disana banyak sekali counter coklat.

Setelah berkeliling, mencoba sedikit-sedikit tester yang diberikan Mbak dan Mas yang jaga counter, akhirnya pilihan saya pun jatuh ke counter The Choco Mine. Jujur saya baru dengar nama The Choco Mine pada hari itu. Kepo doong apa dan siapa yang punya produk The Choco Mine.. Nah, ini cerita detailnya...

Read More

Menu Piring Gizi Seimbang pada Shawarma Chicken Nugget So Good

Thursday, March 15, 2018

Menyempurnakan menu gizi seimbang dalam satu jenis masakan yang terdapat di makanan tradisional dari Arab Saudi.


Read More

Nyicipin Kue Artis (Bebelly Bakery dan Gigieat Cake) dari Workshop Fotografi

Tuesday, March 13, 2018


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Hai teman-teman, mau tanya niiih...
Pernah dengar kue artis? Yes, di tahun 2017 sempat booming tuh kue artis. Awal-awal yang booming kue dari artis Laudya Cynthia Bella di Bandung. Terkenalnya sampai dibilang oleh-oleh khas Bandung. Beberapa kali saya ke Bandung tetap saja, tidak bisa mampir ke toko kue Teteh Bella (eh, kok tetiba inget blogger yang panggilannya sama ya? hahaha). Begitu juga setiap kali saya menitip ke temen-temen yang ke Bandung untuk dibelikan kuenya Bella, mereka pasti menolak, "Antrinya, Mbaaa.. panjang beneeeer." Hiks.. Aku kaan pengeeeeen *merajuk.

Hingga hari Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 10 Maret, akhirnya saya bisa menikmati kuenya Bella... yeeeeeyy..
Mba Ade ke Bandung? Nggak
Dibeliin temen dari Bandung? Nggak juga
Loh terus kok bisa makan kue artis cantik mantannya Raffi Ahmad itu? Bisa doooong.. Mau tau ceritanya? Baca terus yaaa!

Read More

Cara Membuat Foto Keren dengan Smartphone

Sunday, March 11, 2018


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Sebagai blogger yang doyan makan, pastinya disaat kulineran atau mencoba makanan baru dan enak, langsung deh.. cepret.. cepret.. ceklik ceklik ceklik. Bahkan sekarang, seperti jadi tradisi baru, selain kita baca doa sebelum makan, kita juga foto sebelum makan.. xixixi..

Awal-awal saya sering diprotes sama Abang Fi, "Ummiiii... aku lapaaar. Kapan makannya?" Tapi karena sudah terlalu sering, akhirnya setiap mau makan, Abang Fi nggak langsung makan didiamkan dulu. Kalau saya lupa dan nggak melakukan apapun, dia malah bertanya, "Ummi, nggak difoto dulu?" xixixi..

Tapi hasil fotonya masih sederhana banget. Nggak pakai tehnik-tehnik fotografi. Maunya sih seperti teman-teman yang lain fotonya bagus-bagus. Selidik punya selidik, ternyata mereka menggunakan kamera dslr dan mirrorless. Duuh, saya belum punya. Mau siiih, tapi dananya blm sampe.. hiks. Akhirnya foto hanya mengandalkan smartphone.

Hingga suatu hari saya ditawarkan ikut workshop fotografi dari komunitas @uploadkompakan yang bertajuk Foto Keren Dengan Modal Smartphone dengan pemateri Mba Rika Ekawati, Mas Titus Vand dan Mba Noor Fitriah Hermiwati.


Apa saja yang saya dapat di workshop tersebut? yuk, baca yaaa lanjutannya!

FOTOGRAFI MAKANAN
Mungkin karena seringnya orang memposting foto-foto makanan pada instagram, maka pada sesi pertama workshop diisi oleh Mba Rika Ekawati, selaku fotografer yang spesialisasinya di fotografi makanan.
Mba Rika Ekawati

Apa sih Fotografi Makanan?
Fotografi makanan adalah salah satu genre fotografi kehidupan, dimana foto teersebut digunakan untuk menciptakan foto makanan yang menarik. Fotografi makanan ini adalah spesialisasi fotografi komersial yang produknya digunakan dalam iklan, majalah, kemasan, menu atau buku masak. Untuk sebuah fotografi makanan profesional biasanya dikerjakan secara kolaboratif, yang melibatkan seorang pengarah seni, fotografer, penata makanan, stylist prop dan asisten mereka.


Pada awal workshop, Mba Rika Ekawati menjelaskan tentang teknik dasar fotografi makanan. Nah, pas banget kan dengan kebutuhan saya sebagai seorang blogger yang senang makan dan kulineran. Ada kata-kata menarik yang disampaikan oleh Mba Rika Ekawati. Beliau mengatakan bahwa tujuan fotografi makanan adalah bagaimana kita membuat foto agar orang tergiur atau isilahnya jadi ngiler melihat foto kita.

"Seorang photographer akan membuat foto menarik jika orang bisa berhenti dulu pada foto kita, walaupun hanya sekedar melirik." Rika Ekawati - Food Photographer.

Ada beberapa hal yang menjadi tehnik dasar fotografi makanan, yaitu :

1. Memahami Dasar-Dasar Fotografi Digital
Yang dimaksud dengan memahami disini kita harus punya konsep saat kita ingin membuat foto makanan dan setting kamera, seperti :
  • Penyimpanan foto [raw/jpeg]
  • White balance
  • Segitiga exposure [apperture, shutterspeed, dan iso]
contoh konsep foto makanan tradisional (photo by Rika)

2. Peralatan Untuk Fotografi
Seorang fotografer tentunya membutuhkan peralatan untuk membuat sebuah foto. Peralatan-peralatan yang digunakan yaitu :
  • Kamera (baik kamera besar ataupun kamera smartphone)
  • Lensa yang tepat
  • Tripod dan aksesoris
  • Perlengkapan lighting
  • Properti foto

    3. Lighting
    Pada lighting fotografi makanan ada 2 waktu terbaik untuk mendapatkan pencahayaan yang bagus dari sinar matahari, yaitu sinar matahari pagi pada jam 08.00 - 10.00 dan sore pada jam 15.00 - 17.00. Waktu pada jam-jam itu disebut Golden Time Food.

    Selain Golden Time Food ada 6 jenis pencahayaan lainnya yaitu :
    • Backlight : pencahayaan dimana sinar datang berlawanan arah dengan posisi kita membuat foto atau dari belakang objek.

    contoh foto dengan back light (photo by Rika)
    • Sidelight : pencahayaan diman sinar yang datang dari samping objek, baik itu dari kanan ataupun kiri objek.

    contoh foto dengan side light (photo by Rika)
    • Low key

    contoh foto dengan low key (photo by Rika)
    • High key

    contoh foto dengan high key (photo by Rika)
    • Natural light : pencahayaan yang berasal dari cahaya matahari.

    Foto dengan natural light  + behind the scene (photo by google search)
    • Artificial light : perncahayaan yang berasal dari settingan lampu agar mendapatkan posisi cahaya terbaik untuk sebuah foto.
     
    contoh dengan artificial light (photo by google search)

    4. Properti dan Styling
    Properti dan styling ini digunakan untuk menunjukkan kualitas makanan dan seni dari foto tersebut. Properti apapun bisa kita gunakan untuk menunjang seni fotografi makanan. Dari styling, Mba Rika mengatakan bahwa ada 6 tips dan trik food styling yang digunakan dalam fotografi makanan, yaitu :
    • Menambah volume makanan
    Terkadang makanan yang kita ingin foto itu terlihat terlalu sedikit, sehingga tidak mendapatkan kesan menarik. Maka untuk mensiasatinya kita bisa menggunakan trik ini.
      trik menambahkan mangkok agar volume mie lebih banyak (photo by Rika)

      • Menambah garnis
      Ada menu makanan yang terlihat sangat plain (datar). Datar disini dalam artian fotonya tidak berwarna. Maka untuk mempercantiknya kita bisa menambahkan garnis, seperti daun mint, potongan buah, tebaran biji lada dll.
      • Membuat aksen dramatis
      Membuat aksen dramatis disini, kita menciptakan karakter si makanan/minuman tersebut. Misal kita hendak memfoto sebuah juice dingin, agar terkesan dramatis sebuah batu es bohongan dan gelasnya kita semprot basah, agar terlihat gelas dingin yang berembun.
      • Menaruh bahan segar diatas es
      Ini untuk trik memfoto minuman atau eskrim. Untuk mempercantiknya kita bisa letakkan bahan segar diatas minuman atau es krim tersebut, seperti potongan buah, dll
      • Memanipulasi makanan yang dibakar dan dipanggang 
      Terkadang kita hendak memfoto makanan yang memang judulnya "panggang" atau "bakar", tapi objeknya tidak terlihat seperti makanan yang dipanggang atau bakar. Maka untuk terlihat kesan makanan bakar atau panggang, kita mensiasati makanan tersebut dengan membuat aksen 'panggang' atau 'bakar'.
        contoh bagaimana membakar makanan agar terlihat habis dipanggang. (phot bya google search)
        • Membuat sayuran tampak cerah dengan metode blanching (metode pengawetan agar sayur terlihat tetap segar)

        5. Framing dan Komposisi.
        Framing dan komposisi pada kamera bisa dibantu dengan menampilkan gridline pada layar kamera. Pada fotografi makanan ada beberapa framing yang digunakan, yaitu :
        a. Rule of third : dimana posisi objek diletakkan di sisi 3 kiri/kanan kotak gridline.

        contoh foto dengan menggunakan framing rule of third (photo by Rika)

        b. Death of center : yaitu posisi objek berada persis ditengah-tengah.

        contoh foto dimana objek persis berada di tengah-tengah (photo by Rika)

        c. Diagonal : yaitu tehnik framing dimana posisi objek terkena garis diagonal.

        contoh foto yang objeknya berada melintang di garis diagonal (photo by Rika)

        d. Segitiga : Yaitu tehnik framing dimana objeknya tampak seperti segitiga.

        contoh foto dengan objek segitiga yang ditandai dengan daun mint (photo by Rika)

        e. Permainan warna.
        Pada tehnik framing permainan warna ini ada 2 macamnya, yaitu :
        • Complimentary color : yaitu tehnik framing yang menggunakan 2 komposisi warna

        contoh foto dengan framing complimentary color (photo by Rika)
        • Repeated color : yaitu tehnik framing yang mengulang atau menggunakan warna serupa.

        6. Editing
        Menurut Mba Rika, dikalangan fotografer, foto yang baik adalah foto yang tidak tersentuh oleh aplikasi editing. Namun, buat kita yang masih pemula (terutama saya, pemulaaaa banget), kita bisa menggunakan aplikasi-aplikasi editing yangbisa kita donlot ke PC ataupun smartphone. Ada 2 aplikasi yang digunakan oleh para fotografer, yaitu : Adobe photoshop (pada laptop atau PC) dan Snapsheet (pada smartphone).


        FOTOGRAFI PONSEL
        Selesai sesi penjelasan fotografi makanan dari Mba Rika, selanjutnya kita mendengarkan sesi fotografi ponsel yang disampaikan oleh Mas Titus O. Mainassy.

        Pada prinsipnya tehnik-tehnik fotografi baik itu menggunakan ponsel atau kamera semuanya sama. Namun pada settingan ponsel hanya terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu

        1. Rule of Third
        Diatas sudah saya tulis mengenai rule of third, yaitu komposisi framing yang menggunakan gridline pada layar kamera. Komposisi framing ini sangat popular dikalangan fotografer. Untuk menggunakan rule of third ini bagi kita yang pemula wajib menampilkan gridline dilayar kamera ponsel kita. Menampilkan gridline ini ada di setting camera ponsel.



        2. Pencahayaan
        Pencahayaan sudah dijelaskan oleh Mba Rika diawal, sehingga pada sesi Mas Titus tidak terlalu banyak penjelasan tentang pencahayaan.

        3. Peka
        Mas Titus mengatakan bahwa seni yang ditampilkan pada sebuah foto itu ada karena kepekaan kita akan hal tersebut. Kita yang bisa melihat, posisi objek dan beberapa properti ini bagus atau tidak (Nah, yang ini saya belum punya nih.. xixixi)

        4. Moment
        Tidak semua foto bisa kita seting bentuknya bagaimana. Ada beberapa foto yang diambil, harus menunggu moment yang tepat. Misal foto blue moon, sunset/sunrise, dll

        5. Timing
        Ini serupa dengan moment. Bedanya, jika moment kita yang menunggu objek foto tersebut, timing kita yang ciptakan moment tersebut. Seperti foto kita melayang, percikan air, dll

        contoh foto menggunakan timing (photo by slide Mas Titus)
        Diakhir penjelasannya, Mas Titus menjelaskan bahwa
        "Mau apapun ponsel kita, selama itu punya kamera, bisa menghasilkan foto yang baik. Intinya ada pada kepekaan akan seni pada diri kita disaat melihat moment dan timing yang tepat" Titus O. Mainassy - Fotografer


        Setelah selesai menjelaskan, Mas Titus membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk mencoba mempraktekan ilmu yang kita dapat hari itu. Hasil fotonya diposting di instagram masing-masing, lalu dinilai oleh Mas Titus sebagai jurinya.
        Peserta workshop yang sedang mendengarkan materi (photo by Endah - Kompakers Depok)

        Peserta sibuk mempraktekkan ilmu workshop hari itu (photo by Endah - Kompakers Depok)

        Selain Mas Titus dan Mba Rika, peserta workshop juga diberikan sedikit penjelasan tentang cara membuat lampu cahaya dengan menggunakan barang-barang rumahan. DIY ini dipandu oleh Mba Noor Fitriah Hermiwati.

        Mba Noor Fitriah Hermiwati (photo by Endah - Kompakers Depok)

        Nah, workshop pun diakhiri dengan pengumuman doorprize dan pemenang lomba praktek foto. Tepat jam 3 kami pun pulang dengan membawa goodie bag dari sponsor yang Masya Allaaaah.. banyak banget. Baru kali ini ikut workshop goodie bag-nya menang banyak.. hahahaha.. Malah saya dapat goodie bag kue artis gigieat cake 2 box dan bebelly bakery 1 box. Nah, mau tau reviewnya bagaimana? baca tulisan saya yang ini yaaa...

        Baca : Kue Artis di Workshop Fotografi


        Peserta workshop fotografi (photo by Endah - Kompakers Depok)

        Wassalam



        Read More

        Al Baik - Restaurant Cepat Saji Di Saudi

        Wednesday, March 7, 2018

        Al Baik restaurant cepat saji  terbesar dan enak di Arab Saudi. Tempat makan, bahkan jadi menu makanan box yang diberikan ke jemaah haji/umroh.


        Read More

        4 Tempat dan Tips Belanja Oleh-Oleh bagi Jemaah Haji/Umroh

        Monday, March 5, 2018


        Bismillahirrahmanirrahiim
        Assalamu'alaikumw.w.

        Aloha, teman-teman..
        Semoga belum bosan ya, baca tulisan saya tentang perjalanan ke tanah suci. Nah, seperti kita ketahui, kalau yang namanya jalan-jalan, pastinya nggak jauh dengan judulnya "oleh-oleh". Sepertinya oleh-oleh ini sudah menjadi tradisi bangsa kita. Padahal saya suka kasihan juga loh dengan teman-teman yang melakukan perjalanan dengan dana terbatas. Misal nih, dia pergi umroh karena dapat hadiah. Atau dia memang niat membayar umroh sendiri, tapi uangnya terbatas hanya untuk biaya umroh dan bekal dia disana. Kasihan kaaan harus di todong oleh-oleh sama yang di tanah air.

        Nah, untuk teman-teman yang berangkat umroh dengan dana terbatas, saya punya tips menghemat belanja oleh-oleh saat umroh :
        • Catat siapa saja yang hendak kita berikan oleh-oleh.
        • Catat apa saja yang hendak kita berikan.
        • Cari tau harga tiap barang yang hendak dibeli (baik itu harga di negaranya ataupun harga di negara kita).
        • Cek ulang dan sesuaikan dengan kemampuan kita.
        • Siapkan uang lebih untuk hal-hal yang tidak terduga.
        • Berdoa, semoga Allah cukupkan rejeki kita untuk bersedekah oleh-oleh.
        Disini saya juga hendak bercerita tempat-tempat belanja oleh-oleh yang dikunjungi oleh jemaah Indonesia atau menjadi tujuan tour selama perjalanan umroh. Dimana saja ya? Yuk, lanjutkan bacanya!

        Read More

        So Good hadir dalam Logo, Kemasan dan Slogan Baru

        Friday, March 2, 2018

        so good
        photo by sogood.id

        Bismillahirrahmanirrahiim
        Assalamu'alaikum w.w.

        Mi, Aku goreng nugget yaaa!
        Teriakan itu selalu terdengar jika Abang Fi melihat lauk yang disajikan di meja makan kurang berkenan. Setiap bulannya saya memang tidak pernah ketinggalan untuk mengisi lemari es di rumah dengan telur dan makanan kemasan siap saji, seperti nugget, sosis, kornet, dll. Saya rasa bukan saya saja yang melakukan hal serupa, pastinya teman-teman juga kaaan. ^_^

        Memiliki makanan kemasan yang siap saji memang praktis dan menjadi hal wajib bagi saya. Disaat saya malas masak, saya tinggal buka lemari es, dan goreng deh. Makanan sudah ready. Apalagi di bulan puasa. Pasti deh dalam sebulan, ada 1 hari dimana saya bangun mepet mendekati adzan subuh. Nah makanan kemasan siap saji ini yang menjadi penolong saya. Selain praktis, makanan siap saji inilah yang pasti dimakan oleh seluruh keluarga. Nggak ada yang milih-milih.

        Mba, nggak takut bahaya buat kesehatan, kalau keseringan makan makanan siap saji?
        Hmm.. pertanyaan tersebut memang selalu terlintas dibenak saya. Itu sebabnya saya agak selektif dalam memilih makanan kemasan apa saja yang boleh disimpan dan dikonsumsi keluarga. Salah satunya produk makanan kemasan yang saya pilih adalah produk So Good.

        Kebetulan banget, pada hari Selasa, 27 Februari kemarin, saya di undang oleh Blogger Perempuan Network untuk menghadiri acara peluncuran logo, kemasan baru dari So Good di The Hook Restauran and Bar, Jakarta Selatan. Seperti apa acaranya? kita lanjut yaaa...

        so good

        Read More