So Good hadir dalam Logo, Kemasan dan Slogan Baru

photo by sogood.id

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Mi, Aku goreng nugget yaaa!
Teriakan itu selalu terdengar jika Abang Fi melihat lauk yang disajikan di meja makan kurang berkenan. Setiap bulannya saya memang tidak pernah ketinggalan untuk mengisi lemari es di rumah dengan telur dan makanan kemasan siap saji, seperti nugget, sosis, kornet, dll. Saya rasa bukan saya saja yang melakukan hal serupa, pastinya teman-teman juga kaaan. ^_^

Memiliki makanan kemasan yang siap saji memang praktis dan menjadi hal wajib bagi saya. Disaat saya malas masak, saya tinggal buka lemari es, dan goreng deh. Makanan sudah ready. Apalagi di bulan puasa. Pasti deh dalam sebulan, ada 1 hari dimana saya bangun mepet mendekati adzan subuh. Nah makanan kemasan siap saji ini yang menjadi penolong saya. Selain praktis, makanan siap saji inilah yang pasti dimakan oleh seluruh keluarga. Nggak ada yang milih-milih.

Mba, nggak takut bahaya buat kesehatan, kalau keseringan makan makanan siap saji?
Hmm.. pertanyaan tersebut memang selalu terlintas dibenak saya. Itu sebabnya saya agak selektif dalam memilih makanan kemasan apa saja yang boleh disimpan dan dikonsumsi keluarga. Salah satunya produk makanan kemasan yang saya pilih adalah produk So Good.

Kebetulan banget, pada hari Selasa, 27 Februari kemarin, saya di undang oleh Blogger Perempuan Network untuk menghadiri acara peluncuran logo, kemasan baru dari So Good di The Hook Restauran and Bar, Jakarta Selatan. Seperti apa acaranya? kita lanjut yaaa...



Teman-teman pastinya sudah tidak asing lagi dengan So Good. Kalau ditanya tentang So Good yang terbayang pasti chicken nugget. Kalau saya, jika mendengar atau membaca kata So Good, saya teringat lomba masak menu olahan Ayam Potong So Good.. xixixi... karena saya alhamdulillah terpilih menjadi juara kedua. Jadi So Good punya memori indah dan tak terlupakan untuk saya, maka produknya wajib ada di rumah. ^_^

Baca : Sayur Babanci Ayam Potong So Good

Tapi bukan semata-mata saya menang lomba saja, saya memilih So Good sebagai produk kemasan yang wajib saya stock setiap bulannya di rumah. Kualitas produk dari So Good lah yang membuat saya memilih brand tersebut sebagai makanan kemasan yang saya simpan.

Tentang So Good
So Good Food adalah bagian dari Japfa yang bergerak dibidang industri pengolahan makanan.
Mulai memproduksi daging berkualitas sejak 1999 oleh PT So Good Food Manufacturing, hingga saat ini So Good berkomitmen untuk terus menghasilkan menghasilkan produk-produk daging olahan yang berkualitas dan bercita rasa nikmat.

Produk awal So Good bernama Chicken Stick Tasty Tenders dan dilanjutkan dengan varian Family’s Choice. Pada tahun 2000, kedua nama tersebut berubah menjadi So Good, dan diterapkan di semua varian daging olahan lainnya hingga sekarang.

Menurut Bapak Soegiono, selaku Head of Marketing & New Business Development dari PT. So Good mengatakan bahwa So Good selalu ingin memberikan yang terbaik, khususnya dalam memberikan solusi protein berkualitas untuk membangun dan memenuhi gizi bangsa.

Bpk. Soegiono


Logo, Kemasan dan Slogan So Good
Seperti yang saya tulis diatas, bahwa saya diundang acara peluncuran logo dan kemasan baru dari So Good, maka Bapak Soegiono pun menjelaskan makna dari logo baru tersebut. Jika dulu kita mengenal logo So Good hanya berupa tulisan So Good dalam kotak, tahun ini So Good meluncurkan kemasan dan logo baru dengan desain yang lebih fresh.
Logo lama So Good (photo by google search)

Logo lama tidak dihilangkan, karena logo tersebut sudah banyak melekat dan diterima oleh konsumen. Hanya saja kali ini logo lama dipertajam dengan diberikan lingkaran emas yang melambangkan kepercayaan (trust). Dari lingkaran emas tersebut, So Good hendak menyampaikan bahwa So Good menjaga kualitas dan terpercaya.

Didalam lingkaran emas ada warna hijau sebagai warna dasar diantara lingkaran emas dan logo So Good. So Good memilih warna hijau sebagai lambang dari fresh & natural, yang bermakna bahwa So Good ingin memberikan pembaharuan yang segar dan dinamis untuk setiap inovasi yang So Good ciptakan.

Diatas dasar warna hijau terdapat gambar-gambar simbolik yang juga memiliki makna didalamnya. Gambar tersebut adalah :
  • Gambar ayam, daging, ikan, udang dan telur sebagai simbol protein hewani dalam produk So Good yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang setiap hari.
  • Gambar topi chef dan alat masak sebagai simbol ahli dimana pesan yang ingin disampaikan adalah So Good ahlinya dalam memberikan pengalaman gizi kuliner hewani seimbang.
  • Gambar senyum, jempol dan hati sebagai simbol kepuasaan, senang dan bahagia dari pelanggan So Good akan produk-produk dengan protein berkualitas juga rasa lezat yang So Good berikan.
Logo baru So Good (photo by google search)

Selain logo lama dipercantik, So Good juga merubah setiap kemasan produk. Pada kemasan So Good yang baru terdapat product story, yang menjelaskan manfaat produk juga cara penyajiannya.
Kemasan lama ke kemasan baru (photo by google search; edited by Ade UFi)

Bukan hanya logo dan kemasan yang dirubah, slogan So Good pun ikut berubah, yang awalnya berslogan So Good is Very Good diganti menjadi Lebih Baik So Good. Disini So Good berusaha merubah slogan dengan menggunakan bahasa kebanggan kita yaitu Bahasa Indonesia. Dengan makna bahwa So Good memiliki kualitas lebih baik lagi melalui kebaikan dan kelezatan protein hewani yang dihadirkan disetiap produk So Good untuk keluarga Indonesia.

"Sudah menjadi komitmen kami sejak So Good berdiri untuk terus menghadirkan produk-produk mengandung protein hewani baik dan berkualitas juga sangat praktis serta lezat untuk mendukung memenuhi kebutuhan gizi seimbang keluarga Indonesia." Bapak Soegiono menuturkan diakhir presentasinya tentang logo, kemasan dan slogan baru So Good.

So Good dan Japfa Foundation
Pada acara tersebut, hadir juga Bapak Andi Prasetyo selaku Head of Japfa Foundation. Pak Andi menjelaskan bahwa Japfa Foundation yang berdiri dari tahun 2015 memiliki visi untuk memaksimalkan potensi generasi muda melalui pengembangan pendidikan, nutrisi dan olahraga.

Bpk. Andi Prasetyo
Japfa Foundation bertindak sebagai Coorporate Foundation PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk memfokuskan visi untuk mengangkat pentingnya nutrisi bangsa dengan menjalankan program-program peningkatan gizi dan kesehatan dasar.

Pak Andi menyampaikan bahwa target Japfa foundation adalah kepada pendidik-pendidik di Indonesia untuk menyampaikan kepada anak-anak didiknya bahwa Indonesia butuh kualitas produk pangan yang baik, agar anak Indonesia mendapatkan nutrisi terbaik sehingga generasi bangsa Indonesia memiliki tubuh juga pikiran yang sehat.

Japfa Foundation mencoba membuka pelatihan-pelatihan bagi generasi penerus, agar nantinya siap menjadi ahli-ahli dibidang pangan dan nutrisi Indonesia.
"Jadi kita mencoba mengajak generasi muda berusaha menjadi peternak dan petani yang baik untuk perkembangan nutrisi Bangsa Indonesia. Jangan hanya berpikir menjadi pekerja kantor saja. Karena Industri-industri pangan seperti So Good, membutuhkan bahan-bahan produk alami yang berkualitas bagus dari anak bangsa. Jika tidak ada yang mau jadi peternak atau petani lagi, lalu siapa yang akan memberikan pangan terbaik bangsa kita?"

Hmm... iya juga ya. Kebanyakan anak-anak sekarang berusaha menjadi youtuber, Abang Fi salah satunya tuh. Kayaknya saya harus ubah pola pikir Abang nih. Karena sampai kapan pun pangan menjadi kebutuhan wajib manusia.

Dalam mensosialisasikan dan menularkan gaya hidup sehat, Japfa Foundation mengajak Maria Harfanti sebagai Duta Gizi Japfa Foundation. Mba Maria ini sudah megemban tugas sebagai duta gizi sejak tahun 2016. Menurut Mba Maria menjalani hidup sehat dengan menjaga gizi seimbang itu manfaatnya langsung dirasakan setiap hari, yaitu berat badan yang ideal, kinerja yang baik dan bisa menghilangkan stress. Yang terpenting adalah mencegah dari penyakit berbahaya.

Maria Harfanti

Karena banyaknya masyarakat Indonesia mengkonsumsi chicken nugget, maka Mba Maria penasaran untuk melihat langsung produksi chicken nugget dari So Good. Disini, Mba Maria berbagi pengalamannya selama melihat produksi Chicken nugget So Good tersebut. Menurut beliau kualitas So Good memang bagus. Seluruh produk So Good dibuat dari daging pilihan (tanpa suntik hormon, bebas formalin dan tanpa bahan pengawet).

Loh, bisa awet dan tahan lama dari mana?
Pengawetan pada produk So Good berasal dari proses pemasakan dengan suhu 170 derajat celcius, selama (tidak kurang dari) 3 menit dan langsung dibekukan secara cepat dengan menggunakan IQF (Individual Quick Frozen) untuk menjamin kesegaran, kelezatan dan nutrisi, yaitu pada suhu -35 derajat celcius. Proses IQF ini lah yang membuat produk So Good mampu bertahan selama 1 tahun.

Dan untuk ketahanan lebih lama, setelah sampai di konsumen (baik itu toko-toko penjual ataupun keluarga), sebaiknya kita menyimpan produk So Good di freezer dengan suhu -18 derajat celcius.

Kandungan Protein pada So Good
Selain Bapak Andi, So Good juga mengundang Prof Hardiansyah, M.S, PhD selaku Ketua Umum PERGIZI, untuk memberikan informasi betapa pentingnya mengkonsumsi protein hewani dan manfaat-manfaatnya dalam tubuh kita.

Bpk. Hardi


Diawal presentasi, Pak Hardi menjelaskan keunikan pada pangan hewani (seperti ikan, ayam, daging sapi, telur, dll), yaitu :

1. Rasanya Gurih
Aslinya rasa pangan hewani sebelum diolah itu sudah memiliki rasa gurih, karena di dalam proteinnya sudah terkadung banyak glutamat. Glutamat asam amino kurang lebih ada 20% terdapat disetiap pangan hewani. Hal itulah yang membuat pangan hewani rasanya yummy, apalagi jika diolah dengan berbagai bumbu masakan.

2. Dapat dibuat beragam olahan.
Seperti kita ketahui kuliner nusantara itu memiliki ragam masakan, mulai dari Sabang hingga Marauke. Indonesia juga kaya akan rempah. Sehingga pangan hewani banyak diolah menjadi beragam masakan. Salah satunya adalah dibuat menjadi nugget.
Dengan penambahan bumbu, maka kandungan gizi pada pangan hewani semakin lengkap.

3. Mudah dicerna oleh Tubuh setelah dimasak.
Pada kandungan pangan hewani juga terdapat kandungan mineral dan jumlahnya lebih banyak dibanding dengan pangan nabati. Kandungan mineral inilah yang membuat pangan hewani mudah dicerna oleh tubuh.

4. Banyak kandungan vitamin
Pada tumpeng gizi, lauk pauk ada di posisi 2 teratas. Karena pada pangan hewani mengandung banyak vitamin untuk kebutuhan gizi tubuh kita. Diantaranya adalah vitamin B kompleks dan Zat Besi. Kandungan gizi yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan sel otak dan pertumbuhan (khususnya bagi balita).

5. Banyak kandungan Protein.
Protein yang terdapat pada pangan hewani hampir seimbang dengan kandungan glutamat, yaitu 20% disetiap pangan hewani. Kandungan protein inilah yang juga dibutuhkan tubuh untuk kelengkapan gizi. Estimasi protein untuk kecukupan gizi yang disarankan dari pemerintah, idealnya adalah :
  • Kebutuhan protein 1 - 1,5 gr/kg berat badan atau 35 - 72 gr/anak sekolah dan remaja setiap harinya.
  • Kebutuhan protein hewani 7 - 15 gr/hari atau 1 - 2 porsi (60 - 120 gr) setiap harinya.
  • Protein untuk anak 1 - 18 tahun dianjurkan lebih tinggi dari yang dikonsumsi oleh orang dewasa.

Setelah menjelaskan keunikan pangan hewani, Pak Hardi juga menjelaskan banyak hal yang didapat dari makanan yang mengandung protein hewani, diantaranya yaitu :
  • Membuat pertumbuhan sel-sel organ tubuh dengan baik.
  • Memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Membantu pertumbuhan.
  • Membentuk otak manusia.
  • Mempertahankan sel darah merah agar tidak mudah pecah.
  • Meningkatkan fungsi otak.
  • Membantu proses pembentukan gen, dll
Pada produk makanan kemasan, Pak Hardi menyarankan agar kita teliti terlebih dahulu sebelum membeli. Yang wajib kita teliti pada produk kemasan adalah :

1. Ada ijin dari BPOM.
Dengan tercantumnya nomor BPOM pada kemasan makanan, menandakan bahwa kualitas makanan tersebut sudah mencukupi standar kesehatan makanan. Dan setiap 3 - 6 bulan BPOM akan mencek kembali kualitas produk kemasan yang diajukan oleh industri, apakah masih sesuai standar kesehatan atau tidak.

2. Tersimpan di tempat yang sesuai
Jika produk kemasan disarankan masuk kedalam pendingin, makan lihat produk tersebut disimpan ditempat sesuai anjuran industri atau tidak.

3. Lihat tanggal kadarluasa
Sebuah produk makanan kemasan yang baik adalah mencantumkan tanggal produksi dan kadarluasa makanan tersebut. Sehingga kita bisa memprediksi kualitas makanan baik atau tidak untuk dikonsumsi.

4. Ada label halal
Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, maka akan lebih baik jika memilih produk makanan yang sudah tersertifikasi MUI. Produk makanan yang sudah tersertifikasi MUI akan ada logo halal pada kemasannya.

Kesemua hal tersebut ada pada produk-produk So Good. Pak Hardi mengatakan bahwa beliau sudah mencoba memeriksa kualitas produk pangan hewani dari So Good dan dapat dipastikan bahwa produk-produk So Good telah memenuhi standar utama kualitas makanan, yaitu :
  • Produk diolah dari daging segar.
  • Kemasannya baik dan utuh.
  • Disimpan pada suhu sesuai petunjuk/informasi.
  • Ada nomor MD atau ML atau PIRT dari lembaga wewenang.
  • Ada tanggal kadarluasa.
  • Ada label halal dari MUI.

bersyukurlah saya bisa hadir diacara ini. Penjelasan panjang kali lebar dari para narasumber meyakinkan saya bahwa produk So Good memang berkualitas dan baik untuk kita konsumsi. Bahkan setiap hari sekalipun. Produk So Good bukan hanya digoreng saja, tapi bisa kita olah menjadi berbagai jenis makanan lainnya.

Baca : Coke Jahe Ayam Potong So Good

Acara hari itu pun ditutup dengan tanda peluncuran logo, kemasan dan slogan baru dari So Good yang diwakilkan oleh para narasumber dan makan siang bersama.


Untuk Informasi lengkap tentang So Good silakan kunjungi :
Web : www.sogood.id
Instagram : @sogoodid
Twitter : @so_good_id
Facebook : SoGoodID

Ayo, jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi gizi seimbang. Pilih So Good lebih baik, lebih baik So Good.

Wassalam



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^