Al Baik - Restaurant Cepat Saji Di Saudi


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaikum w.w.

Teman-temaaaan… saya bahas 1 hal lagi yaaa tentang perjalanan saya ke tanah suci. Kalau kemarin saya sudah bahas tentang persiapan dan perlengkapan sebelum berangkat, juga tempat belanjanya.. kali ini yang mau saya bahas adalah kulinerannya. Yes, sesuai dengan hobi saya yang suka banget nyicipin makanan apapun selama makanan itu halal.

Baca :
Hal yang harus dipersiapkan untuk umroh.
10 perlengkapan umroh
4 tips dan tempat belanja oleh-oleh bagi jemaah haji/umroh

Kebetulan saya punya teman yang tinggal di Jeddah. Beliau juga punya usaha kuliner disana. Nama restorannya adalah Batavia. Tapiiii… saya bukan mau ngebahas restoran milik dia. Saya mau bahas tentang fast food yang selalu dia promosikan enaknya, kalau pas ngobrol di grup.

Oiya sebelumnya saya mau kenalin dulu nih teman saya ini. Teman saya nih namanya Viccy, kami kenal sejak tahun 2009. Kenalan kami hanya lewat dunia maya. Kami masuk dalam anggota grup whatsapp yang sama. Apa tuuuh? Grup whatsapp sesuai hobi kami, yaitu nonton drama Korea. ^_^
Kita berkenalan disana.

Saya (kiri) dan Viccy (kanan)

Nah, kadang dalam grup itu kita bahasannya bukan cuma drama Korea, tapi kita juga bahas segala hal. Mulai dari politik, urusan emak-emak (oiya grup whatsapp kami isinya perempuan semua), agama dan juga makanan.

Si Viccy nih kalau bicara kulineran, dia selalu mempromosikan restoran cepat saji Al Baik. Promosi yang dia gadang-gadangkan tuh ayamnya besar-besar, enak dan murah. Menurut Viccy juga restoran fast food Al Baik ini memang populer di Saudi.

Nah, wajar doooong kita tergiur, apalagi saya. Jadi begitu saya umroh kemarin, saya langsung janjian ketemu sama Viccy di Al Balad. Satu hal yang saya pinta begitu ketemu dia adalah diantar ke restaurant Al Baik.

Maka diajaklah saya ke restaurant Al Baik yang ada di Al Balad. Posisinya ada di dalam mal. Waktu itu Viccy minta saya jalan cepat, karena waktu sudah menunjukkan untuk sholat dzuhur. Di Arab kalau sudah waktu sholat, semua toko tutup. Termasuk restaurant Al Baik. Dan semua bergegas ke masjid untuk sholat.

Alhamdulillah setibanya di Al Baik, restaurannya masih buka. Viccy mengajak saya untuk memesan di jalur ladies area. Menurut Viccy, pelayanan di ladies area lebih cepat. Hmm..

Pintu ladies serving area

Sebenarnya menu yang ditawarkan Al Baik itu ada banyak, hanya saja saya lebih memilih paketannya saja. Saya tidak makan disana, mengingat singkatnya waktu, dan pastinya saya akan dapat makan siang juga dari travel.

Menu yang saya pilih adalah paket AL BAIK Chicken 4 pcs (Mild or Spicy), menunya terdiri dari : : 4 potong ayam dada dan paha, kentang goreng, 2 garlic sauce, roti burger. Harga per paketnya 13 riyal, kalau di kurs ke rupiah kurang lebih Rp 52.000. Saya beli 2 paket. Karena saya pergi rombongan 10 orang keluarga saya. Viccy pun ikutan beli untuk anak-anaknya.

Al Baik pesanan saya

Untungnya saya pergi dengan Viccy, jadi pesan memesan urusan Viccy.. xixixixi.. sebenernya sih pelayannya bisa berbahasa Inggris dan Indonesia, cuma seperti ada pembatas aja kalau ngomongnya terbata-bata. Jadi yaa saya serahkan kepada ahli bahasa setempat. ^_^

Rupanya kami menjadi pelanggan terakhir yang memesan. Setelah kami memesan toko langsung tutup, karena adzan sudah berkumandang. Setelah itu kami langsung diantar Viccy ke mushollah terdekat. Sebelum sholat saya dan Viccy say goodbye dulu, karena dia harus menjemput anaknya jadi dia minta maaf tidak ditemani ke tempat lainnya. Kami juga minta maaf dan sekalian ijin pamit pulang.

Setelah berpisah dengan Viccy dan sholat dzuhur, saya kembali ke bis untuk melanjutkan perjalanan ke bandara King Abdul Azis. Benar saja kaaan, Al Baik kami tidak bisa langsung dimakan. Jadi ya kami bungkus saja. Kapan kami sempat makan kami buka.

Ternyata di bandara pesawat delay selama 2 jam. Dalam waktu menunggu itulah saya membuka paketan Al Baik untuk dimakan bersama-sama. Dan.. wooow.. saya kaget melihat ukuran ayamnya. Besar bangeeet dan dagingnya juga tebal. Kurang lebih 2x ukuran ayam fast food disini. Dengan ukuran ayam yang besar ditambah kentang goreng dan roti burger kosong, cukup memenuhi perut kami.
Isi paket yang saya beli
Untuk rasa, saya bisa acungin jempol deh. Jika biasanya saya makan daging ayam fast food, bumbu hanya sampai di kulit dan bagian dibawah kulit saja, kalau ayam Al Baik bumbunya itu meresap hingga ke dalam daging dan tulangnya. Berbeda sekali dengan daging ayam yang saya beli di toko kebab dekat masjidil haram. Wajar saja yaa kalau terkenal.

Kabarnya, saking terkenal, pemerintah Arab membatasi penyebaran outlet Al Baik. Kalau dari hasil googling, tahun 2012 ada 30 outlet di Jeddah, 6 outlet di Makkah, 3 outlet di Madinah, 1 outlet di Thaif, dan 1 di Yanbu (info : rumahkuliner.wordpress.com). Hingga di tahun 2017 Al Baik menambah 3 outlet lagi di Jizan, Hejaz dan Madinah (info : wikipedia.com). Mudah-mudahan di Indonesia buka juga yaaa.. xixixi..

Nah, buat teman-teman yang sedang melakukan ibadah umroh atau sekedar berkunjung ke Arab, menu Al Baik ini cocok banget buat menu makanan backpaker, yang 1 paket bisa buat makan seharian.. xixixi..

Tapi buat teman-teman yang ada di Indonesia bisa kok kita pesan ayam Al Baik ini melalui online. dan tentunya dengan pre order terlebih dahulu. Selamat mencoba ^_^

Wassalam




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^