6 Barang Penting yang Sering Terlupakan Saat Traveling Keluar Negeri

Bismillahirrahmanirrahiim
Aasalamu'alaikum w.w.

Hai.. hai...
Dua minggu saya absen untuk menulis. Huhu.. maaf yaaa, saya harus ikuti prosedur jadi tamu Allah dulu. Jadi saya nggak bisa meng-update blog saya. Selain ikuti prosedural jadi tamu Allah, disana juga ga punya kuota. Jadi ngandelin wifi gratis hotel. ^_^

Melihat antusias membaca teman-teman pada tulisan saya tentang paspor, sepertinya banyak yang hendak melakukan perjalanan keluar negeri tahun 2018 ini. Baik itu sekedar wisata ataupun ibadah. Itu sebabnya, kali ni saya hendak menulis seputar traveling. Mumpung masih nempel di otak nih.. xixixi..

Baca : Pertanyaan Seputar Membuat Paspor

Yang namanya jalan-jalan, pastinya banyak hal yang harus kita persiapkan, apalagi jalan-jalannya keluar negeri. Mulai dari baju, uang, tiket, tempat wisata, penginapan, dll. Tapi terkadang kita suka lupa dengan hal-hal kecil yang justru sangat dibutuhkan jika kita tidak membawanya. Apa saja ya? Yuk, baca lanjutannya!



1. Steker Listrik Internasional
Pasti dari namanya ada yang masih nanya deh.. steker apaan yaaaa? xixixi.. saya pun demikian saat pertama kali mendengar nama itu. Yang saya kenal namanya colokan listrik. Yes, steker listrik ini memang sangat kita perlukan untuk men-charge batrai handpone, kamera ataupun power bank yang kita bawa. Semua itu kan senjata kita selama berada di negeri orang. Apalagi jika kita tidak membawa wifi  portable, pastinya akan cepat habis, karena hp digunakan untuk mencari wifi gratisan.. xixixi.. saya banget tuh hobi cari wifi gratisan di luar negeri.

Steker listrik internsional

Steker listrik masing-masing negara belum tentu sama dengan steker yang ada di Indonesia. Seperti yang saya lihat selama saya melakukan perjalanan di luar. Kalau kita stekernya 2 kaki bulat besar, sedangkan diluar 2 kaki bulat kecil, ada yang 2 kaki pipih, ada juga yang 3 kaki. Namun kebanyakan negara-negara luar menggunakan steker kaki 3. Nah, ada baiknya kita memiliki steker yang memiliki banyak ragamnya. Jadi bisa digunakan di negara manapun.

Dimana beli steker listrik internasional?
Pastinya di toko listrik. Tapi belum tentu semua toko listrik menjual steker listrik yang banyak fungsi. Jangankan yang banyak fungsi, steker listrik kaki 3 saja belum tentu ada. Lalu beli dimana dooong? Steker multi fungsi ini banyak di dapat di market place (toko online, seperti : bukalapak, tokopedia, blibli, dll). Harganya beragam, mulai dari Rp 30.000-an.


2. Pulpen dan Spidol
Jalan-jalan di negeri orang pastinya berurusan dengan imigrasi. Biasanya setiap kita datang di bandara internasional, kita akan diminta untuk mengisi form imigrasi sebelum keluar bandara. Mulai dari nama, no paspor, tempat tinggal kita di negara tersebut (minimal nama hotelnya), alamat negara kita, dll. Nah, menulis itu butuh pulpen. Sebenarnya sih sudah disiapkan di meja form tersebut, tapi yang isi form imigrasi kan bukan satu dua orang saja. Melainkan banyak orang. Satu pesawat saja sudah diatas 200 orang, kalau ada beberapa pesawat? hitung sendiri deh.. hehehe..
Daripada kita berebut pulpen atau ngantri lama nungguin yang isi form, lebih baik kita bawa pulpen sendiri, jadi tinggal ambil form lalu isi ditempat manapun kita nyaman untuk menulis.

Kiri spidol permanen dan kanan pulpen

Lalu kalau spidol buat apa?

Nah, kalau yang ini, untuk senjata kepulangan kita dari negeri orang. Buat yang niat banget belanja di negeri orang, pastinya akan beranak pinak koper yang kita bawa. Apalagi kalau bukan isinya belanjaan. Baik itu oleh-oleh ataupun buat dijual lagi. Disinilah spidol sangat dibutuhkan. Setelah membungkus rapih barang bawaan kita selain koper, kita perlu menuliskan identitas kita di barang-barang yang kita titipkan di bagasi pesawat. Fungsinya buat apa menuliskan identitas kita di barang bagasi kita? Untuk menjaga-jaga jika barang bagasi kita terlempar ke salah pesawat alias nyasar. Nah, identitas yang kita tulis di barang bagasi akan memudahkan petugas bandara mengembalikan barang kita. Identitas yang ditulis itu sederhana saja, cukup nama, no paspor dan asal negara. Nanti dari no paspor, detail alamat kita akan terlihat.

Oya kalau bisa spidol yang dibawa adalah spidol waterproof yaa. Agar data identitas yang kita tulis, tidak mudah hilang.


3. Selotip
Poin 3 ini berhubungan dengan poin 2. Yes, apalagi kalau bukan bersinergi dengan oleh-oleh. Barang-barang bawaan yang beranak pinak saat pulang dari jalan-jalan, tentunya butuh untuk di packing secara rapih. Selotip biasanya digunakan untuk menutup kardus atau bahkan untuk wrapping sederhana barang bawaan kita. Selotipnya bawa yang ukuran besar. Bisa yang berwarna coklat, bisa juga yang bening. Cari selotip yang kekuatan nempelnya kuat. Dan biasanya selotip bening lebih kuat daya tempelnya.
Selotip dengan beragam ukuran. (Photo by tokopedia.com)

Selotip bukan hanya digunakan untuk keperluan barang bagasi, namun selotip bisa kita gunakan untuk menempel keliman baju kita yang terlepas sementara dan juga pengganti lem sementara.


4. Uang Dolar Amerika
Kalau pergi ke negara yang menggunakan mata uang tersebut mungkin kita masih bisa maklum ya, karena itu wajib. Tapi siapa sangka uang dolar menjadi mata uang wajib yang harus kita punya di setiap perjalanan keluar negeri. Kenapa? 
Terkadang dalam sebuah perjalanan, pesawat kita harus transit di negara tertentu. Kalau transitnya sebentar sih nggak masalah ya, tapi kalau transitnya 4 sampai 5 jam lumayan juga kan? Mau keluar jalan-jalan nanggung. Nggak keluar lapar dan haus. Mungkin kalau lapar masih bisa kita tahan. Tapi kalau haus? Tidak semua bandara mempunyai fasilitas drinking water dispenser. Sedangkan saat masuk ruang tunggu bandara Soetta kita tidak boleh membawa cairan lebih dari 100ml.
Photo by google search
Nah, uang dolar Amerika ini lah yang kita manfaatkan untuk belanja keperluan kita selama di bandara transit. Ah, kan bisa juga kita tukarkan rupiah kita di money changer bandara. Iya sih.. tapi berdasarkan pengalaman saya transit di bandara Colombo, mereka tidak mau menerima rupiah, sekalipun saya menukarkannya di money changer bandara. Kata mereka, uang rupiah kita kecil nilainya. Mereka lebih menerima uang dolar Amerika. Sedih kaaaan.

Uang dolar kita bawa tidak perlu banyak-banyak. Minimal kita memgang $30 - $50. Kalau mau bawa lebih ya silakan.


5. Botol Minuman
Gimana sih, Mba? Tadi diatas ditulis kalau kita nggak boleh bawa air lebih dari 100 ml. Trus kok disuruh bawa botol minum?

Xixixi.. saya kan nulisnya botol minum saja. Bukan berarti harus diisi dengan air.

Yes, botol kosong sangat bermanfaat jika kita berpergian keluar negeri. Buat apa? Banyak fungsi yang bisa kita manfaatkan untuk botol kosong, yaitu :

  • Untuk minum : ini sudah jelas yaaa.. yang namanya botol minum pastinya buat isi air minum. Ada beberapa bandara yang menyediakan drinking water dispenser. Mungkin buat teman-teman yang terbiasa langsung minum dari keran dispenser, botol kosong ini tidak terlalu bermanfaat untuk minum. Kalau saya sih nggak bisa. Yang ada basah baju saya semua.. xixixixi.. jadi botol minuman kosong sangat saya perlukan.
  • Untuk istinja (bersih-bersih setelah BAK atau BAB) : Hampir sebagian besar bandara internasional tidak memiliki air keran untuk membasuh setelah BAK atau BAB. Mereka terbiasa dengan tissu. Begitupun di dalam pesawat. Fungsi botol minuman saat ini bisa digunakan untuk menampung air buat bersih-bersih.
  • Menampung air zam zam : Botol kosong bisa kita gunakan untuk menampung air zam-zam selesai sholat di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram, yang nantinya bisa kita bawa pulang dan dimasukkan kedalam koper dengan dibungkus kain ihram atau mukena yang kita gunakan untuk sholat. Kalau masuk di dalam koper bagasi, biasanya aman dari pemeriksaan bandara King Abdul Aziz.
Nah, tentunya kalau kita merasa jijik, 1 botol minuman dipakai untuk 3 fungsi diatas sekaligus, maka kita siapkan 3 botol kosong sesuai fungsinya masing-masing. Kalau saya sih dipisah. Yang untuk minum biasanya saya menggunakan botol minum yang saya punya dari rumah. Lalu yang untuk bersih-bersih saya menggunakan botol air mineral bekas.


6. Super Glue
Onde mande... ini apalagi? kok pake bawa-bawa super glue. Ih, ini bermanfaat banget loooh. Terutama untuk traveler backpacker, yang banyak memilih jalan kaki dan menggunakan transportasi umum. Begitu pun untuk yang berpergian umroh. Hmm.. untuk apa ya kira-kira? Selama perjalanan kita nggak tau sandal kita bisa jebol atau tidak. Iya, kalau kebetulan kita sedang punya banyak duit untuk membeli sandal baru. Kalau tidak? Selain itu, iya kalau jebol atau menganga-nya deket-deket pasar swalayan atau toko sandal sepatu, kita bisa langsung beli. Kalau pas di MRT atau kendaraan umum lainnya?

Penyelamatnya adalah super glue. Harganya murah kalau beli di Indonesia, hanya Rp 5.000 - Rp 10.000 saja. Selain sepatu atau sendal yang jebol/menganga, super glue juga bisa digunakan untuk barang-barang kita yang terlepas atau patah untuk segala macam bahan.
Super Glue merk Alteco yang banyak terdapat di Indonesia

Barang-barang tersebutlah yang menjadi penolong kita disaat darurat. Pastinya tidak semua orang ingat untuk membawa 6 benda itu. Kini, teman-teman bisa memasukkan barang-barang tersebut ke tas travel kita. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk siapapun yang hendak melakukan perjalanan.

Wassalam



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^