Haji? Isnya Allah kami datang

September 07, 2013



Bismillahirrahmaanirrahiim

Kemarin (Sabtu, 7 Sepetember 2013) kebetulan dirumahku kedatangan tamu. Dan begitu acara selesai ada seorang temanku yang menanti jemputan suaminya. Sambil menunggu kami banyak berbicara soal haji. Dari beberapa obrolan kami, ada satu ucapan temanku itu yang membuat aku tersenyum. Beliau bilang, "Yaaa, Mbak... sekarang tuh kalau mau daftar haji mikir. Wong baru dapat 7 tahun kemudian. Kalau kita ada umur, kalau nggak?"

Entah kenapa, pikiranku mungkin kelewat sederhana sekali. Aku tak pernah takut dengan apa yang terjadi di dunia ini. Karena aku yakin Allah telah mengatur segalanya. Allah telah merencanakan segala apa yang terjadi pada diri kita. Dan semua berjalan sesuai bagaimana prasangka kita terhadap Allah. Salah satunya dengan setoran haji.

Memang benar, pemerintah memperpanjang jadwal keberangkatan haji kita. Dua tahun yang lalu jika kita setor haji sekarang, maka kemungkinan berangkat 2 - 3 tahun kemudian. Namun kini kita kita harus menunggu 7 tahun kemudian. Semua itu terjadi karena pembatasan kuota peserta haji Indonesia dari pemerintah Arab Saudi.

Aku bilang kepada temanku bahwa cara berpikir temanku tersebut justru tanda bahwa ia telah terkena hasutan syetan dan berprasangka buruk terhadap kemurahan hati Allah. Kok, begitu?

Inilah pemikiran sederhanku...

Allah itu dapat melakukan apappun jika Beliau berkehendak. Dan jika memang kita dikehendaki oleh Allah untuk menjadi tamuNya, maka kapan pun waktunya insya Allah pasti datang (panggilan haji).Kalaupun Allah berkehendak kita tutup usia sementara uang pangkal haji sudah disetor, maka hal tersebut bukan menjadi suatu hal yang sia-sia atau merugi. Karena Allah telah mencatat niat haji kita.

Tapi jika Allah tidak berkehendak kita datang sebagai tamu Allah (panggilan haji), maka sekalipun kita telah membayar lunas dan mungkin tinggal keesokan harinya kita berangkat, pasti tidak akan pernah bisa terjadi untuk kita berangkat haji. Sudah banyak contoh kejadian yang kita dengar dan lihat beritanya ditelevisi. Yang ditipu travell haji, kelengkapan data kurang, adanya kejadian di kampung yang mendadak menghambat keberangkatannya, dan lain sebagainya.

Lalu jika dana setor haji telah kita milik, apalagi yang membuat kita ragu? Mengapa kita harus menundanya atau mengalihkannya ke umroh?

"Loh, memang salah dengan umroh?"
Tidak, tidak ada yang salah dengan umroh. Tapi bukankah tingkatan haji hukum wajibnya lebih tinggi dari umroh? berikut rujukan firman Allah tentang keutamaan Haji ;


QS. Al Baqarah [2]; ayat 196 :

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), wajiblah ia menyembelih korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidilharam (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.”

QS. Ali ‘Imraan [3]; ayat 96-97:  

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” 


QS. Al-Hajj [22]; ayat 27-27 :  
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”

Yuk, teman yang sudah mampu. Jangan berpikir 2x untuk setor keberangkatan haji. Berbaik sangkalah kepada Allah, karena Allah itu sesuai dengan prasangka hambaNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

You Might Also Like

0 komentar

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^

Popular Posts

My Instagram

Jadwal Sholat

jadwal-sholat