Mana yang didahulukan? Haji atau Umroh?



Bismillahirrahmaanirrahiim

Kemarin (Sabtu, 7 Sepetember 2013) kebetulan dirumahku kedatangan tamu. Dan begitu acara selesai ada seorang temanku yang menanti jemputan suaminya. Sambil menunggu kami banyak berbicara soal haji. Dari beberapa obrolan kami, ada satu ucapan temanku itu yang membuat aku tersenyum. Beliau bilang, "Yaaa, Mbak... sekarang tuh kalau mau daftar haji mikir. Wong baru dapat 19 - 35 tahun kemudian. Kalau kita ada umur, kalau nggak?"

Entah kenapa, pikiranku mungkin kelewat sederhana sekali. Aku tak pernah takut dengan apa yang terjadi di dunia ini. Karena aku yakin Allah telah mengatur segalanya. Allah telah merencanakan segala apa yang terjadi pada diri kita. Dan semua berjalan sesuai bagaimana prasangka kita terhadap Allah. Salah satunya dengan setoran haji.

Memang benar, pemerintah memperpanjang jadwal keberangkatan haji kita. Dua tahun yang lalu jika kita setor haji sekarang, maka kemungkinan berangkat 2 - 3 tahun kemudian. Namun kini kita kita harus menunggu 7 tahun kemudian. Semua itu terjadi karena pembatasan kuota peserta haji Indonesia dari pemerintah Arab Saudi.

Aku bilang kepada temanku bahwa cara berpikir temanku tersebut sudah berprasangka buruk terhadap kemurahan hati Allah. Kok, begitu?

Inilah pemikiran sederhanaku...

Allah itu dapat melakukan apappun jika Beliau berkehendak. Dan jika memang kita dikehendaki oleh Allah untuk menjadi tamuNya, maka kapan pun waktunya insya Allah pasti datang (panggilan haji).Kalaupun Allah berkehendak kita tutup usia sementara uang pangkal haji sudah disetor, maka hal tersebut bukan menjadi suatu hal yang sia-sia atau merugi. Karena Allah telah mencatat niat haji kita.

Tapi jika Allah tidak berkehendak kita datang sebagai tamu Allah (panggilan haji), maka sekalipun kita telah membayar lunas dan mungkin tinggal keesokan harinya kita berangkat, pasti tidak akan pernah bisa terjadi untuk kita berangkat haji. Sudah banyak contoh kejadian yang kita dengar dan lihat beritanya ditelevisi. Yang ditipu travell haji, kelengkapan data kurang, adanya kejadian di kampung yang mendadak menghambat keberangkatannya, dan lain sebagainya.

Lalu jika dana setor haji telah kita milik, apalagi yang membuat kita ragu? Mengapa kita harus menundanya atau mengalihkannya ke umroh?

"Loh, memang salah dengan umroh?"
Tidak, tidak ada yang salah dengan umroh. Tapi bukankah tingkatan haji hukum wajibnya lebih tinggi dari umroh? berikut rujukan firman Allah tentang keutamaan Haji :

Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.
(QS. Ali Imran: 97).


Jika kita mendahulukan yang diwajibkan Allah, insya Allah dalam masa menunggu Allah akan beri keluasan rejeki sehingga kita bisa berangkat umroh. Believe it and It will come true.

Yuk, teman yang sudah mampu. Jangan berpikir 2x untuk setor keberangkatan haji. Berbaik sangkalah kepada Allah, karena Allah itu sesuai dengan prasangka hambaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^