Mana yang didahulukan? Haji atau Umroh?



Bismillahirrahmaanirrahiim

Kemarin, kebetulan dirumahku kedatangan tamu. Dan begitu acara selesai ada seorang temanku yang menanti jemputan suaminya. Sambil menunggu kami banyak berbicara soal haji. Dari beberapa obrolan kami, ada satu ucapan temanku itu yang membuat aku tersenyum. Beliau bilang, "Yaaa, Mbak... sekarang tuh kalau mau daftar haji mikir. Wong baru dapat 19 - 35 tahun kemudian. Kalau kita ada umur, kalau nggak?"

Baca juga : Tips memilih travel umroh aman dan terpercaya.

Entah kenapa, pikiranku mungkin kelewat sederhana sekali. Aku tak pernah takut dengan apa yang terjadi di dunia ini. Karena aku yakin Allah telah mengatur segalanya. Allah telah merencanakan segala apa yang terjadi pada diri kita. Dan semua berjalan sesuai bagaimana prasangka kita terhadap Allah. Salah satunya dengan setoran haji.

Memang benar, pemerintah memperpanjang jadwal keberangkatan haji kita. Dua tahun yang lalu jika kita setor haji sekarang, maka kemungkinan berangkat 2 - 3 tahun kemudian. Namun kini kita kita harus menunggu 7 tahun kemudian. Semua itu terjadi karena pembatasan kuota peserta haji Indonesia dari pemerintah Arab Saudi.

Aku bilang kepada temanku bahwa cara berpikir temanku tersebut sudah berprasangka buruk terhadap kemurahan hati Allah. Kok, begitu?

Inilah pemikiran sederhanaku...

Allah itu dapat melakukan apappun jika Beliau berkehendak. Dan jika memang kita dikehendaki oleh Allah untuk menjadi tamuNya, maka kapan pun waktunya insya Allah pasti datang (panggilan haji).Kalaupun Allah berkehendak kita tutup usia sementara uang pangkal haji sudah disetor, maka hal tersebut bukan menjadi suatu hal yang sia-sia atau merugi. Karena Allah telah mencatat niat haji kita.

Tapi jika Allah tidak berkehendak kita datang sebagai tamu Allah (panggilan haji), maka sekalipun kita telah membayar lunas dan mungkin tinggal keesokan harinya kita berangkat, pasti tidak akan pernah bisa terjadi untuk kita berangkat haji. Sudah banyak contoh kejadian yang kita dengar dan lihat beritanya ditelevisi. Yang ditipu travell haji, kelengkapan data kurang, adanya kejadian di kampung yang mendadak menghambat keberangkatannya, dan lain sebagainya.

Lalu jika dana setor haji telah kita milik, apalagi yang membuat kita ragu? Mengapa kita harus menundanya atau mengalihkannya ke umroh?

Baca juga : Hal-hal yang harus dipersiapkan saat umroh

"Loh, memang salah dengan umroh?"
Tidak, tidak ada yang salah dengan umroh. Tapi bukankah tingkatan haji hukum wajibnya lebih tinggi dari umroh? berikut rujukan firman Allah tentang keutamaan Haji :

Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.
(QS. Ali Imran: 97).


Jika kita mendahulukan yang diwajibkan Allah, insya Allah dalam masa menunggu Allah akan beri keluasan rejeki sehingga kita bisa berangkat umroh. Believe it and It will come true.

Yuk, teman yang sudah mampu. Jangan berpikir 2x untuk setor keberangkatan haji. Berbaik sangkalah kepada Allah, karena Allah itu sesuai dengan prasangka hambaNya.

18 komentar

  1. aku kalau ada rejeki mau umroh aja Dulu mbak bareng-bareng keluarga... pengin banget deh bisa Ibadan khusyuk sama anak dan suami di sana... aamiin

    BalasHapus
  2. Jadi ingat ada Uwa saya yang ingin sekali naik haji namun giliran keberangkatannya belu tiba beliau sudah tiada. Saya pun ingin sekali menaikkan haji orang tua dahulu, semoga ada rezekinya Aamiin :D

    BalasHapus
  3. waaa iya ya, emang haji itu bukan alloh memanggil yang mampu, tapi memampukan yang dipanggil. Tinggal kita ikhtiar dan tawakal sama alloh aja.

    BalasHapus
  4. "Tapi jika Allah tidak berkehendak kita datang sebagai tamu Allah (panggilan haji), maka sekalipun kita telah membayar lunas dan mungkin tinggal keesokan harinya kita berangkat."
    Quote ini mengingatkan saya akan kejadian orang yang saya kenal, di hari yang sama saat walimatul safar, malamnya beliau terkena stroke. Sehingga harus menunda keberangkatan, padahal semua sudah siap tinggal menghitung hari. Alhamdulillah tahun berikutnya diizinkan oleh Allah untuk berangkat.
    Memang semua atas kehendak dan izin Allah ya.

    BalasHapus
  5. Kalau urusan haji memang kita wajib berusaha, soal berangkatnya berbaik sangka aja lah pokoknya, meski misalnya nggak mungkin bisa ngumpulin dana haji, tetap harus berusaha dulu, sambil berdoa dan berserah diri. Makasih remindernya ya mba :)

    BalasHapus
  6. Setuju Mbak..sebaiknya berbaik sangka kepada Allah, karena Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
    Terima kasih sudah mengingatkan:)

    BalasHapus
  7. Pengeeeenn banget ke baitullah ya Allah.
    Entah haji atau umroh.
    Semoga Allah izinkan bisa ke sana sama suami dan anak2 aamiin ya Allah.

    kayaknya, umroh dan haji itu sudah jadi cita2 semua umat Islam ya.
    semoga kita semua bisa diizinkan ke sana aamiin :)

    BalasHapus
  8. setuju Ummi berbaik sangka dulu yah aku juga lagi kumpulin buat tabungan haji kalau ada rezeki lagi buat umroh bismillah semoga dimampukanNya dan dipanggilNya

    BalasHapus
  9. Makasih Mbak Adeeee, makin semangat menabung berangkat Haji maupun umroh, YA Allah moga2 dalam hidup ini ada kesempatan melakukan keduanya karena ALlah semata aamiin

    BalasHapus
  10. Penginnnn banget ke baitullah..
    Semoga diberi kelancaran mengumpulkan dana dan masih diberi umur sehingga ada kesempatan kesana..
    Aamiin..

    BalasHapus
  11. Mudah - mudahan saya disegerakan bisa kesana yaa, aamiin.

    BalasHapus
  12. Memang sebaiknya haji lebih diutamakan ya tapi mengingat lamanya masa tunggu membuat sebagian orang memilih umroh lebih dulu.

    BalasHapus
  13. Aku berusaha banget berbaik sangka dan menabung mbak. Alhamdulillah orang tuaku duluan yang udah berangkat umroh. Untuk haji aku sendiri masih nabung. Semoga nantinya akan dipermudah ya mbak

    BalasHapus
  14. Aku pengen ke Baitullah, mb Ade. Entah nanti rejekinya yang naik haji atau umroh aku terima dengan sujud syukur. Doain ya, mba

    BalasHapus
  15. Rosul kita juga Umrah dulu 3x lslu Umrah ke-4 sekalian Haji.
    Memang banyak yg bilang Haji saja..Umrah hanya jslan-jalan. Pdhal Umrah itu ibadah, bukan jalan-jalan

    BalasHapus
  16. yang penting niatnya ibadah dan sudah ikhtiar ya kak ade, soal iya atau tidak, Allah Maha Besar, Maha Adil. Tapi kalau niatnya ada, eh ikhtiarnya gak dilakukan, gak nabung buat berangkat ya mau gimana lagi.

    BalasHapus
  17. MasyaAllah, makasih udah mengingatkan Mbak..
    bener banget itu tidak perlu ragu dengan kehendak Allah, jika Dia sudah tetapkan Iyah, maka itulah yang akan terjadi.
    Semoga tahun ini saya juga bisa mulai buka tabungan haji dan konsisten untuk mengisinya, Aamiin. :)

    BalasHapus
  18. Ya Allah.. semoga disegerakan buat kita yang belum pernah umroh dan haji, Aamiin.. mau banget ih saya mbak..

    BalasHapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^