Berhitung Matematika Allah dengan TCash


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Untuk mempercayai orang yang butuh bantuan, di era maraknya penipuan ini adalah sesuatu hal yang sangaaat berat. Teman-teman pernah mengalaminya? Saya pernah.

Kejadiannya beberapa hari sebelum lebaran. Saat itu saya sedang menunggu commuterline datang di stasiun Manggarai.

Saya baru saja pulang dari Bekasi dan harus transit di stasiun Manggarai untuk menuju ke stasiun Cawang, tempat biasa saya turun jika ingin ke rumah papa.

Entah kenapa, commuterline ke arah Bogor lama sekali datangnya, baik yang dari Stasiun Tanah Abang ataupun dari Stasiun Jakarta Kota. Kalau dari pengumuman sih karena ada traffic kereta disel untuk mudik ke Jawa.

Melihat hari sudah sangat sore, saya pun mengambil handphone dari dalam tas dan hendak menelepon anak-anak yang berada di rumah Papa.

Saya kaget, karena yang mengangkat telepon suara wanita muda, bukan suara Ibu atau Papa. Suara wanita muda itu lembut, tapi sangat menyakitkan. Bagaimana tidak menyakitkan disaat kita butuh telepon, dia justru berkata, "Maaf, pulsa yang anda miliki tidak cukup untuk melakukan panggilan ini." uuuggghh..

Saya pun langsung mengecek isi pulsa saya. Jeng.. jeng... sisa pulsa Rp 123. Angka cantik yang menyebalkan. Hiks.

Tak cukup mengecek pulsa, saya masih berharap ada uang di saldo TCash Wallet saya untuk sekedar mengisi pulsa. Saya memang suka mengisi TCash wallet untuk keperluan pulsa kalau urgent. Biasanya saya mengisi pulsa dari aplikasi layanan uang elektronik milik Telkomsel ini.

Inilah enaknya ada aplikasi layanan uang elektronik. Cash jaman now kalau kata anak gaool siih.. xixixi.. Syaratnya mudah kok, hanya cukup memiliki nomor sim card dari Telkomsel dan download aplikasinya di playstore.

Sebagai pelanggan setia Telkomsel dari tahun 2000, pastinya saya tidak lewatkan aplikasi ini. kalau kamu sudah punya nomor sim card Telkomsel silakan klik TCash untuk melihat bagaimana cara mendapatkan TCash Wallet.



Begitu saya buka TCash Wallet saya dan apa yang saya dapatkan saudara-saudara? Saldo TCash Wallet saya tinggal Rp 4. Angka sial bagi orang-orang yang percaya fengshui. T_T

Tapi saya tak jadi bersedih hati dan nangis gegulingan di peron 6 stasiun Manggarai, karena saya masih punya saldo bonus Rp 10.000. Semua saldo ini hasil dari cash back saya saat mengisi pulsa darimana pun.

Lumayan lah Rp 10.000 untuk saya paketkan nelepon murah dari Telkomsel. Mumpung belum hangus.

Maka mulailah saya menukarkan saldo bonus tersebut dengan pulsa hp. Berikut caranya :

  1. Login TCash Wallet
  2. Klik icon pulsa/data
  3. Klik no hp saya
  4. Lalu pilih jumlah nominal pulsa yang dibeli.
  5. Masukkan pin tcash kita

yang perlu diingat : 

  • Pulsa terkecil untuk telkomsel adalah Rp 10.000
  • Tidak dikenakan biaya admin, jadi beli pulsa 10.000 ya bayarnya 10.000. Malah nanti uang kita dikembalikan lagi (cashback) sebesar 30% kalau melalui aplikasi TCash Wallet, kalau beli pulsa diluar dapat 50% bagi pengguna TCash Wallet baru.
  • Beli pulsa juga bukan buat diri kita sendiri loh, tapi bisa untuk orang lain dan dari operator lain.
Baiklah, pulsa telah terisi. Kini saatnya saya menelepon ke Duo Fi kalau saya masih ada di stasiun Manggarai. Namun, baru saja saya hendak menelepon ada seorang wanita tua mencolek bahu saya.

"Mba, boleh pinjem HPnya?"

Heh? maksudnya apa ya? Kok kenal nggak, baru ketemu. Nggak ada obrolan, tapi sudah berani pinjem HP?
Tapi yaaa.. itu hanya ada di dalam hati. Yang keluar dari mulut saya adalah, "Untuk apa ya, Bu?"

Ditanya seperti itu, tiba-tiba mata ibu itu berkaca-kaca. Loh..loh.. makin bingung saya menghadapinya. "Ibu, kenapa?" hanya pertanyaan tersebut yang bisa saya lontarkan.

Sebenarnya, ketika saya bertanya begitu, hati kecil saya sudah banyak su'udzon sama wanita tua itu. Jangan-jangan drama nih, mau nipu. Mau nyolong hp saya nih, dll.

Tapi entah kenapa, disisi lain batin saya berkata, "Ibu ini butuh bantuan saya."

Jadi kalau digambarkan seperti di drama-drama Korea, di bahu kiri, ada saya dengan jubah merah bawa tongkat trisula memberikan bisikan busuk bau mulut, apalagi sedang puasa. Eh, emang tuh mahluk puasa?

Sementara bahu kanan, saya menggunakan jubah putih dengan lingkaran cahaya dikepala saya dan memakai sayap, membisikkan, "bantulaaaah... bantulaaaaah.. " (dialeg ala ala Jarjit Upin Ipin). Kalau yang ini bau surga.

Ini yang saya bilang diawal, disaat ada orang butuh pertolongan tiba-tiba ada saja kecurigaan macam-macam dihati saya. Tetiba semua broadcast-broadcast mengerikan tentang penipuan keluar begitu saja. Apalagi sekarang musimnya mau lebaran, dimana orang sedang butuh uang banyak untuk merayakan kebahagiaan.

Alhamdulillah saya masih mengikuti mahluk di bahu kanan saya. Maka saya pun bertanya apa kegundahan wanita tua tersebut.

Inti ceritanya, Ibu Asih (nama wanita tua itu) baru datang ke Jakarta. Ia bilang ia akan dijemput oleh anaknya. Namun dari pagi hingga petang, anaknya tidak kunjung datang. Dia sama sekali tidak tau kota Jakarta. Tidak tau harus bagaimana. Ia bukanlah orang yang berani bertanya kepada orang lain. Entah kenapa sama saya dia berani.

Saya hanya berpikir, mungkin karena hari mulai meredupkan cahayanya. Ia memberanikan diri meminjam hp kepada saya. 

Memang anehnya lagi, saat itu hanya saya sendiri yang pegang hp. Padahal biasanya teman-teman tau sendiri kan, disisi manapun rasanya nggak ada orang yang nggak pegang hp. Semua sibuk dengan dunia mayanya. Apalagi momen sedang menunggu.

Hal tersebut buat saya berpikir bahwa ini pertanda dari Allah yang menitipkan Ibu Asih untuk menguji saya. Maka saya bertanya, "memang ibu nggak punya hp?"

Ibu itu hanya menggelengkan kepalanya. Ya iyalah, Deeee.. kalau punya hp, ngapain minjem sama kamuuu. Duuh.. 

Tapi Ibu Asih menjawab pertanyaan saya dengan memberikan secarik kertas berisi nomor telepon, yang menurut perkataaan Ibu Asih itu no hp anaknya. Ok, saya pun langsung mengetik no telp anaknya di hp saya dan... tuuut tuuuut tuuut

"Halo?" sapa suara disebrang sana.
"Halo ini Mba Widya?"
"Betul, Mba. Ini siapa ya?"
"Saya Ade, Mba. Apa Mba Widya punya ibu bernama Asih dari Purwokerto?"
"Hmmm... (terdengar nada bingung disana)... bener, Mba. Kok tau ya? Ini siapa sih?
"Ini, Mba.. Saya bersama Ibu Asih. Sebentar yaa.."

Saya pun menggunakan speaker agar Ibu Asih bisa berkomunikasi dengan anaknya. Beliau masih belum paham menggunakan hp.

Mendengar suara ibunya, nada bicara Mba Widya berubah. Ia kaget sekali. Dari percakapan mereka, saya jadi tau kejadian sebenarnya.

Ada miss komunikasi diantara ibu dan anak tersebut. Mba Widya mendapat pesan dari Pak Le' nya bahwa Ibu Asih pulang esok hari. Itu sebabnya ia tidak datang menjemput hari ini.

Ya Allah.. coba kalau ibu itu tidak berani bertanya ke saya, Bisa sampai besok dia ada di Stasiun Manggarai. 

Akhirnya, saya pun menunggu Mba Widya datang menjemput ibunya. Nggak tega ninggalin ibu itu sendirian. Saya biarkan beberapa commuterline tujuan Bogor melambaikan tangan ke saya seolah berkata, "duluan yaaa.. nanti kamu naik teman saya yang lain saja."

Sambil menunggu, Ibu Asih banyak cerita tenang kehidupannya di Purwokerto. Beliau juga menceritakan ke saya alasan tidak punya hp. Beliau merasa belum butuh. Padahal anaknya berkali-kali menyodorkan brosur hp untuk ia pilih.

Saya rasa Ibu Asih pasti terima hp tawaran anaknya setelah kejadian ini. ^_^

Tak lama kemudian.. "Neneeeek.."
Suara gadis kecil berteriak kearah kami. Gadis kecil itu bersama ibunya, yang saya tebak itu adalah Mba Widya.

Ada rasa haru terpancar diwajah Ibu Asih melihat anak dan cucunya yang menghampiri. Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih atas bantuan saya saat itu. 

Dan saya pun entah kenapa, ada rasa bahagia juga lega membuncah dihati. Saya bahagia karena saya bisa menjadi baik untuk orang lain. Saya bahagia karena saya masih berguna bagi orang lain.

Selepas kepergian Ibu Asih dan Mba Widya, saya langsung sholat magrib. Saya juga menelepon anak-anak saya bahwa saya pulang terlambat. 

Ketika dalam perjalanan pulang, tiba-tiba saya dapat sms dari Mba Widya. Saya memang tadi bertukar-tukaran nomor hp dengan Mba Widya untuk menjalin silaturahmi.

"Mba, terima kasih yaa sudah membantu ibu saya. Semoga amal kebaikan Mba, Allah yang balas. Aamiin. Oiya... Saya berikan sedikit buat ganti uang pulsa, Mba. Saya kirimnya ke TCash Wallet ya."

Heh? Saya langsung melihat saldo TCash Wallet. Barakallaaah... Ramadan berkah... banyak beneeeeeer diganti uang pulsanya? Saya melihat saldo TCash Wallet tertera angka Rp 500.000. 

Ya Allaaah.. Saya langsung menagis terharu saat itu juga. Menangis karena tidak menyangka Allah menggantikan dengan cepat pulsa yang saya berikan cuma-cuma ke Ibu Asih sebesar Rp 5.000.

Benar yaaa.. tidak ada yang bisa menghitung matematika Allah dalam sedekah. Dan hal itu tidak disangka sama sekali. Barakallaaah..

Dengan tangan gemetar dan sesekali menghapus airmata, saya langsung mengklik icon yang ada di TCash Wallet saya, yaitu :
  1. Bayar/Beli
  2. Tagihan Baru
  3. Donasi
  4. Pilih lembaga yang biasa menangani donasi.
  5. Dan saya ketik nominal zakat dari hasil yang saya terima hari itu.
  6. Masukkan pin TCash kita

Yes, saya ingat pesan papa, bahwa berapapun rejeki yang kita dapat jangan lupa 2,5% dari rejeki tersebut ada hak kaum dhuafa. Dan saya langsung memberikannya melalui TCash Wallet.

Setelah memberikan donasi, saya mentransfer sisanya ke rekening saya. Memang bisa diuangkan kembali saldo yang ada di TCash Wallet? Bisa dooong, ini caranya :
  • Kirim uang 



  • Rekening bank 



  • Pilih bank tujuan


  • Masukkan data seperti nomor rekening dan jumlah uang yang ditransfer

  • lalu klik konfirmasi, jika data yang tertera sudah sesuai dengan bank tujuan transfer.

yang penting diingat :
  • Ada biaya transfer Rp 6.500 ke semua bank.
  • Akan ada sms dari TCash untuk setiap transaksi kita.

Buat teman-teman yang ingin tau cara pakai lengkapnya, bisa dilihat di Cara Pakai TCash. Bahkan ada video tutorialnya loh. Contoh tutorial mengirim uang/transfer ke rekening bank kita.


Ada sedikit penyesalan akan kejadian hari itu. Yang saya sesalkan, kenapa TCash Wallet saya habis dan saya bawa uang pas-pasan.

Seandainya banyak isinya, saya bisa ajak Ibu Asih makan di KFC atau sekedar beli jajanan ringan dengan menggunakan TCash snap atau tap dengan stiker. Tapi stiker TCash saya sudah buluk, karena memang sudah lama saya pakai TCash.

Tuh kan, sudah buluk stiker TCash nya.

Untungnya sekarang bisa di scan QRCode nya pakai NFC. Kebetulan HP saya android dan sudah ada NFC-nya.

Ooo.. TCash bisa buat belanja? Bisa.

TCash Wallet juga bisa digunakan di merchants belanja lainnya loh. Bisa juga buat belanja online. Siapa saja merchants yang bekerjasama, bisa dilihat di Merchants TCash.

Selesai transfer, saya teringat kembali ucapan almarhumah mama. Beliau memberikan tips sedekah agar ikhlas dan ridha saat kita keluarkan. Tanpa ada beban kecurigaan atau penyesalan. Beliau berkata

"Jika kamu bersedekah, jangan lihat siapa orang yang diberi sedekah. Jangan juga berpikir untuk apa uang itu digunakan kelak. Jadi hati kamu plong. Urusan uang sedekah yang kita berikan akan digunakan untuk maksiat, itu urusan dia dengan Allah. Urusan kita cukup sampai uang diterima yang mendapatkan sedekah. Dan Allah sudah catat itu".

Hmm... dan ilmu itu saya terapkan saat ini. Allah itu benar. Dan Allah tidak pernah tidur, pasti akan terbalas semua kebaikan yang kita lakukan, walaupun sebesar butiran beras. Insya Allah.

Wassalam




76 komentar:

  1. Kuterharu banget. Masyaa allah langsung diganti yaaa sama Allah. Pesannya lagi kadang2 ketika kita dituntut waspada, sisi otak kita yang lain juga harus peka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mba.. kada waspada dan su'udzon beda tipis. Kalau hati kita ikhlas dan pasrah sama Allah, pasti Allah lindungi. Saya sih percayanya itu.

      Hapus
  2. Habis baca jadi tertegun, kapan terakhir diriku berbuat baik ke orang lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah setiap harinya ada ya, Mba ^_^

      Hapus
  3. Sya percaya mbak bahwa sekecil apapun sedekah kita, pasti diganti Allah dengan lebih bnyak. Saya jg baru2 ini tahu tentang TCASH. Saat pasang aplikasinya, eh langsung dapat bonus2 gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya beneer cashback dan bonus2nya banyaaak.

      Hapus
    2. Oiya mbak Ade. Saya barusan isi data buat kirim stiker gratis. Mbak Ade kan udah lama pakai TCASH, itu stikernya gunanya utk apa ya mbak? Maaf saya tanya krn saya baru kli ini nyoba download aplikasinya

      Hapus
    3. Sticker itu fungsinya buat nge tap saat kita belanja di merchan. Tapi kalau sudah ada NFC di hp kita, kita ga perlu stiker lagi.

      Hapus
  4. Subhanallah bener2 yang namanya matematika Allah itu misterius ya mbak. Barokallah, ibu Asig dipertemukan dengan orang baik macam Umi. Ga ngebayangin bagaimana jika seharian di stasiun terlantar begitu. Kasihan pastinya, apalagi kalau dibalik. Itu ortu kita huhuhu. Mbak Widya pun baik kasih TCash nya banyak banget. Wahh aku baru tahu kalau ada TCash, kemana saja diriku yang sudah pakai Telkomsel sejak lulus SMA. Wokeyy akupun jadi penasaran mbak pengen nyoba juga. Makasih infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo, didonlot tcashnya. Biar bisa gunain manfaatnya yg sejibun. ^_^

      Hapus
  5. Memang paling Bahagia ya mbak melihat orang lain bahagia wiihh tcash aplikasi keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba apalagi bahagia orang tersebut krn kita.

      Hapus
  6. Mba saya itu udah serius lho bacanya dari awal. Tapi pas mba bilang ketika menelpon ke rumah papa ada suara perempuan yang menjawabnya dengan lembut bla...bla...bla. Saat itu saya langsung ketawa hahah. Ternyata Mba Ade itu lucu juga 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi.. alhamdulillaah bisa buat org ketawa. Biar ga bete bacanya ya, Mba.

      Hapus
  7. Masyaallah sedekah pun bisa lewat Tcash ya? Tinggal pilih icon nya...
    Btw aku baca cerita mba jd terharu...semoga dengan sedikit sedekah bs merubah hari-hari kita ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, Mba.. dan pilihannya bukan dompet dhuafa aja kok. Ada banyak pilihan lembaga zakat dan sedekah.

      Hapus
  8. Wah indahnya berbagi. Tidak disangka dapat hadiah berkali Kali lipat. Ini semua Karena keikhlasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. rejeki dari Allah

      Hapus
  9. Duh, senengnya dapat saldo TCASH 500rb. Sy juga mau dunk, kasih pulsa 5rb dpt 500rb wkwkwk.. . Sy uda bagi2 pulsa smp sekarang belum ada yg transfer saldo jg nih. Belum rejekinya mungkin ya.. Btw, Sy juga pengguna TCASH, emang aplikasi yg satu ini bs membantu di saat2 genting ya Mb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi.. rejeki sudah Allah yang atur, Mba. Nantikan saja. Insya Allah indah pada akhirnya.

      Hapus
  10. Hiyaa... Jadi terharu mbak. Kadang saya juga begitu kalau di tempat umum, suka bingung pas ada yang butuh pertolongan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa. Apalagi marak penipuan ya, Mba.

      Hapus
  11. Saya juga pakai Tcash dan sering dapat cashback. Lumayan buat beli kuota lagi, ehehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeeet.. seringnya begitu mba.. xixixi

      Hapus
  12. Duh Mbak, iya ya, karena sekarang banyak sekali penipuan salam bentuk apapun, seringkali membuat kita berpikir ulang untuk membantu orang.

    Ceritanya menyentuh banget, Mbak. Terima kasih sudah sharing cerita berbagi ini, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ngeri2 sedep ya Mba kalau udah mikir aoal penipuan. Makanya oasrahkan aja sama Allah. Niatnya bantu aja.

      Hapus
  13. Suka banget tulisannya Mbak Ade ini. Gaya bahasanya mengalir dan kisah tentang Ibu Asih bikin terharu. Untunglah ibu tersebut bertemu Mbak Ade. Tak bisa membayangkan kalau sampai ibu Asih harus menunggu hingga hari berganti di stasiun Manggarai tanpa ada orang yang dikenalnya, apalagi ini Jakartaaaa boook... Alhamdulillah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ma kasih, Mba dah dipuji sama penulis top nih.

      Hapus
  14. Subhanallah ya, mbak. Memang rezeki datangnya bisa dari mana saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Rejeki mah nggak ketuker

      Hapus
  15. Barakallah mba, 5rb dibalas langsung dengan 500rb, MasyaAllah. Btw, asik banget ya beli pulsa di TCash tanpa dikenakan biaya malah dapet cashback.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. cashback nya kadang sampai 50%

      Hapus
  16. *lap air mata* huhu mbak Ade, Allah menuntun ibu Asih ke dirimu pasti karena satu hal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena saya punya tcash.. eh.. wallahu'alam, Mba.. itu dah jadi rahasia Allah

      Hapus
  17. Membaca artikel ini selepas subuh jadi banyak ngasih insight. Aku terharu baca kisah Bu Asih. Dan memang keikhlasan kita pasti mendapat balasan ya bun. T-cash ternyata memberi sentuhan humanis, ga cuma masalah belanja di merchant tertentu atau jadi solusi keuangan lainnya. Andai saja provider aku ada fitur seperti t-cash

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Mba. Dan kebetulan banget semua yang dibutuhkan untuk jadi baik ada di aplikasi tcash.

      Hapus
  18. One stop solution banget ya Mba dijaman sekarang, dan lagi banyak promo2 yang bikin jajan di mall makin hemat dengan TCASH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Yang jelas saya ga perlu bawa banyak2 uang krn riskan ya kalau pegang banyak uang.

      Hapus
  19. Ceritanya sangat menginspirasi Mbaaa.. Insyallah berkah yah buat semuanya. Saya jadi ingat pernah dengar ucapan seseorang bahwa "Jangan takut memberi, karena takka habis bila dibagi. Insyaallah mendapatkan lebih"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. sudah janji Allah akan diberikan lebih kok, Mba. Jadi jangan pernah ragu. Bahkan disaat kita lagi sempit pun sebaiknya sedekah.

      Hapus
  20. Pernah kejadian ibu2 di staisun sendiri kyk gtu nungguin anaknya, aku tawarin telp anaknya sayangnya si ibu gak tau nomr anaknya, tapi setelah nunggu kira2 setengah jam'an akhirnya datang jg anaknya alhamdulillah :D
    Aplikasi kyk Tcash ini makin memudahkan transaksi pada zaman now yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.. saya sih kebayang ibu kita aja yg begitu. Org tua kadang kan nggak ngerti yaa harus gimana.

      Hapus
  21. Jadi terharu, Mbak. Matematika Allah memang luar biasa :)

    BalasHapus
  22. Alhamdulillah.. t-Cash gak hanya menawarkan solusi praktis untuk bertransaksi.. tapi juga menyalurkan niat ikhlas kita untuk beramal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, alhamdulillah ada fasilitas utk berbuat baik.

      Hapus
  23. Aku pengguna tcash setia nih kak. Selalu disediakan saldo didalamnya. Bener bener banyak keuntungannya apalagi di merchant offline.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sering dpt bonus drink wkt seven elwven masih ada. Xixi

      Hapus
  24. Kadang kita ga pernah tau, bantuan kecil macam minjemin orang lain untuk nelp, itu sangat berguna banget. Apalagi dg adanya tcash, makin mudahlah kita untuk berbagi rezeki :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semua rejeki sedekah datang dr hal yg tidak diduga2.

      Hapus
  25. TCASH memang memang memudahkan kita untuk bertransaksi ya mbak apalagi dengan TCASH bisa mengajarkan kita #JadiBaik ya

    BalasHapus
  26. Yang paling ingat adalah nonton dulu 15 ribu tiap senin pakai TCash sekarang 25ribu ya. Tetap murmer hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya blm pernah pake tcash buat nonton, Mba. Seringnya buat belanja cemilan kalau lg keluar rmh

      Hapus
  27. Masya Allah, ikut teharut baca cerita mba Ade. Kekuatan sedekah gak usah diragukan pokonya. Oya, notes di akhir tulisan Mba Ade sama banget yg dipesenin suami ke aku :). Oya, aku belom punya app TCash ni, mau ah donlot. Kalau stikernya didapat dr mana mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sticker ambilnya di grapari. Kalau hp amel sudah ada NFC nya lebih baik pakai itu aja. Ga perlu Sticker.

      Hapus
  28. Aku terharu banget mbak baca tulisan ini. Kadang aku suka berpikir level of trust kita itu sudah sangat jauh berkurang karena memang banyak kejadian2 kriminal. Nggak bisa nyalahin juga sih cuma ya kadang itu ya, kita (terutama aku pribadi) jadi tidak bisa membedakan mana yang jujur dan mana yang mau nipu. Alhamdulillah mbak Ade berada di tempat dan waktu yang tepat dengan nenek itu dan bisa membantu.

    Dan memang kalau kita ikhlas membantu insyaAllah balasannya berlipat ganda ya mbak. Aku lihat banyak pengguna Tcash, sayangnya aku bukan pengguna provider ini. Hehehe. Padahal kepingin juga ngerasain mudahnya kirim saldo dan fitur2 lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mba tya. Ini bener2 ujian banget buat kita. Karena ulah beberapa org akhirnya menurunkan kepercayaan kita sama yang lain.

      Hapus
  29. Masyaallah umi Ade berkah banget kebaikannya ya. Kadang dikesulitan kita, ada yang lebih sulit lagi. Kejadian tersebut takdir namanya. Umi dipilih Allah agar bisa saling berbagi.

    BalasHapus
  30. Saya lebih memilih tidak memasang stiker.. Karena agak gimana gitu rasanya, hp ditempel stiket tcash, kelihatan ada "duit"nya heheh

    kakve-santi(dot)blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas. Dulu kan belum ada aplikasinya. Dan harus pakai stiker. Skrg stikernya malah ga ada fungsinya setelah ada NFC. Xixixi

      Hapus
  31. Ya Allah mba Ade nggak nyangka banget ya sampai dapatnya berpuluh puluh kali lipat gitu. Berkah bener. Lengkap pula tulisannya. GUdlak Ummi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Matematika Allah itu ga ada yg tau berapa hasilnya, Mba ^_^

      Hapus
  32. matematikanya Allah sama matematikanya kita beda banget ya. Aku suka takjub bagaimana Allah mengatur rezeki hambanya. Kadang dari arah yang tak disangka-sangka, kadang dalam jumlah di luar apa yang kita bayangkan. Prinsip aku sih, berbuat baik, berbuat baik sajalah,setiap kebajikan pasti ada ganjarannya.

    BalasHapus
  33. Masya allah berkah kebaikan di bulan ramadan ya.... Isi pulsa pake Tcash jg dapat cash back ya.

    BalasHapus
  34. Terharu bacanya mba tapi memang klo kita ikhlas balasannya lebih lebih besar. Jadi inspirasi buat semua orang

    BalasHapus
  35. Aku belum paham benar tentang T Cash ini. Pernah ditawari duluuu tapi ga aku pakai. Aku baca pelan2 biar ngerti hihihihi. Alhamdulillaah ya hitungan Allah SWT ini sangat luar biasa. Ga perlu nalar manusia. Aku percaya kok kebaikan kita yang ikhlas akan digantikan oleh-Nya Berlipat2.

    BalasHapus
  36. merinding bacanya Mba.. Alhamdulillah ya Mba Ade masih mendengarkan malaikat pada bahu kanan sehingga bantuan Mba Ade mendapatkan balasan yang tidak terduga.. Aku jadi membayangkan seandainya Ibu itu tidak mendekati Mba Ade dan meminta tolong.. apa yang terjadi ya? Tapi mungkin Allah SWT yang menggerakkan keberanian Ibu itu untuk meminta tolong kepada Mba Ade.

    Tcash ini membuktikan bahwa teknologi juga sangat dibutuhkan oleh banyak orang ya Mba

    BalasHapus
  37. Masyaallah..ikut haru biru bacanya aku, mak. Kasian si ibu ya, untuk ketemu mak ade. Barokah buat kalian semua ya

    BalasHapus
  38. Merinding baca judulnya Mak. Ini nyata, setiap kebaikan yg dilakukan terutama di bulan Ramadhan, cepat balasannya. Semoga apa yg dilakukan Mak Ade dapat menginspirasi pembaca blog. Karena, memang hari gini percaya pada orang asing yg butuh bantuan itu mahal.

    BalasHapus
  39. Ya Allah gak kebayang kalau bu Asih gak nyolek mbak Ade.. kasihan banget nungguin anaknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa semua sudah diatur sama Allah, Mba

      Hapus
  40. Aku terharu bacanya mbaaaaa.... semoga kebaikan mba Ade diberi balasan2 lain oleh Allah ya. Soal tcash wallet ya ampun kemana aja aku selama ini nggak pake itu aplikasi ya? Suamiku baru aja kemarin install dan mulai pakai. Sepertinya aku juga harus pakai nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. ayo dong ikutan donlot aplikasinya. Manfaatkan baiknya ^_^

      Hapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^