Pengalaman Pap Smear GRATIS di Prodia Pasar Minggu

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Sebenarnya sejak Abang Fi lahir, saya tuh mau banget ikut pap smear. Hanya saja dulu maju mundur mendengar cerita teman-teman yang sudah Pap smear.

Mereka bercerita, kalau test pap smear itu biasanya sekaligus mamografi (cek payudara untuk keperluan mendeteksi kanker payudara sejak dini). Nah, dengar cerita mereka yang test mamografi ini yang membuat saya ngeri.


Selain itu, biaya cukup mahal untuk test pap smear juga salah satu yang membuat saya maju mundur cantik.

Tahun 2007 test pap smear dan mamografi itu kisaran Rp 500.000. Tahun sekarang saja angka segitu termasuk angka lumayan, apalagi di tahun 2007.

Buat saya harga segitu bukan angka yang kecil. Karena tahun itu saya masih punya kebutuhan mencicil rumah.

Akhirnya saya pun memutuskan. "Ah, sudahlah.. pasrah saja. Yang penting pola hidup sehat. Insya Allah nggak kenapa-kenapa. Kalaupun harus dapat penyakit tersebut, ya sudah itu sudah takdir Allah".

Ok, pemikiran test Pap smear pun hilang. Kecuali gratis yaa.. mungkin saya mau ikutan.

Hingga bulan puasa kemarin, Komunitas Indonesian Social Bloggerpreneur (ISB) membuka pendaftaran bagi peserta BPJS yang mau test Pap smear gratis.

Waaaah.. pucuk dicinta ulam tiba. Langsung deh gercep (gerak cepat) mengisi form pendaftaran yang disebar oleh ISB. Soalnya kalau nggak gercep, bisa kehabisan kuota nih.

Alhamdulillah tepat tanggal 30 Juni saya dapat email undangan yang terpilih dari ISB, untuk ikut serta test Pap smear dari Prodia.

Jelas dooong saya mengiyakan. Akhirnya saya dan beberapa teman dapat jadwal tanggal 10 Juli 2018.

Sekilas tentang Pap Smear

Menurut wikipedia, Papanikolaou test atau Pap smear adalah metode screening ginekologi, dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou, untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan endometrium. Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Menurut perkiraan, di Inggris Pap smear mencegah sekitar 700 kematian per tahun.

Siapa saja yang wajib ikut Pap smear?

Wanita yang aktif secara seksual disarankan menjalani Pap smear sekali setahun.

Pengalaman Pap smear di Prodia Pasar Minggu

“Jangan lupa besok, jam 09.00 test Pap smear-nya di Prodia Pasar Minggu ya!” pesan Teh Ani Berta, founder komunitas ISB.

Alhamdulillah, tempatnya dekat. Jadi saya nggak perlu pagi-pagi sekali berangkatnya. Biasanya jika saya menghadiri suatu acara, saya selalu berangkat 2 – 2,5 jam sebelum waktu yang ditentukan dalam acara tersebut. Berhubung ini dekat dengan Depok, maka 1 jam sebelumnya saya baru berangkat dari rumah.

Seperti biasa saya menggunakan commuterline menuju Prodia Pasar Minggu yang beralamatkan di :
Jl. Raya Pasar Minggu No.72A
RT.6/RW.5 - Pejaten Timur
Pasar Minggu - Jakarta Selatan



Saya turun di Stasiun Pasar Minggu, lalu lanjutkan dengan menggunakan ojek online. Tapi kalau tidak mau naik ojek online dari stasiun Pasar Minggu, kita bisa nyebrang ke arah terminal lalu naik mikrolet warna biru muda, jurusan Pasar Minggu – Kampung Melayu. Posisi Prodia Pasar Minggu di ruko-ruko setelah Jl. Pejaten Raya.

Syarat-Syarat Test Pap smear

Dari seminggu sebelumnya Teh Ani sudah memberikan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa ikut test Pap smear ini, yaitu :

  1. Membawa kartu BPJS aktif tanpa nunggak dan KTP
  2. Sudah Menikah (Pernah Melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis)
  3. Tidak sedang dalam kondisi menstruasi
  4. Tidak melakukan hubungan intim 1 x 24 jam (sehari sebelumnya)

Nah setelah yakin saya memenuhi semua syarat tersebut, saya langsung masuk ke Prodia Pasar Minggu dan mengambil nomor antrian. Sambil menunggu antrian, saya diberikan 4 lembar formulir untuk diisi bagi yang mau test Pap smear. Untungnya saya kemana-mana selalu membawa pulpen, jadi saya tidak perlu antri pulpen untuk mengisi formulir.



Saat nama saya dipanggil saya memberikan KTP dan kartu BPJS asli milik saya. Jika kita pernah melakukan tes lab di Prodia, maka datanya tidak perlu isi data baru lagi, tinggal sebut nama dan nomor kartu Prodianya saja.

Selesai pengisian data, saya diminta untuk ke ruang cek yang berada di ruko sebelah Prodia, sambil membawa 4 lembar formulir yang sudah saya isi.

Setibanya di ruang pengecekan, kami lagi-lagi menunggu antrian, karena yang tes hari itu bukan dari komunitas ISB saja, melainkan ada dari komunitas lain.

Nama saya pun dipanggil untuk diperiksa SADARI terlebih dahulu.

Apa itu SADARI?

Sadari adalah singkatan dari periksa payudara sendiri. Tapi di Prodia kita didampingi oleh pegawai medis. Jadi kita diarahkan bagaimana memeriksa payudara sendiri.

Pemeriksaan payudara ini fungsinya untuk mendeteksi kanker payudara dini. Karena jika kita tidak mendeteksi sendiri, khawatir terlewat hingga terkena penyakit kanker payudara.

Saya pernah menulis tentang kanker payudara lengkap di blog ini. Mulai dari penyebabnya, gejalanya, hingga pengobatannya. Bagi yang belum baca silakan baca :
Trastuzumab Subkutan Metode Pengobatan Baru Penderita Kanker Payudara dari Roche

Kalau di RS besar atau di YKI (Yayasan Kanker Indonesia) pemeriksaan payudara dilakukan dengan mamografi, yaitu sebuah pemerikasaan payudara yang menggunakan mesin rontgen dosis rendah untuk memeriksa payudara, menunjukkan jaringan, kelenjar, lemak dan pembuluh darah di bawah kulit payudara.

Tentunya jika memeriksa dengan menggunakan mesin rontgen, sudah otomatis ada biaya besar yang dikeluarkan. Berhubung di Prodia gratis, jadi pemeriksaan dilakukan secara manual.

Selesai diperiksa payudara dan dinyatakan normal, dalam artian tidak ditemukan benjolan, maka saya pun melanjutkan untuk pemeriksaan Pap smear.

Untuk pemeriksaan Pap smear saya masuk lagi keruangan berikutnya. Pada ruang pemeriksaan Pap smear terdapat kasur onkologi. Itu loooh, kasur yang biasa digunakan untuk melahirkan secara normal. Ada penyangga kakinya.

Di ruang cek Pap smear, saya disambut dengan Mba Indah, analis lab cantik yang akan mengambil cairan vagina sebagai bahan pemeriksaan Pap smear.


Jujur saya sebenarnya takut dengan cocor bebek (alat yang digunakan untuk test Pap smear). Dari cerita teman yang perawat, itu alatnya besar berbahan alumunium. Duuh.. kebayang sakitnya seperti apa.

Tapi begitu saya masuk ke ruang test Pap smear, Mba Indah menunjukkan alat-alat yang akan digunakan untuk pemeriksaan. Jelas yang pertama saya tanyakan, cocor bebek yang mana? Saking takutnya.


Mba Indah langsung menunjukkan kepada alat yang saya tanyakan. Waaah tidak seperti banyangan saya, ternyata alatnya kecil. Fungsinya memang untuk mempermudah pengambilan sample cairan vagina kita.


Alhamdulillah, test Pap smear ini tidak setakut atau sesakit yang saya bayangkan. Biasa saja. Momok menakutkan bagi perempuan akan sakitnya test Pap smear itu hoax.

Semua teman yang menjalani test Pap smear juga merasa biasa saja. Nggak setakut yang mereka bayangkan.

Risih, mungkin itu yang dirasakan kita ya. Soalnya harus membuka aurat kepada orang lain. Tapi buat para perempuan yang pernah hamil dan melahirkan, kayaknya nggak ada kata “risih”. Lah wong yang meriksa perempuan semua kok.

Jadi nggak perlu takut-takut lagi untuk ikut test Pap smear, karena dari test ini kita bisa melakukan pencegahan sejak dini akan penyakit-penyakit mematikan yang menyerang organ wanita kita. Lebih baik mencegah kaan? Daripada kita harus menderita menahan penyakit. Na’udzubillah deh.

Mengambil hasil test Pap smear
Selesai pengambilan sampel cairan vagina, saya kembali ke ruang administrasi. Disana pegawai prodia mengatakan bahwa hasil bisa diambil setelah 7 hari. Baiklaaah..

Seminggu kemudian, sesuai tanggal yang ditentukan oleh pihak Prodia, saya kembali datang ke Prodia untuk mengambil hasil testnya.

Begitu menerima amplop hasil test Pap smear, saya langsung membayangkan dapat amplop hasil pemeriksaan lab dengan bahasa-bahasa kedokteran yang saya tidak paham. Makanya saya langsung membukanya di depan petugas administrasi.

Benar saja dugaan saya, bahasanya saya tidak paham.. xixixi.. saya langsung saja tanya ke petugas administrasi Prodia. Ternyata beliau tidak paham juga. Tapi bersyukurnya, saya diajak ke ruang praktek dokter untuk mendapat penjelasan secara rinci dari hasil test yang saya terima.

Ruang konsultasi dokter terdapat dilantai 2. Disana saya bertemu dengan dokter Lina. Dokter cantik yang tidak mau difoto untuk dokumentasi, mengatakan bahwa peradangan pada vagina saya. Itu sebabnya dari hasil test saya direkomendasikan untuk test Pap smear 6 bulan kemudian.

Untuk wanita normal tanpa sakit apapun, rekomendasi test Pap smear dilakukan 1 tahun kemudian. Jadi saya disarankan ke dokter SPOG untuk mendapatkan hasil secara detail sebab peradangan tersebut. Hmm..

Insya Allah saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke SPOG. Dan Alhamdulillah saya mencoba untuk menggunakan rujukan dari BPJS, dengan cukup memberikan hasil test Pap smear dari Prodia.

Prodia dan BPJS

Untuk sekedar informasi tambahan, test Pap smear ini menurut pegawai administrasi Prodia diberikan secara gratis hingga bulan November atau sampai habis kuota yang diberikan dari Prodia, yaitu kuota 2000 perempuan.

Pemberian test gratis ini diberikan atas kerjasama dengan BPJS. Itu sebabnya, syarat pemeriksaan Pap smear harus mempunyai kartu BPJS aktif dan tidak nunggak.

Pemeriksaan Pap smear ini bisa diseluruh cabang Prodia?

Petugas administrasi menjawab, TIDAK.

Test Pap smear gratis yang bekerjasam dengan BPJS ini hanya bisa dilakukan di Prodia Pasar Minggu dan Prodia Bona Indah, Lebak Bulus.

Nah, itu cerita pengalaman saya melakukan test Pap smear di Prodia Pasar Minggu. Nantikan kelanjutan hasil pemeriksaan saya di SPOG ya. Insya Allah saya dapat jadwal hari Sabtu, 4 Agustus untuk melakukan pemeriksaan.

Semoga cerita pengalaman saya ini bermanfaat yaa bagi yang membaca. Aamiin

Waasalam





3 komentar:

  1. Waahhh, senangnya ya mbak Ade bisa papsmear gratis di prodia Pasar Minggu. Aku pernah beberapa kali di rumah sakit langganan. Sebenernya ga sakit atau serem2 gimanaaa gitu. Mungkin sugesti aja kata orang begini, begitu jadi udah takut duluan hehehe. Harga segitu ga apa2 lah demi kesehatan ya. Mencegah lebih baik daripada mengobati kan? Oooh ini ada promo gratis sampai November atau kuota habis ya asal punya kartu BPJS aktif dan tanpa tunggakan pembayaran. Tq infonya, mb Ade :)

    BalasHapus
  2. Diriku waktu itu cek payudaranya belum sampe ke tahap USG itu, karena sama asisten dokternya udah dinyatakan negatif pas cek pertama by hands. Pap smear ternyata cukup nyaman juga ya Ummi, apalagi kalau petugasnya sesama perempuan ya.

    BalasHapus
  3. Cara daftarnya gimana mba?
    Apa harus dtg langsung atau bisa via online?

    BalasHapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^