Tips Mencegah Penyebab Kematian Anak dengan Tisu Basah Antiseptik

penyebab kematian anak

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaikum w.w.

Kalau baca judulnya, kita pasti bertanya-tanya. Apa iya tisu basah antiseptik bisa mengurangi penyebab kematian anak?

Saya pun demikian. Awalnya saya bingung dan tidak percaya, tapi setelah mendengar pemaparan dari dr. Herbowo Agung Soetomenggolo, Spa(K), dokter anak yang hadir pada acara blogger gathering Rabu, 9 Mei kemarin, saya mulai paham.

SUASANA ACARA MITU BABY GATHERING

Acara blogger gathering yang saya hadiri ini diselenggarakan oleh Godrej Indonesia. yang bekerjasama dengan Komunitas Emak Blogger (KEB). Acara tersebut berlangsung di :

Ev Hive D.Lab
Jl. Riau No.1, RT.9/RW.5
Gondangdia - Menteng
Jakarta Pusat

Seperti biasa saya berangkat menggunakan commuterline. Saya yang biasanya naik commuterline tujuan Tanah Abang setiap kali ada acara blogger gathering, kali ini saya menaiki jurusan Jakarta Kota. Karena tempat acara dekat dengan stasiun Gondangdia.

Acara dimulai pukul 13.30 WIB. Supaya tidak telat, biasanya saya berangkat 2 jam sebelumnya. Jadi sampai disana saya punya waktu longgar untuk melakukan hal lain.

Berhubung saya jalan sebelum dzuhur, maka setibanya saya disana, saya langsung menuju ke mushollah. Selesai sholat, saya langsung menuju ke lantai 2, dimana acara Mitu Gathering dimulai.

Begitu memasuki lantai 2, saya melihat beberapa teman sedang sibuk berfoto ria di photo boots Mitu. Sesuai arahan Mba MC hari itu, Mba Ankatama. Tujuan foto untuk lomba post instagram.

penyebab kematian anak
kehebohan teman-teman blogger mengambil foto terbaik.

Selain photo boots, kami juga diminta untuk menikmati coffee break yang disediakan. Hmm..

penyebab kematian anak
Area cofee break

Pada acara tersebut, kami para mom blogger diijinkan membawa anak. Karena disudut ruangan dekat pintu masuk, disediakan playgroundnya oleh panitia. Jadi anak bisa sedikit tenang dan nyaman selama acara.
penyebab kematian anak
Playgorund di acara Mitu Blogger Gathering

Tepat pukul 14.00 Mba MC pun membuka acara. Acara dibuka dengan ice breaking untuk para mom blogger berupa mengingat gambar yang ditampilkan dilayar.

Sayangnya kami tidak boleh memfotonya, karena gambar yang ditampilkan merupakan jawaban dari pertanyaan yang diberikan Mba MC. Tapi saya sempat mencatatnya.. xixixi… bukan curang looh, tapi kreatif (muji diri sendiri.. hahaha).

penyebab kematian anak
Mba Ankatama, MC acara Mitu Blogger Gathering (photo by adeufi)

Saya pikir saat itu jawaban akan diberikan oleh Mba MC, ternyata jawabannya diberikan oleh pak dokter berupa penjelasan lengkap tentang penyebab kematian anak.

Nah, seperti apa penjabarannya? Yuk, lanjutkan!


PENYEBAB KEMATIAN ANAK

Pada materi yang diberikan oleh nara sumber pertama, yaitu dr. Herbowo Agung Soetomenggolo, Spa(K),  memaparkan bahwa angka kematian anak di Indonesia cukup besar. Kurang lebih 5 juta anak setiap tahunnya meninggal dunia. Ya Allah.. banyak banget ya?

Lalu apa penyebab utama dari kematian anak tersebut?
Menurut Pak Dokter, daftar kematian anak memang ada banyak hal. Ada yang disebabkan oleh kanker, kecelakaan, tapi penyebab kematian anak terbesar adalah infeksi oleh kuman.

Aduuuh.. kuman? Kuman yang dimaksud Pak Dokter ini apa ya?

MACAM-MACAM KUMAN

Menurut penjelasan Pak Dokter, kuman penyebab kematian anak itu ada 4 macamnya, yaitu :

  • Bakteri
  • Virus
  • Jamur
  • Parasit (contoh Cacing)

Dari kuman-kuman tersebut lah, beberapa penyakit cikal bakal kematian anak bermunculan, seperti :

  1. Pneumonia
  2. Diare
  3. Meningitis
  4. Demam berdarah dengue
  5. Campak
  6. TBC
  7. Malaria

Pak Dokter mengatakan bahwa Pneumonia dan Diare setiap tahunnya berganti posisi sebagai urutan 1 dan 2 penyebab kematian anak.

Pneumonia sering disebut oleh masyarakat umum sebagai paru-paru basah, bukan TBC. Paru-paru basah disini bisa berupa batuk yang akhirnya berefek sesak nafas.

Pneumonia dan Diare ini bukan penyebab kematian anak di Indonesia saja loh, melainkan sudah diseluruh dunia. Dari angka kematian anak 15% - 25% disumbang dari 2 penyakit tersebut.

Ya Allah.. kadang kita suka nggak kepikiran ya kalau diare sebab kematian anak.


FAKTOR-FAKTOR PENYAKIT PENYEBAB KEMATIAN ANAK

Kedua penyakit yang disebutkan Pak Dokter diatas, pastinya ada faktor-faktor yang menyebabkannya. Faktor-faktor pendorongnya adalah :

1. Sistem imun anak belum berkembang sempurna.

Ini wajar, yang namanya bayi memang masih dalam proses pembentukan segala hal, termasuk imunitas tubuh. Fungsi imunitas anak mulai membaik di usia 7 tahun.

2. Kulit anak lebih tipis.

30% kulit pada anak itu lebih tipis dibanding orang dewasa, sehingga mudah rusak. Hal tersebutlah yang menyebabkan anak mudah terkena iritasi.

Pak Dokter juga tidak membolehkan anak balita itu badannya dikerok. Termasuk salah satunya mengerok/membaluri dengan bawang disaat anak sedang demam.

Ya Allah, ini saya pernah lakukan ke Abang Fi. Kalau Adek Fi mah saya peluk disaat demam.

Kenapa kerokan dilarang?
Karena saat dikerok, kulit bayi malah makin terbuka dan membuat kuman makin mudah masuk kedalam tubuh.

3. Kebersihan sangat bergantung kepada orang lain (anak belum mandiri).

Iyalah, yang namanya anak-anak semua masih tergantung oleh orang dewasa, termasuk kebersihannya. Jadi banyak atau tidaknya kuman pada tubuh anak, ya tergantung orang dewasa yang mendampinginya.

SARANG-SARANG KUMAN PENYEBAB KEMATIAN ANAK

Sebelum penjelasan dimana kuman bersarang, kami diberikan games kedua oleh Mba MC.

Kami diminta untuk mengurutkan tempat-tempat yang paling banyak ditempati oleh kuman penyebab kematian anak pada gambar yang disajikan di layar.

penyebab kematian anak
photo by adeufi

Dari gambar diatas, kebanyakan berpikir bahwa gadget/handphone adalah tempat paling banyak dihuni oleh kuman. Karena kita berpikir bahwa gadget dipegang oleh siapapun. Tapi ternyata kami salah sekali.

Yang benar menurut Pak Dokter, tempat-tempat kuman bersarang adalah disini ini nih :

TEMPAT-TEMPAT KUMAN PENYEBAB KEMATIAN ANAK

Untuk tempat berkumpulnya kuman-kuman sudah pasti diluar rumah. Semakin banyak orang, maka semakin banyak kuman yang bertebaran. Namun dimana tempat favorit kuman penyebab kematian anak itu berkumpul?

1. Toilet umum

Disini tempatnya bakteri E.Coli berkumpul. Apapun tempatnya pastilah tertempel oleh bakteri tersebut.

Bakteri ini keluar lewat fases tapi masuk melalui mulut. Dan bakteri inilah yang membuat anak menjadi diare. Semua sebab karena kuman penyebab kematian anak ini, masih banyak menempel ditangan.

Saat mencuci tangan di toilet memang bakteri terbuang oleh aliran air dan mati dengan sabun, namun tidak ada yang tahu apakan pada kran penutupnya sudah bersih dengan kuman? Jeng.. jeng..

Pak dokter memberikan sedikit tips. Biasanya saat hendak mencuci tangan setelah dari BAB atau BAK, beliau membersihkan dahulu kran penutup dengan tisu basah antiseptik.

2. Sekolah

Di sekolah kuman tertular dari tangan ke tangan lewat teman. Baik itu teman yang sehat atau teman yang sakit.

Jika orang dewasa bisa menahan bersin, pilek dan batuk dengan menggunakan tisu, tapi kalau anak-anak belum bisa. Sehingga disaat ada temannya sakit, maka anak berpotensi untuk terjangkit sakit yang sama. Menurut data Pak Dokter, kebanyakan pasiennya adalah anak diusia sekolah.

3. Tempat penitipan anak

Ini hampir sama dengan sekolah. Day care saat ini di Indonesia sudah makin banyak. Biasanya pasien Pak Dokter yang datang diluar usia sekolah, kebanyakan anak tersebut sering dititipkan di day care atau tempat yang banyak orangnya oleh orangtua mereka.

Seperti yang saya tulis diatas, bahwa semakin banyak orang maka semakin banyak kuman berkumpul.

4. Transportasi umum

Pada trasnportasi umum kuman bukan sekedar dari orang yang naik kendaraan tersebut, melainkan dari debu-debu yang berterbangan bisa membawa kuman penyebab kematian anak.

5. Rumah sakit

Nah, ini adalah tempat paling berbahaya bagi anak. Rumah Sakit adalah tempat kuman paling mematikan dan kuman-kuman aneh lainnya penyebab kematian anak berkumpul. Itu sebabnya manajemen RS melarang anak dibawah usia 12 tahun untuk membesuk.

Pak Dokter menyarankan , jika kita memang sayang anak, jangan membawa anak terlalu sering ke RS, kecuali memang sedang sakit. Jika sehat sebaiknya hindari RS.

SUMBER KUMAN DISEKITAR ANAK

Jangan juga disangka benda-benda disekitar kita itu aman dari kuman loooh. Banyak barang-barang yang kita sangka aman dari kuman, ternyata paling banyak dihuni oleh kuman penyebab kematian anak. Tempat-tempat tersebut seperti yang terpapar pada gambar berikut :
penyebab kematian anak
sumber kuman penyebab kematian anak disekitar kita

USIA TERJANGKIT KUMAN

Kuman tidak memandang usia untuk menghinggapi seseorang. Semakin besar usia anak, semakin banyak kuman yang bersarang di tubuhnya.

  • Diusia 0 – 1 tahun sekitar 24% kuman bersarang ditubuhnya.
  • Disuia 1 – 3 tahun prosentasenya makin bertambah menjadi 33%.
  • Diusia 3 – 4 tahun prosentasinya makin naik 10% menjadi 43%.

Jadi dari pemaparan diatas dan hasil penelitian, tempat yang paling banyak menjadi sarang kuman penyebab kematian anak adalah seperti pada gambar berikut :

penyebab kematian anak

penyebab kematian anak



MACAM-MACAM KUMAN (BAKTERI) BERBAHAYA PENYEBAB KEMATIAN ANAK

Terkadang kita suka nggak sadar yaa, kalau perlengkapan bayi justru tempat paling banyak dihuni oleh kuman penyebab kematian anak. Ada kuman apa saja ya yang berjangkit di perlengkapan bayi kita?

1. Stroller

Pada stroller terdapat bakteri Streptokokus yaitu penyebab infeksi tenggorokan, pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga (congekan)

2. Dot Bayi

Bakteri yang terdapat pada pacifier (dot) adalah E. Coli penyebab diare, penyakit yang mematikan bagi anak.

3. Tas popok

Sedangkan pada tas popok terdapat bakteri Kokus yang menjadi penyebab pertusis atau batuk rejan pada anak.

Aduuuh.. mendengar penjabaran Pak Dokter, kayaknya mulai besok wajib bersih-bersih deh.

Setelah penjelasan Pak Dokter tentang tempat berkumpulnya kuman penyebab kematian anak, kami diminta 3 orang untuk maju ikut lomba mencari kuman. Saya termasuk salah satunya.

penyebab kematian anak
saya sedang ikut lomba menempel kuman penyebab kematian anak (photo by Lia Lathifa)

Kami diminta menempel stiker pada kuman yang terdapat dalam gambar. Sayangnya saya kurang cepat untuk menempatkan stikernya, jadi yang menjuarai lomba saat itu Mba Anisa Dee. Saya dan Mba Nurul Dwi Larasati cukup bahagia dengan mendapatkan bingkisannya.

penyebab kematian anak
alhamdulillah dapat hampers dari games (photo by Lia Lathifah)


CARA PENYEBARAN KUMAN PENYEBAB KEMATIAN ANAK

Selesai seseruan main games, Pak Dokter kembali memberikan penjelasan tentang kuman. Kali ini Pak Dokter menjelaskan tentang bagaimana cara kuman menyebar. Kuman menyebar melalui 3 cara, yaitu :

1. Udara

Kuman yang menyebar melalui udara disebabkan dari batuk dan bersin-bersin. Memang sih dalam islam saat bersin semua kuman dalam tubuh kita keluar, makanya kita diajarkan untuk mengucapkan hamdalah.

Nah, Pak Dokter menyarankan disaat kita bersin atau batuk tutupnya dengan lengan tangan atau tissu, bukan dengan telapak tangan. Karena telapak tangan termasuk salah satu media penyebar kuman penyebab kematian anak.

2. Kontak langsung

Pada bagian ini yang dimaksud adalah saat kita bersentuhan langsung dengan area terinfeksi atau cairan tubuh si penderita.

3. Kontak tidak langsung

Nah, ini yang dimaksud dengan poin 1. Telapak tangan menjadi media penyebaran kuman ke tempat-tempat umum, sehingga tempat tersebut mengandung kuman. Dengan kita bersentuhan pada benda-benda yang telah mengandung kuman, maka secara otomatis kuman menempel ditubuh kita.

TIPS MENCEGAH PENYEBARAN KUMAN PENYEBAB KEMATIAN ANAK

Menghilangkan kuman rasanya tak mungkin, karena hidup kita terus berputar. Tapi kita bisa mencegahnya dengan melakukan tips berikut ini :

1. Asi eksklusif

Ini sudah jadi kebesaran dari Allah ya, kalau ASi tuh menjadi nutrisi terbaik buat membangun imunitas tubuh anak dan tak tergantikan oleh apapun. Bersyukurlah bagi para wanita yang mampu memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan kepada anak-anaknya. Bagi yang tidak mampu, Allah memberikan kita ilmu untuk mencari penggantinya yang lain.

Baca juga : 8 proses merangsang produksi ASI lebih banyak


2. Imunisasi

Imunisasi adalah program pencegahan penyakit menular yang diterapkan dengan memberikan vaksin sehingga orang tersbut imun atau resisten terhadap penyakit tersebut.

Ada beberapa kuman yang bisa dicegah melalui imunisasi. Karena Antibodi yang terbentuk setelah imunisasi bermanfaat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus tersebut di masa yang akan datang.

3. Makanan bergizi

Memberikan makanan dan minuman bernutrisi dengan gizi yang seimbang, mampu membentuk imunitas pada tubuh agar tidak mudah terserang kuman penyakit.

baca juga : Nutrisi yang termasuk faktor tumbuh kembang anak


4. Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan.

Bersih pangkal Sehat. Bener banget. Dengan lingkungan yang bersih, Insya Allah hidup kita akan terjaga kesehatannya.

Salah satu menjaga lingkungan bersih, maka kita mampu mencegah penyebaran kuman penyebab kematian anak dilingkungan sekitar kita, yaitu dengan cara :

  • Menutup mulut saat bersin atau batuk
  • Mencuci tangan
  • Tidak menyentuh mata, hidung, mulut setelah BAK atau BAB
  • Menyentuh barang di area umum
  • Membersihkan benda yang digunakan di area umum
  • Menggunakan produk dengan kandungan ANTISEPTIK

Nah, untuk poin terakhir, pas banget nih dengan produk yang diluncurkan oleh Godrej Indonesia, yaitu Mitu Baby Antiseptic.

TENTANG MITU BABY INDONESIA

Sebelum kita berlanjut produk Mitu Baby Antiseptic, kita berkenalan dulu dengan Mitu Baby Indonesia.

Mitu Baby adalah sebuah produk perawatan bayi yang berdiri dibawah naungan Godrej Indonesia. Mitu Baby Indonesia lebih dikenal oleh masyarakat dengan tisu basahnya.

Menurut Ibu Sabrina Purba, Brand Manager Mitu Baby Indonesia, warna-warna kemasan pada produk tisu basah Mitu Baby, itu masing-masing berbeda fungsinya. Eh, ada fungsinya?

Iyes, fungsi dari masing-masing tisu basah tersebut ada 4 macam, yaitu :

  1. Fresh & Clean Wipes (warna pink dan biru muda) : berfungsi untuk sebagai tisu pembersih biasa dengan harum yang segar. Di buat 2 warna agar para wanita bisa memilih warna sesuai dengan jenis kelamin bayinya. Xixixi, saya pastinya pilih warna biru, buat Adek Fi dan Abang Fi yang keduanya laki-laki. Tapi terkadang saya juga beli yang pink untuk membersihkan tangan saya sendiri. 
    penyebab kematian anak

    penyebab kematian anak
  2. Diapers Changing Wipes (Ungu muda) : berfungsi sebagai tisu yang membersihkan area genetikal bayi. Nah buat teman-teman yang hobi jalan-jalan bersama bayinya, tisu basah ini bisa kita gunakan sebagai pengganti air saat membersihkan popok.
    penyebab kematian anak
  3. Baby Sensitive Wipes (putih) : berfungsi serupa dengan changing diapers, namun khusus untuk bayi usia 0 – 6 bulan dan bayi-bayi yang memiliki kulit sensitive. Pada tisu basah ini tidak ada wanginya. Mitu Baby paham bahwa terkadang wewangian bisa membuat iritasi kulit bagi yang sensitive.
    penyebab kematian anak
  4. Antiseptic Wipes (hijau) : Nah yang ini akan ada penjelasan khusus dari Ibu Sabrina Purba.


penyebab kematian anak
narasumber acara mitu gathering (kika : dr. Herbowo, Ibu Sabrina dan Mba Ankatama)


MITU BABY ANTISEPTIC

Mitu Baby Antiseptic ini adalah produk yang dikeluarkan oleh Mitu Baby Indonesia. Tisu basah ini diproduksi untuk mendukung tumbuh kembang anak yang senang mengeksplorasi benda-benda disekitarnya. Sementara benda-benda disekitarnya itu banyak mengandung kuman, seperti penjelasan panjang tentang kuman dan bahayanya oleh Pak Dokter.

Sesuai dengan anjuran dr. Herbowo, bahwa salah satu cara mencegah kuman, selalu menggunakan produk dengan kandungan antiseptik. Antiseptik mampu membunuh kuman yang tersebar di benda-benda yang dekat dengan bayi.

Nah, pas banget kan dengan produk Godrej Indonesia, yaitu Mitu Baby Antiseptik

Kandungan Mitu Baby Antiseptic

Dalam kandungan Mitu Baby Antiseptic ini mengandung Chamomile Extract yang berfungsi untuk anti iritasi natural bagi kulit bayi. Selain itu juga mengandung Tree Tea Oil yang berfungsi sebagai antiseptik alami yang teruji klinis sebagai pembunuh kuman.


Bahan Mitu Baby Antiseptic

Pada Mitu Baby Antiseptik bahan tissunya bermotif timbul (emboss), sehingga dapat membersihkan kotoran lebih maksimal, mudah dan cepat, serta melindungi kulit bayi dari bakteri dan iritasi.
penyebab kematian anak
photo by adeufi

penyebab kematian anak
Motif embos pada Mitu Baby Antiseptic (photo by adeufi)


Logo Halal MUI dan Hypoallergenic Tested

Ini yang penting nih buat saya, pada Mitu Baby Antiseptic mempunyai 0% alcohol sehingga tidak membuat kulit bayi kering. Selain itu Mitu Baby Antiseptic ini sudah terdaftar sebagai salah satu produk halal yang aman bagi muslim dengan adanya logo halal MUI.
penyebab kematian anak
Logo MUI pada kemasan Mitu baby antiseptic (photo by adeufi)

Mitu Baby Antiseptic juga sudah lolos uji Hypoallergenic test, sebagai bukti bahwa kandungan dalam mitu baby antiseptic aman bagi kulit bayi yang sensitive dan iritasi.

penyebab kematian anak
Logo hypoallergenis pada kemasan mitu baby antiseptik (photo by adeufi)


TIPS MENJAGA SI KECIL DARI KUMAN PENYEBAB KEMATIAN ANAK

Tadi Pak Dokter sudah memberikan tips mencegah penyebaran kuman, kali ini Ibu Sabrina memberikan tips menjaga si kecil dari kuman, agar bisa tetap bereksplorasi dengan aman tanpa takut terjangkit penyakit.

Tips yang diberikan adalah rajin membersihkan 4 area yang menjadi sarang kuman. Keempat area tersebut terdapat pada gambar dibawah ini :
penyebab kematian anak

Nah, usai Ibu Sabrina memberikan tips, Mba MC memberikan kesempatan tanya jawab. Dan dari para penanya, dipilih 3 penanya terbaik, yaitu Mba Sarah (meida), Mba Nunu dan Mba Ira. Lalu Mba Ankatama mengumumkan pemenang lomba post instagram, yang dimenangkan oleh Mba Wieny K.T.. Yeeey selamat yaaa..

Alhamdullah acara pun selesai pukul 16.00 wib dengan bertebaran hadiah juga ilmu bermanfaat bagi kami.

Jadi, teman-teman, jangan takut lagi anaknya bermain dan bereksplorasi keingintahuan mereka. Kini ada Mitu Baby Antiseptic yang ikut menjaganya. Selamat Mencoba ^_^

Media Sosial Mitu Baby Indonesia :
Instagram : @mitubabyid
Web : www.mitubabycare.com

Wassalam



91 komentar:

  1. Serem ya mba klo kita kurang menjaga kebersihan, aq jg slalu stok mitu dirmh n di tas slalu ada, buat jaga2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Mba.. sampai skrg saya juga masih suka bawa mitu walau ga oergi sama anak2.

      Hapus
  2. Wow kuman ada di mana-mana serem juga ya, memang sejak punya balita aku selalu sedia Mitu di rumah dan bepergian. Anak-anak suka eksplore soalnya, nggak lihat bersih tidaknya. semua dipegang dan bermain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, namanya anak2 semua mau dipegang dan dicicipi. Makanya kudu dicegah dengan tisu antiseptik ini mba

      Hapus
  3. saya selalu bawa tisu basah mITU kemana - mana hehe apalagi pas marwah kecil, bekas pegang apapun harus dilap tisu dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuul.. saya dari jaman masih belum punya anak malah.

      Hapus
  4. Aduh, karena daya tahan tubuhnya yg masih lemah itu akhirnya aku sering melarang si kecil ini itu, padahal bebaskan tapi tetap menjaga kebersihan ya, apalagi skrg ada Mitu Baby

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. suka parno yaa anak2 megang ini itu. Padahal mereka lagi bereksplorasi.

      Hapus
  5. Ngeri ya...tampak sepele tapi bahayanya bisa fatal. Kalau lagi naik gunung kami selalu pakai mitu buat semua. Praktis dan higienis.

    BalasHapus
  6. Aku suka wanginya mitu yg hijau ini mba. Kalau anak2 eksplorasi aku karang deg2an berlebihan 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. memang suka asal ya anak2 tuh kalau lagi eksplorasi. Kalau ga ada mitu oastinya dah jejeritan.. eeeh jangan.. eh jangan.. yang ada takut2 deh buat mencoba yg baru.

      Hapus
  7. Telihat sepele yang pake tisu Mitu ini. Padahal, justru bisa mencegah kematian anak sekali pun. Mengingat di udara bebas banyak sekali kuman yang mematikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, mba.. sangat sepele tapi ternyata membantu sekali.

      Hapus
  8. Yuk biasakan cuci tangan sebelum makan dan sebelum tidur. agar kuman yang menempel pada tangan hilang. mencegah lebih baik daripada mengobati. betul...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuuul... dan sedia tisu basah kalau buat perjalanan. Karena kadang agak susah mencari air buat cuci tangan 😁

      Hapus
  9. Saat masih ada baby saya bawa2 MITU kemana-mana sekarang sih kadang2 aja, lebih sering lupanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. saya masih selalu bawa walau g ada bayi.

      Hapus
  10. Wah, hanya dari tisu saja bisa menyebabkan kematian. Ngeri ya Mba. Aku juga pake mitu ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Loh justru tisu basah nih mencegah kematian, Mba. Bukan menyebabkan kematian.

      Hapus
  11. Ngeri yaaaaaaaaa... keliatan sepele2 gimana gtu, cuma kotor main apa, yg sebenarnya bisa ilang dicuci, tapi kalau gak segera dicuci kumannya jd bahaya. Untung ada tissue mitu antiseptic ini ya mbk Ade?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes.. kadang kan males buat getak ke kamar mandi. Belum dramanya. Ada tisu basah nih lumayan terbantu.

      Hapus
    2. Hahahaha iya betul2
      Trus dari acara itu aku jg jd ngeh kalau masing2 mitu yg beda2 warna itu fungsi dna manfaatnya beda2 juga yaaa haha

      Hapus
    3. Hahah.. toss tak pikir sama semua

      Hapus
  12. Untuk mitu antiseptic aku blum ada ummi, mau ah stock di rumah biar aman

    BalasHapus
  13. ambil mitu ambil lagi mitu lagi

    jinggle mitu ini masih terngiang dari saya kecil
    dan sampe sekarang saya gak bisa jauh2 sama tisu basah ini
    terutama klo travelling
    suka baunya tapi yg penting paparan mikroba jadi bisa diminimalisir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes.. memang jinglenya melekat banget yaa. Pinter yg buat jinglenya.

      Hapus
  14. eh, ngolesin bawang ke anak yg sdg demam juga ga boleh ya mba?? aku baru tahu.. biasanya kalo si adek lg masuk angin, flu, pasti aku balurin bawang... :(

    baca ini aku jg jd serem sendiri... berasa rumah kotor banget.. kayaknya selain mau beli mitu antiseptic, bersih2 rumah, aku mau beli pembersih udara juga supaya kuman2 di udara bisa mati.. tapi memang kuman skr mah udh lbh kuat ya drpd dulu... makanya perlindungan ke anak juga hrs lbh improved ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kata Pak Dokter. Kita yg tinggal di Indonesia ga perlu khawatir sama kuman yg bertebaran dimana2. Karena kita sudah kebal dengan kuman. Tinggal pencegahan semamounya saja dengan tisu antiseptik ini.

      Hapus
  15. Bagus juga ya, ada antiseptik khusus ya, praktis.
    Buat dipakai di toilet umum pas ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bun.. bukan cuma buat bayi. Buat kita yg dewasa juga bisa.

      Hapus
  16. Enggak nyangka euy kalau kematian bayi paling banyak disebabkan oleh kuman-kuman. Dan ngeri banget ya kalo di tempat umum gitu, harus sedia tissue basah terus terutama yang antiseptik biar tetap aman dan nyaman. Thank for sharing mbak, jadi lebih hati-hati lagi sama kuman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes.. skrg readinya 2 tissu di tas. Antiseptik dan changing diapers. ^_^

      Hapus
  17. Zaman sekarang virus dan kuman bisa menyebabkan bermacam macam prnyakit. Kalau ngga hati hati ya bakalan fatal. Kebersihan perlu dijaga, salah satunya dengan tisu antiseptik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes bener banget, Mas. Dan skrg teknologi makin maju, jadi mempermudah kita juga utk mencegah kuman.

      Hapus
  18. tidak hanya untuk bayi.. saaya menggunakan ini kalau mau backpacker.. selain wangi bisa pengganti kalau malas mandi heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. kayak anakku aja, Mas. Kalau ga mandi tinggal olesin mitu.

      Hapus
  19. Serius Mba tissue basah bisa menyebabkan kematian pada anak?. Aku baru tahu informasi ini.
    Makalu mitu memang seneng banget aku makainya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iiish.. ga dibaca niih mba tika. Justru mitu sebagai media pencegah kematian pada anak.

      Hapus
  20. Kuman bisa ada dimana aja ya mbak, kalo kita ga menjaga kebersihan si kecil akibatnya bisa fatal. Mitu membantu kita untuk menjaga kebersihan si kecil, saya suka produknya dari sejak anak pertama sampai sekarang tetap pakai mitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaa.. bukan cuma buat anak. Buat saya juga. Kemana2 saya selalu bawa tisu basah. Soalnya kalau pas makan pakai tangan, suka mager nyari wastafel buat bersihin tangan. Hehe

      Hapus
  21. Adanya kuman memang nggak bisa dihindari. Sekalipun anak dilarang main ke luar rumah, di dalam rumah macam karpet pun bisa juga ada kuman. Yang terpenting ya solusinya ini ya, termasuk penggunaan tisu basah jika diperlukan. Ternyata sekarang Mitu juga punya 2 jenis ya. Untuk area genital tisunya beda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes.. mitu juga punya tisu buat area genetikal yg khusus wanita loh. Tapi pakai mitu changing diaper aja juga dah cukup siiih.. xixixi.

      Hapus
  22. Baru nyadar kalau stroller tempat streptokokus bakteri berbahaya penyebab pnenomia,meningitis dan infeksi telinga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalau nggak rajin dibersihin, Mba. Kalau rajin dibersihin mah insya Allah jauh dari semua itu.

      Hapus
  23. Sampe sekarang saya juga masih pake mitu tisu basah ini Mba, di tas selalu ada 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sama. Saya juga masih pakai mitu mba sampai sekaranga.

      Hapus
  24. Aku juga selalu pakai mitu Baby Antiseptic Wipes ini mbak. Biar Si Kecil bebas bereksplorasi di luar dan di dalam rumah biar aman dari kuman dan bakteri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yess, Mba.. sekarang saya lebih paham manfaat tisu basah. bukan sekedar bersihin tangan saja saat mau makan atau selesai makan. Tapi banyak hal.

      Hapus
  25. Serem juga ga ya sampe bisa menyebabkan kemarian gitu. Soalnya aku termasuk yang bodo amat sama kebersihan diri sendiri kayak nyentuh anak pas baru kelar masak kadang lupa cuci tangan lagi. Huhuhu. Sekarang lebih rajin deh, sedia mitu juga biar ada antiseptik dirumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaa.. sebelum mengetahui dampaknya seperti ini, saya juga yang termasuk agak cuek dengan kebersihan anak. Kalau sekarang sudah tau, jadi lebih hati-hati.

      Hapus
  26. Saya hanya tau mitu itu tisu basah, tetapi minim informasi tentang varian nya.. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama, Mas.. saya juga baru tau pas ikut blogger gathering ini.

      Hapus
  27. Mitu ini jadi andalan ibu ibu banget ya mba.. aku selalu sedia mitu di tas tapi yg terbaru mitu baby anti septik baru coba beberapa hari.. semoga kuman jauh jauh ya mba dari anak-anak kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. dan anak bisa eksplorasi dengan bebas tanpa takut kuman ya, Mba ^_^

      Hapus
  28. Ternyata tempat-tempat yang terlihat sepele bisa menghasilkan banyak bakteri ya mbak.. harus siap sedia pembersih buat anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaa... untung ada mitu antiseptik ya. Jadi nggak perlu takut lagi.

      Hapus
  29. Kalau temen2ku yg masih single nih kalau pas ada acara bareng dan aku bawa Kak Ghifa oasti mereka komentar gini, tisu basah itu andalan emak2 ya kalau kemana2. Hahaha. Ya gitu deh. Apalagi merk Mitu ini memang sudah punya tempat tersendiri di hati emak2 ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, saya dulu sebelum punya anak kemana-mana juga bawa mitu. Soalnya kan kadang suka mager buat cuci tangan.. xixixi..

      Hapus
  30. wow artikelnya komplit habis, aku baru tahuloh mitu itu macem2 hahah jangan2 aku pernah lap muka sama mitu diapers changing hahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. ga papa kan jadi wangiiii. Krn changing diaper wanginya strong. Haha

      Hapus
  31. Mba Adeee, syerem banget ya infeksi akibat kuman itu bisa jadi pintu masuk penyakot berbahaya.. Duh, Semoga kita, anak-anak kita dijauhkan dari penyakot itu ya.. Jaga kebersihan penting banget nih.. Aku juga kalo kemana-mana sama Boo Mika selalu bawa mitu.. Multifungsi juga, gak cuma buat badan tapi juga bisa buat bersihin jok mobil, dll. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skrg mah ga serem lagu selama kita bs mencegahnya dgn jaga kebersihan dengan mitu.

      Hapus
  32. Kalau aku pake shikada punya mitu juga

    BalasHapus
  33. Serem ya, sepertinya sepele, tapi ternyata bisa menyebabkan kematian pada anak :( Makanya aku selalu bekelin anak-anak tisu Mitu Baby di tasnya. Perlindungan pertama dan praktis terhadap kuman..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya.. bener juga mba. Anak2 pun harus ready mitu ya di tasnya.

      Hapus
  34. Seringkali buat ibu yang punya anak dari bayi "bandel", yang namanya kebersihan anak itu jarang diperhatikan. Beda kalau yang punya anak sensitif ya, kebersihan jadi fokus utama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah.. anakku 22nya ada Mba. Yang besar bandel dr kuman, yg kecil mudah alergian. Jadi kudu bersih2.

      Hapus
  35. sedih yaa klo ngomongin angka kematian bayi. apalagi ternyata penyenaran kumannya bisa kita cegah dengan cara yang mudah. smoga mkn byk org yg sadr akan kebersihan ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mba.. semoga semua aware akan kebersihan ya mba. Minimal utk diri sendiri.

      Hapus
  36. Diare memang bahaya banget bagi anak2. Bener2 harus dijaga kebersihannya dgn elap mitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedia tisu basah buat bersih2 pastinya.

      Hapus
  37. kebayang ya mak ade, kalo kita bisa liat kuman, penuh kayanya dimana-mana ada kuman..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. iya, mba. Yg ada sereeem dan jijik kali.

      Hapus
  38. Ini salah satu Tisu basah favoriteku, wanginya nda nyengat menurutku. Ternyata banyak tempat yang jadi sarang kuman ya, kadang suka nda engeh ini :(
    Harus sedia mitu kemanapun dan dimanapun juga agar terbebas dari si kuman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuul.. minimal bersih utk diri sendiri dulu lanjut kemudian ke keluarga

      Hapus
  39. Mitu ini lengkap banget varian nya ya...tinggal gunakan sesuai kebutuhan. Btw aku juga suka embos dari mitu baby antiseptik ini mengangkat kotoran jadi lebih bersih.

    BalasHapus
  40. Tisu basah harus ada di diaper bag ku, karena punya anak kecil yang selalu dalam keadaan kotor. Entah tangan, kaki atau mulutnya yang habis makan. Mitu Baby Antiseptic nolong banget deh buat pencegahan kuman menyebar lebih banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga bawa bocah juga ade kemana2 bawa mitu

      Hapus
  41. Itu kenapa ya tisu basah jadi salah satu kebutuhan bayi dan anak yg harus selalu dibawa kemana2. Ke Kantor pun aku bawa sih, kayak udah terbiasa aja buat pakai di beberapa situasi. Kita gak tahu kuman atau bakteri apa yg kita sentuh dan kita "bekal" ke rumah, karena itu kebersihan dari rumah juga penting ya termasuk makanan yg dikonsumsi. Mitu selalu jadi andalan deh :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes.. intinya bersih2. Ada mitu juga kalau kita cuek aja sama kotoran ya sama aja ga ngaruh.

      Hapus
  42. Tissue mitu nih emang jadi pilihanku banget walau anak udah gede. Soalnya benar bisa jaga kebersihan anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Mba.. saya sejak blm punya anak sudah bawa mitu kemana2.

      Hapus
  43. Mitu ini udah me jadi merk tisu basah yang paling populer deh di Indonesia. Kalau dikepala yanh tosu basah ingetnya si mitu ini, fav warna biru muda.

    BalasHapus
  44. Me too, pakai Mitu mba. Ini brandnya emang udah nempel banget. Kalau ingat tissue basah ya ingat Mitu, salah satu sediaan kebutuhan si kecil yang selalu ada di rumah

    BalasHapus
  45. Ngeri ya ngebayangin anak-anak terjangkiti penyakit berbahaya gara-gara ortu kurang aware dengan kebersihan tangan dan mulut anak. duhh .. makasih sharingnya mbak Ade ...

    BalasHapus
  46. Aku juga langganan mitu semenjak punya bayi, bahkan dari zaman SMA deng udah bawa2 mitu kemana2.

    BalasHapus
  47. Tissu basah bisa juga dipakai orang dewasa, saya pun pernah pakai buat perjalanan jauh soalnya susah dapat air. Kecuali supirnya berhenti

    BalasHapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^