Teguran atau Ujian?

Di masa pandemik begini tentunya kita pahami sebagai musibah besar bagi kita. Namun sering kali kita menenangkan hati dengan merasa bahwa hal tersebut bentuk ujian yang diberikan Allah kepada kita. Tapi sebenarnya, musibah ini berupa teguran atau ujian bagi kita? Nah, untuk jelasnya kita coba bahas bersama yuk!

Teguran atau Ujian

Bismillahirrahmanirrahiim, Teguran atau Ujian?

Teman-teman, pernah nggak sih kita mendengar percakapan seperti ini :

Nichole (baca : Nikol) : Jeng, aku baru dapat musibah nih. Mobilku hilang dicuri orang.
Goothy (baca : Guti) : Subhanallah... kapan, Jeng?
Nichole : Tadi malam, Jeng. Jam 3 pagi.
Goothy : Ya Allah, yang sabar ya, Jeng. Ini pertanda Allah sayang sama dirimu. Jeng Chole sedang mendapat ujian dari Allah untuk naik kelas keimanannya.
Nichole : Iya, ma kasih ya Jeng Gooth.

Kira-kira benar nggak sih kata "ujian" pantas untuk disandang oleh orang yang terkena musibah? atau ini berupa teguran?

Menurut saya (menurut saya yaaa.., jadi koreksi kalau saya masih salah), jika memang kita merasa bahwa Allah sayang terhadap kita disaat kita terkena musibah. Bukan kata ujian yang pantas kita sandang, melainkan teguran.

Yuk, coba kita bahas 2 simulasi dari kata tersebut.

Simulasi Teguran atau Ujian 1 :

Ada anak murid di Sekolah, dia berbuat nakal, sehingga dia mendapat teguran dari gurunya. Teguran itu pastinya datang mendadak saat terlihat kita berbuat salah kan? Tidak diberitahu si Murid kapan teguran itu akan diberikan. Apalagi terjadwal. Alasan diberi teguran untuk apa? Pastinya karena Guru tidak menginginkan hal itu terulang lagi. Kalaupun guru mempersiapkan teguran, dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk diberikan ke murid yang nakal tersebut.

Simulasi Teguran atau Ujian 2 :

Ada anak murid di Sekolah, dia sedang menjalakan ujian kenaikan kelas. Pastinya murid sudah mendapat informasi dari Guru kapan jadwal ujian akan dilaksanakan. Dan belum pernah saya dengar ujian kenaikan kelas dilakukan dadakan. Tidak ujuk-ujuk langsung disuruh ujian kan? Jika ia murid yang baik, sebelum ujian dia pasti akan ada persiapan terlebih dahulu, seperti belajar. Guru hanya mempersiapkan soal

Nah, kira-kira jika kita mendapat musibah, simulasi yang mana yang tepat untuk diibaratkan?

Sejak dulu saya selalu berpikir jika Allah memberikan saya musibah bukan ujian yang sedang saya dapat, melainkan teguran. Semua itu karena menurut saya,
Jika seseorang merasa ditegur, ia pasti akan berpikir kebelakang, "Apa salahku, hingga aku dapat teguran ini?" 
Dan apabila ia menemukan kesalahannya, maka di kemudian hari ia tidak lagi melakukan hal yang sama. Bahasa kerennya, intropeksi diri. Ya, kita intropeksi diri saat kita kena musibah, agar musibah itu tidak terulang lagi ke kita.

Kenapa saya tidak menyebutnya ujian
Karena jika saya sebut musibah itu dengan kata ujian, saya akan terlena dengan keimanan saya. Bahkan menjadi sombong, karena merasa keimanan saya makin bagus, makin sholehah dan makin tinggi derajatnya dimata Allah. Saya tidak akan mau intropeksi diri dan merasa diri sudah benar.

http://www.adeufi.com/2017/02/teguran-atau-ujian.html#more

Itu sebabnya saya hanya tersenyum getir, jika ada yang berkata kepada saya disaat saya mendapat musibah, "Sabar ya, De. Semua itu ujian dari Allah karena kamu mau naik kelas keimanannya. Semakin kuat iman seseorang, semakin besar ujiannya."


Hmm... Bagaimana dengan teman-teman?

Semoga musibah yang kita dapat menjadi teguran indah dari Allah sebagai tanda Allah sayang kepada kita. Jangan biarkan kata-kata yang kita anggap menyejukkan hati justru membuat kita terlena.

Semoga tulisan ini menjadi renungan yang bermafaat buat kita yaa. ^_^


Wassalam






25 comments

  1. Iya Mak, aku pun seddnag belajar menggunakan kata-kata yang tepat untuk mereka yang sedang mengalamai musibah salah satunya ya teguran ini, udah mulai dibiasakan dan diterapkan, meski awalnya salah dan langsung nyadar.
    Hiks, makasih ya renunganna. Menyadari teguran dariNya berarti tanda sayang untuk kita lebih mendekatkan lagi denganNya dan berusaha lebih baik lagi dari kemaren.

    ReplyDelete
  2. Eeeeh.. bener juga nih Mbak Ade! Aku jadi mikir lagi dua makna di atas. Tapi seringnya di antara kita masih sering menyebut ujian ya Mbak. Kasarnya gini, kalau ujian kan udah tahu jadwal ujiannya ya, wkwkk.

    ReplyDelete
  3. Sepakat. Aku pun merasa hal-hal yang terjadi seperti kehilangan sesuatu, entah itu barang, orang, atau semacam pekerjaan, bahkan didatangi sakit, adalah sebagai teguran. Penerimaan kita akan beda sekali jika menganggap itu teguran. Kita jadi pengen intropeksi dan memperbaiki diri. Kalau menganggap ujian, malah jadi merasa kayak jumawa. Jumawa karena merasa disayang. Padahal, ditegur lebih bermakna ketimbang "dipuji". Soalnya kalau kita bilang sedang diuji biar naik kelas, yang timbul malah perasaan "saya hebat".

    ReplyDelete
  4. Aku meyakini karma alias hubungan sebab akibat sih. Jadi segala sesuatu yg terjadi skg adl konsekuensi dr yg kita lakukan di masa lalu. Ga bs diubah tp bs jadi bahan instrospeksi. Supaya di masa mendatang td terjadi hal yg sama.

    ReplyDelete
  5. maasyaallah mba, tulisanmu reminder banget karena teguran dan ujian adalah hal yang berbeda dan kita sebagai manusia harus bisa menerima dan mengikhlaskan diri

    ReplyDelete
  6. Iya ya mbak, bener kata mbak Ade. Kalau Allah sayang kita, kita ini ditegur. Supaya kembali ingat ke jalan yang lurus, supaya ingat untuk kembali melakukan hal baik.
    Makasih mbak, udah diingatkan kembali.

    ReplyDelete
  7. Berarti dengan kata lain semua musibah untuk orang sekelas saya adalah musibah ya mbak? Lain kalau saya seorang ulama atau ustazah. Hehe. Duh merasa tertohok deh. Kalo ujian yg gitu2 aja gmn mba? Misal ujian nya dari dulu tentang anak tsb, satu anak. Masuk teguran juga kah?

    ReplyDelete
  8. MAkasih mbak Ade untuk remindernya.Aku juga lebih sreg ke teguran, semisal kita mendapat hal yang kurang berkenan atau dapet musibah. Lewat teuran, kita bisa lebih instropeksi diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah

    ReplyDelete
  9. Ah setuju loh mbak Ade, bahwa musiah itu merupakan teguran. Kayak suamiku waktu kena serangan jantung pun aku anggak teguran. Meski udah berjuang hidup sehat tapi namanya manusia banyak alpanya. Kadang diajakin makan sama teman sungkan nolak, eh ini kejadian jaman sebelum pandemi. Jadi aku malah menganggap itu teguran. Alhamdulillah menjadi pengingat tulisannya mba Ade

    ReplyDelete
  10. Ga pernah kepikiran ini. Hmm... benar juga ya. Selama ini jika merasa dapat ujian, saya lihat ke belakang. Ada salah apa, dsb. Ternyata lebih pas kalau disebut teguran.

    ReplyDelete
  11. Intinya kita harus introspeksi dulu ya. Selain itu juga banyak² istighfar & minta ampun kpd Allah. Setiap kejadian yg terjadi pasti ada hikmahnya dan ambil pelajaran dari hikmah yg kita dapatkan.

    ReplyDelete
  12. Saya juga lebih setuju teguran ya mba.
    Cuma ketika ingin disampaikan pada orang lain takutnya orang yang mendengarnya makin terpuruk, kalut, stress dan ngga legowo.

    Makanya kata-kata "Ujian" lebih familiar di telinga ketika ada orang ditimpa musibah. Biar yang bersangkutan lebih mau ikhlas menerima musibah.

    ReplyDelete
  13. iya ya mak teguran dan ujian adalah dua hal yang berbeda jadi kita harus bisa menghadapi dan mengatasinya dengan perasaan penuh syukur dan tabah karena masih ada yang mengingatkan

    ReplyDelete
  14. Aku setuju De.
    Bahkan saat ini pun aku dapat TEGURAN KERAS DARI ALLAH SWT karena banyak sekali yang kulakukan sehingga terjerembab seperti ini

    Aku ingat ada quote begini
    Kata-kata Bijak: menuai
    Menabur pikiran, Anda menuai tindakan;
    menabur tindakan, Anda menuai kebiasaan;
    menabur kebiasaan, Anda menuai karakter;
    menabur karakter, Anda menuai takdir.Jika ingin mengetahui masa lalu, lihatlah apa yang kita terima saat ini. Jika ingin tahu masa depan, tanyakan apa yang kita lakukan saat ini. Kita menuai dari apa yang kita tabur!Karma. Hukum karma! Siapa yang menabur angin, dia akan menuai badai. Siapa yang menanam, dia bakal memanen hasilnya. Siapa yang menyakiti hati seseorang, dia juga akan merasakan sakit yang sama. Seperti yang kamu lakukan dengan mengkhianati Yama, akhirnya kamu sendiri yang menuai akibatnya!
    Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 15.
    1 2 Berikutnya
    Charles ReadeCharles Reade
    Roman- dan dramawan dari Inggris 1814-1884
    -+
    +23
    Menabur pikiran, Anda menuai tindakan;
    menabur tindakan, Anda menuai kebiasaan;
    menabur kebiasaan, Anda menuai karakter;
    menabur karakter, Anda menuai takdir.

    ReplyDelete
  15. Saya masih agak bingung dengan aplikasi penggunaan kata ujian dan teguran ini mba.
    Kalau keluarga kita ada yang meninggal itu masuknya berarti ujian ya? cmiiw

    ReplyDelete
  16. ah iya
    meski sepertinya sama, nampaknya teguran dan ujian itu berbeda ya mbak
    klo aq seringnya menyebut ujian, biar bisa positif thinking gitu
    klo teguran kok kayaknya jadi salah bgt gitu kitanya, hehe

    ReplyDelete
  17. Setuju. Sering kalau aku, orang rumah kehilangan sesuatu, kami bilangnya ini teguran karena kurang sedekah. Jadi dipaksa sedekah deh. Ujian ya kaya anak sekolah. Yuk mari instrospeksi diri

    ReplyDelete
  18. Mba Adeeee, makasii makasiii

    Artikel ini menjawab rasa gelisah yg bergelayut bbrp hari belakangan.

    Semogaaaa kita semua masuk golongan hamba ALLAH yg taat, tawakkal dan istiqomah ya.

    Makasiii reminder nya

    ReplyDelete
  19. Setuju, Mak Ade. Buat saya nggak semua musibah itu ujian. Kalau untuk diri sendiri saya lebih suka menganggapnya teguran supaya bisaa bahan introspeksi.

    ReplyDelete
  20. Jd inget salah satu kata2 ustad. "Kalian tiap dikasih musibah suka bilang ini ujian. Gitu terus. Sekarang saya nanya, kalau sholat aja bolong2 ngapain dikasih ujian? Sama kayak sekolah. Kalo masuk kelas aja enggak ngapain dikasih ujian. Koreksi diri dulu jika musibah datang. Sering kali itu memang teguran dr Allah bukan krn ujian naik kelas" Dan semuanya terjawab di tulisan ini. Makasih remindnya mba

    ReplyDelete
  21. Aku apa aja deh istilahnya hahaha
    Pas kebetulan juga lagi kena musibah
    Aku hanya berpikir kalau Allah mungkin lagi kangen sama aku gitu kalau pas lagi dapat musibah, mungkin kata-Nya kok April dah jarang sholat malam, jarang nangis pas doa, jarang minta ke Aku hehe
    Yg jelas insyaAllah apapun jalan yang dikasi-Nya adalah yang terbaik, walau kdng terbalut yang pahit2. Yg penting yakin :D

    ReplyDelete
  22. Suka dengan perumpamaannya...
    Tapi saya belum kepikiran nih mbak, berarti kalau ujian, contohnya apa?

    ReplyDelete
  23. Musibah adalah teguran, tandanya Allah sayang sama dia... Ya meski pernah juga sih seddih, kenapa Allah ngasih teguran ini? Tapi jika kita bisa mengambil hikmahnya dan introspeksi diri, InsyaAllah semua akan jadi lebih baik

    ReplyDelete
  24. Dan ujian biasanya bersifat kesenangan..ya..dan disaat senang..gak inget kewajiban sebagai hamba..semena2, biasanya ditegur lewat musibah...

    Twrimalasih sharingnya

    ReplyDelete
  25. Kalau dalam istilah syar'i ada istilah bala' berupa musibah atas dosa yang pernah kita lakukan. Ini yang sering dijadikan para ulama sebagai pengingat bahwa kita jangan cepat2 merasa mendapat ujian tapi bisa saja ini bala' atas kesalahan yang pernah kita lakukan

    ReplyDelete

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^