Polemik Susu Kental Manis bukan Susu untuk Anak

Masih ada yang berpikir bahwa susu kental manis itu susu untuk anak yang bernutrisi? Duh.. kalau masih ada yang berpikir seperti itu, sebaiknya baca tulisan saya dulu deh.. Sebab, susu kental manis bukan susu untuk anak.

susu kental manis bukan susu untuk anak

Bismillahirrahmanirrahiim, Polemik Susu Kental Manis bukan Susu untuk Anak

Tidak bisa dipungkiri untuk rakyat Indonesia masih banyak yang menganggap Susu Kental Manis adalah susu yang baik untuk anak. Nggak usah terlalu jauh hingga ke pelosok pedalaman, di kota pun masih banyak yang berpikiran seperti itu. Rata-rata alasannya karena murah. Dan paradigma itu tertanam sejak saya masih kecil, sekitar tahun 1980an. Memang susu itu baik untuk tumbuh kembang anak, tapi susu yang seperti apa dulu? Jika berpikir Susu Kental manis itu susu sehingga baik untuk diberikan ke anak. Waah.. salah besar.. Kenapa? Karena Susu Kental Manis bukan susu untuk anak.


Di tahun 2018 BPOM mengeluarkan peraturan no 31 yang berisi tentang larangan produsen SKM menampilkan iklan SKM dengan model dibawah usia 5 tahun dan dan tidak diiklankan pada jam tayang acara anak-anak. Hal ini disebabkan temuan dari BPOM bahwa kandungan SKM tidak sama dengan susu pertumbuhan untuk anak. Sementara iklan yang beredar di masyarakat menampilkan seolah susu kental manis baik buat pertumbuhan dengan embel-embel menambah energi. 


Dan memang sih yaaa.. dari tahun 1980-an iklan SKM tuh benar-benar menunjukkan bahwa SKM itu susu baik buat anak. Coba deh lihat desain-desain iklan jadul SKM.

susu kentak manis bukan susu untuk anak

Sementara surat edaran BPOM baru keluar tahun 2018, jadi sudah berapa lama kita terdoktrin bahwa susu kental manis itu susu baik untuk anak? Secara tidak langsung kalimat persuasif yang terdapat dalam iklan ini sudah masuk kedalam alam bawah sadar kita. Ini bukan hal mudah untuk merubahnya. Saya saja sampai sekarang masih menuliskan kata "susu" untuk Kental Manis. >_<


Alasan kenapa Susu Kental Manis Bukan Susu untuk Anak

BPOM tentunya tidak akan sembarangan mengeluarkan surat edaran untuk para produsen susu kental manis jika iklan yang dikeluarkan sesuai dengan produk yang dibuat. Dan BPOM tidak menyalahkan produsen yang menyatakan bahwa susu kental manis memang terbuat dari susu. Hanya saja gizi yang disampaikan dalam iklan tidak sesuai dengan kandungan gizi yang terdapat pada produk.


Dikatakan Susu Kental Manis bukan Susu untuk Anak, karena adanya temuan BPOM yang menyatakan bahwa karakteristik jenis SKM adalah kadar lemak susu tidak kurang dari 8% dan kadar protein tidak kurang dari 6,5% (untuk plain). Selain itu dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), salah satu jenis susu kental manis yang dijual secara komersil menuliskan dalam satu takar porsi (4 sendok makan) memasok 130 kkal, dengan komposisi gula tambahan 19 gram dan protein 1 gram.


Jika dikonversikan dalam kalori, 19 gram gula sama dengan 76 kkal. Kandungan gula dalam 1 porsi susu kental manis tersebut lebih dari 50 persen total kalorinya, menurut IDAI jauh melebihi nilai rekomendasi gula tambahan yang dikeluarkan oleh WHO. 


Sementara laporan dari Ibu Rita Nurini, Ketua Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS), pada prakteknya di lapangan masih banyak yang menganggap SKM itu sebagai pengganti susu untuk anak, bahkan ada yang menggunakan SKM sebagai pengganti ASI dengan alasan ASInya sedikit dan orangtua hanya mampu membeli SKM sebagai pengganti nutrisinya.. duh.. duh.. duuuuh..


Kebayang nggak sih jika kita berikan SKM kepada anak berarti anak untuk konsumsi setiap hari? Pastinya anak akan kelebihan gula yang mengakibatkan anak obesitas. Selain itu pencapaian nutrisinya jadi berkurang.Efek terberatnya alih-alih mendapat gizi tambahan dari susu, justru membuat anak jadi kekurangan gizi tersebut dan berakibat stunting. Sedangkan pemerintah sedang menggalakkan untuk mencegah stunting. 


Jadi walaupun ada kandungan susunya, Susu kental manis dan analog lainnya memiliki kadar lemak susu dan protein yang berbeda, sehingga produk susu kental manis dan analognya tidak dapat menggantikan produk susu dari jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi. Nah nah nah...


Saya juga pernah membuat video tentang Susu Kental Manis bukan Susu pengganti ASI berdasarkar informasi dari ahlinya, silakan lihat videonya yaa..


Temuan-Temuan Polemik Susu Kental Manis Bukan Susu untuk Anak

Setelah dikeluarkan surat edaran dari BPOM tentang pengaturan iklan produk susu kental manis, seluruh produsen SKM sudah mulai memperbaiki iklan mereka. Bahkan menghilangkan kata "susu" pada setiap kemasan dan kalimat iklan yang ditayangkan. Ada juga yang menggantik kata "susu" dengan "krimer". Diharapkan dari iklan tayangan SKM tersebut bisa menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa Susu Kental Manis bukan susu untuk anak. 


Produsen SKM diberi waktu 30 bulan untuk memperbaikinya. Mulai dari penggunaan Kental Manis yang hanya boleh digunakan sebagai toping makanan, seperti yang ada pada video saya tersebut, hingga tidak adalagi anak dibawah usia 5 tahun sebagai iklan model SKM.


Namun pada prakteknya, di bulan Oktober 2020 KOPMAS menemukan iklan-iklan dalam bentuk build in ke dalam program, atau iklan produk yang menjadi bagian sebuah program seperti sinetron. Pada Sinetron Putri Untuk Pangeran yang ditayangkan RCTI 21 Oktober 2020, terdapat adegan anak-anak menyeduh SKM untuk diminum dengan disertai pesan bahwa minuman SKM tersebut membuat tubuh menjadi sehat. Temuan ini tersebut dilaporkan ke KPI dan sudah ditindak lanjuti. 

 

Dari temuan di atas, artinya, produsen masih mencari celah untuk mengiklankan kental manis sebagai minuman untuk anak. Produsen masih berusaha menjadikan anak-anak sebagai target market mereka, walaupun sudah ada peringatan BPOM bahwa SKM bukan untuk minuman anak. O.. O.. Kamu ketauaaan..

Selain itu adalagi temuan dari KOPMAS di akun instagram influencer yang menunjukkan foto seorang bapak sedang memberikan minuman SKM kepada anak dibawah usia 5th dengan kalimat menyatakan bahwa ia memberikan segelas SKM sebagai sarapan. Waduuuh >_<

susu kental manis bukan susu untuk anak

Solusi Polemik Susu Kental Manis Bukan Susu untuk Anak

Dengan temuan-temuan tersebut Ibu Rita Nurini membuat 3 tuntutan dari KOPMAS, yaitu :

1. Revisi ketentuan tentang susu kental manis pada PerBPOM No 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan

  • Peningkatan batasan usia pada label menjadi 5 tahun
  • Penambahan ketentuan yang melarang susu kental amnis disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman (Sesuai ketentuan no 1 point C pada SE ) 


2. Pemerintah ikut serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ini sebenarnya banyak cara yang dapat ditempuh Kemenkes / BPOM. Iklan Layanan Masyarakat atau penyampaian materi sosialisasi melalui kegiatan posyandu. Atau lebih simpel lagi, BPOM dan Kemenkes secara terus menerus menyampaikan edukasi tentang SKM melalui sosial media. Jadi tidak hanya sosialisasi di saat isu ini jadi perhatian publik saja. 


3. Bagaimana dengan tanggung jawab produsen terhadap masyarakat? Ini yang seharusnya jadi perhatian juga. Jika selama ini iklan dari produsen telah menyesatkan masyarakat, maka produsen seharusnya juga mengedukasi masyarakat melalui iklan yang benar-benar menjelaskan bagaimana penggunaan SKM yang benar, yang boleh dan yang tidak boleh


Dalam kesempatan diskusi singkat KOPMAS, Badan Pengawas Periklanan adalah badan yang dibentuk oleh asosiasi perusahaan periklanan atau P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) dan Pengamat Kebijakan Publik, KOPMAS menekankan point no 2 dan 3, yaitu pemerintah dan produsen memiliki itkad baik untuk membuat iklan layanan masyarakat untuk mengedukasi fakta bahwa Susu Kental Manis bukan Susu untuk Anak.

susu kental manis bukan susu untuk anak

Meskipun iklan-iklan SKM sudah mulai berubah, tapi tetap diperlukan iklan yang mengedukasi bagaimana seharusnya SKM boleh digunakan oleh masyarakat, terutama iklan resmi dari Kemenkes. Dan hal tersebut pun disepakati oleh Pak Susilo Dwihatmo, ketua BPP P3I. Beliau mengatakan siap mengawal KOPMAS dan Pemerintah dalam mengawasi pergerakan iklan yang keluar dari jalur ketentuan BPOM. 


Ibu Safira Wasiat sebagai pengamat kebijakan publik dari PH&H, pun satu suara dengan yang disampaikan Ibu Rita Nurini dan Bapak Susilo. Beliau bahkan memberikan beberapa kritisi bagi mereka-mereka yang terkoneksi dengan kebijakan tentang Susu Kental Manis Bukan Susu untuk Anak, yaitu :


1. Untuk Produsen SKM (Pelaku Usaha)baik yang baru ataupun yang lama tetap harus diawasi agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan, mengingat waktu penyesuaian akan berakhir di Bulan April 2021. Tidak boleh mengiklankan SKM sebagai sumber gizi tunggal, lebih kepada produk penambah rasa atau toping makanan lain. Termasuk inovasi pemasaran/strategi marketing di daerah kecil tetap harus diperhatikan. Seperti pengiklanan melalui baliho, radio, dan sebagainya.


2. Perlunya sikap tegas dari BPOM yang dimulai dari surat peringatan hingga pengumuman pelanggaran di halaman utama Website BPOM, dengan tujuan untuk membuat jera bagi pelanggar ketentuan iklan dari BPOM, dimana mereka merupakan contoh kepada pelaku usaha lain dan sekaligus edukasi masyarakat. Intinya tidak ada lagi toleransi setelah masa penyesuaian berakhir.


3. Perlunya edukasi massal atau besar-besaran terhadap masyarakat yang berasal dari kolaborasi pemerintah, lembaga pemerintah non kementrian, lsm, ormas dan masyarakat itu sendiri. Untuk pengawasan dan edukasi masyarakat perlu ditingkatkan, dimana kendala bagi orang Indonesia kurangnya literasi dan minat baca setiap kemasan produk yang dibeli.



Nah, dari pemaparan diatas semoga bisa mencerahkan teman-teman terhadap polemik susu kental manis bukan susu untuk anak apalagi pengganti ASI.. Big NO. Ingat, bukan untuk anak yaaa.. tapi untuk topping makanan. Ayo, sebarkan kebaikan! Insya Allah akan dibalas kebaikan juga dari Allah.. aamiin..



Wassalam




28 comments

  1. setuju banget kalo susu kental manis ya bukan susu apalagi dijadikan pengganti ASI bagi bayi ya.. makasi buat pemaparannya yang cukup mudah untuk dimengerti ini

    ReplyDelete
  2. isu SKM sebagai susu atau bukan tuh rasanya sudah cukup lama ya. saat awal rame itu kan kemudian seolah clear bahwa SKM bukan susu dan akhirnya hanya digunakan kata kental manis aja. Nah cuma emang kok belakangan jd muncul lagi ya kata susunya...
    ternyata polemiknya cukup hot dan berkepanjangan ya

    ReplyDelete
  3. Nah ini dia... Buibu jangan sampai kejebak!
    Apalagi iklan2 di TV masih ada yg mengisyaratkan kalo kental manis tuh masuk kategori susu, hadeehh
    Semoga kita makin selektif mempersembahkan yg terbaik untuk keluarga yaaaaa

    ReplyDelete
  4. Semoga semakin banyak nih yang menyadari kalo SKM bukan susu untuk anak..yang dewasa pun nggak minum SKM. Kalo untuk pelengkap sih masih oke ya...

    ReplyDelete
  5. Sempat lo mbak aku nonton iklan skm yang menyajikan dalam bentuk minuman. Kalo iklannya seperti itukan, pandangan masyarakat malah gak berubah dan masih beranggapan bahwa skm layaknya susu yang bisa diminum. Kalo saya pribadi, skm memang hanya untuk pelengkap sajian aja. Kalo susu sih, jelas pilih susu UHT aja dah.

    ReplyDelete
  6. Penting banget nih edukasi soal SKM terutama di daerah kampung seperti saya mbak, tak sedikit orangtua yang mengganti sufor dengan SKM karena alasan biaya. Memang sih kalau ngomongin biaya tuh sensitif banget, mungkn nggak semua ortu punya keuangan yang cukup. Tapiiiii nggak mengganti sufor dengan SKM juga, mungkin bisa diakali dengan tetap minum sufor tapi dikurangi karena tetep kan ya nutrisi penting itu ya dari makanan

    ReplyDelete
  7. Gara-gara promosi perusahaan waktu zaman dulu ya kental manis adalah susu jadi mindsetnya hingga kini ya SKM itu sehat dan bergizi ya Mbak...

    ReplyDelete
  8. Dari dulu aku sudah mendapat informasi, kalau SKM ini lebih banyak mengandung gula dibandingkan susu dan bahan pengawetnya juga mayan banget

    Anak ARTku konsumsi SKM Kalengan bisa habis 1 kaleng dalam waktu 2 hari. Entah tu diapain gitu, dan ternyata mempengaruhi ke perkembagannya lo, Mbak.

    Jadi, yuk menjadi ibu bijak, meski anak suka banget, gimana enggak suka banget, karena rasanya manis dan kental kan ya

    ReplyDelete
  9. Info seperti ini harus selalu dishare ya, apalagi ke ibu2 jaman dulu yang masih menhganggap SKN itu susu. Edukasi penting banget supaya nutrisi anak-ana juag terpenuhi

    ReplyDelete
  10. wah acara yg menarik dan bermanfaat ya mbak
    skm ini sudah lama jadi pilihan masayarakat, makanya penting untuk melakukan edukasi seputar susu kental manis ini
    klo aq selama ini pake skm bukan untuk dijadikan susu sih, tapi buat campuran bahan kue

    ReplyDelete
  11. setahu aku juga memang kental manis ini bukan susu buat anak-anak dan memang kental manis ini biasanya dipakai buat pemanis makanan gitu

    ReplyDelete
  12. Jaman kecilku nih, kalau minum susu ya susu kental manis, jaman itu apal banget sama jinglenya "susu saya susu ....." Karena ketidaktahuan orang tua jaman dulu. Alhamdulillah kini orang tua sudah banyak yang ngerti, kalau kental manis itu buat topping

    ReplyDelete
  13. Waktu kecil SKM ini dipercaya bisa bikin cerdas, Mba. Makanya kalau sudah masuk musim ujian pasti tiap pagi rajin minum susu. Padahal masyarakat terlalu percaya dengan iklan yang nyatanya skm tudak bagus untuk anak-anak. Soal SKM ini harus benar-benar disosialisasikan ke masyarakat luas, terutama pedesaan.

    ReplyDelete
  14. Aaah sayang sekali saya ga ikutan webinarnya
    Pengen didengerin berdua sama suami supaya tidak ada lagi debat soal SKM ini

    ReplyDelete
  15. iya banget nih, SKM tuh emang bukan produk susu ternyata ya mak.. cuma krimer kental manis aja yang cocok untuk pelengkap hidangan yaaa.. aku masih suka sih beli skm, buat bikin kue atau pelengkap rotiii.. kalo untuk diminum udah nggak pernah lagi.. hehe

    ReplyDelete
  16. Setuju
    .kental manis bukan pengganti susu atau asi buat anak. Big no yaaa

    ReplyDelete
  17. Aku masih suka stok SKM, tapi bukan untuk diminum, untuk digunakan bahan tambahan kalau lagi masak kue atau makan roti.
    Ini edukasi penting banget yaa..terutama untuk masyarakat yang tinggalnya tidak di perkotaan. Minim informasi mengenai hal ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suka salah sangka yaa..
      Dikira anak gendut itu baik, padahal belum tentu berasal dari makan asupan yang benar.
      Edukasi yang baik sekali, kak Ade.
      Haturnuhun.

      Delete
  18. Sekarang makin banyak edukasi soal SKM bukan susu ya? Tp memang keknya di kampung2 msh banyak yg mengira ini susu. Mungkin krn penggunaan namanya "susu"
    ALhamdulillah pemerintah melalui BPOM jg udah mulai tegas soal hal ini ya

    ReplyDelete
  19. sudah lama kan ya mba kita disadarkan bahwa SKM itubukan susu dan sangat tinggi kadar gulanya

    ReplyDelete
  20. Jadi inget, sebelum heboh SKM ini di daerahku banyak banget orangtua yang ngasih anak mereka SKM di taruh di dot :(. Alhamdulillah ya, sekarang makin banyak edukasi tentang SKM.

    ReplyDelete
  21. Kalau untuk kebutuhan gizi anak, memang big no ya, dan ini yg harus sama2 dikampanyekan. Murid waktu itu juga ada yg pas belajar, dia bikin segelas susu cokelat. Diriku bilang, besok tukar ya susunya, karena kental manis gizinya kurang, dan lagi bisa bikin gemuk kalau minumnya sering2 (bocah biasanya 2 kali sehari kan ya). Akhirnya dia minum susu UHT untuk hariannya.

    "Memang gak boleh lagi aku minum susu cokelat kental manis?"
    "Boleh, sesekali aja ya, macam kita minum sirup atau minuman kopi susu."

    ReplyDelete
  22. Produsen SKM diberi waktu 30 bulan untuk memperbaikinya laluuuu TINDAK TEGAS!

    Yes, kadang aku ga ngerti, walau punya uang banyak dan powerful, Pemerintah which is BPOM - dan Kemenkes kan punya andil yang giginya ga main main! Gemes juga bacanya!

    ReplyDelete
  23. Kandungan gulanya tinggi banget nih SKM. Untung BPOM udah bikin kebijakan tegas tentang istilah Susu dalam SKM ini.

    Edukasi di tingkat posyandu juga harus terus menerus supaya ibu ibu makin aware hal ini.

    ReplyDelete
  24. SKM itu sejatinya cocoknya untuk topping kue atau cemilan aja sih. Penambah rasa manis pada cemilan

    ReplyDelete
  25. Saya ada lho keluarga yang ngasi SKM buat anaknya waktu masih balita.
    Waktu itu udah saya kasi tau kalo SKM beda kandungannya dengan susu formula buat anak eh tapi dibantah, katanya "yang penting susu." wakwkak...

    ReplyDelete
  26. Aku bersyukur, mamaku sejak kami masih kecil, ga pernah mau membiasakan SKM ke kami, malah jaraaang banget di beli. Aku inget kata mama, itu cuma ngerusak gigi saking manisnya hahahahah. Mungkin Krn doktrin sedari kecil, sampe skrpun aku ga terlalu doyan mba SKM. Kalopun beli itu biasanya utk campuran puding. Memang ga akan kukasih ke anakku dlm bntuk minuman. Serem Ama kandungan gulanya

    ReplyDelete
  27. Dulu pas jaman aku kecil aja, orangtuaku ngasih susu yang bener2 susu bukan kental manis loh, masak masih ada aja di jaman sekarang ortu yg ngasih kental manis buat anaknya. Duh, semoga ga ada lagi ortu yg ngasih SKM deh

    ReplyDelete

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^