Tips Mengajarkan Anak Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan itu menjadi suatu kewajiban bagi umat muslim. Namun sejak kapan kita mulai mengajarkan anak puasa Ramadhan? Dan bagaimana cara mengajarkan mereka agar kosisten berpuasa? Jawabannya ada di artikel ini ^_^

mengajarkan anak puasa ramadhan


Banyak yang bertanya sama saya bagaimana caranya Abang Fi mau berpuasa diusia 5 tahun. Kebanyakan dari mereka agak kesusahan saat mengajak anaknya berpuasa. Saat ditanya seperti itu, saya hanya memberitahukan tips mengajarkan anak puasa Ramadhan itu berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Seperti kita pahami bersama, karakter anak itu berbeda-beda. Ada yang mudah mengajarkannya, ada yang sulit. Seperti karakter 2 anak saya ini juga berbeda. Kalau Abang Fi usia 3 tahun sudah bisa mengikuti puasa, walaupun puasanya tidak seperti puasa orang dewasa. Tapi Adek Fi, usia 3 tahun masih seperti bayi. Susah untuk diajak berlatih puasa. Jadi mengajarkan anak puasa Ramadhan tidak semuanya sama.

Namun, tips mengajarkan puasa Ramadhan yang akan saya tuliskan ini, Insya Allah bisa menjadi panduan bagi para orangtua walaupun belum tentu bisa dipraktekan semua. Insya Allah kalau ada niat sungguh-sungguh dan doa yang kuat dari orangtua, apapun caranya pasti berhasil. ^_^

Kapan waktu mengajarkan anak puasa Ramadhan?

Semua muslim yang sudah aqil baligh sudah harus menjalankan hal wajib dalam aturan Islam. Salah satunya berpuasa. Namun untuk melakukan yang wajib itu tidak serta merta dilakukan tanpa ilmu dan latihan sejak mereka kecil.

Untuk sholat saja Rasulullah menyarankan diusia 7 tahun dan mulai boleh memberikan pukulan peringatan di usia 10 tahun. Jadi memang sebaiknya mengajarkan anak puasa Ramadhan sejak usia 7 tahun, akan lebih baik lagi jika sudah terlatih sejak balita. Seperti Abang Fi sudah mulai saya latih sejak usia 3 tahun dan Adek Fi mulai saya perkenalkan diusia 4tahun.

Tips Mengajarkan Anak Puasa Ramadhan

Seperti yang saya bilang diatas bahwa mengajarkan anak puasa Ramadahan akan berbeda cara dan hasilnya ditiap-tiap anak. Ada yang bisa diterapkan langsung, ada yang butuh proses agak lama. Namun tips ini bisa sebagai panduan awal ikhtiar kita mengajarkan anak puasa Ramadhan.

1. Bebaskan waktu sahur anak.

Setiap anak punya waktu bangun tidur masing-masing. Seperti kedua anakku ini waktu bangun tidur mereka berbeda. Abang Fi dulu waktu usia 3 tahun bangunnya jam 8 pagi. Paling pagi jam 6. Sedangkan Adek Fi jam 9 pagi, paling cepat bangun jam 7. Mereka bisa bangun jam 4 pagi jika malamnya tidur sangat cepat. Nah, awal mengajarkan puasa Ramadhan kepada anak, jangan memaksa mereka mengikuti waktu sahur kita.

Jadi ketika mereka bangun, kalimat yang terucap selalu, “Nah, sekarang Adek lagi sahur nih. Ikut puasa bareng Ummi? Anak sholeh, mudah-mudahan kuat ya puasanya”.

Dengan melakukan pengulangan kalimat tersebut, minimal membantu anak menyerap dimemori otaknya bahwa ada masa-masa ia berpuasa.

2. Diskusikan waktu berbuka.

Dalam Islam, ada keringanan bagi anak-anak yang masih belajar berpuasa, boleh berbuka jam 12 siang atau setengah hari puasa. Nah, untuk mengajarkan anak puasa Ramadhan, kita nggak perlu saklek sama waktu-waktu ketentuan dalam aturan Islam. Kita bisa diskusikan sama mereka kapan mereka sanggup buka.

Pastinya bukaan pertama ya Magrib. Yang namanya bocah itu pasti penuh penolakan dan tawaran. Itu sebabnya kita diskusikan waktu yang sanggup mereka lakukan. Ditengah diskusi waktu berbuka, kita beritahu juga kewajiban mereka itu apa. Minimal tidak makan, minum dan marah-marah. Jadi mereka tau sepanjang puasa mereka harus apa.

3. Memundurkan 15 – 30 menit waktu berbuka

Setelah mencapai kesepakatan waktu berbuka, mengajarkan anak puasa Ramadhan setiap 3 hari kita coba mengulur waktu berbukanya setiap 15 menit. Misal nih mereka sudah sanggup berbuka di jam 12 selama 3 hari, hari keempatnya kita undur jadi jam 12.15. Lakukan selama 3 hari, karena penyesuaian buat anak standarnya 3 hari. Selama 3 hari ini juga bisa terlihat sanggup atau tidaknya anak berpuasa. Jika sanggup 3 hari berikutnya diundur lagi 15 menit, begitu saja seterusnya hingga waktu magrib.

4. Doktrin dengan kalimat-kalimat tentang puasa

Selama mengajarkan anak puasa Ramadhan, keluarkan selalu kalimat positif tentang puasa. Misal, “Anak sholeh/ah lagi puasa Ramadhan ya?” atau “Sekarang Anak Sholeh/ah sedang sahur yaa buat puasa Ramadhan?” de es te, de el el, e te ce…

Seperti yang saya tulis dipoin 1 bahwa doktrin kalimat-kalimat tentang puasa jika diulang-diulang terus maka akan tertanam dimemori mereka bahwa mereka sedang menjalankan puasa Ramadhan.

5. Beri kegiatan yang membuat anak lupa dengan waktu

Setiap ibu pasti tahu kegiatan apa yang bisa membuat mereka lupa waktu. Seperti kedua anak saya, akan lupa waktu jika mereka nonton film, bermain puzzle atau menggambar. Nah sebelum mengajarkan anak puasa Ramadhan, kita sudah siapkan amunisi mainan yang membuat mereka jadi lupa waktu.


Kalau bisa pilih kegiatan atau tontonan yang tidak ada hubungannya dengan makanan, jadi mereka tidak mengingat-ingat kalau mereka lapar dan haus, sekalipun film islami yang mengajarkan mereka bagaimana menahan lapar dan haus. Itu udah pasti otomatis ada scene tentang makan dan minum. Jafi kalau bisa disaat mengajarkan anak puasa Ramadhan, tema-tema makan dan minum kita hindari.

6. Ajak anak memilih makanan untuk berbuka

Biar mereka bersemangat untuk berpuasa, kabulkan permintaan makanan kesukaan mereka. Pentingnya mengajarkan anak puasa Ramadhan adalah membuat puasa itu hal membahagiakan bagi mereka dan menyambutnya dengan suka cita.

Kadang mendengar kata kabulkan keinginan mereka untuk memilih menu buka puasa, kita pasti dah kebayang makanan yang tak mungkin kita beli. Padahal kadang permintaan mereka tuh sederhana loh. Seperti Abang Fi dulu, ia memilih permen sugus untuk menu berbukanya.

mengajarkan anak puasa ramadhan Abang belanja
Abang Fi mengatasi hausnya saat ikut memilih makanan untuk buka

Kalau makanan yang mereka pilih tapi nggak bagus buat Kesehatan mereka bagaimana?
Tetap kita kabulkan dengan syarat mencicipi secuil saja. Tentunya dengan persyaratan yang tidak ringan menurut mereka dan diberitahu sebab akibatnya jika mereka makan makanan tersebut. Misal, anak alergi permen dan pernah kejadian mereka sakit parah karena permen. Lalu saat mengajarkan anak puasa Ramadhan, mereka minta makanan tersebut untuk berbuka. Sebelum kita ijinkan kita beritahu dulu resikonya, kalau mereka tetap ngotot, baru kita ijinkan tentu dengan syarat a b c d e f yang berat untuk mereka laksanakan. Kalau saya dulu malah perjanjiannya saya rekam. Jadi begitu mereka melanggar, makanan tersebut tidak boleh lagi mereka pilih.

7. Beri reward jika mereka berhasil berpuasa

Penyemangat anak agar mau berpuasa adalah dengan memberikan reward jika mereka berhasil menjalankannya. Dulu waktu mengajarkan anak puasa Ramadhan pertama kali, saya selalu membelikan mainan kesukaan Abang Fi jika dia berhasil berpuasa selama 30 hari tanpa bolong-bolong. Jadi dia semangat sekali karena tau bahwa dari hasil usahanya dia bisa dapat apa yang dia inginkan. Bahkan hadiahnya bukan dari kami (orangtua) saja, melainkan ada dari Jid, Om, tante dan lain-lain. Disini kesempatan saya menyisipkan nasehat ke Abang Fi, bahwa kalau kamu ikhlas berpuasa, yang kamu dapat hadiahnya bukan dari Ummi Abi saja, tapi banyak dari yang lain. Lihat? terbuktikan?

Nah itulah tips mengajarkan anak puasa Ramadhan berdasarkan pengalaman ke anak-anak saya. Semoga tips tersebut bisa diterapkan juga ke anak-anak lainnya. Selamat mencoba! Semoga berhasil yaaa.. dan anak-anak jadi anak yang sholeh/ah. Aamiin

Wassalam










20 comments

  1. Anak-anak sudah terbiasa di latih sejak TK juga, semampunya tapi Allhamdulillah malah semangat & kuat puasanya. Awalnya mau buka puasa waktu dzuhur terus habis dzuhur dia tertidur eh bangun ashar katanya udah kuat lagi hihihi. Masa-masa anak-anak kecil, skr udah besar gak perlu lagi drama lemes saat puasa

    ReplyDelete
  2. Abang Fi sepertinya surga banget nemu freeze ice cream ya, hihhi. Tapi memang benar, mengajarkan tanpa memaksakan, akan jauh lebih menyenangkan buat anak-anak. Sehat selalu ya Abang, makin soleh dan makin pintar

    ReplyDelete
  3. Tipsnya mantuuul banget Mba
    Bener nih, ngajarin anak puasa itu pastinya punya tingkat challenge yg beda-beda ya.
    Yg penting ortu kudu sabar dan telaten

    ReplyDelete
  4. aku juga dulu gitu loh sama mama diajarin puasa mulai kelas satu SD. tapi puasanya gak full bertahap. sampe kelas 4 baru bisa full sehari. *telat*

    ReplyDelete
  5. Masayallah, itu fotonya Abang mirip banget sama bajwa kalau udah gak tahan haus dan kepanasan, wkwkw, aku pek malu sama yang jaga tokonya. Tapi itu dulu, pas sebelum corona. Anakku sendiri termasuk yang kurang gampang. Mereka bawaannya lapar mulu. Alhamdulillah tahun lalu dan tahun ini Najwa sudah puasa penuh. Adiknya yg 5 tahun masih susah. Cuma durasi makannya berkurang. Biasa sehari 4-5 kali, Pas puasa ini cuma sekali, lalu sore ikut berbuka. Yang penting harus sabar ngajarinnya ya Mbak.

    ReplyDelete
  6. Paaas banget Mbak sama posisiku yang lagi niatan ngajarin anak puasa. Anakku sih belum mau ya, cuma kalau ortu sahur, dia ikut bangun dan ikut ngreweuhin. Ya semampunya dia aja sih, yang penting ibadah puasanya nanti dilakuakan secara ikhlas dan bahagia

    ReplyDelete
  7. Waktu kecil dulu aku kalau punya uang segala dibeli. Pas buka bingung mau duluin yang mana hahaha duh itu permen Sugus beneran masih ada? Aku kangen permen ini. Semangat puasanya yang Abang dan Adek Fi

    ReplyDelete
    Replies
    1. masiih ada lho mbak efi. Anakku masih sering beli hihihi... itu memang permen legend ya...

      btw... thanks sharingnya mba ade, meski aku ga ngajarin puasa ramadhan ke anak2, tp poin tipsnya bisa diambil utk ajarin hal lainnya

      Delete
  8. Wah, keren anak-anak sudah terbiasa puasa sejak dini ya, anak bontotku baru tahun ini puasa seharian yang jelas tiga SD semoga Istiqomah hihi..

    ReplyDelete
  9. Hadiah memang bikin semangat anak untuk puasa. Apalagi pas buka di berikan makanan favorit nya, tambah semangat.

    ReplyDelete
  10. Sebagai pembelajaran awal, memang harus meringankan untuk puasa anak. Sejak usia dini dikenalkan dengan ibadah dan hal-hal positif yang juga membawa kebaikan

    ReplyDelete
  11. Wah mba ade.. banyak nih yang belum aku terapkan ke anak aku yang paling kecil.. ALhadulillah baru belajar puasa ramadhan tahun ini.. dan kadang suka ngeluh haus.. tapi kalo makan masih bisa ditahan huhu.. mau pakai tips dari mbak ade ini

    ReplyDelete
  12. Terima kasih tipsnya mba. KEbetulan tahun ini merupakan tahun pembelajaran buat ankku untuk belajar puasa nih :)
    Aku jadi dapat insight baru setelah baca tulisan mba Ade.

    ReplyDelete
  13. Tipsnya mantul, mbak. Waktu Aira dulu aku ajakin main games sama nonton animasi. Awalnya dia betah, lama-lama dia bilang lapar. hahaha. Dasar bocah, tapi alhamdulillah puasanya tetap full. Bener yang Mbak bilang, tanamkan doktrin tentang puasa. Ke Aira aku sounding terus kalau orang berpuasa itu pahalanya besar dan disayang Allah. Berhasil, alhamdulillah.

    ReplyDelete
  14. Setuju, kalau anak-anak masih belajar puasa, jangan saklek. Yang penting mereka senang dulu dalam menjalani puasa.

    Kalau saya, kasih pilihannya menu sahur, biar semangat bangun untuk sahur.

    ReplyDelete
  15. thanks for all the tips... Inget anak - anak belajar puasa penuh justru di US, alias NYC yang puasanya saat itu di tengah summer yang bisa sampai 17.18 jam per hari hehehe

    ReplyDelete
  16. Senangnya melihat anak-anak bisa dengan mudah menerima dan paham bahwa puasa adalah bagian dari ibadah dan perintah Allah.
    Semoga tetap istiqomah dan lulus 30 hari ya, adik.

    ReplyDelete
  17. Wah iya nih soal sahur udah dua kali Maxy nih sahur pas subuh haha, yawdalah namanya belajar, tapi soal menahan lapar sampai magrib dia bisa. Alhamdulillah puasaya sampai magrib terus, walau kdng khawatir minumnya kurang aku tawarin, tapi katanya kuat :D
    Emang kudu ada maklum2nya kalau msh belajaran puasa ya mba

    ReplyDelete
  18. ALhamdulillah ya mbak jika anak mudah diajarkan berpuasa karena ya memang setiap anak berbeda. Anak saya yang sulung sejak Tk sudah puasa dengan cara seperti mbak ade ajarkan. Alhamdulillah kelas 3 SD sudah full maghrib. nah yang bungsu nih agak sulit

    ReplyDelete
  19. Namanya latihan puasa ya, Mi. Apalagi udah bisa bangun bareng2 pas jam sahur, wah Masya Allah hebatnya. Murid kadang sama umur dan kelas, kemampuan puasanya pun juga beda2. Mamanya juga masih pada fleksibel sih, kecuali kalau pas libur, biasanya diusahakan sampai maghrib.

    ReplyDelete

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^