Cara Mencegah Mata Malas Pada Anak

Mata adalah jendela dunia. Dikatakan demikian karena 80% informasi yang kita dapat berasal dari mata. Namun masih banyak yang belum sadar akan kesehatan mata. Salah satunya adalah mata malas. Sudah tau belum apa itu mata malas? Nah, kali ini saya akan menjelaskan cara mencegah mata malas pada anak.

Philips EyeComfort
photo by : wiki how


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaikum w.w.

Disaat Adek Fi usia 6 bulan, saya melihat ada yang lain dari mata Adek Fi. Dikala ia menatap jauh, bola mata sebelah kirinya agak lari dari lokasi yang ia lihat. Melihat kejanggalan tersebut, diotak saya berkeliaran pertanyaan-pertanyaan negatif. Apa mata anak saya buta sebelah? Apa mata anak saya juling?

Saya langsung buka-buka internet tentang mata juling pada anak. Yang ada solusinya adalah operasi. Aduuuh... asli panik bacanya. Namanya operasi sekitar mata saat kecil resikonya pasti nggak kecil juga.. huhuhu..

Baca juga : Mengobati mata minus, plus dan silinder dengan operasi lasik

Saya mulai menyalahkan diri saya lagi. Depresi saya muncul lagi. Ya, kondisi saat itu memang saya masih mengalami depresi yang berlebihan, karena kehilangan anak sebelum Adek Fi. Jadi jika terjadi kejanggalan pada anak saya, saya sudah panik yang tidak terkontrol.

Baca juga : Cara mencegah bunuh diri

Kepanikan saya itu, saya ceritakan kepada Pak Suami. Pak Suami menenangkan saya untuk tidak berpikir yang macam-macam. Beliau menyarankan agar kita ke dokter mata untuk mengetahui lebih detail hal tersebut. Bertanya pada ahlinya lebih baik daripada kita menebak-nebak yang kita tidak paham sama sekali.

Setelah seminggu saya observasi mata Adek Fi, maka positif saya bawa Adek Fi ke dokter mata. Awalnya saya membawa ke dokter mata di HGA. Dokter tidak memvonis mata anak saya juling. Karena menurut bu dokter mata yang lari itu belum tentu juling. Jadi harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Maka kami pun di rujuk ke RSCM departemen mata Kirana. Di RS mata Kirana RSCM ini lah diketahui Adek Fi itu bukan juling permanen, tapi mata Adek Fi itu terkena mata malas.

Apa itu mata malas?
Mata malas atau amblyopia adalah gangguan penglihatan sebelah mata pada anak-anak, karena otak dan mata tidak terhubung dengan baik sehingga mengakibatkan penglihatan menurun. Mata malas terjadi ketika koneksi saraf dari salah satu mata ke otak tidak terbentuk secara sempurna pada masa kanak-kanak.

Adanya mata malas pada anak akan menyebabkan kualitas atau fokus penglihatan yang dihasilkan oleh kedua belah mata berbeda. Efeknya, otak hanya akan menerjemahkan penglihatan dari mata yang baik dan mengabaikan penglihatan dari mata yang mengalami gangguan (mata malas). Jika tidak ditangani dengan baik, mata yang malas dapat mengalami kebutaan.
Mata malas umumnya terjadi sejak lahir hingga usia 7 tahun. (sumber : Alo Dokter)

Apa gejalanya mata malas?
Mata malas termasuk kondisi yang sulit dideteksi. Karena itu, orang tua sebaiknya mewaspadai gejala dan tanda klinis berikut ini:

  • Mata yang terlihat tidak bekerja secara bersamaan.
  • Salah satu mata sering bergerak ke arah dalam atau luar (juling).
  • Anak sulit memperkirakan jarak.
  • Salah satu mata terlihat lebih sipit dibanding yang lain.
  • Anak sering memiringkan kepala agar dapat melihat dengan lebih jelas.
  • Kesulitan melihat benda 3 dimensi.
  • Hasil tes penglihatan yang buruk.

Jika orang tua menyadari adanya gejala-gejala mata malas, hendaknya segera memeriksakan anak ke dokter mata. (sumber info : Alo Dokter)

Perkembangan Mata Anak

Alhamdulillah pada hari Kamis, 31 Oktober 2019 kemarin saya diundang untuk menghadiri seminar sehari yang bertajuk “Kesehatan Mata menciptakan SDM Hebat”. Seminar yang diselenggarakan oleh Philips ini diadakan dalam rangka memperingati “World Sight Day” yang jatuh pada tanggal 10 Oktober.

Pada seminar tersebut hadir Ibu Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE yang menjelaskan bahwa kesehatan mata harus diperhatikan sejak usia dini.

dokter tri memberikan materi di seminar dari Philiphs EyeComfort
dr. Tri Rahayu

Perkembangan mata itu berkembang dengan pesat di 6 bulan pertama dan berlajut di 10 tahun selanjutnya. Banyak gangguan pengelihatan mata yang terjadi diusia anak, diantaranya yaitu :

  • Strabismus (mata juling)
  • Gangguan refraksi seperti miopa (rabun jauh), hyperopia (rabun dekat), dan astigmatisme (silinder)
  • Amblyopia (mata malas)


Gangguan-gangguan tersebut terlihat sangat sederhana, bahkan terkadang diabaikan oleh sebagian orangtua. Namun jika tidak segera ditangani, berefek pada masa depan penglihatan anak. Jika pengelihatan sudah terganggu, otomatis kualitas SDM sebuah negara pun akan menurun.

Disini dokter Tri juga membahas sedikit tentang mata malas. Ini lah moment yang saya sukai, jadi saya bisa tau lebih dalam tentang kondisi mata Adek Fi. Beliau menjelaskan bahwa ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya mata malas, diantaranya adalah kelelahan mata dan nutrisi yang kurang disaat pertumbuhan mata anak.

Terjadinya kelelahan mata (asthenopia) bisa disebabkan oleh :
  • Membaca atau menggunakan gadget (hp atau komputer) dalam waktu lama
  • Memaksa membaca dalam pengelihatan redup
  • Paparan sinar yang sangat terang (glare)
  • Refeleksi kedip yang berkurang
  • Gangguan refraksi (minus, plus dan silinder)

Dari penyebab mata lelah diatas, sepertinya Adek Fi terkena yang poin terakhir. Sebab saat diperiksa mata Adek Fi di RS Mata Kirana RSCM, ada plus di mata Adek Fi. Namun petugas yang mengukur mata Adek Fi mengatakan, "plus-nya masih kecil, Bu. Jadi nggak perlu khawatir".

Selain penyebab terjadinya kelelahan mata, dokter Tri juga menjelaskan cara mencegah mata malas pada anak.

Cara Mencegah Mata Malas Pada Anak

Menurut Dokter Tri, mata malas masih bisa diperbaiki dan dicegah jika usia anak masih balita. Sebenarnya usia berapapun mata malas masih bisa diperbaiki. Hanya saja di usia balita, mata malas masih bisa diperbaiki dengan terapi di rumah. Jika sudah memasuki usia sekolah, penangan mata malas sudah harus menggunakan alat bantu atau penanganan medis seperti operasi.

Cara mencegah mata malas pada anak yang diberikan Ibu Dokter adalah sebagai berikut :

1. Ajak anak bermain diluar.

Menurut dr. Tri dengan mengajak anak bermain diluar rumah, secara tidak langsung melatih otot mata anak untuk melihat objek yang lebih jauh. Sehingga mata bergerak mengikut objek yang dia lihat.

Ya Ampun, saya pikir bermain diluar hanya berpengaruh terhadap sosialisasi anak saja, ternyata melatih oragn tubuh anak yang lain toh. Pantas saja Adek Fi terkena mata malas. Memang Adek Fi ini tidak punya teman sebaya di lingkungan rumah, jadi Adek Fi jarang main diluar. Kalau Abang Fi mah waktu seusia Adek Fi banyak teman mainnya. Jadi lebih sering main diluar.

2. Rajin menstimulasi bola mata anak.

Kondisi bagi anak yang tidak bisa bermain diluar bersama teman-teman, menurut dr. Tri bisa dilatih dengan memberikan stimulasi menggunakan mainan anak di rumah. Ini sepadan dengan penjelasan dokter mata Adek Fi di RS Mata Kirana RSCM.

Dokter Mata Adek Fi saat itu meminta saya untuk menstimulasi gerak otot mata malas Adek Fi dengan cara bermain bola. Tangkap bola dengan cara menggelindingkan dari bawah, melempar dari atas dan tengah bisa melatih otot mata Adek Fi untuk menghindari mata malas. Selain tangkap bola, kita juga bisa menggunakan mainan anak yang digerakan keseluruh arah, lalu meminta anak mengambilnya. Sehingga mata anak akan bergerak mengikuti arah mainan yang kita pegang.

3. Memberikan Nutrisi yang Baik untuk Mata.

Wortel. Yes, everybody know that wortel adalah buah yang paling baik untuk kesehatan mata. Mau anak atau dewasa, wortel bisa dikonsumsi untuk kesehatan anak.

Menurut Dr. Rita Ramayulis dari persatuan ahli gizi Indonesia mengatakan bahwa wortel mengandung banyak vitamin A yang dibutuhkan oleh mata. Vitamin A pada wortel temasuk vitamin a karotenoid (betakaroten), yang jika dikonsumsi berlebihan tidak membahayakan bagi tubuh kita. Beda denga vitamin a retinoid yang biasanya ada pada sumber makanan hewani seperti ati, minyak ikan dan mentega. Vitamin a retinoid juga dikonsumsi berlebihan akan berakibat buruk pada tubuh kita. Maka dari itu banyak dokter menganjurkan wortel untuk dikonsumsi sebagai vitamin buat mata.

Philiphs EyeComfort
dr, Rita 

Tapi wortel kan langu, nggak enak kalau di jus. Sst.. nggak usah khawatir. Kemarin sebelum masuk kedalam ruang seminar di Hotel Fairmont, kami disajikan jus wortel dari lifejuice. Jusnya enak ga langu. Dan enaknya lagi kita dikasih resepnya. Ada di foto yaa resepnya.

resep dari life juice di acara Philiphs EyeComfort
resep jus wortel dari life juice

life juice di acara Philiphs EyeComfort
juice wortel dari life juice


4. Hindari cahaya yang menyebabkan kelelahan mata

Cahaya sangat mempengaruhi kesehatan mata kita. Pada kesempatan ini Pak Burhan Noor Said, Head of Marketing Signify Indonesia menjelaskan bahwa ada 5 macam cahaya yang dapat merusak mata kita dan menyebabkan kelelahan mata.

pak burhan dari signify Philiphs EyeComfort
Pak Burhan Noor Said

Kelelahan mata ini lah yang jika dibiarkan akan berujung ke mata malas, terutama bagi anak. Kelima cahaya ini semua biasanya disebabkan dari lampu/penerangan di sekitar kita. Yang paling sering pastinya di rumah yaa. Kelima cahaya itu adalah :

  • Flicker light (cahaya berkedip) : cahaya berkedip yang disebabkan dari lampu ini bisa membuat kelelahan mata. Bahkan untuk orang yang menderita epilepsi, bisa menjadi pemicu serangan epilepsi.
  • Stroboscopic (cahaya lampu strobo) : cahaya lampu strobo ini sangat berbahaya bagi kesehatan mata, karena bisa menimbulkan efek pusing kepala. Buat teman-teman yang belum tau lampu strobo itu ada pada lampu sirene polisi atau ambulan.
  • Glare (cahaya silau) : Cahaya yang terlalu silau bisa membuat mata kita sakit. Dan jika terus menerus akan berefek ke mata lelah.
  • Blue Light Hazard (Cahya biru) : Blue light hazard ini biasanya ada pada gadget, seperti televisi, komputer dan smartphone. Dan ini jelas sekali blue light hazard jika tidak terkontrol maka akan merusak retina mata, bukan lagi sekedar mata lelah.
  • Cahaya rendah CRI (color rendering index) : Pernah kan kita masuk ke sebuah toko membeli baju berwarna merah marun, tapi begitu kena sinar cahaya matahari warnanya berubah menjadi coklat tua? Nah lampu pada toko tersebut memiliki CRI yang rendah. Untuk cahaya yang memiliki CRI rendah tidak terlalu membahayakan mata, hanya saja bisa mengakibatkan orang tidak bisa membedakan warna, terutama anak-anak.


Nah, itu sebabnya Philips menciptakan lampu LED EyeComfort, dimana mereka ingin menekankan pentingnya pencahayaan berkualitas tinggi yang dapat membantu produktivitas manusia baik siang taupun malam, tanpa membuat mata lelah. Terutama bagi anak-anak yang masa depannya bergantung pada mata.

Tentang Philips LED EyeComfort

Pada pembukaan acara, Country Leader Signify Indonesia, Mr. Rami Hajjar mengungkapkan bahwa di Indonesia 50% orang takut akan kehilangan pengelihatan. Ketakutan tersebut menjadi urutan kedua setelah ketakutan kehilangan ingatan saat tua. Ya saya juga termasuk yang takut kehilangan penglihatan pada anak-anak saya.

mr. rami hajjar dari signify Philiphs EyeComfort
Mr. Rami Hajjar dari Signify

Itu sebabnya bertepatan dengan hari pengelihatan sedunia 2019 “vision first”, Signify (Euronext : LIGHT) sebagai pemimpin dunia dibidang pencahayaan, terus berinovasi dalam menghadirkan pencahayaan berkualitas.

Lampu terang belum tentu berkualitas baik. Masih banyak dipasaran yang menjual lampu LED kualitas rendah dan belum memenuhi standart. Signify menghadirkan lampu Philiphs LED EyeComfort yang nyaman dimata untuk mendukung kesehatan mata dalam jangka panjang dan mendukung setiap orang dalam meraih impiannya.

varian lengkap Philiphs EyeComfort

Kriteria EyeComfort

Ilmuan Signify telah mengembangkan seperangkat parameter yang akan memungkinkan konsumen untuk membuat pilihan berdasarkan informasi mengenai pencahayaan LED. Delpan kriteria EyeComfort yang ketat meliputi :

  • Tidak terlihat kedip
  • Kurangnya silau
  • Dimmable (kemampuan untuk mengubah terang lampu)
  • Tuneable (kemampuan untuk merubah temperatur warna)
  • Rendering warna (kemampuan untuk menampilkan warna yang sesua dengan referensi warna dibawah sinar matahari)
  • Efek strobosopik (kemampuan untuk menghilangkan distorsi dalam persepsi gerak)
  • Keamanan fotobiologis (kemanan blue light hazard)
  • Tidak ada audible noise (suara dari lampu yang dapat direkam atau diukur dari jarak 1 meter di ruangan sunyi).


Mayoritas lampu Philiphs LED mematuhi kriteria kualitas khusus ini. Semua dilakukan untuk memenuhi persyaratan pencahayaan yang nyaman di mata. Saat ini tidak ada pencahayaan yang sama di dunia untuk pencahayaan yang nyaman, yang menjadikan hal ini sebagai standar pertama untuk LED di industri pencahayaan.

Nah, teman-teman saya sudah memberikan cara mencegah mata malas pada anak, sehingga kita bisa lebih waspada akan kesehatan mata kita. Selain stimulasi, pencahayaan (terutama untuk lampu ruangan rumah kita) perlu diperhatikan. Agar kelak di keluarga kita memiliki mata sehat dan menjadi keluarga yang produktif. Dan "Your Eyes Will Thank You" seperti tagline acara dari Signify.

Semoga tulisan saya ini bisa membantu bagi teman-teman yang membutuhkan. ^_^

Wassalam











17 comments

  1. Aku baru tau soal mata malas. Berhubung mataku minus, masalah lampu juga jadi perhatianku. Berburu Philips eyecomfort, ah..

    ReplyDelete
  2. Mata malas berbahaya kalau tidak segera ditangani ya. Adek Fi usianya berapakah, Mbak? Oya,.terima kasih sharing-nya ya

    ReplyDelete
  3. Kalau untuk urusan lampu dirumah, saya memang cuma percaya Philips, walau sedikit mahal akan tetapi kualitas terjamin dan ada garansinya.

    ReplyDelete
  4. Philips LED Eye Comfort spertinya cocok untuk kamar keponakan saya, terutama untuk menemaninya dikala belajar. Thx sharingnya ka

    ReplyDelete
  5. Mata juga butuh nyaman ya ka. Jangan sampe lelah apalagi kita yg blogger ini nonstop hp dan laptop full radiasi

    ReplyDelete
  6. Wah, dari sekian banyak gangguan mata yang mungkin terjadi pada anak, aku beneran lho baru denger ada istilah mata malas. Alhamdulillah, sejauh ini anak-anak nggak ada menunjukkan gejala-gejala tersebut. Tapi terus terang, efek cahaya juga membuat khawatir, ya. Dari televisi, misalnya.

    Aku sebagai orang dewasa aja sering merasa lelah saat melihat cahaya dari televisi. Makanya, akunya suka ngomel kalau mereka nonton televisi terlalu dekat.

    ReplyDelete
  7. Aku sudah merasakan sendiri teknologi LED Philips Eye Comfort, selain ramah lingkungan, cahayanya nyaman dimata, btw ngomongin jus aku suka banget varian lifejuice yang ada di event kemarin

    ReplyDelete
  8. Jadi saling berkesinambungan ya Mba, kita harus jaga mata rajin minum jus wortel agar mata sehata dan penerangannya pilih yang terbagus seperti philips LED ini. Aku jadi pengen beralih ke yang LED. Lampuku sih udah philips dari dulu

    ReplyDelete
  9. Dengan Philips Led Eyecomfort ini cocok buat anak2 belajar dan tidak membuat mata menjadi rusak. Keluaran terbaru dari Philips emang oke banget

    ReplyDelete
  10. Baru tahu ada istilah mata malas. Ternyata itu sejenis penyakit ya. Bagus banget ini acaranya untuk edukasi literasi parenting.

    ReplyDelete
  11. Seneng banget ada produk yg concern sama kesehatan mata yg mana kita sering abaikan pula...dan baca ini aku jadi sadar butuh ganti lampu kamar biar lebih enak buat kerja di dlm kamar

    ReplyDelete
  12. Kalau mata udah lelah atau kelebihan banyak cahaya, bikin nggak enak memandang. Jadinya memang perlu rehat dulu dati gawai

    ReplyDelete
  13. Baru tau ada istilah mata malas. Tks sharingnya. Ternyata membawa anak bermain di luar manfaatnya sangat besar untuk tumbuh kembangnya yah

    ReplyDelete
  14. ngeri juga kalau itu sampe kejadian ya mba,,, emang kudu dicegah apalagi mumpung masih anak-anak, kalau udah remaja akan lebih sulit, keren inovasi lampu philip sesuai dengan kebutuhan saat ini

    ReplyDelete
  15. Aku baru denger tentang Mata malas atau amblyopia adalah gangguan penglihatan sebelah mata pada anak-anak dan baru tau juga kak..

    ReplyDelete
  16. Pernah nggak sih mbak ngalamin mata lelah, terus sampai bikin kepala pening? Aku akhir-akhir ini ngerasa gitu. Dan solusinya harus yang bener free dari gadget seharian

    ReplyDelete
  17. Ya Allah...
    Jazzakillahu khoiron katsiron tulisannya kak Ade.
    Aku suka banget tulisan ilmiah dan penjelasannya sederhana mudah dipahami. Jadi kebiasaan-kebiasaan dari mulai makan hingga beraktivitas perlu banget diperhatikan untuk kesehatan organ tubuh manusia yaa..

    Kalau ada yang ga beres, segera hubungi ahlinya.

    ReplyDelete

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^