Kopi Deo - Cafe Rimba Di Tengah Kota

Monday, May 20, 2024

Desain Café itu biasanya kan ala-ala industrial ya kalau ditengah kota. Kalaupun ada yang model-model café nature biasanya ada di pinggir-pinggir kota, jauh dari hiruk pikik kota. Nah, kemarin saya menemukan Cafe Di Tengah kota dengan nuansa alami. Yes, Kopi Deo – Café Rimba Di Tengah Kota. Ada Dimana tuh? Baca terus ulasan saya ya!

Kopi Deo

Bismillahirrahmanirrahiim, Kopi Deo - Cafe Rimba Di Tengah Kota

“Mba, Sudah resign sekarang ya?” tanya saya ke Mba Fanny Fristhika Nila, salah satu blogger travelling yang saya kenal. Iya saya dan Mba Fanny ini sudah lumayan kenal. Awal saya kenal beliau itu karena saya pernah baca blog beliau yang mengulas tentang Momonchi tempat makan dimsum di Depok. Saya pun pernah mengulasnya ditulisan ini SUDAH PERNAH KE MOMONCHI? RASA MANTAP, HARGA TIARAP!

Sudah lama saya memang berniat ketemu offline sama Mba Fanny. Saya kadang kalau mau mencari tempat makan yang enak dan tempat nginap yang ramah anak, yaa cek-cek blog beliau. Soalnya beliau ini sering banget staycation sama anak-anaknya.

Kebetulan dia dekat juga dengan Nurul Sufitri (Bestie akyuuu yang kata orang mukanya mirip.. iya ajalah.. soalnya Nurul kan cantik yaa.. mayan dah ketularan cantiknya… hahaha) dan Nitalanaf (blogger food Padang panutan saya nih, kalau lagi cari resep masakan Padang… Biar makin dicinta sama mintuo… hahaha).

Nurul, Nita dan Mba Fanny ini sudah lebih dulu dekat karena sama-sama suka membahas travelling dan food. Rupanya Mba Fanny sudah janjian mau ketemuan sama Nita dan Nurul sebelum Nita pindah ke Padang. Daaaan… nggak jadi-jadi, sampai Nita pindah ke Padang pun ga sempat bertemu.

Nah, pas beliau komen di Instagram sesama blogger yang kami kenal, dan bilang kalau beliau sudah resign dari tempat kerjanya, saya langsung whatsapp beliau. Saya simpan nomor whatsapp-nya, karena dulu beliau pernah buka open jastip ke Jepang. Langsung lah saya ajakin ngumpul bareng sekalian sama Nurul. Sayang Nita sudah ke Padang, kalau nggak barenngan Nita deh.. Hiks. 

Hanya dalam waktu 3 hari kami akhirnya sepakat bertemu di daerah Tebet. Sebab posisinya ditengah-tengah dari rumah kami bertiga. Ok, lokasi dah deal, masing-masing merekomendasikan tempat makan enak di Tebet. Semua dapat dari temannya. Saya Bagian cari review singkatnya di sosmed… xixixixi… soalnya buat saya enak semua.. hahaha.. Dalam hitungan jam nggak pakai debat lama ala pengacara, kami sepakat bertiga di Kopi Deo. Why? Ini dia cerita lengkapnya.

Lokasi Kopi Deo

Seperti yang saya tulis diatas, kami memilih Kopi Deo karena lokasinya tidak jauh dari Stasiun Tebet, tepatnya di :

Jl. Tebet Timur Dalam II No.6
RT 01/RW 004
Kelurahan Tebet Timur
Kecamatan Tebet
Jakarta Selatan


Buat teman-teman yang naik kendaraan umum bisa menggunakan commuterline (kereta Listrik) turun di Stasiun Tebet. Bisa juga dengan menggunakan bus Trans Jakarta, sama lokasi turunnya di Stasiun Tebet. Rute-rutenya bisa kita googling ya. Dari Stasiun Tebet, lanjut dengan ojek online atau ojek pangkalan. Cumaaa ojek pangkalan tarifnya lebih mahal Rp 5.000 dibanding yang online.

Kalau ojek online kemarin saya dapat Rp 9000 (harga diskon), tapi kalau normalnya Rp 16.000. Kalau opang (ojek pangkalan) kena biaya kurleb Rp 20.000 – Rp 25.000 pinter-pinter kita nawarnya.. xixixi… jika beruntung kita bisa dapat harga ojol.

Oiya tips dari saya, kalau mau naik ojol, sebaiknya pilih lokasi jemput di Warunk up Normal Tebet, jangan pilih Stasiun Tebet yaa.. bisa dimurka opang. Warunk Up Normal Tebet tinggal jalan dikit kok kurang lebih 150 meter dari Stasiun.

Nah, untuk yang bawa kendaraan pribadi, saya tidak menyarankan menggunakan mobil yaa.. sebab disana lahan parkirnya sempit.

Venue Kopi Deo

Begitu tiba di lokasi, tampak mukanya saja sudah kelihatan banyak pepohonan hijau. Udah bukan seperti coffee shop pada umumnya yaa. Lebih seperti mau masuk hutan, tapi pohonnya nggak tinggi-tinggi… hmm… dibilang garden café, kelewat banyak pohon-pohonnya, dibilang hutan terlalu pendek pohonnya.
f
Kopi Deo
source foto kecil : @foodbuddies.id

Makin komplit lagi begitu kita masuk pintu utamanya. Kita melewati jalan setapak yang kanan kirinya penuh pepohonan dengan bangku-bangku café. Nuansa alamnya kental sekali.

Kopi Deo

Kopi Deo
source : nurulsufitri



Waktu pertama kali lihat venue Kopi Deo di sosmed, saya pikir tidak ada ruang AC-nya. Kami memilih Kopi Deo karena venue outdoor-nya terkesan adem dan asri banget tempatnya. Eh, nggak Taunya indoor-nya nggak kalah nyaman karena ruangan ber-ac.

Kopi Deo
source : Nurulsufitri

Jam Operasional Kopi Deo

Dari kami bertiga, Nurul sampai lebih dulu, berhubung kita mau ngobrol lama dan cuaca diluar memang lagi hot-hotnya, maka Nurul memilih tempat di ruang AC.

Kami sengaja janjian jam 10.00 pagi. Biar fresh dan masih sepi harapan kami, karena jam buka Kopi Deo adalah 09.30 – 23.00 WIB. Ternyata kami salah, saudara-saudara. Begitu Nurul tiba di ruang ac Kopi Deo sudah rameeee dengan emak-emak lain yang ngumpul bersama teman-temannya. Untungnya Nurul masih bisa mendapatkan tempat duduk untuk kita, walau agak mojok sedikit dekat pintu dapurnya.

Kalau lihat di sosmed, suasana malam di Kopi Deo jauh lebih ramai dari siang… hmm… kemarin aja udah rame banget ya.. gimana malam?

Menu di Kopi Deo

Taklama Nurul datang, Mba Fanny pun menyusul, lalu 5 menit kemudian saya datang. Setelah kumpul semua kami baru memesan makanan dan minuman.

Kopi Deo
Foto duluuu sebelum makan ^_^


Menu makanan di Kopi Deo lumayan bervariasi antara makanan western dan tradisional. Minumannya pun juga banyak pilihannya, ada yang based of coffee, ada juga yang based of milk. Minuman soda dan buah-buahan juga banyak pilihan. Makanya kita bertiga lumayan lama untuk memilih-milih makanan yang kami mau pesan.

Lengkap menunya bisa lihat di link ini ya Menu Kopi Deo

Setelah menimbang, mengingat, memutuskan, kami menetapkan pilihan pesanan kami. Nurul memesan makanan Mie Goreng Ayam Katsu pedas, karena Nurul suka mie dan dari gambar Nampak banyak posrinya. Mba Fanny memesan Nasi Goreng Cakalang Roa, karena beliau senang menu-menu gurih. Tadinya saya mau pesan yang sama dengan Mba Fanny, karena saya suka sekali makan hewan yang berenang di air, apapun itu kecuali buaya dan kuda nil. Tapi berhubung penampakan di gambar porsinya banyak, saya tukar dengan Nasi Katsu Teriyaki. Nasinya dikiiiit kalau Digambar. Kan lagi program diet, jadi milih yang dikit-dikit aja… halaaaah… pencitraan… hahahaha.

Menu makanan sudah kami pesan, kami pun langsung memilih menu minuman. Nurul seperti biasa suka dengan Capucino dan Mba Fanny pesan Salted Caramel Machiato. Saya biasanya kalau di coffee shop, pesan minuman kopi, cuma kali ini saya tertarik sama Lotus Shake (Based of Milk Drink). Penampilannya menarik, jadi penasaran siapa tau rasanya semenarik gambarnya.

Review penyajian menu Kopi Deo.

Nggak pakai lama, pesan kami pun tiba.. yeeey… Begitu lihat penampakan aslinya, diluar ekspektasi kami. Pesanan Nurul dan Mba Fanny porsinya ternyata kecil, sedangkan saya porsi besar. OMG… niat ngurangin makanan malah dapet yang besar… huhuhu… sedangkan Nurul berniat banyak, malah dikiiiit… xixixixi. Kalau Mba Fanny mah sesuai porsinya kecil pas dengan badan Mba Fanny yang mungil kecil menggemaskan… hahaha… apa sih dicocokinlogi.

Kopi Deo


Kalau minuman, wow banget, porsinya lebih besar dari gambar dan penyajiannya semenarik gambarnya.

Kopi Deo
Source paling kanan : Nurulsufitri


Review Rasa Makanan dan Minuman Kopi Deo

Berhubung saya senang kulineran jadi moment kumpul bersama teman, saya memang sengaja memesan yang berbeda-beda, biar saya bisa cicip-cicip rasanya. Menurut saya, rasa makanan dan minuman yang kami pesan di Kopi Deo itu nggak ada yang gagal. Jadi kalaupun harganya standar café, kami tak merasa rugi.

Untuk menu Nasi Katsu Teriyaki, ayam katsunya kriuk dan gurihnya pas sampai ke ayamnya. Daging ayamnya pun tebal full daging. Tebal dagingnya kurleb 1 ruas jari. Nah, kebayang kan bagaimana tebalnya. Belum lagi lebar dagingnya yang sebesar telapak tangan orang dewasa. Mantab deh pokoknya.

Bumbu teriyaki yang dituang diatas ayam katsunya pun enak rasanya, gurih dan cendrung manis tapi manisnya nggak kelawatan porsi rasanya pas semua dilidah saya. Sayangnya tidak diberikan saus sambel tambahan ya. Jadi buat yang suka pedas bisa ditambah sedikit. Soalnya saya coab cocolin di Sambal Roa-nya Mba Fanny, rasanya makin mantaaab.

Salad Jepangnya juga nggak kalah sama salad Jepang Hokben. Serius, enak.. saya langsung habisin duluan sebelum menyantab yang lain.. hehehe.. Untuk ukuran nasinya terlihat kecil, tapi puadeeet, jadi kalau dilerai kurleb sepiring nasi warteg 1 porsi. Banyak kaaan? Saya di warteg aja biasa makan setengah porsi.

Untuk minuman yang saya pesan (Lotus Shake), ini cocok banget buat pencinta minuman dengan rasa cookies yang kuat ditambah melted caramel yang bikin minumannya manis dan gurih dari susu plus cookies bercampur jadi satu. Saya kan termsuk yang nggak suka minuman terlalu manis ya, nah lotus shake ini menurut saya pas manisnya. Nggak bikin diabetes kalau kata anak jaman now.

Menu Nasi Goreng Cakalang Roa pesanan Mba Fanny, ini juga saya ikut sedikit mencicipi. Menurut saya campuran ikan cakalangnya nggak pelit ya, melimpah. Dan rasa nasi goreng yang enak dan gurih juga agak pedas, sebelum dicampur sama Sambal Roa-nya. Kalau sudah tercampur lumayan bikin mulut huhah huhah deh.

Kalau menu Mie Goreng Katsunya Nurul nggak saya cobain. Soalnya liat porsinya kecil, jadi nggak enak kalau dicicipi. Udah ya jatah Nurul kurang, diambil pula sama saya. Dah lah paling cerita dari Nurul aja.

Menurut Nurul rasa mie gorengnya enak, tapi biasa aja, seperti mie goreng pada umumnya. Sedangkan katsunya enak. Hmm.. mungkin sama dengan katsu yang saya pesan. Nurul bilang yang bikin mantap itu Sambal Roa-nya.

Iya sih, Sambal Roa yang saya cicipin dipesanan Mba Fani emang enak banget, apalagi pas dicocolke katsu.

Untuk minuman pesanan mereka, saya juga nggak bisa cerita, karena saya nggak mencicipi satu-satu. Maybe one day pas main lagi ke Tebet mau pesen yang varian kopinya.

Harga Makanan dan Minuman di Kopi Deo

Untuk harganya masih masuk harga standar café yaa, yaitu kisaran Rp 30.000 – Rp 60.000 pajak yang dikenakan sebesar 10%.

Di Kopi Deo pembayaran bisa menggunakan cash, credit card, atau qris. Kemarin kita gabung bayar bareng Mba Fanny, karena kebetulan beliau beli menu lain untuk oleh-oleh anaknya. 

Kopi Deo


Buat teman-teman yang hobi kulineran siap-siap bawa uang kurang lebih Rp 100.000 yaa, jadi kita bisa memilih varian makanan atau minuman tanpa terbatas keuangan. 

Seperti Biasa sebelum pulang kami foto bersama dulu untuk kenang-kenangan (fotonya sudah dipajang diatas yaa). Nah, buat teman-teman yang mau hangout bareng sama bestienya atau mau WFC (Work From Cafe) saya rekomendasiin banget untuk mencoba ke Kopi Deo - Cafe Rimba ditengah kota. Selain tempatnya nyaman, makanannya pun enak. Disana juga banyak stop kontaknya, jadi nggak perlu khawatir kehabisan baterai ya. Buat yang mau sholat juga ada mushollahnya loh. So.. Selamat Mencoba!
 
Wassalam


23 comments

  1. Hahahahahah iya ya mbaa, yg punya mba nurul imut banget. atau efek dari piringnya yg kegedean 🤣🤣??

    Ini ga nolak sih kalo dtg lagi. Beneran enak memang. Dan kopi juga mantep. Anakku itu suka bgt katsu. Jd kalo kesini bisalah dia pesen katsu, aku dan suami pesen yg pedes2. Suami juga penasaran jadinya setelah aku ksh tau kafe ini enaak makanannya

    ReplyDelete
  2. Wah, seru banget mbak. Tadi aku lihat video reelsnya mbak Nurul di KOpi Deo. Bagus banget ya mbak tempatnya, nyaman dan asik buat nongkrong bareng bestie

    ReplyDelete
  3. Duh suasana caffenya nyaman bangettt yaaa... salted caramel machiatonya menggoda bangett pulaa huhu

    ReplyDelete
  4. beneran rimba dan nyaman di tengah kota ya mba cafenya, buat meet up sama temen atau meeting sepertinya fokus gitu di sana

    ReplyDelete
  5. Nasi goreng cakalangnya the besat, emang. Kalau pas jam makan siang, penuh banget pas aku ke sana, dan area indoornya kan hanya di ruangan itu aja, ya. Jadi agak-agak kepanasan, meski ada kipas. Tapi makanannya enak-enak :))

    ReplyDelete
  6. Suasana Kopi Deo adem banget yaaaa. Aku kayanya bakal betah kalau ke sana. Menunya juga kelihatan enak-enak. Mungkin ke sananya kali ya yang butuh perjuangan dikit. Aku kadang suka gak enakan kalau ketemu opang

    ReplyDelete
  7. Senangnya Mbak Ade bisa ngopi dan seseruan bareng Mba Fanny dan Mbak Nurul Sufitri...Asyik banget kulinerannya. Semoga nanti Mba Nita bisa ketemuan juga biar lengkap ya
    Ini cafe tempat jajan anakku waktu kos di Tebet, ya ampun sayang aku belum sempat ke situ..Bisa nih lain waktu ngopi ke Deo Cafe ini

    ReplyDelete
  8. Kafenya unik. Ada di tengah kota tapi suasana alamnya kental. Suka dengan konsepnya yang beda dari café biasanya. Lokasinya juga oke, deket Stasiun Tebet, gampang dijangkau. Memang cocok buat hangout bareng temen-temen atau buat WFC. Bisa jadi rekomendasi yang oke juga buat orang-orang WFC.

    ReplyDelete
  9. Nyamaann banget ini kafenyaa.
    mana aksesnya juga gampiil ya mbaaa
    hadeuh aku lihat poto2nya auto kabitaaaa
    apalagi kopi2nya itu beughhh niqmaattt

    ReplyDelete
  10. Baru tahu juga saya kalau mbak Fanny sudah resign, sering juga berkunjung ke blog nya.
    Asri ya Kopi Deo ini, walau di tengah kota, dekat stasiun, tapi pepohonannya banyak.
    Jam buka 9.30, tapi jam 10 sudah ramai para pengunjung, pasti memang punya daya tarik khas

    ReplyDelete
  11. Jadi ngerasa kayak hidden gem gitu gak sih mbak ini? Apa tempatnya mah di pinggir jalan aja dan mudah ditemukan ya? ahaha

    Tapi enak sih banyak tanamannya jadi kayanya bakal bikiin adem ya kalau siang walaupun panas. Eh kalau ada yang indoor ya tetap milih indoor yaa, ihihi.

    ReplyDelete
  12. Ade mainnya jauuuh yaaa
    suka sama foto fotonya, Fanny itu Fanny de cat queen bukan? Baru-baru ini aku diminta buat gambar untuk Fanny karena menang blogger terbaik versi bloggercrony

    Sepertinya semua menu menggoda ya De, sayang jauh di Tebet.

    ReplyDelete
  13. duh ketemuan bestie blogger top semua... pasti bikin betah ngobrol lama2. apalagi tempatnya enakeun ya. bener, kalo yg tema alam2 gitu di bogor juga lokasinya kebanyakan jauhh di pinggiran kota :D

    ReplyDelete
  14. Boleh juga nih kalo ada menu nasi gorengnya hehe.
    Apalagi lihat suasana tempatnya juga terbang nyaman, bisa nih tempat hangout yang bikin betah

    ReplyDelete
  15. Waah ini meet up sm Fanny dan Mba Nurul yaa... Serunya.
    Btw ini Caranya asik banget sih buat yg suka suasana hejo dan rimba2 kayak aku. Betah pasti aku nongkrong di situ mbaa

    ReplyDelete
  16. Wah seru banget ini bisa ketemuan, wah aku baru tau ini mbak Fanny sudah gak kerja lagi. Terus ini kopi Deo juga tempatnya enak ya, selain memang strategis juga tempatnya karena dekat stasiun. Nanti mau ah kapan-kapan main ke sana penasaran.

    ReplyDelete
  17. Wah, asyik banget klo ngopi di Kopi Deo ini ya mbak
    Menikmati suasana alam di tengah kota
    Adem ya

    ReplyDelete
  18. Duh enaknyaaa
    Kalau saya ke sana boleh dong diajak ke Kopi DEO juga
    Sekalian nongkrong ngobrolin masa depan haha

    ReplyDelete
  19. Kopi DEO cafe Rimba ini apa hanya ada di Tebet mbak? Jadi pengen icip menu-menunya tampak lezat dan enak ya ,..semoga ada cabangnya di Tangsel

    ReplyDelete
  20. Suasana cafenya mensukung banget untuk we time sama temen2 ya mak. Ijo2 gitu bikin adem dan betah ngobrol jadinya. Apalagi menu2nya juga sepertinya enak

    ReplyDelete
  21. Aih pengen ketemuan juga dengan tiga blogger kece ini semoga ada kesempatan ya Mbak Ade bisa kopi darat..kafenya bikin takjub karena rindang banget dan harganya standar ya ngga terlalu mahal dan rasanya oke semua..

    ReplyDelete
  22. adem banget di tengah kota tapi ada kafe dengan konsep alami yang banyak pohon dan tanamannya pastijadi inceran banget ini

    ReplyDelete
  23. Terpantau makanan di Kopi Deo enaaak enaaakk~
    Tapiiya euuii.. asal ngafe minimal 100 rb. Hahhaa.. asa seneng, ketemu temen, abis gitu mari diagendakan untuk minggu depannya lagiii..

    ReplyDelete

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^