Sebelum Makan Gohyong Cikini yang Viral, Kamu Perlu Baca Ini

Friday, May 10, 2024

Pernah dengar viral Gohyong di stasiun Cikini? Naaah, saya penasaran tuh seperti apa sih rasanya? Buat yang belum nyobain Gohyong Cikini, sebelum makan Gohyong Cikini yang viral itu, sebaiknya baca lengkap ulasan saya ini. Lanjuuut yaa!

Gohyong Cikini yang Viral

Bismillahirrahmanirrahiim, Sebelum Makan Gohyong Cikini yang Viral, Kamu Perlu Baca Ini

Sebenarnya sudah lama saya mau Cobain Gohyong Cikini yang viral itu, tapiiii saya kebentur sama jam bukanya yang sore… huhuhu… iya udah bukanya sore jam 4, antriannya sudah mengular dari jam 2. Hhhh… seviral itu ya?

Sebelum teman-teman mau makan Gohyong Cikini yang Viral itu, sebaiknya teman-teman cari tau dulu tentang Gohyong, terutama soal rasa. Daripada udah capek-capek ngantri, nggak Taunya zonk. Nggak worth it dengan pengorbanan kita.. huhuhu…

Yang pertama kita cari tau itu makanan apa sih yang mau kita makan. Yes, kita telusuri asal-usul Gohyong.

Apa sih Gohyong itu?

Kalau saya baca-baca dari hasil gugling, Gohyong itu sebenarnya merupakan makanan orang Tionghoa. Mereka biasanya menyebutnya dengan kata Ngo-hiang atau Ngohiong. Entah bagaimana asalnya berubah menjadi Gohyong.. hmm.. mirip-mirip sih yaa..

Makanan ini aslinya berasal dari provinsi Fujian – China, dibawa oleh perantau etnis Hokkien dan Teocheow menyebar ke wilayah China lainnya. Begitupun yang di Indonesia. Gohyong atau Ngohiong ini bisa ditemui di provinsi Indonesia yang penduduk keturunan Tiongkoknya dominan, seperti di Medan, Jakarta, Surabaya, Bogor dan Pontianak.

Gohyong Terbuat dari Apa?

Gohyong itu bentuknya kurang lebih seperti batagor, cuma bedanya, isian Gohyong dominan daging giling. Kalau Batagor dibungkus pangsit, Gohyong dibungkus dengan kulit tahu. Daging yang digunakan kalau di China adalah daging babi, ayam dan udang yang digiling jadi satu dengan telur dan diberikan 5 bumbu rempah yang kuat, yaitu cengkeh, kembang lawang, adas, lada sichuan dan kayu manis.

Makanya saya heran, kok Gohyong banyak yang makan dan viral. Soalnya seingat saya Ketika saya kulineran bareng teman-teman Blogger Depok, pas kita mau masuk resto Ngohiong (karena infonya enak dan rame), pas dipintu masuk sudah dilarang sama pegawainya. Mereka bilang, ini nggak halal karena dari babi. Mungkin karena pegawainya melihat pakaian kita jilbaban semua kali yaa..

Nah, berhubung orang Jakarta mayoritas muslimnya kuat dari jaman jebot (kalau istilah orang Betawi untuk masa lampau), mereka berusaha merubah makanan pendatang dari luar yang haram dijadikan makanan halal. Akhirnya dibuatlah daging isian Gohyong hanya dengan daging ayam dan udang, seperti isian dimsum. Kulitnya pun tidak hanya dibuat dari kulit tahu, melainkan menggunakan tepung seperti kulit lumpia kering.

Jadi bisa dibilang Gohyong di Indonesia ini sudah perpaduan antara Cina dan Betawi yaa..

Apa Rasa Gohyong?

Sebelum saya cerita soal rasa, bentuk penyajian gohyong dulu ya. Kalau di Cina, Gohyong sebelum digoreng, di kukus terlebih dahulu. Setelah matang Gohyong di potong serong miring, lalu digoreng hingga kecoklatan dan kriuk kulit tahunya.

Setelah matang Gohyong disajikan dengan kuah hitam cair yang asam manis. Kalau orang-orang bilang sih mirip cuko pempek Palembang. Tapi setelah mencoba Gohyong yang di Margonda, Depok kuahnya lebih mirip sama kuah martabak telur.

Jadi rasa Gohyong keseluruhan ada rasa gurih, pedas, asam dan manis. Semua rasa bergabung deh.. kecuali pahit. Untuk rasa Gohyongnya sendiri, dari yang saya coba di Margonda Depok, lebih ke rasa rollade daging. Tau kan yaa Rollade Daging? Mungkin karena bumbu rempahnya yang kuat itu ya. Dan rasa kuahnya seperti yang saya bilang diatas, lebih ke rasa kuah martabak telur. Bedanya nggak pakai timun wortel dan bawang, cuma kuah tok plus irisan cabe rawit.

Untuk di beberapa daerah tertentu, penyajian Gohyong bervariasi, tergantung selera dan tradisi setiap daerah, termasuk kuahnya. Waktu Abang itikaf di Istiqlal, di dapat menu sahurnya Gohyong. Dia bilang Gohyong yang dia makan, beda dengan yang saya belikan dari Goyong Margonda Depok.

Gohyong yang dia terima ada kol dan wortelnya, sementara yang di Margonda full daging. Hmm… mungkin untuk menekan biaya pengeluaran, makanya dicampur sayur. Mungkin kali yaa.. secara itu untuk dimakan orang banyak dan harga daging nggak murah? Eh, ini mungkin yaaa…

Untuk kuahnya sendiri, menurut Abang beda dengan kuah yang saya beli di Margonda. Kuah yang Abang terima waktu di Istiqlal warnanya merah menyalaaaa, Abangkuuuu… uupss…

Sedangkan yang saya beli di Gohyong Margonda Depok berwarna hitam pekat. Bahkan kabarnya ada kuah yang ditambah bahan tauco. Hmm… jadi mau nyobain rasa kuah lainnya.

Dimana Tempat Bisa Beli Gohyong?

Berhubung saya di Jabodetabek saya akan memberikan 2 tempat membeli Gohyong di Jakarta, Depok dan Bogor. Saya belum tau di daerah Tangerang dan Bekasi ada atau tidak yaa..

1. Gohyong Suryakencana Bogor

Lokasinya berada di Kawasan pecinan kota Bogor jalan Suryakencana no 309 kota Bogor. Jalan Suryakencana ini berada persis di depan pintu gerbang utama Kebun Raya Bogor. Nah, disini saya pertama kali tau soal Gohyong tersebut. Dan disinilah saya paham kalau Gohyong di Suryakencana itu tidak halal.

Gohyong Cikini yang Viral
Gohyong Suryakencana (capture dari youtube Ko Agus Iman Darma)

Gohyong di Suryakencana ini menggunakan daging Babi, walau ada yang ayam juga, tapi kaaaan kita nggak yakin penggorengannya sama atau nggak. Harganya juga lumayan yaa.. 1 porsi Gohyong Rp 45.000 – Rp 77.000.

Kalau berdasarkan Youtube Ko Agus Iman Darma, Gohyong atau Ngohiong yang di Gang Aut Suryakencana, 1 porsi itu seperti pempek lenjer lalu digoreng baru diiris miring tipis. Penyajiannya menggunakan tahu pake acar lobak dengan sedikit sambal. Kuahnya pun bukan kuah hitam atau merah seperti yang saya dan Abang coba, tapi warnanya kecoklatan dan kental, seperti kuah Sate Padang.

Soal rasa… hmm… nggak tau yaaaa…. Haram soalnya buat Saya dan saya pun melarang untuk muslim mencoba Gohyong ini.

2. Gohyong Cikini yang Viral

Buat yang main Tiktok pasti sudah tau dong yaaa Gohyong viral yang ada di Cikini? Yes, saking viralnya, antrinya bisa 1 jam. Wuuiih.. mantab ya.

Saya bersama teman-teman BDC yang hobi kulineran tertarik mau nyobain sebulan sebelum puasa. Biasalaaah kita kepo mau tau seperti apa rasanya sampai seviral itu. Tapi kita urungkan niatnya, karena Mba Alida (salah satu genk kuliner Depok… geeeeenk.. apa sih? Hahaha) survey duluan. Beliau kan kalau pulang kantor pasti kadang lewat Cikini. Oiya, lokasi Gohyong Cikini yang viral ini ada persis seberang Stasiun Cikini.
(foto mba al antri)
Menurut hasil survey Mba Alida, dia sampai disana jam 3 sore, Gohyong belum buka, tapi antriannya sudah mengular kurleb 20 meter. Itu pun antri untuk ambil nomor, belum antri buat yaaa… wak waaaw… Dah kayak pasien BPJS.. Kebayang kan yang paling depan itu udah berdiri dari jam berapa?

Ma kasih deh yaaa.. walau viral tapi kalau suruh antri begitu.. hmmm.. ntar dulu deh ah. Kita lebih baik bersabar menunggu viral mereda dan kita bebas mencicipi Gohyong dengan hati tenang dan santai.

Memang jam buka Gohyong Cikini yang viral itu jam 3 sore, tapi itu baru siap-siap buat Gohyongnya. Yaaa… mulai ngegoreng dan siap dijual, kurleb jam 4an deh yaaa..

Hingga akhirnya 9 Mei kemarin, Saya dan Eni Martini berhasil mecicipi Gohyong Cikini yang viral itu tanpa direncanakan.. hahaha.. Kami niatnya memang mau ngopi bareng di Cikini. Sampai disana kami lihat orang antri di salah satu lapak. Pas kita lihat nggak Taunya antri di lapak Gohyong. Udah lah kami ikutan, mumpung antrian cuma 5 orang saja.

Gohyong Cikini yang Viral
Kami (Saya dan Eni) di Gohyong Cikini (abaikan mata yang salah lirik ^_^)

Alhamdulillah bisa nyobain. Daaan.. ternyata rasanya diluar ekspektasi kami. Gohyongnya lebih berasa tepung dibanding daging ayamnya. Gohyong Cikini ini kabarnya usaha dari salah satu pegawai Gohyong Gang Aut, beliau berusaha untuk membuat Gohyong halal.

Kuah yang disajikan tidak kental berwarna coklat seperti kuah sate padang, melainkan cair berwarna hitam. Rasanya dominan manis. Kalau dibilang kayak kuah pempek, nggak ada rasa bawang dan asamnya. Dibilang seperti kuah martabak telor, hmm… tidak ada gurih asamnya.

Soal rasa itu kembali ke selera masing-masing yaa.. terkadang menurut saya kurang, karena saya memang pencinta makanan asam manis pedas, tapi mungkin menurut yang lain rasa manis saja sudah enak banget,  seperti suaminya Eni. Beliau bilang enak Gohyong Cikini yang viral itu. 

Seporsi Gohyong Cikini yang viral ini tidak sama dengan penyajian potongan Gohyong Suryakencana yaa. Kalau di Cikini, potongannya lebih tebal dan saat proses, dia di potong-potong dulu baru digoreng, sedangkan yang di Bogor, digoreng dulu baru di potong. Seporsinya dibandrol harga Rp 25.000

3. Gohyong Depok

Sebelum mencoba Gohyong Cikini yang viral, Saya sempat mencoba Gohyong di Depok bersama Nurul. Gohyong Depok ini berada di jalan Margonda Raya. Gohyong ini baru buka sejak viral Gohyong Cikini.

Gohyong Cikini yang Viral
Sama Nurul di Gohyong Depok

Dan ternyata di Depok pun kalau jam pulang kerja antriannya juga nggak kalah Panjang dengan yang di Cikini. Saya dan Nurul saat itu ambil waktu disaat warga Depok masih pulkam lebaran. Jadi pas datang tidak terlalu ramai.

Penyajian dan harga Gohyong Depok sama dengan Gohyong Cikini yang viral. Bedanya di tempatnya saja. Enaknya di Gohyong Depok, dia bukan lapak kaki lima seperti Gohyong Cikini yang viral itu. Lebih seperti foodcourt, karena disana ada beberapa lapak makanan lain selain Gohyong. Jadi makannya enak, nggak harus berdiri, malah ada yang pakai ac tempat duduknya.

Selain itu Gohyong Margonda bisa beli setengah. Kalau seporsi isi 6 harganya Rp 25.000, kalau isi 3 harganya Rp 15.000. Jadi kalau yang hanya mau icip-icip dulu bisa beli setengah. Kalau doyan bisa nambah deh.. xixixi.

Gohyong Cikini yang Viral

Soal Rasa, Gohyong Depok menurut saya lebih berasa bumbunya dibanding Gohyong Cikini yang viral itu. Lima rempah yang menjadi tokoh utama dari nama Gohyong/Ngohiong itu bener-bener berasa. Jadi kalau mau disamakan seperti rasa rollade daging.

Untuk kuahnya juga saya lebih suka kuah Gohyong Depok, rasa asam manis gurihnya pas banget, persis kayak kuah martabak telor yang berwarna hitam cair.

Nah.. teman-teman itulah penjelasan tentang Gohyong atau Ngohiong. Jadi buat teman-teman gimana? Sudah ready makan Gohyong Cikini yang viral itu? Selamat mencoba ^_^

Wassalam


12 comments

  1. Langsung pengen nyanyi Cikinii ooooi Gondangdia, wkwkkwkw.

    Belum pernah makan gohyong sih Kak tapi dulu adikku pernah eksperimen bikin dimsum isi ayam dan dikasih buubuk ngohiong jadi aku bisa prediksi rasanya gimana, cuma blm bisa bikin sausnya aja.

    ReplyDelete
  2. Aku kayanya sampai sekarang belum nyobain Gohyong, tepatnya makan minuman viral. Mungkin suatu hari dah kalau nemu di Jepara atau pas ke mana gitu. Mau pesan online juga riskan karena makanan basah. Enak makan di tempat kayanya

    ReplyDelete
  3. Wuuaah daku malah belum nyobain ini Gohyong. Padahal lumayan sering juga lewat Cikini. Pankapan dah daku mau nyobain ke sana

    ReplyDelete
  4. ternyata gohyong cikini yang viral lebih banyak tepungnya yaa. gohyong ini juga sempat viral dan ada yang buka open order di tempatku mbak. aku belum pernah nyicipin sih rasanya gimana mungkin kayak dimsum yaa rasanya

    ReplyDelete
  5. Ah iya sekilas Gohyong ini mirip batagor deh penampakannya. Belum pernah nyobain kalau saya Mba. Kelihatannya enak.

    ReplyDelete
  6. Aku gak tau gohyong. Kedengeran sekilas dikiran makanan Korea Krn kan skrg lagi trend ke sana. Itu asik banget berburu kuliner sama Eni segala

    ReplyDelete
  7. menggoda sekali untuk nyobain gohyong memang mungkin gohyong rasa ayam tapi kebayang jika tercampur peralatan pembuatan gohyong rasa babi....jadi better beli di tempat yang asli jual yang halal semua yaa

    ReplyDelete
  8. Aku belum pernah makan Gohyong, ini kemarin mau beli pas di pasar modern Bintaro tapi pas antrian panjang banget. Nah, beberapa waktu lalu itu pernah lihat yang Cikini ini tapi aku tuh masih penasaran sama rasa, setelah baca blognya mbak Ade jadi pengin cobain deh.

    ReplyDelete
  9. Aduh jadi kepengen makan gohyong lagi deh ah. Rasanya yang gurih dan lezat masih bisa aku bayangkan. Aku makan ini udah lama. Jadinya kabita lihat ini. Huhu jauh di sini mah kalo kepengen gohyong teh.

    ReplyDelete
  10. Aku pernah lihat ini di mall
    Kutanya dan kuperhatikan dengan saksama
    Cuma mau coba aku takut gak habis karena pertama kali
    Coba ah nanti ke sana bareng teman supaya gak mubazir kalau aku merasa berbeda haha

    ReplyDelete
  11. Aku tuh pertama kali cobain gohyong pas mama mertua msh ada, dan yg dibawain yg di Menteng itu mba. Yg deket gereja Theresia. Terkenal juga, tp ga sampe sepanjang Cikini. Mungkin krn waktu itu medsos blm segila sekarang.

    Awal cobain yg bikin aku suka krn kuahnya kayak pempek. Sementara aku pecinta berat pempek. Makanya jd doyan bgt gohyong Menteng. Tp ga sering beli krn jauh kan. Kalo pesen gofood yg ada melempem hahahahah

    Trus beli di kelapa gading ada. Gohyongnga enak, tp kuahnya kurang. Udh lama bgt ga makan yg di Menteng. Jadi pengen. Kalo yg Cikini jd ga worth it yaa kalo rasanya kebanyakan tepung 😅

    ReplyDelete
  12. Ternyata gohyong ada kemiripan dengan pempek. Kuahnya apalagi tapi tetap ada keunikan tersendiri. Aku masih penasaran sama gohyong CIkini. Entah kapan ya bisa makan di sana tanpa antrean panjang hehehe. Soal harga sih termasuk terjangkau.

    ReplyDelete

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^