Review Journey Coffee Tebet, Tempat Nyaman Untuk Bekerja

Review Journey Coffee Tebet ini adalah tulisan on the spot (di tempat saat itu juga). Saya sedang melatih bagaimana menulis ditempat, tanpa harus menunggu beberapa hari. Dan inilah hasilnya. Selamat membaca ^_^

Journey Coffee Tebet



Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu’alaikum w.w.

Akhir-akhir ini saya sering menginap di rumah Papa, semenjak Ibu meninggal. Ya, Papa sendirian disana. Walaupun Papa merasa bisa melakukan segalanya sendiri, kami anak-anaknya tetap saja khawatir. Namanya orangtua sendirian, kalau ada apa-apa gimana?

Diajak ke rumah beliau yang di Depok, tempat saya tinggal saat ini, beliau tidak mau. Alasannya jauh dari tempat kerjanya. Capek kalau menyetir sendiri. Ya, beliau masih nyetir sendiri untuk kerja.

Memang sih di usianya yang sudah 72 tahun, beliau masih aktif mengurusi KAP-nya, Kantor Akuntan Publik yang dibangun bersama rekan kerja beliau saat aktif di BPKP. Mereka join partner dengan KAP Johan Malonda Mustika. Jadi mau nggak mau Papa harus ke kantor pusat JMM yang berada di Pluit.

Kami tidak bisa memaksa beliau untuk berhenti bekerja. Beliau pernah bilang kalau beliau berhenti bekerja, bisa jadi penyakit menumpuk di tubuh beliau. “Papa kalau nggak kerja bisa-bisa darah tingginya kambuh. Nggak ngapa-ngapain di rumah. Cuma duduk, tidur dan makan. Otaknya nggak dipakai untuk bekerja.” Baiklaaah.. akhirnya kami anak-anaknya yang mengalah. Merelakan waktu kami untuk menginap di rumah beliau secara bergilir.

Biasanya jadwal saya tuh di hari Jumat hingga Minggu, karena saya masih punya suami yang harus diurus untuk keperluan kerjanya. Namun belakangan ini saya lebih sering ke Otistanya, karena keponakan saya sakit berat, hingga adik saya tidak bisa menginap sesuai jadwalnya.

Dengan seringnya saya di Otista, jadwal menulis saya sedikit terganggu. Mau ga mau saya harus cari tempat untuk menulis.

Baca juga : KAI Coworking Space Gratis dari PT.KAI

Jika di Depok saya sudah menemukan tempat nyaman buat menulis yang dekat dengan rumah, maka di Otista pun saya mencoba cari tempat nyaman untuk menulis dekat rumah Papa.

Sebenarnya bisa saja sih saya menulis di rumah, tapi tentunya tidak akan pernah kelar dan lama selesainya. Secara kedua anak saya termasuk anak yang aktif.

Dan saya tak perlu cerita bagaimana nikmatnya memiliki balita aktif di rumah. Buat teman-teman yang belum merasakan, cukup tau saja bahwa saya tak bisa tenang selama anak saya melek matanya. Makanya sekarang saya coba mencari tempat menulis yang nyaman.

Nah kali ini saya tuh mau berlatih nulis on the spot. Sekedar untuk mengukur, berapa lama saya mampu menyelesaikan tulisan.

Sebagai tempat latihan saya menemukan juga tempat nyaman untuk menulis di dekat rumah Papa, yaitu Journey Coffee Tebet.

Kenapa Memilih Journey Coffee Tebet?

Alasan utama yaa deket.. xixixi... tapi akhirnya ada alasan-alasan lain yang membuat saya memilih tempat kerja di Journey Coffee Tebet.

1. Dekat dengan Transportasi Umum

Siapapun yang membuka usaha jika memiliki outlet, tentunya memilih tempat yang strategis. Journey Caffee adalah salah satunya.

Terletak di Jl. KH. Abdullah Syafei , jarak tempuh dari rumah Papa paling hanya butuh waktu 5 menit kalau naik ojol atau taksol. tepatnya di
Jl. KH. Abdullah Syafei No.78
RT.11/RW.5, Bukit Duri
Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810

Kalau teman-teman naik transportasi umum, Journey Coffee Tebet dekat sekali dengan Stasiun Tebet. Dari stasiun kita bisa tempuh dengan ojol atau taksol, atau bisa dengan bus Trans Jakarta.

Letak Journey Coffee Tebet dekat bus stop Trans Jakarta yang kecil jurusan Stasiun Tebet, yaitu bus stop Telkom. Dari bus stop Telkom tinggal jalan kaki 1 menit.

2. Desain Interior yang Nyaman dan Tenang

Dari luar sih Journey Coffee Tebet tampak biasa saja, tapi begitu kita masuk kedalam.. iiih interiornya cozy banget. Nyaman dan tenang, walaupun ada background musik, tidak bising. Nyaman banget deh kalau buat santai bersama pasangan, meeting kerja bersama rekan, atau sekedar menulis mengejar deadline.

Journey Coffee Tebet
Interior lantai 1 Journey Coffee Tebet

Journey Coffee Tebet
Interior lantai 1 Journey Coffee Tebet
Journey Coffee Tebet ada 2 lantai. Di lantai kedua pun sama nyamannya. Interior yang cozy banget untuk hangout. Kebanyakan sih tamu yang datang memilih dilantai 2, karena di lantai tersebut adalah smoking area.

Journey Coffee Tebet
Journey Coffee Tebet lantai 2

Berhubung saya nggak suka rokok, maka saya memilih lantai 1. Selain itu dilantai 1 itu sepiiii.. dan dekat dengan mushollah, serta toilet. Jadi kalau sudah tiba waktu sholat ga usah naik turun tangga. Dan dekat pula dengan meja bar-nya. So, saat kita sholat, laptop kita terpantau sama pramusajinya.

Baca juga : Strategi capres 2019 atasi kerugian kesehatan akibat rokok

Selain itu lantai 1 ada ayunannya, jadi yang bosen duduk manis di sofa, bisa bermain manja di ayunan. Ada 4 tempat duduk ayunan. Kuat kok ayunannya. Sekelas body saya aja bisa berayun manja disana.

Journey Coffee Tebet

3. Pelayan yang Ramah

Saya suka disini, karena pelayannya ramah-ramah banget, walaupun ada beberapa yang tidak paham dengan menunya. Mereka jujur dan berusaha nanya ke rekan kerja lainnya. Seolah tidak mau customernya tidak mendapat jawaban.

4. Menunya Banyak

Walaupun judulnya Coffee, tapi di Journey Coffee Tebet itu menyajikan banyak menu makanan yang bisa kita pilih. Dari yang berat, macam Nasi Goreng, Cordon Blue, Olahan Pasta, Steak, dll. Padahal biasanya kalau kedai kopi tuh cuma ada kopi makanan kecil, teman ngopi.

Desertnya juga melimpah. Karena mereka berdampingan dengan Florest Cake, yang 1 manajemen dengan Journey Coffee Tebet.

Review Menu di Journey Coffee Tebet

Ok, namanya review resto, rasanya nggak komplit kalau tidak mengulas makanan yang dipesan ya. Awalnya saya sih mau memesan menu cemilan saja, ternyata saya lama juga ngetem disana dan perut saya berontak lama-lama dibiarkan kosong, akhirnya saya memesan minuman lagi dan desert. Ini dia menu yang saya pesan :

Journey’s Special Egg Roll

Awal saya baca ini, bayangan saya yaaa.. sekedar telur dadar biasa yang dicampur dengan wortel, bawang dan daun bawang lalu digulung. Tapi begitu saya tanya, Mba Pramusajinya apa yang membuat spesial, ternyata ada tunanya. Hmm.. penasaran dong.

Dan taraaaa... begitu makanannya datang, saya pikir tunanya dicampur di telur dadar. Ternyataa.. tunanya berlimpah menjadi isi dari telur darar yang digulung. Diatas telur gulung dibaluri mayonaise dan dibawahnya ada irisan daun selada dan wortel sebagai alas. Egg rollnya disajikan dengan piring tatak yang seperti nampan kayu kecil.

Journey Coffee Tebet
Journey's Special Egg Roll di Journey Coffee Tebet

Journey Coffee Tebet
Tuna melimpah di Journey's Egg Roll Journey Coffee Tebet

Soal rasa, menurut saya, jika tanpa mayounaise egg rollnya terasa hambar dan biasa saja. Gurih dan manisnya Journey’s special egg rolls itu ya dari mayonaise nya. Dan yang saya suka tidak ada bau amis dari tuna ataupun telurnya.

Journey Coffee Tebet
mayonaise melimpah di Journey's Special Egg Roll Journey Coffee Tebet

Milk Bath Original

Nah ini desert yang saya pilih dari toko kue Floret. Awalnya saya mau memesan Creme Brulee. Penasaran dengan namanya, jadi kepo seperti apa makanannya. Sayangnya sedang habis, akhirnya saya disodorkan menu dari toko kue Floret itu.

Di toko kue Floret ada banyak sekali menu desert. Ya memang tokonya khusus buat menyajikan kue-kue desert. Harga mulai dari 23 – 50 ribu. Dan berhubung ini pesanan kedua, maka saya memesan yang paling murah, yaitu Milk Bath Original.

Journey Coffee Tebet
Milk Bath Journey Coffee Tebet
Milk Bath ini adalah sponge cake yang atasnya diberi white cream dengan hiasan coklat tabur. Dimakannya dengan susu kental manis yang dicairkan. Kalau makan tanpa susunya, rasa kue biasa saja, tapi begitu diguyur susunya, baru deeeh terasa nikmat manis dan gurih susu. Pantas saja dinamakan Milk Bath.. alias... mandi susu.

Journey Coffee Tebet
sponge cake milk bath Journey Coffee Tebet


Sunkist Squash

Untuk minumannya, yang pertama saya memesan Sunkist Squash. Awalnya mau juga sih nyobain kopinya, tapi berhubung sudah diwanti-wanti suami karena asam lambung cepat naik jika minum kopi, jadi saya pilih yang aman.

Rasa sunkist squash ini manisnya benar-benar murni dari manis jeruk sunkist. Nggak pakai gula sama sekali, jadi nggak nyelap dan segar. Tampilannya pun menarik karena menggunakan selasih. Berhubung ini squash, otomatis pakai soda. Tapi sayangnya pakai sodanya soda biasa, jadi rasa pahit soda masih berasa.

Journey Coffee Tebet
Sunkist Squash Journey Coffee Tebet

Biasanya kan squash itu pakai sprite, yang sodanya sudah manis. Tapi bener juga sih pakai soda biasa, karena kalau pakai sprite, nanti rasa manis sunkistnya hilang kebanting sama rasa manis dari sprite.

Babyccino Iced

Nah, Babyccino ini minuman kedua yang saya pesan. Ini saran dari pramusajinya, karena saya meminta minuman yang nggak pakai kopi. Saya tanya Babyccino ini apa? Pramusajinya menjawab bahwa Babyccino ini adalah susu. Ooo.. ok saya pilih itu.

Taklama kemudian pramusajinya datang dengan segelas minuman berwarna putih dengan taburan bubuk coklat diatasnya, lalu disampingnya ada gelas kecil dengan isi sir yang bening kekuningan. “Ini, Mba Babyccino Iced-nya”. Hmm..

Journey Coffee Tebet
Babyccino Journey Coffee Tebet

Begitu saya seruput, hmmm... ternyata isinya adalah susu murni yang plain. Baru berasa manis setelah dimasukkan gulanya. Yes, gelas kecil yang berisi air bening kekuningan itu adalah gula cairnya. Naaah, baru deh berasa susu segarnya. Emang cocok banget ini kalau dibilang minuman bayi.. alias baby. Karena penampakannya seperti capucino, maka namanya babyccino.. xixixi... bisa aaaeee..

Kekurangan di Journey Coffee Tebet

Segala sesuatunya tuh pasti ada kurang dan lebihnya. Nah, tadi saat review sudah saya lontarkan kelebihannya. Kini kita bahas kekuranganna, yaitu :

1. AC yang Tidak Dingin

Mungkin karena menggunakan AC lama, jadi menurut saya Acnya nggak dingin. Jadi lantai 1 berasa ngap dan gerah. Walaupun tidak membuat saya bercucuran keringat, tapi kurang nyaman aja sih.

2. Bau Tak Sedap

Ini sepertinya jadi masukkan buat Journeys Coffee ya, ruangan lantai satu memang aromanya kurang sedap. Saya rasa karena keluarnya aroma toliet ke ruangan makan. Awalnya saya duduk sebelah toilet persis, karena bau nggak enak itu, saya pindah ke pinggir dekat musholah. Disitu baru hilang aromanya, tapi masih berasa dikit sih.

Sedangkan di lantai 2, penuh dengan asap rokok. Ya wajar sih namanya juga smoking area. Jadi buat yang tidak terbiasa dengan rokok, udaranya bikin sesak. Saya saja yang mau ambil foto dilantai 2 nggak sanggup, akhirnya saya menyuruh pramusajinya untuk memfoto lantai 2.

Nah, buat saya itu saja sih kekurangannya. Kekurangan buat saya belum tentu menjadi kekurangan buat yang lain. Karena terbukti selama saya berada disini banyak yang datang dan memilih lantai 2 sebagai tempat hangout-nya.

Alhamdulillah tulisan ini berhasil saya selesaikan selama 2,5 jam plus masukin gambar. Yeeey... Jika teman-teman penasaran ingin mencoba, silakan saja mampir kemari ya. Selamat Kulineran ^_^


Wassalam






No comments

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^