Floaters Resiko Mata Kering Berkelanjutan, Cegah dengan Insto Dry Eyes

Tuesday, December 26, 2023

Di usia yang tak lagi muda, ketidaknyamanan mata kering dapat menjadi tantangan serius. Mata kering adalah resiko yang sering dialami oleh kami (saya khususnya) yang usianya jelang 50 tahun. Jika dibiarkan akan beresiko lebih parah lagi. Seperti yang saya alami saat ini. Kali ini saya akan menceritakan tentang mata saya yang terkena gejala floaters resiko mata kering berkelanjutan.

Insto Dry Eyes

Bismillahirrahmaanirrahiim, Floaters Resiko Mata Kering Berkelanjutan, Cegah dengan Insto Dry Eyes

Tak terasa kita sudah berada dipenghujung tahun 2023. Itu tandanya sebentar lagi usia saya bertambah. Ya Januari adalah bulan kelahiran saya. Dimana saya bersiap masuk ke usia 47 tahun. Usia yang tidak lagi muda. Usia menuju fase dewasa senja (menolak tua xixixixi..). Di usia tersebut mata sudah berkurang fungsinya dan sudah mulai bermasalah, salah satunya floaters resiko mata kering yang berkelanjutan.

Menjadi tua adalah suatu takdir yang tidak bisa ditolak oleh semua mahluk bernyawa. Tidak sedikit orang yang menolak tua dengan melakukan segala cara. Mulai dari yang melakukan hal sederhana dengan perawatan skincare krim pagi dan krim malam, suntik botox, laser wajah sana sini biar hilang flek hitam, tanam benang, bahkan eksekusi terparah adalah operasi plastik.

Padahal, sebesar apapun usaha kita untuk menolak tua, tetap saja tubuh kita tak bisa membohongi usia. Semua fungsi tubuh kita sudah mulai menurun kinerjanya. Kembali lagi ke usia-usia balita. Bedanya ketika balita perkembangannya belum sempurna, diusia tua menurun kesempurnaannya.

Hal ini lah yang saya alami ketika memasuki usia hampir setengah abad. Banyak kondisi tubuh saya yang sudah tidak sesempurna lagi seperti ketika saya berusia 20 tahunan. Terutama mata saya.

Bagi seorang blogger, mata adalah asset utama yang tak ternilai harganya. Mata seorang blogger membantu membuka akses ke dunia ide dan inspirasi. Melalui mata, blogger dapat meresapi warna-warni kehidupan sehari-hari, mengamati tren, dan menangkap nuansa yang mendalam.

Mata menjadi alat yang tak tergantikan untuk mencerna informasi yang didapat, menyaring detail setiap informasi yang ada, dan mengonversi pengalaman menjadi kata-kata memikat. Seiring mata memandang, seorang blogger mampu merangkai kisah-kisah yang memukau, menggambarkan realitas dengan kedalaman serta memperkaya tulisannya dengan sentuhan visual yang mengundang pembaca untuk ikut terlibat dalam setiap kata yang tercipta. Mata bukan hanya berfungsi sebagai indra penglihatan semata, melainkan juga mitra setia yang membantu blogger menggali esensi dan menghasilkan karya yang memukau dan bermakna.

Namun karena usia, saya harus terima masalah dengan asset tak ternilai saya ini.

Insto Dry Eyes

Bersyukur saya terlahir dari orangtua yang tidak menggunakan kacamata. Mama saya hingga tutup usianya tidak mengalami sedikitpun masalah mata. Sehingga beliau tak perlu menggunakan alat bantu kacamata. Sedangkan Papa, baru menggunakan kacamata ketika usianya diatas 50 tahun. Itu pun karena faktor usia, mau tak mau menggunakan alat bantu kacamata plus atau rabun dekat.

Jadi secara genetik, saya tidak ada keturunan masalah pada mata. Ditambah lagi almarhumah Mama “memaksa” kami (saya dan kakak saya) untuk mengkonsumsi air perasan wortel (sari buah wortel) setiap pagi ketika saya usia 3 – 5 tahun.

Masih terngiang di telinga saya bagaimana teriakan Mama setiap pagi memanggil nama kami sambil membawa secangkir sari wortel buatan sendiri. Dan biasanya kami langsung lari berhamburan keluar rumah, mencari tempat persembunyian yang aman. Anehnya, persembunyian kami pasti ditemukan oleh mama. Iyalah yaaa namanya orangtua, pasti tau lah dimana balitanya sembunyi.. xixixi..

Namun kegiatan “terpaksa” yang kami lakukan setiap pagi membuahkan hasil hingga saat ini. Kami (saya dan kakak) hanya menggunakan kacamata karena usia. Apalagi kalau bukan mata rabun dekat. Dan Saya jarang sekali menggunakan kacamata plus saya. Sebab, saya masih bisa membaca dengan jelas semua tulisan yang tertera di laptop atau handphone.

Hingga tahun ini, masalah baru datang pada mata saya karena faktor usia tersebut.

Insto Dry Eyes

Sekitar 6 bulan yang lalu, sepulang dari liburan bersama anak-anak, tetiba mata saya terasa tidak nyaman. Mata saya pegal, agak perih dan memerah ketika saya berlama-lama di depan laptop untuk menulis. Dan ketika saya melihat cahaya matahari atau cahaya lampu, ada bayangan berbentuk bintik atau garis yang tampak mengambang atau melayang-layang pada penglihatan saya.

Sebenarnya bayangan itu buat saya sih tidak terlalu mengganggu, hanya saja saya khawatir ada apa-apa dengan mata saya. Maka saya pun segera ke dokter umum untuk memeriksakan mata saya. Ya, Saya menggunakan BPJS jadi tidak bisa langsung ke dokter mata. Alhamdulillah saya dapat rujukan untuk memeriksakan mata saya ke klinik khusus mata. Saya memilih klinik mata lengkap di Cinere untuk rujukan dokter mata yang disarankan oleh dokter umum.

Sebelum masuk ke ruang dokter, mata saya diperiksa refleknya dan diberi obat pembesar pupil. Ketika dikasih obat tetes pembesar pupil.. subhanallaaaah… “nikmat” sekali rasanya. Perih. Seketika itu juga saya langsung menangis, bukan karena tidak tahan dengan perihnya, melainkan saya teringat Adek Fi ketika usia 2th dikasih obat tetes pembesar pupil untuk memeriksakan mata malasnya. Saya pernah menulisnya di blog ini yang berjudul : Cara Mencegah Mata Malas

Selain perih, semua pandangan menjadi buram. Untungnya saat itu saya ditemani oleh Pak Suami. Jadi saya dituntun beliau menuju ruang tunggu dokter. Air mata saya kembali turun, saya membayangkan kalau saya tak dapat melihat indahnya dunia lagi. Saya tidak dapat melihat indahnya dunia. Saya tidak dapat melihat anak-anak saya di wisuda dan menikah. Saya tidak dapat lagi bekerja sebagai blogger dan content creator. Saya tidak dapat menulis lagi… T_T

Di ruang dokter, mata saya diperiksa dengan sinar yang sangat terang. Saya sempat diomelin dokter karena mata saya kedip-kedip. Iyalah siapa yang tahan disorot sinar terang dan mata disuruh membuka lebar. Mana habis perih diberi obat tetes pupil… huhuhu… “kamu nggak tau bagaimana rasanya… sakitnya tuh disini..!!” (ngomong ala ala pemain sinet, tapi dalam hati aja.. xixixi).

Setelah mengalami beberapa pemeriksaan, dokter mendiagnosis kalau mata saya terkena virus tokso. Heh? Tokso? Bukannya itu virus cuma ada di rahim ya? Dan ini dapat dari kucing kah? (Secara saya punya 2 anabul di rumah).

Dokter menjelaskan bahwa virus tokso yang di mata saya bukan dari hewan peliharaan. Beliau bilang bahwa setiap orang itu ada virus toksonya. Dan virus itu aktif ketika imun kita melemah. Dan dokter mau lihat seberapa aktif virus tokso di mata saya ini. Jadi diobservasi dulu.

Selama 2 bulan setiap 2 minggu sekali saya bolak balik ke klinik mata tersebut. Walau ada perubahan, tapi perubahannya menurut saya tidak terlalu signifikan. Perubahannya, ketika pertama datang mata saya seperti ada pasirnya, setelah 1 bulan, pasirnya menghilang, tapi tetap masih ada titik dan serat yang mengambang di mata saya. Oiya titik dan serat hitam mengambang ini hanya pada mata kanan saya. Kalau mata kiri saya bersih.

Karena tidak ada perubahan yang signifikan, saya pun mencoba cari second opinion. Saya coba ke dokter lain. Saya berikan contoh penglihatan saya kepada dokter yang lain, seperti gambar dibawah ini.

Insto Dry Eyes


Pertanyaan dokter yang pertama, setelah mendengarkan penjelasan adalah “Ibu sehari-hari bekerja dengan laptop?” Saya mengiyakan. Saya juga menjelaskan bahwa saya seorang content creator, khususnya blogger. Jadi bukan cuma laptop, saya juga banyak menggunakan handphone.

“Ibu, tidak usah khawatir. Mata ibu ikut menua bersama ibu,” ujar Pak Dokter.

Heh? Maksudnya?

“Jelang usia 50 tahun, mata biasanya mengalami gejala floaters.”

“Floaters? Apa itu, Dok?”


Insto Dry Eyes

Menurut penjelasan Dokter, Floaters adalah kondisi mata terhalang penglihatannya dengan titik dan serabut melayang. Floaters biasa terjadi pada orang diatas usia 50 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi di bawah usia 50 tahun. Seperti saya ini. Mungkin kalau saya sudah mendekati 50 tahun kali yaa.

Floaters dimata saya masih dikategorikan tidak berbahaya, karena jumlahnya masih sedikit dan hanya sebelah mata. Selain itu floater pada mata saya tidak menganggu pengelihatan sama sekali.

Biasanya floaters muncul saat kita melihat cahaya terang seperti matahari. Seperti kondisi mata saya, dimana floaters muncul ketika saya terlalu lama menatap warna layar laptop atau tembok putih.

Jika disebabkan oleh penyakit atau pasca operasi mata, floaters dapat terlihat setiap saat dan menimbulkan nyeri.

Sedangkan floaters yang terjadi pada mata saya, menurut dokter karena adanya peradangan yang terjadi apabila mata kering tidak diatasi.

Penyebab awal mata kering karena saya memiliki kebiasaan terlalu sering menatap layar laptop atau handphone, kurang tidur (iyaa saya cerita kalau sedang menulis suka begadang hingga jam 2 pagi) dan adanya asap rokok membuat mata menjadi kering. Ditambah saya kurang mengkonsumsi air putih plusnya lagiii usia saya semakin mendekati setengah abad. Usia rentan terkena mata kering dan floaters.

Insto Dry Eyes

Mungkin karena sudah terlalu lama hal ini saya biarkan, puncaknya ketika mata saya mendapat tekanan air laut, sehingga mata saya mengalami pendarahan ringan (mata memerah). Iya, waktu berenang di laut saya tidak menggunakan kacamata renang.

Dokter bilang, bahwa gejala floaters akan hilang dengan sendirinya, yang terpenting, saya tetap menjaga kelembapan mata saya agak tidak mudah kering.

Insto Dry Eyes

Sebenarnya saya diminta dokter untuk tidak terlalu banyak menatap layar laptop dan handphone lagi, tapi.. gimana ya? Itu kan kerjaan saya. Walau tidak setiap hari menatap laptop, tapi saya tak bisa jauh dari handphone. Secara informasi kerjaan disana semua. Belum lagi kalau posting-posting kerjaan yang berhubungan dengan social media, plus editing video, semuanya disitu.

Akhirnya dokter memberikan beberapa cara untuk perwatan mata saya agar selalu lembab dan mencegah mata kering agar terhindar resiko mata kering berkelanjutan, yaitu :

1. Konsumsi makanan yang mengandung omega 3

Dokter menyarankan agar saya banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung omega 3, seperti telur, kacang-kacangan, produk susu, . Sebaiknya dari makanan langsung, tapi kalau masih khawatir, bisa dengan supplemen vitamin A.

2. Perbanyak air putih

Air putih memang bagus untuk penyerapan nustrisi kesehatan tubuh kita. Terutama untuk menjaga kelembapan mata kita, juga ginjal kita bagi yang memilik konsumsi vitamin A dengan menggunakan supplemen.

3. Hindari lingkungan berasap

Asap mudah membuat mata menjadi kering dan kotor. Maka dari itu hindari polusi udara termasuk hindari lingkungan penuh asap rokok.

4. Kurangi penggunaan gadget

Radiasi cahaya yang dikeluarkan dari gadget mampu membuat mata kering. Kalaupun terpaksa harus menggunakan gadget, atur jarak pandang minimal 50 cm, selain itu posisi layar tegak lurus dengan mata, jangan dalam kondisi berbaring. Durasi penggunaan juga dibatasi maksimal 2 jam. Mata harus diistirahatkan sejenak, baru gunakan gadget lagi.

5. Jaga kelembapan ruangan

Ruang yang kelembapannya rendah bisa membuat mata cepat mengering. Dengan menggunakan humidifier, bisa membuat ruangan lembap.

6. Kompres dengan air hangat

Ketika mata terasa kering, kompres mata dengan handuk yang direndam air hangat.

7. Tidur Cukup

Mata juga perlu istirahat agar tidak terlalu capai bekerja dan saat mata terpejam, airmata diproduksi untuk menjaga kelembapan mata.

8. Teteskan airmata buatan

Bagi mata yang sudah dikompres ternyata masih terasa menggajal dan kering, bisa teteskan airmata buatan sebanyak 3 – 4 kali sehari untuk melembapkan mata. Airmata buatan bisa dicari di apotek. Memang tak semua apotek menyediakan airmata buatan, tapi kita bisa menggantinya dengan obat tetes mata untuk mata kering. Saya sih menggunakan Insto Dry Eyes.


Insto Dry Eyes


Ada beberapa alasan saya menggunakan Insto Dry Eyes, sebagai airmata buatan untuk menjaga kelembapan mata saya, agar tidak beresiko mata kering berkelanjutan yang berakibat floaters, yaitu :

Isi Kandungan dan Manfaatnya

Insto Dry Eyes, mempunyai kandungan yang bisa digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata. Sehingga mampu mengatasi gejala kekeringan pada mata, meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata (biasanya pada penderita rheumatoid arthritis, keratoconjunctivitis dan xerophtalmia). Insto Dry Eyes bukan hanya bisa digunakan pada mata asli, tapi juga bisa digunakan sebagai pelumas pada mata palsu.

Memiliki Kemasan Praktis dan Terpercaya

Insto Dry Eyes mempunyai kemasan sebesar 7,5 ml. Jadi praktis bisa dibawa kemana-mana. Insto Dry Eyes sudah tidak diragukan lagi karena diproduksi dari PT. Combiphar sebuah perusahaan produsen obat-obatan yang terpercaya sejak tahun 1971.

Insto Dry Eyes

Dapat Ijin Dokter

Insto Dry Eyes juga menjadi rekomendasi dari dokter yang memeriksa saya. Beliau saat menulis resep obat tetes airmata buatan sempat memberikan pesan, jika obat dari resep beliau ini habis, saya bisa membeli obat tetes mata yang khusus mata kering. Saya mendapat ijin dari dokter ketika saya menyebutkan Insto.

Hanya saja Pak Dokter menganjurkan saya cukup memakainya ketika mata saya memiliki gejala mata kering, seperti mata sepet, mata pegel atau mata perih. Dokter tidak menyarankan untuk dipakai setiap hari.

Harga Terjangkau dan Mudah Didapatkan

Enaknya Insto Dry Eyes ini bisa dibeli di minimarket sejuta umat seluruh Indonesia loh. Jadi kalau pas kehabisan, bisa langsung beli dimana pun minimarket itu ada. Harganya juga terjangkau. Enam bulan yang lalu ketika saya beli lewat aplikasi minimarket tersebut, harganya Rp 16.900. Trus tadi ketika saya mau beli lagi, ternyata harganya masih sama.
 
Insto Dry Eyes

Ukuran 7,5 ml itu nggak langsung cepat habis ya. Punya saya yang saya beli 6 bulan lalu saja masih ada kok. Loh, nggak kadarluasa, De? Nggak lah. Masih lama kadarluasanya, masih bulan maret 2025. Lama kaan?

Insto Dry Eyes

Alhamdulillah, kini bintik-bintik floaters pada mata saya sudah mulai berkurang. Dan sekarang Insto Dry Eyes jadi stock di kotak P3K saya sebagai solusi mata kering. Jujur saya senang sekali, karena mata saya terselamatkan. Saya ingin mata saya tetap sehat melihat perkembangan anak-anak saya dan terus berkarya lewat blog walaupun usia terus bertambah. Malah saya berharap hingga akhir hayat saya. Sebab dengan menulis bisa memberikan ilmu bemanfaat yang nantinya bisa bekal saya di alam kubur.

Semoga cerita pengalaman saya tentang floaters resiko mata kering berkelanjutan ini bisa bermanfaat juga buat teman-teman yang membaca.

Hastag :
#InstoDryEyes #SolusiMataKering

Sumber tulisan :
- https://insto.co.id/produk/insto-dry-eyes
- https://www.halodoc.com/
- https://id.wikipedia.org/wiki/Combiphar
- https://www.alodokter.com/
- https://www.cnnindonesia.com/
- https://www.klikdokter.com/

Wassalam


15 comments

  1. Ya Allah, Mbak Ade.. Aku tuh sejak kuliah kayaknya (malahan) udah kena floaters. Mau ke dokter mata, takut "dibersihin" kornea dan pupilnya. Ya aku takut lah 🤣

    ReplyDelete
  2. Ternyata makin nambah usia ada aja deh ya mbak yg bikin kita harus bener-bener menjaga kesehatan terutama mata. Jangan sampai floaters bisa mengganggu aktivitas dalam keseharian. Seneng banget ya akupun terbantu oleh Insto Dry Eyes yang memang memiliki banyak manfaat dalam mengatasi mata kering.

    ReplyDelete
  3. Andalan aku banget ini mbak Ade Insto dry eyes, soalnya suka kering mata kelamaan deepan gadget. Tapi selain diatasi sama tetes mata sebaiknya melakukan tindakan pencegahan juga ya dengan menginstirahatkan mata

    ReplyDelete
  4. Ya Allah, Mbak Adeeee aku baca pelan-pelan sampai habis karena penasaran dengan floaters ini. Mbak kasih gambaran yang ada buram garis-garis itu jadi terbayang deh. Alhamdulillah udah ketemu yaa penyebabnya, bukan karena tokso dan floaters ini masih tergolong ringan. Pakai Insto Dry Eyes bisa bantu mengatasi floaters ini nih.

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillaah ya sekarang mata mbak Ade udah pulih dari sakit floaters yang waktu itu. Iya tuh, andalan banget sejak lama tetes mata Insto Dry Eyes bisa dibawa ke mana-mana buat jaga-jaga ya. Kemasan kecil praktis dan harganya terjangkau banget. Paling susah lepas dari gadget karena sudah menjadi bagian diri kita eeeaaaa hiihihihi....

    ReplyDelete
  6. auto ke keranjang kuning dan hijau, beli insto!
    aku kan non stop gitu ya kalo gambar, jadi suka perih gatel berair matanya, serem juga ya kalo sampe kena floaters

    ReplyDelete
  7. Mata kering kalo gak segera diatasi bisa nyeri banget ya Kak. Apalagi kalau kerjanya di depan gadget. Kudu nyetok Insto nih biar sewaktu2 butuh langsung dipakai.

    ReplyDelete
  8. Hihi kebayang nih bocah2 kecil berhamburan lari menjauh saat sang Mama menyiapkan sari wortelnya. Tapi dari kebiasaan yang dipaksa ini, akhirnya bisa dirasakan efek baiknya hingga sekarang ya mbak

    ReplyDelete
  9. Mak Ade sama kayak aku juga nih, sering menatap laptop, gadget bahkan kalau malam aku tuh masih demen aja nonton drakor di hp sambil tiduran. Tapi memang berasa sih matanya jadi kurang enak, kadang kalau sudah lelah aku suka tetesin dulu sama tetes mata. Noted banget nih sama floaters ini.

    ReplyDelete
  10. Hai, hai EMak Ade!
    47 tahun ya?
    So bisa disebut Jelita, ne, Jelang Lima Puluh Tahun!

    Idem dengan Emak Helena, aku juga bacanya pelan~pelan, agar tidak ada yang ketinggalan.

    Jujurly, baru tahu juga istilah ini, Floaters!

    Btw,
    Bagiku pribadi, Insto, salah satu brand yang identik dengan solusi untuk mata.
    Sudah pada taraf level Top Of Mind Awareness!
    Solusi mata kering, iyes, Insto Dry Eyes!

    ReplyDelete
  11. Jangan-jangan apa yang saya alami ini juga sebenarnya floaters ya? Secara gejala dan penyebab mirip juga nih. Termasuk dalam hal segi usia

    Tapi kalau Insto memang selalu kami punya. Secara saya dan suami kan emang kemanapun menggunakan kendaraan bermotor. Mata sering pedih dan merah. Makanya selalu sedia Insto

    ReplyDelete
  12. Makasih sharingnya, Mak! Huhuu bener banget kalo mata kita sehat bisa melihat perkembangan anak2 kelak sampe dewasa.
    Walah walah, hampir semua ya jaman sekarang mah kerjanya di depan leppy bikin mata lelah dan kering, duh resikonya memang bahaya.
    Kebeneran aku pake Insto juga, punya semua variannya, terutama yang dry eyes inii.

    ReplyDelete
  13. Oooo yg virus tokso itu sama dengan ibu saya, mbak. Beliau pasca operasi katarak juga divonis kena tokso, jadi penglihatannya tetap ada kayak garis gitu di saat memandang.

    Buatku yang sejak sekolah sudah memakai kacamata, permasalahan mata kian kompleks, Mba Ade. Udahlah minusnya banyak, ditambah lagi setahun ini udah pakai kacamata plus juga. Ada silindernya pula. Lengkap yaaa hehehee...

    Buat baca jarak dekat sudah ga bisa mengandalkan kacamata minus yang dulu. Pakai yg progresif terkadang melelahkan, apalagi klo pas ngedit content pake hape. Solusinya bener nih, menyegarkan mata dengan Insto Dry Eyes yaa... istirahat bentar, tetes mata, ntar siap mengais rejeki lagi. ;)

    ReplyDelete
  14. Aku juga sering menatap gawai
    Mulai dari handphone, laptop, sampa tablet
    Soalnya emang remote worker. Makanya aku juga sedia Insto, biar mengatasi mata kering

    ReplyDelete
  15. wah baru tahu saya tentang floaters ini, mbak. pastinya sangat membuat tidak nyaman yaa. saya sendiri sudah pakai kacamata dari SD dan ternyata anak pertama sekarang juga berkacamata huhu.

    ReplyDelete

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^