Pengalaman Naik KA Bandara Railink ke Bandara Soetta

Transportasi ke Bandara Soekarno Hatta (Soetta) semakin banyak variasinya. Bahkan kini kita bisa menggunakan Railink sebagai pilihan transportasi ke Bandara Soetta. Nah, kali ini saya akan menuliskan pengalaman naik KA Bandara Railink ke Bandara Soetta.

KA Bandara railink soetta

Bismillahirrahmanirrahim.. Assalamu'alaikum w.w... Bahagia itu sederhana. Tak perlu rumit atau keluar banyak biaya. Yang terpenting hati senang dan nyaman.

Hal itu pula yang dirasakan oleh anak-anak. Abang Fi ini memang sejak kecil senang dengan otomotif. Dia akan tenang dan anteeeng sekali kalau diajak jalan naik kendaraan.

Abang Fi kecil itu bahagiaaa sekali jika melihat bus. Bahkan sampai punya cita-cita jadi Supir Bus. Alasannya sederhana, "Biar bisa mengantar orang-orang agar tidak telat ke tempat kerjanya".

Baca juga : Cara naik bus Damri ke Bandara dari Pasar Minggu.

Semakin bertambah usia, kesukaannya bertambah. Segala transportasi umum mau ia coba. Mulai dari Bus antar kota, Kereta (baik disel ataupun listrik), kapal laut, dan pesawat. Apalagi kalau ada transportasi yang baru, seperti MRT, LRT, kereta gantung. Yang belum dia coba dari awal launching adalah KA Bandara Railink.

Sebenarnya ada 3 pilihan transportasi umum ke Bandara. Tapi kami lebih memilih KA Bandara Railink, karena Abang belum pernah naik.

Nah, pas liburan akhir tahun inilah, waktu yang pas untuk memenuhi rasa penasaran Abang Fi naik KA Bandara Railink.

Akhirnya mulailah kita merancang makan siang di Bandara dan perjalanan kesana menggunakan KA Bandara Railink. ^_^

Tentang KA Bandara Railink

Sebelum bercerita pengalaman naik KA Bandara Railink, kita kenalan dulu ya sama PT. Railink sebagai perusahaan yang mengelola KA Bandara Railink.

PT Railink merupakan anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura II yang menghadirkan sebuah layanan transportasi publik berbasis “railway” bernama Kereta Api Bandara.

Kereta Api Bandara Railink pertama dibangun bulan September 2006 dan mulai beroperasi 23 Juli 2013 di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara.

Dengan adanya KA Bandara Railink, mampu mendongkrak rating Bandara Kualanamu di mata Internasional berupa Sertifikasi Bintang 4 berdasarkan penilaian lembaga rating Skytrack pada 2014.

Setelah 3 tahun KA Bandara Kualanamu bertumbuh, PT Railink menghadirkan KA Bandara baru di Ibu Kota Negara yaitu KA Bandara Soekarno-Hatta (BSH).

Stasiun-Stasiun Pemberhentian KA Bandara Railink

KA Bandara Railink ini hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu. Untuk Jabodetabek, walau banyak stasiun keretanya, KA Bandara Railink hanya berhenti di stasiun- stasiun berikut :
  • Manggarai
  • BNI City
  • Duri
  • Batu Ceper
  • Bandara Soekarno Hatta


Sedangkan untuk KA Bandara yang di Sumatera Utara, hanya berhenti di stasiun :
  • Medan
  • Bandara Kualanamu

Tempat Pembelian Tiket KA Bandara Railink

Untuk tempat pembelian tiket KA Railink, ada 2 tempat pembelian,  yaitu :

1. Offline

Pada pembelian offline kita bisa membeli langsung di stasiun pemberhentian KA Bandara. Tapi kita tidak bisa membeli dengan cash. Beli tiketnya harus menggunakan kartu.

Adapun kartu-kartu yang digunakan adalah sebagai berikut :
  • Kartu debit
  • Kartu uang elektronik (emoney, flash, jakcard, brizzi, tap cash)
KA Bandara Railink mesin beli tiket
mesin beli tiket offline KA Bandara Railink

2. Online

Untuk tiket online kita bisa membelinya di aplikasi Railink atau website railink.co.id.
Pembelian melalui online bisa menggunakan banyak pembayaran. Kita bisa membeli dengan :
  • M-Banking
  • Virtual Bank
  • ATM
  • Kartu kredit
  • Uang digital (OVO dan Doku Wallet)
  • Mini market (Cirkle K)
Lihat saja gambarnya yaa. Tertulis semua disitu.

tempat pembelian tiket KA Bandara railink
photo by twitter KA Bandara railink
Kalau mau lebih jelasnya lagi bisa langsung lihat di cara beli tiket online KA Bandara Railink via website.

Harga Tiket KA Bandara Railink

Untuk harga tiket KA Bandara Railink ini ternyata bervariasi loooh. Saya pikir, berapapun jauhnya dan memesan dimana aja harga tetap 70rb. Ternyata beda tempat pembelian itu beda juga harganya.

1. Harga tiket Rp 100.00

Wah? Harga tiket KA Bandara 100ribu?
Yes, harga 100rb ini adalah harga jika kita beli tiket flexi time dan belinya via online.

Maksudnya flexi time disini, kita belum pasti mau naik jam berapa. Jadi kita bebas naik jam berapa saja. Karena untuk menggunakan KA Bandara Railink, jam kereta harus sesuai dengan jam di tiket. Macam pesawat aja deh. Ga boleh naik seenaknya kayak naik commuterline. ^_^

2. Harga tiket Rp 70.000

Harga 70rb ini jika kita beli langsung di stasiun pemberhentian KA Bandara.

Ingat yaa.. mereka tidak menerima uang cash. Pembelian ini jika mendadak kita mau berangkat dan diburu-buru.

3. Harga Tiket Rp 10.000 - Rp 50.000

Nah harga ini jika kita membeli secara online via aplikasi atau website resmi Railink.

Loh kok itu beda lagi harganya dr 10.000 - 50000?
Yes, harga itu ada harga promo tergantung dari jarak antar stasiun. Doakan saja menjadi harga tetap yaa.
  • Harga Rp 10.000 : harga ini untuk rute 1 stasiun pemberhentian di Jakarta, misal dari stasiun Manggarai ke BNI City.
  • Harga Rp 15.000 : harga ini untuk rute 2 stasiun pemberhentian di Jakarta, misal dari stasiun Manggarai ke stasiun Duri atau dari BNI City ke Batu Ceper.
  • Harga Rp 20.000 : harga ini untuk rute 3 stasiun pemberhentian di Jakarta, misal dari stasiun Manggarai ke Batu Ceper. Dan spesial dari stasiun Batu Ceper ke Bandara Soetta.
  • Harga Rp 40.000 : harga ini untuk rute 3 stasiun pemberhentian menuju stasiun Bandara Soetta., misal dari stasiun Duri ke Bandara Soetta atau BNI City ke Bandara Soetta.
  • Harga Rp 50.000 : kalau ini untuk rute dari ujung ke ujung, seperti stasiun Manggarai ke Bandara Soetta atau dari Medan ke Bandara Kualanamu. Berlaku juga untuk sebaliknya.
harga promo KA Bandara railink
photo by twitter KA Bandara railink

Pengalaman Naik KA Bandara Railink ke Bandara Soetta.

Baik kali ini saya mau cerita pengalaman kemarin naik KA Bandara Railink bersama keluarga.

Waktu mencoba naik KA Bandara Railink, kami memilih naik dari stasiun Duri. Awalnya saya pikir harga tiket sama saja untuk semua stasiun. Ternyata pas saya cek berbeda-beda.

Karena saya berempat, pastinya selisih 10rb itu lumayan banget kaan. Bisa dapat 1 tiket lagi.

Lagipula dari Depok ke stasiun Manggarai atau ke stasiun Duri kalau naik Commuterline cuma beda 1000 perak dan masih 1 jalur kereta, yaitu Bogor - Jatinegara/Angke/Duri.

Begitu tiba di stasiun Duri, lagi-lagi saya mengira bahwa kita ngga usah keluar dari mesin tap tiket commuterline. Karena dari berita yang saya baca, tiket bisa tinggal tap pakai uang elektronik. Saya dari rumah memang sudah mengisi 50rb untuk masing-masing kartu, karena sudah melihat contekan harganya di website resmi Railink.

Ternyata begitu tiba di Duri, saya kebingungan. Saya mencari-cari peron KA Bandara dimana. Akhirnya saya bertanya kepada petugas stasiun yang jaga di dekat mesin tap tiket commuterline. Beliau menjelaskan bahwa saya harus keluar dulu dari mesin tap ini, lalu ke kanan. Nanti disana ada petugas informasi KA Bandara dan mesin tap tiket KA Bandara.

Baiklah.. saya pun mengikuti arahan dari petugas stasiun commuterline.

Begitu tiba di meja informasi KA Bandara Railink, saya bertanya perihal berita yang saya dengar bahwa bisa langsung tap pakai emoney. Petugasnya menjawab, memang bisa. Lalu petugas informasi KA Bandara memandu saya ke mesin tiket.

Loh kok bukan ke mesin tap masuk tiket ya?
Rupanya bisa menggunakan emoney yang dimaksud bukan langsung tap di mesin tap tiket masuk, melainkan ke mesin pembelian tiket KA Bandara Railink. Dan kita harus membeli tiket dulu untuk nantinya di scan di mesin tap tiket bandara.. eeet daaah inilah efek kalau nggak ada yang memberikan informasi detail di inet.


Sebelum memesan tiket, kami dibantu untuk mengecek saldo emoney kami. Trus petugas bandaranya bilang kalau saldo kami kurang. Loh?

Saya pun spontan bertanya, "Memang harga tiketnya berapa, Pak?" dan dijawab dengan senyuman manis oleh petugas bandara, "70 ribu, Bu" Eeeeh?

"Bukannya harga tiket 50 ribu paling mahal, Pak? Saya lihat di website Railink segitu" protes saya saat itu, tapi nggak pakai muka sinetron yaa yang tegang dan mata mendelik-delik.

"Benar, Bu. Harga 50 ribu kalau beli di aplikasi atau online di website resmi Railink. Kalau beli langsung disini 70 ribu." Jelas petugas informasi KA Bandara Railink masih dengan senyum manis.

"Ooo gitu ya. Ya udah deh saya pesan online saja dulu".

"Boleh, Bu. Tapi jadwalnya nggak bisa mengikuti jadwal terdekat ini ya, Bu. Jadwalnya hanya bisa 1 jam dari sekarang. Berarti di Jam 13.03"

Saat kami bicara jam di HP menunjukkan angka 12.05. Berhubung saya bukan sedang mengejar pesawat, jadi yaa saya nggak masalah. Maka saya duduk manis di bangku Roti O untuk memesan tiket online.

jadwal medan KA Bandara railink
Jadwal keberangkatan KA Bandara railink Medan (photo by twitter KA Bandara railink)

jadwal jakarta KA Bandara railink
Jadwal keberangkatan KA Bandara railink Jakarta (photo by twitter KA Bandara railink)

Cara pesannya, cukup ke website Railink.co.id lalu klik tulisan reservation. Selanjutnya kita hanya tinggal mengikuti tahapan-tahapan yamg terpampang di website tersebut.

Kelar memesan tiket, saya pun langsung menuju petugas informasi menunjukkan booking code pemesanan tiket kami. Lalu sama petugas tersebut langsung dicek dan kemudian dicetak tiket KA Bandara Railink kami.

tiket KA Bandara Railink dari Duri

Fasilitas KA Bandara Railink

Namanya juga transportasi umum, tentunya ada beberapa fasilitas yang khusus untuk penumpangnya, yaitu :

Mushollah dan toilet di ruang tunggu

Begitu dapat tiket, kami pun tidak boleh langsung masuk, karena kita boleh ngetap tiket di mesin tap tiket, 15 menit sebelum jadwal keberangkatan KA Bandara.

Namun, berhubung saat itu waktunya sholat dzuhur dan kebetulan saya mau banget ke toilet, saya ijin untuk masuk lebih dulu. Sebab toilet dan mushollahnya ada di dalam ruang tunggu KA Bandara, dimana masuknya harus ngetap tiket KA Bandara.

Alhamdulillah petugasnya baik banget. Mereka memberi ijin masuk, namun tiketnya mereka yang pegang. Ya sudah nggak apa-apa, yang penting saya bisa ke toilet dulu dan sholat dzuhur.


Bebas memilih tempat duduk

Jam keberangkatan kami pun tiba. Ekskalator turun ke peron semula ditutup akhirnya dibuka. Tiket kerata kami sudah diberikan kembali oleh Petugas 10 menit sebelum waktu berangkat. Kami pun turun ke peron tempat KA Bandara Railink berhenti.

Gerbong KA Bandara Railink hanya ada 6. Masing-masing gerbong diberi nama "eksekutif" lalu diikuti angka gerbongnya.

Turun dari tangga ekskalator dekat dengan pintu gerbang eksekutif 5. Karena pada tiket KA Bandara Railink tidak ada no bangkunya, kami memilih gerbong paling akhir no 6. Kami pikir itu gerbong pertama yang sampai, ternyata malah gerbong terakhir. Hhh.. salah prediksi terus yaaa.. -_-

Jadi kita nggak perlu khawatir nggak kebagian kursi. Karena jumlah penumpang KA Bandara lebih sedikit dibanding dengan jumlah tempat duduknya. Jadi seandainya 4 bangku mau dikuasai kita sendiri ya bisa saja. ^_^

USB Port dimasing-masing tempat duduk.

Interior desain KA Bandar Railink hampir sama dengan interior KA Disel keluar kota. Hanya bedanya di jenis bangku saja. Bangku KA Bandara Railink tidak ada penyanggah kaki untuk posisi duduk lebih nyaman.
interior KA Bandara Railink Jakarta
interior desain KA Bandara Railink Jakarta

Itu sebabnya dalam KA Bandara Railink ada aturan tidak boleh menaikkan kaki kita ke bangku didepannya. Tau kali yaa.. pada banyak yang lelah, jadi suka taruh kaki ke bangku depannya. Xixixi..

Walaupun tak terlihat oleh Train Attendent nya, tetaplah yaa.. kita harus punya jiwa malu jika tidak mematuhi aturan yang dibuat. ^_^

duduk naikkan kaki ke bangku depan KA Bandara railink
photo by instagram KA Bandara railink


Selain bangku yang nyaman, di masing-masing bangku, terdapat colokan port USB untuk me-recharge HP kita. Jadi selama perjalanan kita nggak perlu khawatir akan kehabisan batrei HP.


Kompartemen untuk menyimpan tas

Saat memasuki KA Bandara Railink, saya sempat melihat rak-rak dan kotak yang terbuat dari stainlisteel diujung-ujung tempat pintu antar kereta. Kalau saya perhatikan rak-rak tersebut berfungsi untuk menaruh koper atau tas yang besar, agar tidak perlu dibawa-bawa ke tempat duduk. Karena rak-rak tersebut terletak dekat dengan pintu keluar kereta.

photo by twitter KA Bandara railink

Sky Train KA Bandara Soetta.

Tiba di Bandara Soetta, kami langsung menuju ke KA Layang (Sky Train) yang bisa mengantar kita ke terminal pesawat sesuai tiket penerbangan.

Lagi-lagi kata 'jangan khawatir' keluar. Memang jangan khawatir kesasar menuju KA Layang, karena banyak papan petunjuk menuju KA Layang.

KA Bandara Railink papan petunjuk
papan petunjuk dan papan informasi penerbangan di KA Bandara Railink Soetta

ruang tunggu KA Layang KA Bandara Railink Soetta

Di ruang tunggu KA Layang terdapat aquarium digital. Jadi Adek Fi betah banget menunggu KA Layang datang.

Adek Fi berdiri di depan Aquarium digital KA Bandara Railink Soetta


Ruang tunggu yang cozy.

Selesai makan siang di Bandara Soetta, kami pun kembali memesan tiket pulang.

Sayangnya untuk kesekian kali kami salah prediksi waktu kepulangan. Masih lama waktu tunggu kami. Saat itu kami selesai makan-makan pukul 16.00, sedangkan kami memesan tiket pukul 17.27. Jadi lama sekali 1,5 jam harus menunggu.

Akhirnya saya coba berinisiatif tanya ke bagian informasi, kali saja bisa di reschedule jadi bisa ikut jadwal keberangkatan 16.57.

Setelah bertanya ke petugas informasi KA Bandara Railink, ternyata tiket tidak bisa di reschedule. Hiks... perubahan (reschedule) jam keberangkatan hanya bisa dilakukan pada tiket flexi ataupun tiket yang beli secara offline. Kalau online jadwal tidak bisa dirubah-rubah. Hhh.. baiklaaah..

Untungnya ruang tunggu (waiting lounge) KA Bandara Railink di Bandara Soetta cozy banget.

Ruang tunggunya luas banget dan ada 2 sisi. Bangku di ruang tunggu berupa sofa berwarna hijau yang diatur memanjang agar bisa nyaman kalau penumpang KA Bandara mau tiduran atau tidurin anak saat mereka ngantuk.

Waiting lounge di KA Bandara Railink Soetta

Selain bangku yang nyaman, banyak stop kontak listrik untuk menambah daya HP saat menunggu. Dan ada free wifi pula. Jadi kita bisa bersosmed ria atau main game online saat menunggu jadwal berangkat.

tempat untuk mengerjakan sesuatu dengan laptop di waiting lounge KA Bandara Railink Soetta

port untuk recharge HP di KA Bandara Railink Soetta

Nggak perlu khawatir kelaparan menunggu di Waiting Lounge KA Bandara Railink di Bandara Soetta, karena banyak tempat makanan di sekitar waiting longe. Jadi menunggu berapa lama pun tidak membosankan.

Waktu Tempuh KA Bandara Railink

Jadwal kereta pun tiba. Kami pulang dan kami kembali memilih 2 gerbong terakhir, agar saat di Duri posisinya pas dengan ekskalator.

Dan 30 menit kemudian kami tiba di stasiun Duri. Yes, waktu tempuh dari stasiun Duri menuju stasiun Bandara Soetta hanya 30 menit saja.

Waktu tempuh juga bisa dilihat pada tiket yang kita pesan. Dan memang ontime loooh.


***

Nah, selesai deh ngajak Abang Fi mencoba Railink. Abang suka banget dengan pengalamannya itu. Dia sudah membisikkan saya, bulan depan saat dia pulang, dia mau coba LRT jalur baru dari Manggarai ke Cibubur. Hmm.. baiklaaah.

Wassalam










30 comments

  1. Kalo jalan sendiri dan gak bawa banyak barang emg ok naik kereta mba. Nah klo lagi banyak barang or bersama keluarga agak ribet pindah2 dari stasiun ke terminal keberangkatan

    ReplyDelete
  2. Abang Fi udah kelihatan care-nya ya dari kecil. Punya cita2 aja bukan karena pingin terlihat hebat, tapi diniatkan untuk membantu orang lain. Moga nanti pekerjaan Abang, apapun itu juga untuk membantu orang banyak ya, Ummi.

    BTW keretanya keren banget ya, Ummi. Walau harga tiketnya pun di atas Damri, cuma memang untuk yg butuh cepat ya. Sama aja lah macam di KL Sentral - KLIA, kita bisa milih mau bus atau kereta. Moga di Jatinegara juga ada ini, haha... Karena diriku dekatnya di sini.

    ReplyDelete
  3. KA-nya asyik
    aku pernah coba dari CGK menuju BNI City
    Cuman, menurutku tarifnya agak mahal ya
    Waktu itu sepiiiii bgt penumpangnya dikit

    ReplyDelete
  4. Aku belum kesampaian naik Railink sampai gak beroperasi lagi dari Bekasi. Soalnya waktu itu adanya jam 10an sedangkan kalau naik pesawat aku selalu pilih paling pagi jadi gagal terus deh. Nanti mau nyobain dari BNI City deh

    ReplyDelete
  5. Sekarang kalau mau kemana2 pakai public transportation terasa banget enaknya. Gak usah takut nyasar soalnya banyak panduannya. Di stasiun dan terminal pun banyak sekuriti dan petugas yang well behaved dan mau ngasih informasi yg dibutuhkan. KA bandara dan sky train belum pernah naik nih aku. Kalo ke bandara masih lebih nyaman pakai mobil aja karena jauh ke stasiunnya. Tapi pengen deh nyobain kapan-kapan

    ReplyDelete
  6. hwaa asiknya ajak jalan2 naik railink. baru suamiku yg nyobain waktu pulang dr bandara, katanya keretanya bagus.
    tadinya libur tahun baru mau ajak boyz tamasya naik kereta. eh ga jadi karna hujan dan banjir di jakarta

    ReplyDelete
  7. Aku baru tahu Mba ade ada nama kereta api selain PT kereta api Indonesia. Ternyata PT Railing ini anaknya ya. Aku belum pernah naik kereta api itu soalnya. Karena aku belum punya tujuan mu pergi kemana. Hihihi. Tapi kayaknya enak ikh. Jadi pengen nyobain 😍

    ReplyDelete
  8. Saya sempat bingung pas baca rutenya karena gak ada yang sampai ke Bekasi. Sampai saya googling. Dan baru tau dong kalau ternyata rute sampai Bekasi udha gak ada sejak september 2019. Kudet banget saya, ya hehehe.

    Ke Bandara suka deg-degan terlambat. Apalagi saat kena macet. Naik kereta memang jadi solusi banget deh ini

    ReplyDelete
  9. Aku pernah Naik harga nya 70rb ya mba Blum baru tahu ini Ada yg 50rb ku coba kbetulan besok February Ada perjalanan.. lengkap bngt unfnya

    ReplyDelete
  10. Belum pernah naik kereta ke bandara ini mbak bisa jadi solusi bebas macet ya kalau ke bandara dari jakarta harganya juga masi terjangkau daripada taxi menurutku

    ReplyDelete
  11. Widyanti YuliandariJanuary 18, 2020 at 12:33 PM

    Bloger ndeso Kaya Aku, belum pernah nih nyoba. Smoga segera ada kesempatan

    ReplyDelete
  12. Wah perjalanannya khusus untuk cobain kereta bandara ya Mbak, memang lebih cepat ya jadinya daripada damri yang rentan macet..

    ReplyDelete
  13. Sosialisasi seperti ini penting banget nih buat diketahui masyarakat. Jadi tahu lebih detail hal-hal teknis di lapangan. Dulu pas pulang ke Jakarta niatnya mau naik Railink ini tapi kurang info jadinya naik bus lagi.

    ReplyDelete
  14. Bersih dan fasilitasnya oke banget ya mb. Jadi nyaman juga makainya. Mobilitas jadi lebih mudah..jogja sekarang juga ada bandara baru. Belum tahu sih nanti konektivitasnya seperti apa.. Maklum jarang pakai pesawat..hihi.

    ReplyDelete
  15. Perlu pengetahuan yang banyak untuk mencoba Railink ini ya, Mbak. Dari mulai harga tiket yang berbeda-beda hingga cara tap di setiap stasiun.
    BTW ruangan di dalam Railink keliatan nyaman ya...asyik juga bisa menikmatinya hingga bandara

    ReplyDelete
  16. Aku beberpa kali ketemu kereta bandara, di stasiun dan pengin banget nyobain naik kereta Railink, aku kira kertanya langsung ke Bandara, ternyata bisa berhenti di stasiun-stasiun tertentu ya mbak

    ReplyDelete
  17. Asyik bangeeett ya mba. Jd pengen naik Railink jg. Anak sy pecinta bus jg btw. Terutama tayo. Haha. Belum tau dia thomas ada wujud nyatanya jg. Hihi. Maklum, di Kalimantan gak ada keretaaa

    ReplyDelete
  18. Pernah naik rute sebaliknya dari bandara ke stasiun KRL.
    Sebenarnya kalau dari rumahku aku lebih suka pakai damri taoi srkng krn damri naik jd mempertimbangkan kereta ini jg, apalagi udah ngetem di Manggarai jg ya

    ReplyDelete
  19. Beberapa kali ke bandara dengan kereta ini. Nyaman, dan dapat diandalkan kar3na tidak macet...

    ReplyDelete
  20. Untukku yang tidak terbiasa komuteran (karena tinggal di kota kecil) cukup rumit juga ya saat ingin bepergian kemana-mana gini. Beli ini itu dengan ketentuan masing-masing hehehe...
    Tapi memang perlu ya kerapian administrasi seperti ini untuk menjamin kenyamanan warga Jakarta saat hendak menggunakan fasilitas publik.

    ReplyDelete
  21. wah aku belum pernah nyobain naik railink dari rumah ke bandara soetta... kalo ada rejeki naik pesawat lagi a.k.a traveling mau ah icip

    ReplyDelete
  22. Lengkap banget informasinya mba super deh jadi tergambar bagaimana kalau mau menggunakan kereta api dan cara memesan tiketnya

    ReplyDelete
  23. Sekarang ke bandara ada banyak pilihan transportasi publik yang nyaman ya mba. Jadi pengen nyoba naik keretanya, selain nyaman anti macet, kalau mau ke bandara jadi lebih bisa diprediksi waktu berangkat dari rumahnya

    ReplyDelete
  24. Waktu itu sempet pengeb naik kereta bandara eh sayangnya waktunyabga cocok jadi bye deh makasih ummi jelas banget ini next sih pengen naik KA Bandara biar ga macet

    ReplyDelete
  25. Oke bangeet memang layanan kereta ke bandara.. dan sekarang karena sudah tersedia jadi lebih praktis ya. Tapi harus diperhatikan jamnya jugaaa

    ReplyDelete
  26. Wah kalo kelamaan nunggu, bisa nih ke Waiting Lounge KA Bandara Railink di Bandara Soetta, karena banyak tempat makanan di sekitar waiting longe :D

    ReplyDelete
  27. Enaknya pake kereta ke bandara itu, waktu tempuhnya jelas dan bisa diprediksi, soalnya gak terkena macet. Tapi ada juga sih kejadian keretanya yang terlambat datang. Jadi meskipun bisa diprediksi, kalau naik kereta bandara usahakan tidak mepet dengan jadwal terbang.

    ReplyDelete
  28. Wahhh ak belum pernah sih naik kereta ini, kadang biasa kereta lanjutan doang gitu.. Nanti deh coba coba cari pengalaman juga.. Makasih informasinya

    ReplyDelete
  29. Keren banget dalamnya yah.. udah serasa naik pesawat. Trims penjelasannya yang sangat detil

    ReplyDelete
  30. Boleh juga nih kapan2 kita PP yuk Stasiun Manggarai - Soetta :D Makan2 di resto mana gitu biar aku bisa ngerasain naik Railink leihh lama hahaha :D Nyaman banget ya sukaaaa deh, jadi ketagihan. Para petugas KA. Bandara juga ramah2 dan informatif. Lebih murah beli tiket secara online ya daripada di vending machine. Emak2 ogah rugi wakakaka :D

    ReplyDelete

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^