Writer Block? No way... !

Oktober 10, 2016

Image result for mental block writer

Assalamu'alaikum wr. wb.

Seringkali saya mendengar dari beberapa teman kalimat seperti ini, "Gimana ya, Mba... diotakku banyak sekali yang ingin aku tulis, tapi begitu pegang kertas aku nggak bisa." atau kalimat seperti ini, "Setiap kali aku menulis, aku selalu ke block. Ide ku tidak keluar. mandeg. Jadi tulisanku tidak pernah selesai."

Hmm...
Hal-hal seperti itu yang disebut dengen Mental Block. Mental Block adalah pikiran yang membelenggu kreatifitas kita, membentuk tembok, benteng atau kotak yang membuat pandangan dan pikiran kita terbatas. Kita seolah sudah takut duluan menghadapi tantangan karena pikiran-pikiran negatif kita. Termasuk juga saat memulai untuk menulis.


Dengan adanya pikiran-pikiran negatif tersebut menghambat kita untuk melatih dan memulai menulis. Padahal menulis itu adalah KEAHLIAN, bukan BAKAT seperti yang orang awam bilang. Kenapa saya bilang menulis adalah KEAHLIAN bukan BAKAT? kerena untuk menciptakan sebuah tulisan yang bagus dan mudah dimengerti oleh pembaca, kita perlu melatihnya setiap hari. Bahkan seorang penulis ternama seperti bunda Helvy, Asmanadia, Raditya Dika, dll pasti akan mengalami kesulitan untuk menulis jika mereka benar-benar vakum tidak menulis sama sekali selama setahun. Mereka bisa seperti itu karena hampir tiap hari mereka meluangkan waktu untuk menulis.

Pada dasarnya, menulis itu kegiatan yang mudah. Semua orang bisa menulis. Seperti yang saya bilang, cukup setiap hari kita rutin meluangkan waktu 15 - 30 menit untuk menulis. Minimal sehari 1 halaman saja. Maka kita akan menciptakan karya-karya indah dalam tulisan kita.

Tapi semua itu akan terasa berat dan susah, jika kita sudah mem-block mental kita dengan pikiran-pikiran negatif seperti, "Ah.. aku sibuk, nggak punya waktu luang." atau "Gimana mulainya ya?" atau "Duh, mana sempat?" dll.
Bukan cuma menulis, kegiatan yang paling mudah sekalipun akan terasa berat jika sudah terhalangi dengan Mental Block.

Berikut tips yang saya lakukan untuk melatih menulis. Tips ini didapat dari guru-guru menulis saya.
1. Buang MENTAL BLOCK dari diri kita.
2. Kuatkan Niat.
3. Munculkan kalimat-kalimat positif bahwa kita bisa menulis. dan yakin pasti bisa.
4. Paksa diri mengambil secarik kertas atau buka laptop dan mulai menulis.
5. Tutup semua media sosial saat latihan menulis. Karena medsos adalah pengganggu konsentrasi no 1 untuk menulis.
6. Menulislah setiap hari dengan target minimal 1 halaman atau dengan waktu 15 menit. Mau selesai atau tidak tulisan kita, menulislah sesuai target.
7. Tambah target setiap jangka waktu 3 hari. contoh : hari pertama menulis 1/2 halaman sampai 3 hari, hari ketiga naikan target menulis jadi 1 halaman.
8. Baca kembali tulisan kita setelah selesai target menulis per hari. Fungsinya untuk melihat kekurangan dan kelebihan tulisan kita.

9. Edit tulisan kita setelah selesai membaca. Jangan mengedit ditengah-tengah kita membaca tulisan kita. Jadi tuntaskan dulu bacaan kita. Jika kita gatal melihat yang salah. cukup mencatatnya di secarik kertas diluar tulisan kita.
10. Lakukan hal tersebut secara rutin minimal 40 hari berturut-turut tanpa putus. Kenapa? karena dalam Islam, segala sesuatu yang dilakukan secara berturut-turut selama 40 hari tanpa putus, maka akan menjadi kebiasan kita yang seolah wajib kita kerjakan.

Dalam latihan menulis, posisikan diri kita menjadi 3 profesi.

1. Sebagai Penulis


Saat menjadi seorang penulis. tulislah terlebih dahulu apa yang ingin kita tulis. jangan dibaca-baca, jangan dilihat-lihat, menulis saja sesuai target kita.

2. Sebagai Pembaca


Setelah selesai menulis posisikan diri kita sebagai pembaca. Ingat kita sebagai pembaca yang baru kali itu membaca tulisan kita. Anggap tulisan yang kita baca adalah tulisan orang lain, bukan tulisan kita. Jika posisi sebagai pembaca, lakukan fungsinya sebagai pembaca bukan editor. Jadi ya dibaca saja dulu sampai tuntas. Seperti yang saya tulis dalam tips. Jika gatal hendak mengedit, buat catatan di kertas lain yang berbeda dengan kertas tulisan kita.


3. Sebagai Editor



Selesai membaca hingga tuntas, silakan kita edit tulisan kita sesuai catatan edit saat membaca. Edit tulisan sesuai ilmu yang kita pelajari. Edit dari segi cerita terlebih dahulu, setelah selesai edit, baca ulang. Jika sudah mantab dari segi cerita, mulai menjadi editor dari segi EYD.


Jika kita melakukan tips diatas dan memposisikan diri sebagai 3 profesi saat menulis, saya yakin bukan cuma pembaca yang senang membaca tulisan kita, tapi editor pun merasa senang dan terbantu jika kita hendak mengirimkan naskah tulisan kita. Tentunya semua dilakukan dengan ilmu, bukan sekedar menulis mengedit semau-mau kita.

Tips paling penting dari semua itu adalah JANGAN PERNAH PUTUS ASA. Jika mendapat kritikan orang, ambil sebagai ilmu untuk memperkaya kualitas tulisan kita. Yuk, kita mulai dari sekarang. Hapus dulu mental blocknya yaa.... Keep on spirit! Selamat Menulis!

Wassalam

You Might Also Like

4 komentar

  1. Ihh setuju banget sama medsosnya mbak,makanya aku selalu matikan wifi ketika lagi kerja(baca:ngeblog)tapi g kepikiran kebiasaan yg 40 hari itu sih. Wah harus dicontioh. Makasih sharing nya mbak

    BalasHapus
  2. Menurutku bakat tanpa latihan itu hasilnya jelas beda dg bakat yg disertai latihan. Practice makes perfect kan 😃😄 15-30 manit sehari cukup sih kalau kita niat ya mbak Ade. Aku sih demen nulis sejak SD kan diary nya bergembok hihihi 😃

    BalasHapus
  3. Mental block kadang karena ide tulisan dangkal juga. Kalau untuk novel ya. Kadang ya karena malas juga, haha... Saya juga sering gitu.

    BalasHapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^

Popular Posts

My Instagram

Jadwal Sholat

jadwal-sholat