Senin, 31 Oktober 2016

Khitan Bayi


foto taken by : https://ddyt.wordpress.com

Assalamu'alaikum wr.wb

Bismillahirrahmanirrahim

Dalam Islam ada 1 hal yang menjadi tanggung jawab wajib bagi orangtua yang memiliki anak laki-laki, selain mendidiknya menjadi anak yang sholeh sesuai aturan Islam. Yaitu mengkhitan atau bahasa awam kita sunat.



Apa sih arti khitan atau Sunat?
Sunat atau khitan atau sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari kemaluan laki-laki, yang dalam islam disebut Qulfah.

Apa hukumnya?
Para ulama berselisih dalam permasalahan ini, terbagi kepada tiga pendapat.
Pendapat Pertama : Khitan itu wajib bagi laki-laki dan perempuan. Pendapat ini merupakan mazhab Syafi`iyah [12], Hanabilah [13] dan sebagian Malikiyah [14] rahimahullah, dan dari ulama terkemuka dewasa ini, seperti pendapat Syaikh al Albani.[15]

Pendapat Kedua : Khitan itu sunnah (mustahab). Pendapat ini merupakan mazhab Hanafiyah [16], pendapat Imam Malik [17] dan Ahmad, dalam satu riwayat [18] rahimahullah.

Pendapat Ketiga : Khitan wajib bagi laki-laki dan keutamaan bagi wanita. Pendapat ini merupakan satu riwayat dari Imam Ahmad [19], sebagian Malikiyah[20] dan Zhahiriyah [21] rahimahullah.
(Sumber: https://almanhaj.or.id/2735-hukum-khitan.html)

Kapan waktu khitan?
Terjadi selisih pendapat para ulama tentang kapan seorang anak dikhitan. Menurut pendapat yang shaheh tidak wajib dikhitan sehingga ia baligh dan disunahkan pada hari ketujuh kelahirannya, hal ini berlaku bila menurut perkiraan medis hal tersebut tidak akan berdampak negatif. Kalau tidak maka harus ditunggu sampai ia sanggup untuk dikhitan. Maka seorang yang sudah baligh wajib disegerakan untuk dikhitan dan bila ia enggan maka terhadap pemerintah wajib memaksanya untuk dikhitan.
(Sumber : http://lbm.mudimesra.com/2011/09/pengertian-khitan-hukum-dan-waktunya.html)

Sementara menurut pengalaman saya saat memiliki Firhan, saya coba konsultasikan hal tersebut dengan dokter anak (DSA). Saya mencoba meminta pendapat DSA jika saya megikuti sunnahnya untuk dikhitan sejak usia dini.

Menurut DSA Firhan, dr. Rianita Syamsu, Sp.A, dari segi kesehatan memang bagus jika kita mengkhitan anak laki-laki sejak bayi. Bahasa beliau,  
khitan pada bayi itu sangat bagus untuk perkembangan organ dalam tubuh si bayi, terutama ginjal. Sehingga asi dan nutrisi-nutrisi yang masuk kedalam tubuh itu dapat diserap dengan baik.  
Tapi saran beliau, khitan pada bayi atau anak dibawah 2 tahun sebaiknya dilakukan oleh dokter bedah anak. Tidak boleh oleh mantri atau tukang sunat tradisional (bengkong). 

Nah, mulailah saya coba mendaftarkan Firhan ke dokter bedah anak untuk konsultasi. Waktu itu saya dapat asuransi kesehatan buat Firhan di RS Mitra Keluarga Depok. Saya disarankan ke dokter Y. Soni, Sp.U (Spesialis bedah Urologi). Waktu itu Firhan sudah berusia 3 bulan. Karena menurut dr Rianita, sebaiknya diusia 3 bulan, agar bisa diberikan obat bius. Menurut dr. Rianita khitan pada bayi itu harus bius total.

Ketika saya masuk ke ruangan dr. Soni beda lagi menurut pendapat beliau. Beliau bilang, justru  
sunat pada bayi itu sebaiknya diusia bayi 0 - 7 hari. 
Dalam hati, "iiih, sesuai anjuran dalam islam ya". Masih menurut pendapat dr. Soni bahwa
diusia 0 - 7 hari itu bayi belum merasakan sakit. Jadi saat disunat, tidak perlu obat bius. Karena obat bius dikhawatirkan belum bisa diterima oleh tubuh si bayi
Mendengar ucapan dr. Soni saya cuma bisa bilang, "yaaa telat dooong." Ya sudah kita pun memutuskan untuk menunda khitan Firhan hingga usia dia siap untuk di khitan.
Nah, buat mama-mama yang akan mendapatkan baby mungil berjenis kelamin PRIA. Sebaiknya dari sekarang coba dikonsultasikan kepada SpOG nya. Kalau memang mau disunat ya sekalian minta saat jelang-jelang lahiran.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi blogger yang baca.

Wassalam ^_^
www.adeufi.com


5 komentar:

  1. Wah....lengkap nih ulasannya. Desember 2016 lalu Fakhri disunat itu dia sudah minta jauh2 bulan cuma kita nunggu pas liburan sekolah. Betul...kalo dipaksa malah khawatir trauma. Bagus mau sendiri ya hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. lebih baik berdasarkan kemauan sendiri.

      Hapus
  2. Eh berarti adek Firhan belum jadi disunat kan ya, Ummi. Saya jadi tau kalau sejak bayi pun malah bagus ya.

    BalasHapus
  3. Aku baru tahu. Soalnya khitan baby hanya buat perempuan. Kalau laki laki biasanya udah kelas 4/5/6 SD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya juga baru tau pas punya anak ketiga ini ^_^

      Hapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^