Bismillahirrahmanirrahiim,
Rasanya di zaman sekarang, sayur daun kelor tuh sudah mulai menjadi masakan yang sangat langka dan jarang ditemukan di meja makan keluarga. Banyak orang yang menganggap daun kelor hanyalah tanaman biasa, sekadar tanaman pagar penghias batas rumah, atau bahkan di beberapa daerah kerap dikaitkan dengan mitos-mitos mistis. Yang bermain di dunia ghaib paham dah ini. Sayang banget kan? Padahal, di balik penampilannya yang sederhana dan statusnya yang sering dipandang sebelah mata, daun kelor menyimpan keajaiban yang luar biasa untuk kesehatan tubuh kita.
Manfaat Daun Kelor
Sebelum kita masuk ke cerita tentang betapa lezatnya olahan masakan daun kelor, kita bahas sedikit tentang keistimewaan tanaman yang satu ini. Berdasarkan banyak penelitian kesehatan, daun kelor ternyata diakui dunia sebagai salah satu superfood!Dibilang superfood karena kandungan nutrisi yang terdapat didalamnya. Daun kelor memiliki kandungan vitamin C yang jauh melebihi buah jeruk, bahkan hingga tujuh kali lipatnya. Tidak hanya itu, daun kecil ini juga kaya akan kalsium, memiliki potasium yang melebihi buah pisang, zat besi, dan vitamin A yang sangat tinggi.
Lalu, apa saja manfaat spesifiknya?
Pertama, daun kelor sangat kaya akan antioksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas, mencegah penuaan dini, serta melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.Kedua, bagi teman-teman atau anggota keluarga yang ingin menjaga kadar gula darah, daun kelor sangat dianjurkan karena mampu menurunkan gula darah serta meningkatkan efektivitas kerja hormon insulin, sehingga sangat baik untuk mencegah diabetes.
Ketiga, daun kelor sudah sangat terkenal manfaatnya bagi ibu menyusui karena terbukti ampuh melancarkan produksi ASI. Selain itu, sifat antiinflamasinya membantu meredakan peradangan di dalam tubuh, menjaga kesehatan jantung, hingga dipercaya mampu menghambat perkembangan sel kanker berkat kandungan senyawa aktif di dalamnya.
Menakjubkan kan? Tanaman Pagar justru menjadi apotek hidup yang sangat berharga.
Resep Sayur Daun Kelor
Mengetahui manfaat hebat daun kelor tersebut, saya jadi ingat ketika masa remaja dulu. Setiap kali saya berkunjung ke rumah kakak mama, saya panggilnyaa Bu Nani, beliau pasti memasakkan mama saya sayur daun kelor. Dulu ketika saya tinggal di Lampung pohon kelor ini tidak bisa saya temui, sementara pohon tersebut tumbuh subur di dekat rumah Bu Nani. Dan menurut mama, sayur daun kelor Bu Nani ini nggak ada duanya. Mama pernah masak tapi tidak seenak buatan beliau dan mama mengakui hal itu. Makanya setiap kami mampir kesana, kalau nggak Bu Nani yang menawarkan, mama pasti yang minta dibuatkan sayur daun kelor. Sayangnya, saya belum sempat belajar buat sayur tersebut, beliau sudah tiada.Eits, jangan sedih dulu. Bersyukur resep itu diturunkan ke kakak sepupu saya, anak dari Bu Nani, Mba Kokom namanya. Dari Mba Kokom inlah saya belajar bagaimana cara membuat sayur daun kelor khas Bu Nani.
Bagi teman-teman yang mungkin punya pohon kelor di dekat rumah atau kebetulan melihatnya diikat rapi di pasar tradisional, jangan ragu untuk membelinya. Yuk, kita lestarikan masakan sehat nan lezat ini. Ok, siapkan bahan-bahannya ya!
Bahan-Bahan:
- Daun kelor secukupnya (petik daunnya saja, pisahkan dari tangkai utamanya)
- Segenggam kelapa parut (kukus terlebih dahulu atau sangrai agar aromanya lebih keluar)
- 1 buah tomat berukuran kecil
- 2 buah cabai rawit (sesuaikan jika teman-teman suka lebih pedas)
- 3 siung bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 1 ruas jari kencur
- 2 ruas jari lengkuas
- 500 ml air putih
- Garam, gula, dan kaldu jamur secukupnya
Note: Untuk tomat, lengkuas dan kecur ini jika tidak suka boleh di skip ya, karena itu opsional dari saya. Kalau resep orinya bu Nani tidak menggunakan 3 bahan tersebut.
Cara Membuat:
- Pertama-tama, siapkan panci di atas kompor dan rebus 500 ml air hingga mendidih.
- Sambil menunggu airnya mendidih, kita bisa mengiris semua bahan bumbu (bawang merah, bawang putih, cabai rawit, tomat, dan kencur). Pengecualian untuk lengkuas, cukup kita geprek saja agar aromanya keluar sempurna.
- Setelah air di panci utama mendidih, masukkan semua bahan bumbu yang sudah disiapkan tadi ke dalamnya. Nah, ada catatan kecil nih, berhubung saat ini kebetulan sedang sakit tenggorokan, maka bumbunya sengaja tidak ditumis agar kuahnya lebih ringan dan ramah di tenggorokan. Namun, jika teman-teman mau kuah yang terasa lebih gurih dan medok, bumbunya bisa ditumis terlebih dahulu dengan sedikit minyak sebelum dimasukkan ke air didihan. Aduk-aduk rata bumbu di dalam panci dan biarkan selama kurang lebih 1 menit.
- Setelah itu, masukkan kelapa parut yang sudah dikukus atau disangrai. Masak dan aduk perlahan selama 1 menit agar rasa gurih kelapa menyatu dengan kuah berbumbu.
- Tibalah saatnya memasukkan bintang utamanya nih. Masukkan daun kelor segar. Memasak daun kelor tidak boleh terlalu lama agar nutrisinya tidak menguap dan warnanya tetap hijau menggugah selera. Masak hingga 3 menit saja sambil terus diaduk rata. Setelah pas 3 menit, segera matikan api kompor.
- Tunggu kurang lebih 1 menit setelah kompor mati, baru kemudian masukkan bumbu perasa: gula, garam, dan kaldu jamur secukupnya. Aduk-aduk terus hingga semua bumbu larut. Jangan lupa untuk koreksi rasa ya, sesuaikan dengan selera lidah kita masing-masing.
- Sayur daun kelor segar, gurih, dan penuh nostalgia siap untuk disajikan!
Bayangkan, semangkuk sayur daun kelor yang hangat ini dinikmati bersama sepiring nasi putih pulen.... Hmm... Maknyuus... Rasa segar dari kuahnya, sentuhan aroma kencur dan lengkuas yang khas, dipadukan dengan tekstur daun kelor yang lembut dan gurihnya kelapa parut, benar-benar menciptakan harmoni rasa yang luar biasa. Selain perut yang kenyang dan lidah yang dimanjakan, sel-sel di tubuh kita pun bersorak gembira karena mendapatkan asupan gizi yang begitu berlimpah.
Mulai sekarang, jangan lagi menganggap daun kelor sekadar tanaman pagar ya! Yuk, kita angkat derajat superfood lokal ini dan jadikan hidangan istimewa warisan keluarga sebagai menu andalan di rumah. Selamat mencoba! Semoga masakan sederhana ini selalu bisa membawa kehangatan, kebahagiaan, dan kesehatan untuk kita semua!



Post a Comment
Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya unknown langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^