Bismillahirrahmanirrahiim,
Apa kabar, teman-teman? nggak terasa ya, waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin kita merayakan pergantian tahun, eh sekarang aroma-aroma khas bulan suci dan semarak persiapan libur Lebaran 2026 sudah mulai tercium nyata di udara. Hmm…
Buat saya pribadi, momen menjelang Idul Fitri itu selalu identik dengan dua hal, kesibukan ekstra di dapur dan kerinduan yang membuncah. Ya gimana nggak rindu, tahun ini Abang Fi yang lagi sibuk-sibuknya kuliah di Padang bakal pulang ke rumah. Yes, Abang mudiknya ke Depok. Rumah pasti bakal ramai lagi!
Mudik memang sudah menjadi ajang tahunan di Indonesia. Arus mudik terbesar bisanya dari pulau Jawa. Baik itu yang di dalam pulau Jawa itu sendiri, atau pulau Jawa keluar pulau lainnya, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Bali dan Papua. Kalau Abang kebalikannya nih, dari Sumatera ke Jakarta (Pulau Jawa).
Bicara soal mudik dan kumpul keluarga ini, ada satu hal krusial yang nggak boleh kita lupakan, apalagi kalau bukan soal Kesehatan. Keceriaan berkumpul dengan sanak saudara akan menjadi ambyar, kalau badan kita atau anggota keluarga malah ada yang tumbang?
Nah, pas banget nih! Kemarin, tepatnya hari Senin, 9 Maret 2026, saya berkesempatan hadir mewakili blogger di acara Konferensi Pers yang diadakan oleh BPJS Kesehatan di Jakarta. Topiknya sangat relate dengan hajat hidup orang banyak menjelang libur panjang ini. Jadi, di tulisan kali ini, saya mau share rangkuman informasi pentingnya dengan gaya santai untuk teman-teman semua. Kita mulai yaa…
![]() |
| Bpk Prihati Pujowaskito BPJS Kesehatan |
Kantor Cabang Tetap Melayani Sepenuh Hati
Satu kekhawatiran yang paling sering muncul di grup tentang kesehatan (khususnya pengguna BPJS) disaat libur panjang Lebaran Adalah, "Aduh, kalau mau ngurus administrasi kesehatan gimana nih? Pasti pada tutup semua ditinggal mudik."Ternyata kekhawatiran itu keliru! Dalam acara kemarin, Bapak Prihati Pujowaskito selaku Direktur Utama BPJS Kesehatan dengan tegas memastikan bahwa kemudahan layanan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) harus tetap bisa dirasakan masyarakat, kapan pun dan di mana pun, termasuk saat tradisi mudik lebarran yang sudah jadi hajatan tahunan kita.
Untuk memastikan hal tersebut, BPJS Kesehatan mengambil langkah proaktif dengan tetap membuka layanan administrasi secara tatap muka di kantor cabang. Dimana layanan akan beroperasi pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026. Jam operasionalnya dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga 13.30 waktu setempat. Jadi, buat teman-teman, jika mungkin ada urusan mendesak terkait kepesertaan yang mengharuskan datang langsung, nggak perlu was-was. Kantor BPJS tetap siaga melayani kita meski sebagian besar orang sedang libur.
Posko Mudik Tersebar di Tengah Perjalanan Panjang
Buat keluarga yang merencanakan perjalanan mudik jauh via jalur darat maupun laut, BPJS Kesehatan juga hadir menemani perjalanan kita lho. Sebagai bentuk dukungan nyata di lapangan, mereka mendirikan "Posko Mudik BPJS Kesehatan" di titik-titik strategis yang biasanya menjadi simpul kepadatan pemudik. Posko ini bukan sekadar tenda biasa, tapi tempat di mana kita bisa mendapatkan layanan informasi, konsultasi, bahkan sampai bantuan layanan JKN.Posko ini akan beroperasi mulai tanggal 13 hingga 16 Maret 2026. Lokasinya tersebar cukup luas, mulai dari Pelabuhan Merak di Banten, Terminal Pulo Gebang di Jakarta Timur, hingga Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar. Buat yang road trip seru lewat jalan tol, posko ini juga hadir di rest area andalan para pemudik, seperti Rest Area Tol 88A Cipularang, Rest Area Tol 166A Cipali, Rest Area Tol 429A Ungaran, dan Rest Area Tol 519A Masaran. Oh ya, di Terminal Purabaya Sidoarjo juga ada poskonya! Kehadiran posko ini sangat diharapkan bisa bikin para pemudik lebih tenang dan gampang dapat info seputar Program JKN pas lagi butuh istirahat di jalan.
Solusi Layanan Digital Praktis
Zaman sekarang, rasanya apa-apa maunya serba digital, termasuk soal layanan administrasi. Bapak Akmal Budi Yulianto, selaku Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, juga mengingatkan kita buat lebih memaksimalkan layanan online. Jujur saja, sebagai perempuan yang waktunya sering tersita untuk urusan dapur dan keluarga, layanan online ini benar-benar penyelamat waktu dan tenaga.![]() |
| Bpk. Akmal Budi Yulianto |
Kita diimbau untuk menggunakan Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA, sampai menghubungi Care Center 165. Cukup lewat smartphone sambil rebahan, kita bisa mengecek status keaktifan kepesertaan, mengubah data peserta, atau sekadar ganti Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tanpa harus capek antre berjam-jam.
Satu pesan yang terus diulang di acara tersebut dan menurut saya sangat penting, yaitu sebelum packing koper dan masuk mobil buat mudik, pastikan dulu status kepesertaan kita aktif! Jangan lupa cek tunggakan dan bayar iuran tepat waktu supaya perjalanan lancar. Toh, bayar iuran sekarang juga gampang banget karena BPJS sudah bekerja sama dengan banyak kanal pembayaran.
Sakit di Rantau? Faskes Mitra Siap Sedia
Ini nih poin yang paling bikin lega para perantau. Kadang kita mikir, "Kalau nanti tiba-tiba anak sakit pas lagi di Kampung, atau pas mudik ke rumah mertua, kartu BPJS dari Depok bisa dipakai berobat nggak ya?" Bapak Abdi Kurniawan Purba, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, menjawab kekhawatiran ini dengan sangat melegakan.![]() |
| Bpk. Abdi Kurniawan Purba |
Selama libur Lebaran, peserta Program JKN tetap bisa mengakses layanan kesehatan meski sedang berada di luar daerah domisilinya! Kalau misalnya Puskesmas, klinik, atau dokter keluarga tempat kita terdaftar tutup karena libur atau karena kita sedang di luar kota, kita diperbolehkan berobat ke FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) mitra BPJS Kesehatan lain yang sedang beroperasi di kota tujuan kita.
Supaya nggak bingung muter-muter cari faskes yang buka pas Lebaran, BPJS sudah menyediakan Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan (Aplicares). Jadi tinggal buka HP, cari lokasi faskes terdekat, dan kita bisa langsung meluncur. Praktis dan bikin tenang, kan?
Perlindungan Ekstra untuk Penyakit Kronis dan Kecelakaan
Kabar baik lainnya juga datang untuk para peserta yang memiliki penyakit kronis atau yang tergabung dalam Program Rujuk Balik (PRB). BPJS Kesehatan menjamin kelangsungan pengobatan kita. Pengambilan obat kronis di rumah sakit maupun obat PRB (Program Rujuk Balik) di FKTP tetap bisa dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi pengobatan nggak perlu putus meskipun kalender sedang merah semua. Terapi jalan terus!Dan yang namanya musibah kita tentu nggak pernah mengharapkannya ya, tapi bersiap adalah hal yang wajib dilakukan. Jika amit-amit terjadi kecelakaan lalu lintas selama perjalanan mudik, jaminan kesehatan bagi peserta tetap berlaku. Ketentuannya, penjaminan pertama kali akan di-cover oleh pihak Jasa Raharja hingga batas maksimal Rp 20 juta. Apabila biaya perawatan ternyata melebihi nilai tersebut, maka selisih biayanya akan dijamin oleh pihak BPJS Kesehatan, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku.
Terakhir, acara ditutup dengan buka puasa bersama. Kami dihidangkan makanan yang berlimpah dan enak. Alhamdulillah.
Nah, itu dia sedikit cerita dan rangkuman informasi penting yang bisa saya bagikan dari konferensi pers kemarin. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat buat teman-teman yang sedang bersiap menyambut Lebaran. Ingat ya, persiapkan kendaraan dan fisik sebaik mungkin, pastikan kepesertaan JKN aktif, dan kita sambut hari kemenangan bersama keluarga tercinta dengan raga yang sehat dan senyum yang merekah. Selamat menyiapkan mudik semuanya!










Post a Comment
Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya unknown langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^