Hal yang Diperhatikan dalam Membeli/Menjual Emas Logam Mulia


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum wr.wb.

Menjalankan rukun Islam yang ke 5 di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Walaupun rejeki itu kehendak Allah, menjadi tamu Allah juga kehendak Allah, kita sebagai manusia diperintahkan untuk berusaha terlebih dahulu. Hanya saja yang buat kita nyesak itu daftar tunggunya yang lama.

Waktu saya menulis tentang Allah maha baik dan berprasangka baik akan dipanggilnya Haji (ini tulisan saya : Haji Insya Allah kami datang), masa tunggunya masih 7 tahun. Tahun 2017 awal masa tunggunya sudah 19 tahun.. huhu kebayangkan lamanya kita harus menunggu?


Tapi seperti yang saya tulis pada artikel saya tentang haji sebelumnya, berbaik sangkalah pada Allah, insya Allah akan dimudahkan. Terbukti saat ini masa tunggu 19 tahun akhirnya maju 5 tahun, karena Allah memberikan kebaikan melalui pemerintah Arab yang menambah kuota jemaah haji kepada Indonesia. Barakallah.. siapa tau tahun depan naik lagi 5th, begitu seterusnya.. Aamiin.

Dengan lamanya masa tunggu pastinya hasutan baru dari syetan muncul lagi untuk mematahkan semangat mendaftar haji. Apalagi kalau bukan, "Hhh.. Dana haji tiap tahun makin bertambah, sementara nabung segitu-segitu aja. Nggak bertambah. Udaaah ngapain daftar haji, mending beli mobil atau traveling yang murah-murah tapi pasti."

Betul kalau kita menabung di tabungan haji, dana kita tetap. kalau kita nabung 10 juta ya 10 tahun kemudian hanya 10jt. Hal tersebutlah yang saya keluhkan saat melihat dana haji yang terus membengkak. Hingga suatu hari teman saya yang sudah naik haji menyarankan ke saya, agar saya menabung logam mulia jika ingin naik haji. Hmm.. saya jadi teringat pesan almarhumah mama
"kalau kamu mau menabung dengan aset yang bertambah, tabunglah di 3 hal ini : Rumah, Tanah dan Emas." 
Teman saya bilang, kalau kita nabung emas ya kita cukup menabung seharga haji saat kita daftar. Karena 10 tahun kedepan harganya jual emas akan mengikuti sesuai nilai emas saat itu. Dan kemungikinan nilai emas turun hanya 1%, pastinya naik jika kita menabungnya untuk jangka panjang. Kalau jangka pendek ya pasti nggak akan naik, malah turun. Ukuran jangka panjang disini 5  tahun keatas.

Selain nilainya naik, menabung dengan logam mulia menghindari kita (bagi umat muslim) dari ancaman riba.

Emas Logam Mulia (LM) Apa Sih?
Emas logam mulia itu bagi orang awam biasa disebut dengan emas batangan. Hanya saja jaman mama masih muda dan saya masih imut-imut, emas LM terkecil beratnya 50gr. Dan pastinya kalau mau beli emas LM kita butuh dana banyak. Namun jaman now, emas LM sudah bisa kita beli dengan berat 1 gram.

Semua emas LM Indonesia diproduksi resmi oleh PT. Aneka Tambang (BUMN). Emas LM PT. Aneka Tambang (Antam) memiliki 2 jenis, yaitu :
  • Gold Bar Minted : adalah emas batangan yang berukuran kecil (small bar). Di Indonesia, logam mulia Antam berukuran kecil memiliki berat 1 gram hingga 100 gram, dengan kadar emas murni 99,99%. Gold bar minted Antam dapat kita bawa dan dijual dimana saja tanpa perlu pemeriksaan ulang kadar emas, karena telah disertai dengan sertifikat LBMA (London Bullion Market Association).
gold bar minted (photo taken by lazada.com)
  • Gold Bar Cast : adalah emas batangan yang memiliki ukuran yang lebih besar dan merupakan bahan baku untuk membuat emas perhiasan (emas dengan 14 karat – 24 karat). Logam yang digunakan untuk bahan pencampur perhiasan emas adalah perak dan tembaga.
    Gold Bar Cast (photo taken by nuga.co)
     (Info lengkap dapat dilihat di https://www.finansialku.com/sebelum-memulai-investasi-logam-mulia-antam/)


    Wah berarti kita harus punya uang  banyak untuk beli LM?
    Kalau dulu, ya. Dulu minimal emas batangan terkecil 50gr yang dijual dipasaran. Namun kini 1 gr pun kita bisa membelinya. Emas dibawah 100 gram saat ini mudah diperjual belikan, dan jarang dicek kadar emasnya, karena ada beberapa hal yang dapat dilihat keasliannya tanpa harus di cek. Berikut ini saya berikan hal-hal yang perlu diperhatikan saat membeli atau menjual emas, yaitu :

    1. Cari Toko Emas Terpercaya
    Toko emas banyak bertebaran dimana-mana. Tapi sebaiknya kita memilih toko emas yang sudah punya rekomendasi bagus dari pembelinya. Untuk wilayah Depok saya punya toko emas langganan yang dikenalkan mama dari saya masih SD, yaitu TOKO EMAS CAHAYA BARU. Letaknya di depan Transmart Depok Jl. Dewi Sartika, Depok.
    toko mas cahaya baru (photo taken by foursquare.com)

    2. Cek Harga Emas
    Sebelum membeli sebaiknya kita cek dulu harga emas saat itu. Karena setiap harinya harga emas selalu berubah-ubah. Kadang bisa sama, kadang naik atau turun. Harga emas bisa cek langsung disini. Atau kita bisa telepon terlebih dahulu toko emasnya untuk cek harga LM saat itu. Fungsinya kita cek harga emas saat itu adalah untuk menghindari penipuan. Banyak toko emas yang asal menaik atau menurunkan harga semau-maunya mereka. Kan nyesek ya.. kalau kita beli emas LM di toko per gramnya Rp 600.000 eh pas lihat harga ternyata hanya Rp 500.000. Jadi serasa ditipu. Begitupun jika kita jual ke kolektor.

    3. Beli/Cek Harga diatas jam 11.00 WIB
    PT. Antam selalu mengeluarkan harga emas terbarunya di jam 11. Sehingga harga pasti setiap harinya baru bisa kita ketahui setelah jam 11.

    4.  Cek Sertifikat
    PT. Antam juga mengeluarkan sertifikat dari setiap emas yang diproduksinya. Jika tidak ada sertifikatnya biasanya toko emas enggan membelinya, karena dianggap emas curian atau emas palsu. Sertifikat keluaran Antam juga dicetak menggunakan security printing. Jika kita taruh dibawah mesin uv, maka akan terlihat seperti gambar berikut.
    photo taken by investasemas-id.com
    5. Cek Kode Emas
    Pada emas produksi LM biasanya ada cetakan kode di batang emasnya yang tertulis juga pada sertifkat. Cocokan kode tersebut. Jika sama berarti memang emas asli produksi oleh PT. Antam. Namun, pada emas 1gr - 5gr tidak ada kode emasnya, yang perlu kita cocokkan di sertifikat adalah cetakan kadar emasnya yaitu ada tulisan fine gold 999,9. Kode emas yang asli jika diraba akan terasa masuk kedalam, beda dengan tulisan fine gold 999,9 justru timbul keluar. Tapi untuk emas cetakan lama semuanya diraba akan timbul keluar.

    Kode emas ada di ID Number pada sertifikat dan tercetak di emas LMnya juga (photo taken by nanda.web.id)
     
    6. Cek Hologram Emas
    Pada cetakan lama bentuk emas landscape (horizontal) sedangkan cetakan baru berbentuk potrait (vertical). Pada bagian belakang, ada cetakan hologram huruf M bila dilihat dari depan dan huruf L bila dilihat dari samping bawah atau kanan kiri.

    logo di bagian belakang emas LM (photo taken by support.indogold.com)

    7. Minta Kuitansi Pembelian
    Kuitansi diperlukan untuk beberapa toko emas disaat kita hendak menjual kembali LM milik kita. Kuitansi juga sebagai bukti kita telah membeli di toko emas yang terpercaya. Toko emas yang berkualitas kuitansi yang dikeluarkan biasanya ada data toko tersebut. Jadi sewaktu-waktu kita hendak komplain kita bisa memperlihatkan bukti bayarnya.
    contoh kuitansi toko emas resmi (photo taken by originalmutiara.com)

    8. Waspada dan Hati-hati
    Hal ini berlaku bukan hanya pada jual beli logam mulia saja tapi semua jual beli yang berharga. Ya kita harus waspada dan hati-hati akan penipuan. Ada baiknya mengajak orang untuk jadi sakti, siapkan beberapa bukti jual beli. Jika pembelian dilakukan bukan di toko emas. Karena logam mulia banyak juga yang memilikinya sebagai koleksi. Nah, harga akan lebih stabil bahkan mahal jika dijual di kolektor.

      Menabung/investasi di logam mulia nukan sekedar untuk dana haji yang terus membengkak, tapi juga bisa untuk tabungan pendidikan anak atau tabungan jangka panjang.

      Lalu kita simpan dimana?
      LM Emas bisa kita simpan di tempat perhiasan. Jika khawatir hilang, kita bisa menyimpannya di deposit box dari bank-bank terpercaya. Harga sewa masing-masing bank berbeda. Kisaran harganya dari Rp 200.000 - Rp 3.000.000 per tahun, tergantung ukuran box yang disewa.
      contoh harga deposit box bank mandiri
      Jika kita masih khawatir dan takut membeli emas, Bank Syariah Mandiri dan Penggadaian juga membuka tabungan emas LM. Nah, tunggu apalagi? Ilmu untuk menabung logam mulia sudah didapat. Yuk, mulai sekarang kita bisa menabung untuk haji tanpa harus takut nggak sanggup dengan kenaikannya. Oiya, menabung LM emas juga bisa kita gunakan untuk menabung biaya pendidikan anak atau biaya-biaya jangka panjang.

      Have a nice saving! Semoga tulisan ini bermanfaat untuk semua yaa ^_^

      Wassalam



      2 komentar:

      1. kalau mau jual kembali emas tanpa kwitansi pembelian bisa gak ya? jadi hanya ada sertifikat antam saja

        BalasHapus
        Balasan
        1. Bisa, Mba. Asalkan tau harga emas hari itu berapa.

          Hapus

      Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya "unknown" langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^