Rencana Libur Akhir Tahun
Akhir tahun selalu jadi momen yang paling dinanti di rumah kami. Rasa-rasanya, atmosfer bahagia langsung memenuhi sudut rumah begitu kalender menunjuk bulan Desember. Bagaimana tidak? Libur akhir semester ganjil adalah momen yang dinanti, bukan hanya keluarga kami, tapi seluruh dunia. Karena di akhir tahun itu juga bertepatan dengan libur hari raya umat kristiani.Desember adalah bulan dimana seluruh keluarga kami berkumpul. Karena di bulan itu, Abang Fi pulang menempuh perjalanan jauh dari Padang ke Depok untuk menikmati jeda semester kuliahnya. Lengkap sudah kehangatan rumah saat kami berkumpul.
Ada terbersit dalam pikiran saya untuk berlibur ke Jogja. Terakhir kali berlibur ke Jogja sekeluarga, 18 tahun yang lalu, Abang Fi masih berusia 1,5 tahun. Lama banget kan? dan sekarang sudah ada Adek Fi, rasanya seru kali yaa kalau benar terjadi liburan ke Jogja.. Xixixi...
Mulailah saya berselancar di web untuk mencari tempat liburan di Jogja. Kami memang berencana menginap beberapa hari di Jogja, lalu menyisihkan satu hari penuh untuk main ke Magelang. Targetnya sederhana: lihat Candi Borobudur dari dekat, cari udara sejuk, dan makan siang di tempat yang anak-anak bisa bebas bergerak tanpa saya harus teriak-teriak.
Satu hal yang saya pelajari dari liburan-liburan sebelumnya, momen libur Natal dan Tahun Baru itu jalanan dan tempat makan pasti padat. Kalau tidak punya rencana makan yang jelas, ujungnya kita muter-muter cari parkir sambil anak-anak sudah lapar dan mulai rewel. Pernah kejadian, dan saya tidak mau mengulanginya lagi. Cukup sekali!
Satu hal yang saya pelajari dari liburan-liburan sebelumnya, momen libur Natal dan Tahun Baru itu jalanan dan tempat makan pasti padat. Kalau tidak punya rencana makan yang jelas, ujungnya kita muter-muter cari parkir sambil anak-anak sudah lapar dan mulai rewel. Pernah kejadian, dan saya tidak mau mengulanginya lagi. Cukup sekali!
Mencari Tempat Makan yang Ramah Anak di Sekitar Borobudur
Pencarian paling wajib bagi kami sekeluarga adalah mencari tempat makan. Kriteria saya waktu itu cukup banyak, maklum emak-emak. Pertama, harus ada view alam, karena kami jauh-jauh dari Depok bukan untuk lihat tembok lagi. Kedua, harus ramah anak, syukur-syukur ada ruang main. Ketiga, menunya harus aman untuk lidah anak-anak tapi tetap menarik buat orang dewasa. Keempat, lokasinya masih searah dengan rute kami ke Borobudur.Dari beberapa referensi yang saya baca, saya menemukan ulasan tentang tempat makan keluarga di Borobudur yang ada playground dan menu anak. Namanya Kedai Bukit Rhema, letaknya di kawasan Rumah Doa Bukit Rhema, di Kurahan, Karangrejo, Borobudur, Magelang. Itu lho, bangunan yang sering disebut orang-orang sebagai Gereja Ayam dan pernah jadi lokasi syuting film AADC 2. Saya simpan dulu di catatan, lalu saya tunjukkan ke Pak Suami. Beliau cuma lihat fotonya sebentar dan bilang, "Ok." Sesimple itu yaaa!
Karena musim liburan, saya harus menghubungi pihak kedai untuk tanya soal meja rombongan keluarga. Sepertinya wajib reservasi tempat. Hati lebih tenang rasanya kalau sudah tahu ada meja yang menunggu. Buat teman-teman yang mau ke sana di tanggal-tanggal ramai, nomor yang bisa dihubungi untuk reservasi adalah 085725779520.
Perjalanan Pagi Menuju Bukit Menoreh
Setelah menentukan lokasi wisata dan makan, kebiasaan keluarga kami adalah buat itinerary perjalanan kami. Biar waktu liburan kami tidak terbuang percuma. Dalam itinerary, kami berangkat dari Jogja setelah sarapan. Jalanan menuju Borobudur pastinya akan lebih ramai dari hari biasa. Akan banyak mobil berpelat luar kota, bus pariwisata, dan rombongan motor. Kalau kami berangkat cukup pagi, perjalanannya masih nyaman.Saya sudah membayangkan, sesampainya di area parkir kedai, akan terlihat barisan Perbukitan Menoreh dan lembah hijau yang berlapis-lapis. Aaah pasti rasa capek perjalanan dan kelelahan rutinitas kami selama di Depok langsung luntur. Duh jadi nggak sabar.
View Bukit yang Bikin Sibuk untuk Mengabadikan
Dari review yang saya baca, jika kita datang di waktu jelang makan siang, suasana masih belum terlalu penuh. Disarankan untuk memilih meja di dekat pagar kayu, yang langsung menghadap ke lembah. Dari meja itu, pemandangannya seperti lukisan. Hijau di mana-mana, ada kabut tipis yang masih menggantung di kejauhan, dan sesekali angin datang membawa bau daun basah. Hmm... sudah terbayang sekali dimata saya.Biasanya kalau pemandangannya bagus, saya pasti sudah sibuk cari posel untuk mengabadikan momen yang tak mungkin saya datangi tiap hari. bahkan tiap tahun.
Saya melihat area kedainya juga cukup lega. Tempat duduknya tertata, jarak antar meja tidak terlalu rapat, jadi kami tidak merasa sedang makan di tengah keramaian meskipun pengunjung mulai berdatangan. Buat keluarga saya yang masih ada bocil, ini penting sekali. Adek Fi bisa bergerak sedikit leluaa tanpa menyenggol meja orang lain.
Menu Makan Siang Favorit Keluarga
Nah, ini bagian yang paling ditunggu, urusan perut! Daftar menunya cukup beragam, dari makanan berat khas Jawa sampai camilan dan minuman hangat. Biasanya jika berada di restoran yang baru, saya akan tanya ke pramusaji menu apa yang paling sering dipesan keluarga, supaya tidak salah pilih.Dari review yang saya baca, Bakmi Jowo Kuah, ini yang jadi favorite banyak orang yang sudah berkunjung. Kuahnya hangat dan gurih, mi-nya lembut, ditemani irisan tomat, sayuran, dan telur. Disajikan dengan kerupuk renyah di mangkuk terpisah. Makan bakmi kuah di udara sejuk bukit itu rasanya pas sekali, seperti pelukan hangat setelah perjalanan panjang. Ada juga menu ayam bakar dengan nasi, dan ada yang bilang bumbunya meresap sampai ke dalam.
![]() |
| Bakmi jowo kuah dan kerupuk di meja Kedai Bukit Rhema, dengan pepohonan hijau di belakangnya. |
Untuk minuman, ada jahe susu. Kebayang hangatnya jahe terasa sampai ke tenggorokan, tapi tetap lembut karena ada susunya. Duduk sambil menyeruput jahe susu dengan pemandangan lembah di depan mata.. Masya Allah nikmat Tuhan mana yang engkau dustakan!
Dan yang masih punya anak kecil, disana ada menu anaknya disajikan di piring sekat warna biru, isinya ada nasi berbentuk lucu, sup hangat, sosis, sayuran segar, dan camilan kecil. Anak-anak pasti senang sekali karena tampilannya warna-warni.
![]() |
| Menu anak di piring sekat Kedai Bukit Rhema: nasi berbentuk lucu, sup, sosis, sayuran, dan camilan kecil. |
Playground yang Bikin Anak-Anak Betah
Setelah makan, anak-anak tentu tidak mau langsung duduk manis. Untungnya, di Kedai Bukit Rhema ada area playground dengan rumput sintetis dan jembatan tali dari kayu. Adek kalau di tempat makan ada playground pasti betah makannya.Wajar saja jika Kedai Bukit Rhema ini direkomendasikan banyak orang. Liburan bareng anak itu seringnya melelahkan karena orang tua harus terus mengejar dan mengawasi. Di sini, anak bisa main dengan aman di area yang jelas, dan orang tua bisa benar-benar istirahat sejenak. Win-win solution, kan?
![]() |
| Anak-anak bermain di jembatan tali area playground Kedai Bukit Rhema. |
Disana bukan cuma hanya ada playground tapi ada kegiatan membatik. Pastinya jadi satu hal menarik buat anak-anak.
Tips Makan Siang Saat Libur Akhir Tahun
Dari pengalaman liburan akhir tahun selama ini, ada beberapa hal yang menurut saya penting dicatat kalau teman-teman, khususnya yang mau ke Magelang di musim liburan akhir tahun, yaitu :- Datang sebelum jam makan siang. Biasanya kami tiba sebelum jam sebelas dan masih bisa memilih meja dengan view terbaik. Menjelang jam satu, pengunjung mulai banyak.
- Hubungi kedai lebih dulu kalau datang bersama keluarga besar atau rombongan, supaya meja dan menunya bisa disiapkan.
- Untuk restoran yang di perbukitan, jangan lupa bawa jaket tipis untuk anak-anak. Udara di bukit biasanya lebih sejuk, apalagi kalau mendung.
- Ikuti peta dan sisakan waktu ekstra di perjalanan. Saat musim libur, antrean kendaraan di sekitar Borobudur bisa muncul di titik yang tidak terduga.
- Susun itinerary yang tidak terlalu padat. Satu atau dua tempat yang dinikmati dengan santai jauh lebih berkesan daripada lima tempat yang serba buru-buru.
Worth It Nggak untuk Liburan Keluarga?
Nampaknya makan siang di Kedai Bukit Rhema akan menjadi tempat makan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Bukan karena tempatnya mewah, tapi karena semua kebutuhan keluarga terpenuhi di satu titik: view bukit yang menenangkan, menu yang cocok untuk anak dan orang tua, serta ruang main yang bikin anak-anak betah.Aah.. rasanya tak sabar ingin waktu segera maju ke bulan Desember. Ingin segera mewujudkan impian kami kesana. Buat teman-teman yang sudah pernah kesana, yuk berbagi cerita di kolom komentar yaa!
Semoga rencana liburan kami ini bisa jadi referensi buat teman-teman juga yang sedang menyusun rencana libur Akhir Tahun bersama keluarga. Kalau kamu, biasanya libur akhir tahun lebih suka ke pantai atau ke bukit? Ceritakan juga di kolom komentar, ya!





Post a Comment
Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya unknown langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^