Filantropi Bukan Sekadar Memberi: Catatan I-HitS 2025

Saturday, January 17, 2026

Pernah nggak sih kita merasa hadir disebuah acara tapi cuma duduk aja dan pikiran kita berkelana kemana-mana? Nah, kemarin, saya melangkah ke Nusantara TV Ballroom untuk mengikuti Indonesia Humanitarian Summit 2025. Sebuah acara yang bertajuk ‘Empowerment to the Next Level’. Dimana dalam acara tersebut dibahas tentang bagaimana filantropi berubah menjadi solusi nyata bagi ketimpangan ekonomi. Penasaran bagaimana keseruan diskusi bareng tokoh hebat dan melihat produk lokal dari hasil kelola Dompet Dhuafa sebagai filantropi terpercaya saat ini? Mari ikut saya mengintip catatan acaranya!

Indonesia Humanitarian Summits 2025


Bismillahirrahmanirrahiim, Filantropi Bukan Sekadar Memberi: Catatan I-HitS 2025

Hari Kamis, 15 Januari 2025, pukul 13.00 wib, langit Jakarta terlihat syahdu. Cuaca mendung tapi tidak hujan. Saya yang dari Depok sudah mulai agak gelap, rasanya mau buru-buru sampai ke NT Tower, Jakarta Timur. Bersyukur setibanya saya disana tidak ada setetes airpun yang membasahi pakaian saya. Suasana dinamis sudah terasa sejak saya mulai memasuki Ballroom Nusantara TV yang sudah disulap menjadi ruang pertemuan yang sangat elegan namun hangat dan beberapa lapak bazar dibagian luar Ballroom.

Proses registrasinya sangat rapi. Saya menerima gelang visitor dan selembar kertas untuk mengambil souvenir setelah acara selesai. Sambil menunggu acara dimulai, saya makan siang terlebih dahulu secara prasmanan yang memang sudah disiapkan oleh panitia. Selesai makan saya kembali ke dalam Ballroom untuk mencari tempat duduk yang nyaman mendengarkan informasi dari para naras umber.

Acara pun dimulai. Ada sesuatu yang magis ketika tarian sama dibawakan oleh anak-anak SLB Mekar Sari 1 Cibinong. Mereka yang tuna rungu dan wicara bisa begitu kompak dan apik membawakan tarian saman, yang orang normal saja belum tentu bisa dan butuh latihan lama. Kebayang dong bagaimana cerdas gurunya bisa dengan sabar melatih mereka.

Membaca Realita: Apakah Dunia Sedang Baik-Baik Saja?

Saat sesi pembukaan dimulai, suasana berubah menjadi reflektif. Sambutan dari beberapa tokoh yang berhubungan dengan Lembaga filatropis membuat kita seolah diingatkan bahwa saat ini dunia sedang berada di persimpangan perubahan besar. Ketidakpastian global melingkupi berbagai sektor, mulai dari ekonomi, sosial, hingga kemanusiaan. Inflasi yang tinggi, konflik berkepanjangan, hingga gejolak geopolitik membuat jutaan orang di berbagai negara kehilangan rasa aman. Apalagi kini di Indonesia, banyak bencana melanda di beberapa wilayah Sumatera.

Masalah bukan hanya terjadi pada alam, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) nmeningkat di tahun 2025. Hal ini menghantui sektor manufaktur dan digital. Daya beli masyarakat menurun, dan lapangan kerja semakin sempit. Yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi kelompok ekonomi menengah, kini banyak yang terjun menjadi kelompok rentan miskin. Miris bukan?

Meskipun secara statistik BPS mencatat penurunan persentase penduduk miskin menjadi 8,47% pada Maret 2025, realita di lapangan seringkali berbeda. Kesenjangan sosial masih sangat tinggi, terutama di daerah dengan biaya hidup yang terus meroket. Inilah alasan mengapa acara ini menjadi sangat krusial. Kita butuh aksi yang melampaui sekadar angka di atas kertas.

Komitmen Dompet Dhuafa: Lebih dari Sekadar Bantuan

Di tengah tantangan yang saya jabarkan diatas, peran lembaga zakat dan filantropi seperti Dompet Dhuafa menjadi tumpuan harapan. Saya belajar bahwa bagi bangsa Indonesia, terlibat dalam isu kemanusiaan bukan sekadar pilihan, melainkan amanat dasar negara kita. Terutama untuk rakyat muslim, dimana selalu mengagungkan sedekah dan wakaf.

Dompet Dhuafa menunjukkan bahwa kunci untuk bertahan di masa sulit adalah kepercayaan publik dan tata kelola yang profesional. Saya sangat terkesan melihat deretan prestasi yang mereka raih di tahun 2025, mulai dari SDG’s Action Award, Top Brand Award kategori Zakat dan Amal, hingga pengakuan sebagai Nazir Wakaf Terbaik. Bahkan, transparansi mereka dibuktikan dengan standar ISO yang ketat, termasuk untuk anti penyuapan dan tindak terorisme. Ini memberi rasa aman bagi kita sebagai donatur bahwa bantuan kita dikelola dengan standar Good Corporate Governance yang optimal.

Pada acara tersebut Bapak Ahmad Juwaini, ketua pengurus Dompet Dhuafa, memaparkan laporan kegiatan Dopmpet Dhuafa sepanjang tahun 2025. Total yang didapat dalam Penghimpunan Dompet Dhuafa sebanyak Rp426.519.076.822. Sementara total penyaluran melalui berbagai program yang berbasis lima pilar kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dakwah dan budaya ini, sebanyak Rp422.942.586.574. Wow... ini sih judulnya 99% dana yang disalurkan.

Menurut Pak Ahmad Juwani catatan kenaikan penyaluran tahun 2025 sebesar 103%, kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut Allocation to Collection Ratio, Zakat Core Principle. Dari angka penghimpunan di atas, total penerima manfaat pada tahun 2025 sebanyak 2.828.823 jiwa dan melalui 3.632.925 layanan.

Sinergi untuk Pemberdayaan Berkelanjutan

Memasuki sesi diskusi panel, suasana semakin "daging". Dompet Dhuafa bersama Nusantara TV menegaskan visi mereka: hadir bukan hanya untuk memberi bantuan sesaat, tapi memberikan solusi berkelanjutan melalui program pemberdayaan. Tujuannya mulia, agar para dhuafa bisa keluar dari jerat kemiskinan dan bertransformasi menuju kehidupan yang lebih bermartabat.

Sesi ini menghadirkan tokoh-tokoh hebat seperti Bapak K.H. Wahfiudin Sakkam dan Bapak Yudi Latif yang di moderator oleh Bapak Dede Apriadi, Direktur Komersial Nusantara TV. Mereka membahas bagaimana filantropi harus selaras dengan "Asta Cita" untuk memberikan dampak yang terukur. Sebagai seorang guru, saya sangat setuju dengan fokus pada bidang pendidikan dan ekonomi berkelanjutan. Jika kita memberikan "pancing", bukan hanya "ikan", maka perubahan itu akan menetap selamanya.

Anak Muda dan Estafet Kemanusiaan

Sesi kedua yang menghadirkan Bapak Sandiaga Uno dan Sally Giovanny, penilik Batik Trusmi memberikan energi segar. Mereka membahas peran Local Leaders dan pemberdayaan anak muda. Melihat semangat mereka, saya tersadar bahwa anak muda zaman sekarang punya cara unik untuk menyalurkan solidaritas demi kemanusiaan. Lewat kreativitas dan teknologi, gerakan sosial bisa menyebar jauh lebih cepat dan luas.

Pameran Program: Melihat Hasil Nyata

Salah satu bagian favorit saya adalah pameran program dan produk pemberdayaan Dompet Dhuafa. Di sana, saya melihat langsung hasil dari program pemberdayaan ekonomi, kesehatan, hingga dakwah budaya yang berkelanjutan. Melihat produk kerajinan dan usaha kecil milik warga binaan membuat saya kagum. Sebuah produk kecil di meja pameran itu adalah simbol kemandirian seorang kepala keluarga yang kini bisa kembali menatap masa depan dengan optimis.

Acara yang saya hadiri saat ini membawa pencerahan, Saya ingin murid-murid saya paham bahwa menulis bukan hanya tentang menyusun kata-kata indah, tapi tentang menyuarakan kebenaran dan menjadi bagian dari solusi atas ketimpangan ekonomi yang mereka lihat di sekitar mereka.

Saya membawa pulang banyak catatan penting. Indonesia Humanitarian Summit 2025 berhasil menjadi ajang penggerak perubahan nyata melalui semangat EMPOWERMENT TO THE NEXT LEVEL. Ini adalah pengingat bagi saya dan kita semua, bahwa di tengah ketidakpastian global, solidaritas adalah satu-satunya bahasa yang bisa menyatukan kita semua.

Apa Langkah Kita Selanjutnya?

Pulang dari Ballroom Nusantara TV, saya merasa memiliki tanggung jawab baru. Kita tidak bisa hanya diam melihat kesenjangan sosial yang semakin tinggi. Kita perlu terlibat, entah itu melalui donasi, menjadi relawan, atau sekadar menyebarkan pesan kebaikan seperti yang sedang saya lakukan melalui blog ini.

Pemberdayaan masyarakat bukan tugas satu lembaga saja, melainkan tugas kolektif kita sebagai bangsa. Yuk, kita dukung gerakan pemberdayaan ini agar semakin banyak saudara kita yang keluar dari jerat kemiskinan dan hidup lebih bermartabat.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi banyak orang!

Wassalam





Post a Comment

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Tapi mohon maaf, buat yang profilnya unknown langsung saya hapus. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^