Kamis, 10 Agustus 2017

Solusi Ibu dalam Mengatasi GTM bersama Philps Avent

Philips avent

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum wr.wb.

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu 
Ibuku sayang masih terus berjalan 
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah

Lirik lagu yang dinyanyikan oleh Iwan Fals itu memang benar-benar bisa saya rasakan setelah memiliki Abang FI. Karena profesi seorang Ibu itu bukanlah hal sepele.Segala hal akan dilakukan oleh Ibu demi kebaikan dan masa depan anaknya. Termasuk urusan makanan dan nutrisi anak-anak. Ibu adalah manager plus supervisor dalam nutrisi makanan anak-anaknya. Makanya jika ada anaknya yang melakukan aksi GTM (Gerakan Tutup Mulut), beliau akan pusing. Banyak kekhawatiran Ibu jika anaknya terus menerus melakukan GTM.

philips avent
photo taken by Website RS Kasih Ibu
Dulu saat anak saya baru Abang Fi, saya suka bingung melihat ibu-ibu yang memaksa anaknya untuk makan. Ada yang lari-lari mengejar anaknya biar mau makan. Ada yang dengan gaya militer duduk didepan anaknya dan diawasi setiap suapan ke mulut anaknya. Ada yg diajak main keluar. Dan masih banyak lagi cara seorang ibu agar anaknya mau makan

Para demonstran cilik ini bisa membuat Ibunya kelelahan. Kalau Ibu yang mengasuh anaknya sendiri sih bisa disabar-sabarin, yang penting anaknya mau makan. Tapi kita nggak tahu jika anak diasuh oleh khadimat. Kalau dapat yang sabar dan telaten alhamdulillah banget ya, tapi kalau dapat yang cuek? Wallahu'alam.

Kembali ke cerita anak-anak saya. Seperti yang saya tulis diatas bahwa makan Abang Fi itu tidak bermasalah. Abang Fi cendrung masuk semua makanan ke mulutnya. Di hanya nggak suka sayuran. Jika anak lain dipaksa untuk makan, Abang Fi dipaksa untuk stop makan. Namun ternyata... saat punya Adek Fi, saya harus mengalami yang namanya GTM.

Sebenarnya Adek Fi ini sih bukan yang 100% nggak mau makan, hanya saja dia pemilih. Dia baru mau makan banyak dan pakai nasi, jika makanannya gurih dan berkuah, seperti opor, rendang, sayur daun singkong, balado telor, dll. Tapi MPASI dengan lauk pauknya itu baru saya berikan saat usia dia 9 bulan. Sebelumnya dia nggak mau makan MPASI buatan saya, kecuali ditambah dengan keju. Itupun saya rasakan dulu, kalau enak rasanya, maka dia lahap makannya. Kalau hambar, nggak akan mau masuk makanannya. Kalau lauknya kering, misal ayam goreng, dia nggak mau pakai nasi putih. Dia hanya makan ayamnya saja. Hhh.. pusing kaaan?

Philips avent
sayur daun singkong kesukaan Adek Fi
Saya benar-benar harus putar otak mencari kreatifitas olahan MPASI buat Adek Fi ini. Sampai diusianya saat ini, 1 tahun 7 bulan, Mama Ayu (khadimat kami dirumah yang sudah seperti keluarga, makanya dipanggil "Mama" dan "Ayu" panggilan kita ke beliau menggantikan "Mba") setiap hari kita minta kalau masak buat yang berkuah dan gurih, agar bisa dimakan oleh Adek Fi.
Kalau Adek Fi tidak menyukai menu yang dimasak Mama Ayu, sudah jelas dia akan GTM. Makan hanya masuk 2 atau 3 suap saja. Selebihnya dia memilih mamam (bahasa Adek Fi kalau mau minum) ASI. Alhamdulillah sampai detik ini ASI saya masih produksi banyak. Dan memang Adek Fi ini full ASI, tanpa ada yang diperah untuk diminum dot. Kapan pun dia mau, dia bisa dapat. Jadi ada sedikit kelegaan, bahwa anak saya kenyang.

Yang saya khawatirkan dengan pola makan Adek Fi seperti itu, apakah tidak membahayakan ke nutrisinya? Karena kan gula garamnya berasa banget buat kegurihan makanan dan lagi nutrisi ASI diusia dia sekarang itu sudah mulai menurun. Duuh... pusiiiiing pala barbie.

Hingga suatu hari saya dapat undangan dari Philips Avent yang mengadakan acara talkshow dengan tema Solusi Untuk Menjawab Kebutuhan Nutrisi Anak. Talkshow itu diselenggarakan dalam rangka hari anak nasional. Acara talkshow di adakan di Thamrin Nine Ballroom Jakarta.
philips avent

Sebelum acara dimulai kami diminta untuk makan siang terlebih dahulu. Makanan yang disajikan.. hmmm.. menggugah selera. Kalau nggak inget lagi di undangan acara, mungkin sudah makan dengan lahap semuanya. ^_^

philips avent
menu makan siang
Tepat jam 1 acara pun dimulai. Acara dibuka oleh MC dan dilanjut dengan kata sambutan dari Bapak Yongki Sentosa, Head of Personal Health Philips Indonesia, sebagai pemrakarsa talkshow menyambut Hari Anak Nasional. Beliau berkata bahwa talkshow ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada orangtua dalam memahami nutrisi apa yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembang atau periode emas.

Pak Yongki Sentosa, Head of Personal Health Philips Indonesia
Pembicara utama Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), dokter spesialis anaksub-spesialisasi  nutrisi dan penyakit metabolik mulai memberikan materinya. Dokter Damayanti mengatakan bahwa nutrisi terbaik harus diberikan pada anak itu dimulai dari 1000 hari pertamanya. Seribu hari pertama yang dimaksud bukan dihitung saat baru lahir ke dunia, melainkan mulai dari dalam kandungan sang ibu.

Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K)
Karena nutrisi yang diberikan 1000 hari pertama tersebut sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Kualitas nutrisi yang diberikan oleh ibu saat itu menunjukkan kualitas kecerdasaan anak di masa depan. Bagi bayi yang mengalami gizi buruk, 25% akan mempunyai IQ 51 - 70 pada usia 40 tahun dan 40% IQ 71 - 90. Ciri-ciri bahwa manusia mengalami gizi buruk yaitu Pendek atau istilahnya Stunting. Dan salah satu penyebab anak mengalami gizi buruk adalah GTM. Jeng.. jeng...
Philips avent
nutrisi diberikan 1000 hari pertama kelahiran sang anak

Apa Sih Penyebab GTM?
Mendengar kata GTM, saya langsung pasang radar telinga lebih sensitif ulasan dari dokter yang praktek di RSCM dan Hermina Jatinegara ini. Beliau menceritakan banyak orangtua dari pasiennya yang mengeluh soal GTM. Lalu dr. Damayanti menelusuri sebab kenapa pasiennya menjadi demonstran GTM. Daaaan.. kebanyakan jawaban orangtuanya adalah karena salah memberikan makanan saat masuk masa MPASI (Makanan Pendamping ASI) atau biasa disebut dengan Malnutrisi.

  
Lalu Apa Saja Nutrisi Terbaik Untuk Anak?
Menurut penjelasan Bu dokter, asupan terbaik bayi usia 0-6 bulan adalah ASI, tapi lewat 6 bulan sudah harus diberikan MPASI. Karena ada beberapa kandungan ASI yang harus digantikan dengan makanan dari luar, terutama Zat Besi . Setelah MPASI, ibu harus memperhatikan 4 unsur yang terkandung didalamnya. Berikut 4 unsur utama yang wajib ada dalam MPASI, yaitu :

1. Lemak
Lemak untuk bayi bisa didapat pada minyak sayur dan santan. Jadi jangan pernah takut memberikan lauk yang digoreng atau sayuran bersantan pada anak.

2. Protein
Protein disini ada 2. Protein Nabati yang terdapat dari kacang-kacangan dan Protein Hewani. Dokter Damayanti menyarankan kita untuk memilih protein hewani.

3. Karbohidrat
Ini hampir semua tahu ada pada makanan seperti apa. Ya kentang, Nasi, Jagung, dll.

4. Zat Besi
Kandungan Zat besi ini sangat berpengaruh sekali dengan perkembangan syaraf dan mayline pada otak anak. Jadi Zat Besi sangan dibutuhkan pasa MPASI.

Philips avent
standar zat besi dalam 1x makan pada bayi min 10,2mg
Bahkan dr. Damayanti tidak melarang kita memberikan gula garam pada MPASI. Karena dalam daftar syarat gizi yang diberikan pemerintah saja ada kandungan garamnya.
standar gizi dari depkes yang ternyata ada kandungan garam 0,9mg

 
Berarti Bayi tidak perlu Sayur dan Buah?
Sayur dan Buah tetap diberikan oleh Bayi tapi jangan terlalu banyak. Sayur dan buah itu mengikat Zat Besi yang masuk kedalam tubuh lalu dibuang melalui fases. Sayangkan? Harusnya Zat Besi diserap dulu oleh bayi. karena inti kecerdasan terdapat disana.

Sayur dan buah-buahan yang diperlukan bayi adalah yang mengandung Vitamin C tinggi, Karena Vit C menyerap Zat Besi untuk diserap dalam tubuh bukan dibuang. Dan Vit C juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi.


Kapan Tepatnya Kita Bisa Memberikan MPASI? 
ASI eksklusif tidak dogmatik harus 6 bulan. Asalkan bayi memenuhi 3 syarat siap makan MPASI, maka bayi boleh diberikan MPASI. Syarat tersebut adalah :

1. Kepala bayi sudah tegak.
Saat usia 2 - 3 bulan bayi sudah bisa mengangkat kepalanya disaat ia diposisi tengkurap. Nah, moment itulah kita bisa lihat, ada beberapa bayi yang mampu bertahan lama saat mengangkat kepalannya.

2. Lidahnya tidak keluar.
Bayi diciptakan Allah mensensor benda yang tidak layak masuk ke mulut dengan cara menjulurkan lidahnya. Jika bayi kita berikan sesuatu pada bibirnya, namun lidah masih keluar untuk menolaknya, itu berarti bayi belum bisa menerima MPASI. Tapi jika apa saja bisa masuk lewat mulutnya tanpa tertahan oleh apapun dan lidah bayi tidak keluar lagi, maka bayi boleh diberikan MPASI.

3. Secara psikis sudah siap.
Ciri-ciri bayi secara psikis sudah siap menerima MPASI bisa kita uji dengan membawa makanan di dekat sang bayi. Jika gerakan bayi selalu mengikuti makanan yang kita bawa, pertanda bayi siap untuk menerima MPASI.
photo taken by alodokter.com

MAKAN IBU = MPASI BAYI

Disaat kandungan ASI mulai berkurang dan anak butuh MPASI, kebanyakan dari kita memberikan makan pertamanya dengan buah-buahan, seperti pisang, pepaya, alpukat dll. Menurut dokter Damayanti itulah tindakan selama ini menjadi hal yang salah dilakukan oleh para orangtua, khususnya Ibu. Sehingga anak melakukan GTM.


Padahal dr. Damayanti berkata bahwa disaat dalam kandungan, bayi itu sudah mulai mengenal rasa. Rasa yang bayi kenal adalah rasa yang terdapat pada makanan yang dimakan ibunya saat hamil. Rasa itu tersimpan didalam air ketuban bayi dan ASI yang diminum. Maka dari itu, disaat memberikan MPASI, Bu Dokter justru menyarankan agar kita memberikan makanan seperti apa yang kita makan saat itu hanya saja tekturnya disesuaikan dengan usia bayi.

Misal saja, saat itu Ibu di rumah memasak lauk Sayur Daun Singkong dan Ati Ampela Goreng, maka saat membuat MPASI makanan itulah yang diberikan oleh Bayi.
"Prinsip dari MPASI adalah mengenalkan makanan keluarga dengan tekstur yang disesuaikan kemampuan oromotornya. Jadi perkenalkan makanan Indonesia yang sehat sesuai dengan ketersediaan bahan makanan lokal". dr. Damayanti menutup presentasinya.
Saya yang mendengarkan penjelasan dr. Dewi hanya bisa ternganga-nganga. Bagaimana tidak? Lah wong kedua anak saya, awal diberikan MPASI hanya buah-buahan saja. Dan pantas saja Adek Fi sukanya yang gurih-gurih, soalnya saat hamil Adek Fi saya memang gemar sekali makan makanan gurih. Kalau nggak gurih saya nggak mau makan.

Ini kali ya yang sering dibilang oleh orangtua, makannya ibu hamil itu bawaan orok. ^_^

Bicara soal proses pemberian nutrisi kepada Ibu dan Anak, saya jadi mengintip produk Philips Avent yang dipajang di lobi sebelum masuk ke ruangan talkshow. Disana terpajang 4 produk Philps Avent yang mendukung kesehatan Ibu dan Anak. Ada produk untuk ibu menyusui, seperti :
  • Philips Avent Comfort Electric Breast Pump, yang digunakan untuk memompa ASI bagi ibu bekerja.
Philips Avent Comfort Electric Breast Pump
Philips Avent Comfort Electric Breast Pump
  • Philips Avent Fast Bottle Warmer, yang bisa mengahangatkan ASI/Sufor dalam botol secara merata hanya dalam 3 menit, karena proses kerjanya memutar ASI/Sufor ketika sedang dihangatkan. 
Philips Avent Fast Bottle Warmer
Philips Avent Fast Bottle Warmer
  • Philips Avent 3 in 1 Electric Steam Sterilizer, yang di desain ramping namun dapat mensterilkan 5 - 6 botol sekaligus dan membunuh kuman berbahaya hingga 99,9%.

Philips Avent 3 in 1 Electric Steam Sterilizer
Philips Avent 3 in 1 Electric Steam Sterilizer
Namun yang membuat saya tertarik adalah Philips Avent 4 ini 1 Healthy Baby Food Maker. Philips Avent 4 ini 1 Healthy Baby Food Maker ini menggabungkan fungsi kukus, blender, defrost dan reheat di dalam 1 wadah. Sehingga memudahkan kita untuk menyiapkan MPASI. Bahan-bahan makanan bayi yang segar dapat dikukus dengan tingkat kematangan yang merata tanpa harus dididihkan terlebih dahulu. Setelah selesai di kukus tinggal kita balik 180 derajat dari atas ke bawah untuk dilumatkan  oleh blender. Lembutnya sesuai dengan usia bayi. Philips Avent 4 ini 1 Healthy Baby Food Maker ini juga bisa digunakan untuk memasak makanan orang dewasa seperti membuat pure, bubur dan saus.
Philips Avent 4 ini 1 Healthy Baby Food Maker
Philips Avent 4 ini 1 Healthy Baby Food Maker

Saya juga diberi kesempatan untuk ikut lomba membuat MPASI dengan menggunakan Philips Avent 4 ini 1 Healthy Baby Food Maker loooh. Karena keterbatasan waktu saya hanya menggunakan Blendernya saja, tidak dengan steamernya. Saat itu saya membuat Bubur Hijau Gurih (ini saya namakan sendiri ^_^). Jurinya dr. Damayanti. Dan alhamdulillah Bu dokter suka dengan bubur buatan saya. ^_^
Saat Lomba membuat MPASI

Pemberian hadiah kepada semua peserta

Pada tulisan ini saya buatkan resep bubur MPASI yang saya lombakan ya. Dan resepnya lengkap dengan menggunakan steamernya juga.

BUBUR HIJAU GURIH

Bahan-bahan :
Sayur daun singkong tumbuk (1 mangkok kecil)
Nasi Uduk (1 mangkok kecil)
Hati ampela goreng (1 buah)
Air secukupnya
Garam/gula secukupnya

Alat : Philips Avent Steamer Blender

Catatan : semua bahan sudah diolah matang dan rasanya seperti msakan untuk orang dewasa.

Cara Membuat :
1. Masukkan air kedalam wadah air pengukus Philips Avent 4 ini 1 Healthy Baby Food Maker.
2. Tutup wadah air untuk steamer.
3. Masukkan seluruh bahan kedalam wadah sampai rapat.
4. Tutup wadah air untuk steamer.
5. Kukus seluruh bahan selama 20 menit.
6. Balikkan posisi wadah dari mode steamer ke mode blender.
7. Pasang wadah secara tepat.
8. Haluskan seluruh bahan.
9. Jika dirasa masih terlalu kental tambahkan air seucukpnya lalu haluskan kembali. Lakukan hingga kekentalan sesuai harapan.
10. Koreksi rasa. Jika rasanya berkurang karena ada penambahan air, boleh dimasukkan garam dan gula secukupnya.
11. Setelah selesai, Bubur Hijau Gurih siap disajikan.

Philips Avent
Bubur Hijau Gurih
Ternyat benar juga yang diucapkan oleh Bapak Yongki Sentosa bahwa Philps Avent menyediakan solusi yang diperlukan oleh para orangtua modern melalui rangkaian produknya yang inovatif. Philips Avent sangat memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh para orangtua khususnya dijaman yang serba praktis dan efisien seperti saat ini."

Hmm... Ok, Pak. Saya juga tertarik kok untuk punya salah satu produk Philips Avent. ^_^

Balik lagi ke GTM, setelah mendengarkan penjelasan dr. Damayanti, sekarang saya tidak khawatir lagi dengan pola makan Adek Fi. Alhamdulillah masih masuk nutrisi yang disarankan oleh dr. Damayanti. Selain itu saya jadi lebih paham dalam mengatasi GTM. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan saat anak melakukan GTM, yaitu :

1. Cari penyebabnya.
Penyebab GTM bukan karena tidak suka makanannya semata, melainkan ada sebab lain. Diantaranya gigi bayi yang baru tumbuh dan sakit di seputar THT.

2. Selesaikan masalah penyebabnya.
Jika karena sakit daerah THT, tentunya harus diobati terlebih dahulu atau dibawa ke dokter. Dan jika karena tumbuh gigi, berikan makanan-makanan yang lembut, yang sekiranya dia tidak perlu mengunyah keras pada gigi yang baru. Namu jika karena tidak suka makan maka telusuri apa makanan yang sering dimakan saat hamil. Contoh, jika saat hamil ibu senang makan steak, maka coba berikan steak kepada bayi. tentunya dengan tekstur sesuai usia bayi.

3. Berikan makanan seperti apa yang kita makan.
Dari awal bayi mulai MPASI mulai berikan makanan sesuai yang kita makan sehari-hari. tentunya sekali lagi dengan tekstur sesuai usia bayi. ^_^

Nah, Ibu-ibu cantik yang masih memiliki anak diabwah usia 2 tahun jangan sia-siakan kesempatan emas itu untuk membentuk tumbuk kembang kecerdasan anak kita. GTM kini bukan lagi masalah. kita bisa selesaikan dengan mudah apalagi jika ditambah dengan perlengkapan dari Philips Avent.

Oiya, jika kita mau lebih detail info tentang Philips Avent silakan buka Facebooknya di Philips Home Living Avent dan produk Philips ini dapat dibeli di online shooping JD.ID

Semoga tulisan ini bisa jadi ilmu yang bermanfaat. Aamiin.

Wassalam

28 komentar:

  1. masalah MPASI ini termasuk tricky ya, mbak. saya tiap hari harus putar otak mikirin mau bikin apa buat besoknya. kadang makannya lahap kadang cuma mau beberapa sendok. heu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener, Mba Pintar-pintar kita orangtuanya ^_^

      Hapus
  2. Anak saya juga dulu gitu, maunya makan yang gurih. Jadi makanannya sering-sering saya parutin keju. Tapi Alhamdulillah sekarang udah "normal", dia suka apa aja 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaaah sama kalau begitu ya, Mba ^_^

      Hapus
  3. Ohhh sayur dan buah tetep perlu ya mbak buat si kecil tapi porsinya jangan terlalu banyak. Noted lah. Bisa datang ke acara yg sarat ilmu gini bikin kita nambah wawasan pastinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup benar. Sayur dan buah tetap ada.

      Hapus
  4. Anakku banget ini GTM.. Sampai kesel banget dibuatnya.. Bermanfaat sekali artikelnya mba.. Semoga anak berikutnya bisa dipraktikkan.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak pertama juga masih bs kok, mba. Coba saja inget2 waktu hamil mba nya sula makan apa.. nah kasih aja makanan itu ke anak pertama. Semangaaat yaa

      Hapus
  5. Selain tekstur, rasa dan mengenal banyak makanan. Biar gak cuma doyan makanan itu saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. dokter bilang juga masukin aja semua ^_^

      Hapus
  6. Anakku Alhamdulillah tipe anak yg suka makan apa saja. Kalau anak lain GTM, kalau anakku hrs dipelototin dulu biar berhenti makan dan ngemil hahaha. Utk sayur dan buah sering aku batasin terutama buah. Si Dede klo ngga distop, terus aja ngemil jeruk sampai sekali mkn bisa 5-6 buah. Harus dijatah hahaha. Karena itu aku seneng klo ada kesempatan utk ikut acara parenting terutama ttg asupan gizi anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. sama dengan Abang Fi. Tapi masih cakep buah2an nyemilnya ya. Abang mah susah serat dia

      Hapus
  7. Suka lho baca yang informatif gini. Maklum walau emak cuek tapi buat anak nga ada kata cuek apalagi. Biar anak variatif makanannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mba. Ilmu2 begini wajib ibu ketahui

      Hapus
  8. Aku sebentar lagi bakal masuk ke fase ini nih, GTM. Jadi harus pintar mix and match makanan buat si kecil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip.. ga usah repot, masakan org rumah saja di blender ^_^

      Hapus
  9. waah berarti selama ini aku salah menafsirkan tentang MPASI ya mba, huhu... artikelnya sangat mencerahkan mba. dan kalau dilihat dari syarat MPASI anakku yg baru 2bulan ini udah masuk ya untuk diberikan MPASI.

    btw, naksir sama philips food makernya,huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. saya juga kaget dengar penjelasan dokter damayanti. -_-
      Say juga naksir itu ^_^

      Hapus
  10. Baca tulisan ini jadi ingat masa-masa dulu menyiapkan MPASI buat anakku. Ah jadi pengen sampaikan ke iparku ya agar bisa buat MPASI yang bergizi agar anak nggak GTM ya mba :)

    BalasHapus
  11. Kangen bikin MPASI..alhamdulillah si kecil udah makan sama seperti apa yang kami makan,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu atuh.. dibuat. Ntar kirim ke Adek Fi

      Hapus
  12. Wah produknya Avent bagus2 yaaaa.
    Aku dulu cuma punya gelas buat training cup hehe.
    Btw kalau anak GTM aku kasi makanan kesukaannya jg mbk, wes embuhkah makan apa aja yg penting masuk. Teorinya sih katanya kalau abis GTM biasanya makan anaknya lbh lahap. Jd skrng aku dah gk terlalu yg gmn2 gtu klo anak GTM hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya saya jg punyanya training cup aja. Makanya ngiler pas lihat produk2 di acara

      Hapus
  13. waktu mada bayik pake phillips avent, karena dia homemade mpasi, rempong sih untuk ada phillips

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah mada dpt produl bagus bgt ya. Mama pintar. 😁

      Hapus
  14. Iya banget mak, paling pusing kalo anak lagi GTM. Belum lagi bapaknya yang rewel nyuruh-nyuruh supaya anak mau makan. Lha gimanaaa? *pengen nangis.

    BalasHapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^