Kamis, 28 September 2017

Dian Kenanga Totok Aura, Sehat dan Memikat Luar Dalam



Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Saya itu berkali-kali membuktikan kebesaran Allah bahwa benar Allah itu maha tau yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Masih ingat tulisan saya tentang pemenuhan hak kesehatan untuk anak?  Kalau lupa, silakan baca tulisan saya ini : Pemenuhan Hak Kesehatan Anak berawal dari Keluarga

Pada tulisan itu saya mendapatkan reward Best Blogpost dengan hadiah beuaty treatment. Duh... bahagianya tidak terkira dong ya. Walapun ada yang nyinyir dengan reward tersebut, saya tetap bahagia, karena saya mendapatkan hadiah sesuai yang saya butuhkan

Menjadi seorang blogger dengan memiliki anak batita itu Subhanallah lelahnya. Saya tidak bisa dengan leluasa menulis seperti kebanyakan blogger lainnya. Saya harus menunggu Adek Fi tidur lelap baru bisa menulis dengan santai. Saya bersyukur sekali dapat undangan event hanya 1x dalam seminggu. Banyak undangan yang terpaksa saya cancle, karena alasan anak.

Beda sekali saat saya memulai nge-blog tahun 2008 lalu. Walaupun saat itu Abang Fi masih batita juga, saya punya waktu untuk menulis ditempat saya mengajar. Moment menunggu suami atau jeda menunggu murid datang, saya manfaatkan untuk menulis di blog.

Dan kelelahan saya itu sepertinya Allah baca. Seolah Allah berkata, "Nih, De.. mau treatment kaaan? sana gih. biar ilang lelahnya". Dan tau nggak hadiah beauty treatment ini sebenernya sudah saya dapatkan dari 2 minggu sebelum hari saya treatment, hanya saja saya dan Mba Wawa (founder Bloger Crony Community) belum ketemu waktu yang match.

Seperti sudah diatur sama Allah, waktu kita ketemu itu justru disaat saya benar-benar kelelahan mengurus sakit Duo Fi yang beruntun. Awalnya si Adek yang sakit. Adek sembuh, gantian Abang. Untungnya Abang nggak sampai berhari-hari seperti Adek. Jadi pas saya janjian ketemu dengan Mba Wawa, Abang sudah membaik. Belum lagi saat itu ada 2 tulisan yang deadlinenya bersamaan. Huhuhu.. kebayang kaaaan... badan rasanya gimanaaaa gitu.

Tibalah hari yang dinantikan. Pada hari Sabtu, 23 September 2017, saya janjian jam 11.00 wib dengan Mba Wawa di Dian Kenanga Totok Aura yang di Jl. Raya Pejaten Barat no.38 Kemang - Jakarta Selatan. Dari rumah saya sudah berangkat dari jam 9.30 wib. Harusnya saya bisa tiba di Dian Kenangan jam 10.30, hanya saja saya harus jalan-jalan dulu ke stasiun Cikini. Padahal saya tujuan turunnya di stasiun Pasar Minggu. Inilah efek habis begadang 2 malam, jadi di commuterline saya tertidur dengan indahnya sampai nggak nyadar kelewat 5 stasiun. Dan entah bagaimana pose tidur saya, nggak usah dibayangkan yaa  ^_^

Ya, saya dapat hadiah dari BCC treatment di salon Dian Kenanga Totok Aura. Totok Aura itu apa sih? Yuk kita lanjutkan pembahasannya

Sabtu, 23 September 2017

IBDExpo 2017 Pertamina - Sinergi Untuk Indonesia

IBDExpo 2017 Pertamina

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum w.w.

Pada hari Rabu, 20 September itu rencananya saya ingin ajak Adek Fi jalan-jalan keluar. Rencananya mau ke RPTRA Kalijodo, namun ternyata dihari yang sama, saya dapat undangan untuk menghadiri Indonesia Busines and Development Expo (IBDExpo) 2017 yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC). Berhubung sudah janji mau ajak Adek Fi jalan-jalan, maka saya ijin untuk membawa Adek Fi ke acara. Alhamdulillah dapat ijinnya.

Saya diundang untuk acara jam 13.00 wib. Dengan menggunakan kereta, saya berangkat dari rumah pukul 10.00 wib agar tidak telat sampai di tujuan. Alhamdulillah saya tiba 30 menit sebelum acara dimulai. Setibanya saya disana, saya melihat ramai orang dengan menggunakan batik. Rupanya hari itu adalah hari pembukaan IBDExpo 2017 oleh Presiden Jokowi. Pantas saja semua pintu masuk ke JCC ditutup. Untungnya driver taksi onlinenya paham dimana saya bisa diturunkan tanpa harus jalan jauh.

Seperti apa sih acaranya? Yuk, kita lanjutkan

Jumat, 22 September 2017

Yuk, Atur Uangmu, Tips Mengelola Keuangan untuk Anak



Bismillahirrahminrrahiim
Assalamu'alaikum wr.wb.

Mama kasih kamu duit 20rb sebulan. Cukup nggak cukup itu uang jajan kamu selama sebulan. Mama nggak akan kasih lagi.

Jeng jeng... itu perintah almarhumah mama, sakti banget loooh.

Sejak SMA saya diminta mama untuk mengatur uang yang diberikan mama selama sebulan. Awalnya saya menganggap hal tersebut adalah siksaan buat saya.

Sementara teman-teman lain dengan enaknya minta ke ortu kalau uang jajan mereka habis, sedangkan mama saya nggak mau tau kalau sudah habis. Boro-boro minta ditambahin, ngeliat wajah mama saja, saya nggak berani bilang kalau uang jajan yg dikasih itu habis. Bukannya mama saya kejam, saya males aja. Karena ngebayangin interview auditor dari mama itu loh yang susah untuk dilewati. Pasti adaaaa aja yang bisa buat beliau berceramah tentag keborosan saya. Dan itu berlaku sampai saya kuliah. Mama hanya memberikan uang secukupnya.


Kesiksa? Bangeeeet..
Untuk masa-masa remaja begitu, biasanya masih masuk masa dimana kita saling pamer branded. Mulai dari sepatu, tas dan printilan-printila lainnya. Jajan di restoran gaul serta masih banyak lagi yang lainnya. Kalau saya memang nggak akan tergiur sama barang-barang branded, tapi jangan coba-coba menggoda saya dengan makan di restoran. Bisa habis ludes duit jajan sebulan.  Dan menjadi siksaan buat saya karena dompet menipis, sedangkan suntikan dana masih jauh tanggalnya. ^_^


Efeknya, mau tidak mau, saya mulai mengatur keuangan saya sendiri sejak berlakunya uang bulanan tersebut. Awalnya saya seperti anak-anak lainnya, begitu pegang uang besar langsung deh menghambur-hamburkan kemana saja saya suka. Dan hanya berlangsung 1 - 2 minggu saja. selebihnya saya benar-benar harus irit seirit-iritnya.


Seperti yang saya tulis sebelumnya, jika uang jajan saya menipis saya enggan minta ke mama. Jadi ya mau nggak mau saya putar otak untuk menghemat sehemat-hematnya. Alasan lain yang membuat saya enggan untuk meminta uang tambahan, karena mama selalu terbuka dengan penghasilan yang papa dapat. Mulai dari memperlihatkan amplop gaji (jaman dulu nggak ada transfer gaji. Dan di amplopnya itu ada rincian tunjangan dan potongan pada gaji papa) hingga bonus-bonus apa yang papa dapat. Jadi kalaupun saya minta, saya sudah tau jawabannya apa.

Mungkin sudah takdirnya seorang wanita menjadi direktur keuangan di rumah tangganya sendiri. Jadi saya sudah membayangkan bagaimana pusingnya almarhumah mama dalam mengatur keuangan.


Akhirnya saya ubah pola mengatur uang jajan saya. Saya berhemat-hemat diawal dan uang jajan baru saya hambur-hamburkan 1 minggu sebelum tanggal saya diberikan lagi uang jajan. Dan berhasiiil.. dengan cara itu hidup saya lebih tentram sedikit. Walaupun kalau kita pikir-pikir sama saja. Hanya memindahkan waktunya saja. Namun dengan pola yan kedua ini saya justru bisa menabung.

Untuk sebagian orang didikan almarhumah mama tersebut terlihat aneh. Banyak ketakukannya, takut nggak cukup, takut nggak bisa ngatur uang, takut boros dan saat habis nggak tega kalau nggak ngasih. Tapi ternyata didikan almarhumah mama tersebut justru melatih anak mampu melewati zona Midle Trap. Apa sih Midle Trap itu?

Kamis, 14 September 2017

3 Cemilan Khas Betawi


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Wah sudah tanggal 14 saja ya? Saatnya #14foodtaaaaaaaalk.. *pake toa
Seperti biasa ditanggal 14 setiap bulannya, kami (saya, Nita, Febri dan Nurul ) bincang-bincang soal makanan. Memang kita berempat doyan icip-icip makanan apa aja. Kalau kata Miss Nita, mulut kami dibayar untuk mencicipi makanan bukan untuk nyinyir.. asyeeeek ^_^

Mungkin buat teman-teman yang belum pernah membaca cerita #14foodtalk bisa baca-baca cerita saya dilabel #14foodtalk. Kalau bulan lalu kami berbincang-bincang tentang aneka mie, kali ini kami akan menulis tentang makanan cemilan khas daerah kami masing-masing.


Jumat, 08 September 2017

Cara Mengatasi Kulit Kering Pada Bayi dengan Mustela



Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum w.w.

Sudah beberapa minggu ini saya menulis tentang kesehatan bayi. Alhamdulillah saya selalu dapat undangan event yang kaya akan ilmu dalam merawat anak. Baik itu untuk Abang ataupun Adek Fi. Kebanyakan dari event yang saya datangi membahas tentang pencernaan anak. Namun sedikit yang membahas tentang kulit. Padahal saya perlu sekali ilmu tentang kulit bayi.

Hal yang membuat saya ingin sekali membahas tentang kesehatan kulit bayi, karena kali ini saya harus berhadapan dengan kulit Adek Fi yang sensitif. Ya, anak saya yang kedua seharusnya ketiga ini memiliki kulit berbeda dengan Abangnya. Kalau Abang Fi cukup dengan perawatan bayi yang biasa kulitnya tetap lembut dan sehat. Sementara Adek Fi, mudah sekali muncul ruam merah dan disertai gatal.
Mustela Interbat
Adek Fi dan Sepupunya

Awal kelahirannya dokter memvonis Adek Fi ini mempunyai alergi susu sapi, jadi saya harus diet semua makanan yang mengandung susu sapi. Duh, siksaan terberat buat saya, karena saya penggemar susu dan segala makanan berbau susu. Hiks. Tapi demi anak saya coba diet mengikuti saran dokter.

Saya tidak langsung diet ketat semua makanan yang mengandung susu sapi. Saya terkadang mencoba sedikit-sedikit makanan yang dilarang dokter. Dari hasil pantauan ruam-ruam merah Adek Fi setelah selesai ASI, hanya muncul disaat saya mengkonsumsi teri dan udang. Selebihnya amaaaan terkendali.

Seiring berjalannya waktu, udang pun lewat dari seleksi ruam kulit alergi pada Adek Fi. Tinggal yang tersisa adalah ikan teri. Kalau makan dalam jumlah sedikit atau sekedar mencicipi, Adek Fi sudah tidak lagi menggaruk-garuk badannya dan keluar kemerahan. Jadi saat ini semua makanan aman dimakan oleh Adek Fi. Berarti sudah nggak ada lagi dooong kendala dengan kulit Adek Fi?
Saya belum selesai.. mari kita lanjutkan!