Senin, 14 Agustus 2017

Aneka Ragam Kuliner Indonesia di Festival Kuliner Nusantara 2017



Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum wr.wb.

Sebagai orang Indonesia asli, saya tuh sangat bangga. Kenapa? Karena Indonesia itu kaya. Ya kaya sekali. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah, seakan Allah ciptakan tak pernah habis. Selain itu dari 34 propinsi di Indonesia mempunyai beragam kebudayaan. Mulai dari Tari, Pakaian Daerah, Bahasa, Adat Istiadat bahkan ke Kuliner.

Hmm... Kuliner? Ini yang paling saya suka dari Indonesia. Kuliner di Indonesia bisa dibilang melimpah ruah dan kaya akan bumbu rempah. Sayur dan buah yg ditanam selalu bisa tumbuh subur, karena Indonesia terletak persis digaris khatulistiwa.

Dalam satu propinsi saja punya banyak ragam kuliner. Mulai dari makanan berat, cemilan dan minuman. Contohnya untuk di tanah kelahiranku, Jakarta. Dalam kesehariannya orang Betawi punya kebiasaan sarapan pagi dengan nasi uduk, lauknya ada semur jengkol, sambel kacang. Atau juga biasa sarapan dengan Nasi ulam. Tuh kaaan untuk sarapan aja ada 2 macam. Belum cemilan-cemilan. Apalagi makanan hari raya. Itu baru 1 propinsi loooh. Masih ada 33 propinsi lainnya.

Hobi saya salah satunya adalah mencicipi kuliner-kuliner nusantara. Apalagi yang belum pernah saya dengar. Maunya sih mencicipi semua kuliner yang ada di Indonesia ini. Tapi kan harus butuh dana besar dan waktu luang untuk keliling ke 33 propinsi. Bagaimana mungkin?

Untuk menyiasati hal tersebut, biasanya saya coba-coba sendiri resep-resep kuliner nusantara. Seperti kemarin saya buat resep Sayur Babanci yang sudah hampir punah. Resep lengkapnya bisa baca di Sayur Babanci Ayam, Tapi nggak mungkin juga kan saya buat semuanya.

Pucuk dicinta ulam tiba. Sabtu tanggal 5 Agustus, saya diundang ke Festival Kuliner Nusantara (FKN). Acara yang selama ini dinantikan oleh pencinta kuliner nusatara seperti saya. Saya tak perlu lagi mengunjungi satu per satu propinsi yang ada di Indonesia, cukup datang di 1 tempat ini saja. ^_^

Festival Kuliner Nusantara 2017
selfie sebelum jajan-jajan ^_^
FKN diselenggarakan di Area Parkir Mall Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta utara. Acaranya berlangsung 2 hari, tanggal 5 dan 6 Agustus 2017. Festival Kuliner Nusantara ini diadakan sebagai upaya menjadikan kuliner sebagai pesona Indonesia dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan. Pemerintah, khususnya Kementrian Pariwisata (Kemnpar) mempunyai target meningkatkan kunjungan wisatawan. Target perjalanan wisatawan nusantara (winus) sebesar 275 juta (saya sepertinya masuk di targte ini ^_^) dan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Pemerintah tidak tanggung-tanggung dalam menyelenggarakan FKN 2017 ini, karena Kemenpar melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholder) dari kalangan industri kuliner, pemda dari 34 propinsi, lembaga pendidikan kuliner, serta komunitas kuliner yang menggambarkan kekuatan pariwisata nasional (pentahelix). Kontribusi kuliner terhadap sektor wisata ini mencapai 30% loh. Wajar saja jika Mentri Parisiwata, Arief Yahya mengatakan 

"Kuliner itu tidak saja berkontribusi untuk pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif dan ketenagakerjaan."

Jakarta sebagai tuan rumah Festival Kuliner Nusantara 2017 mempersembahkan Tari Kemilau Jakarta untuk membuka acara tersebut. Tari Kemilau Jakarta ini menggambarkan keberagaman seni budaya Betawi khas Jakarta sebagai kota metropolitan. Tanpa meninggalkan budaya tradisi dengan gerak dan goyang plastik, kewer, pak blang, dan selancar yang merupakan gerak dasar tarian Betawi. Tarian Kemilau Jakarta diiringi alat musik Gambang Kromo, alat musik tradisional Jakarta namun dikemas moderenisasi didalamnya.
Festival Kuliner Nusantara 2017
Tari Kemilau Jakarta
Setelah Tari Kemilau Jakarta, dilanjutkan oleh Tari Pasambahan. Tarian dari Sumatera Barat ini ditampilkan sebagai ucapan selamat datang dan rasa hormat pada tamu undangan. Hal tersebut ditandai dengan pemberian sirih kepada tamu-tamu undangan, yang saat itu diwakili oleh Bapak Wakil Walikota Jakarta Utara, Bpk Junaedi S. dan Ibu Esthy Reko Astuti, Deputi Bid. Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementrian Pariwisata.
Festival Kuliner Nusantara 2017
Tari Pasambahan Sumatera Barat
Di acara pembukaan FKN 2017 ini, ibu Esthy Reko Astuti mengatakan bahwa FKN 2017 mengangkat tema "ANEKA RAGAM KULINER NUSANTARA" yang dikemas dengan konsep wisata kuliner, sehingga pada FKN 2017 ini menyajikan 50 jenis kuliner nusantara yang berbeda-beda mewakili keunikan daerah masing-masing.
Festival Kuliner Nusantara 2017
Ibu Esthy saat pengambilan sirih Tari Pasambahan
Bapak Junaedi juga berharap agar acara Festival Kuliner ini setidaknya dibuat selama seminggu, kerena menurut beliau 2 hari terlalu pendek. Beliau ingin memberikan masyarakat Indonesia mengenali dan merasakan beragam kuliner nusantara yang jumlahnya tidak sedikit.

Festival Kuliner Nusantara 2017
Bapak Junaedi S. Wakil Walikota Jakarta Utara
Selama 2 hari acara ini dikemas dengan beragam kegiatan. Ada atraksi kesenian dan tarian dengan tarian daerah, lomba amazing food race, demo masak interaktif yang dipandu oleh Celebrity Chef Andrew Karmajaya, serta lomba masak dengan menghadirkan 3 juri Chef Kenny Rianto, Cheff Gerry Girianza, Chef Luthfi Karismanto. Tak luput juga penampilan artis ibukota yang menyemarakkan acara FKN 2017, yaitu Bondan Prakoso, Grup Band Fade 2 Black dan Grup Band loka Monngo Band.
Festival Kuliner Nusantara 2017
susunan acara FKN 2017
Saya bersama teman-teman blogger lainnya sibuk berkeliling mencari dan mencicipi makanan-makanan yang disajikan disana. Seru, ada Kerak Telor dari Jakarta, ada Jus Belimbing Wuluh dari Banten, Gudeg dari Jogja, bahkan ada Rendang Jengkol.. uhuuuy... Rendangnya juga unik dikemas dalam kemasan zipper. 
Festival Kuliner Nusantara 2017
Rendang Jariang (Jengkol)
Sayangnya saya bisa tidak mencicipi semuanya, karena ada 45 boots yang berpartisipasi disana. Saya setuju banget deh dengan saran Bapak Junaedi, agar acara ini jangan hanya diselenggarakan selama 2 hari. Tapi lebih lama lagi. Selain kami punya kesempatan mencicipi dilain hari, kami juga bisa membantu pemerintah mempromosikan kekayaan kuliner nusantara ini. Agar para pencinta kuliner darimanapun bisa datang juga ikut menikmati ragam kuliner nusantara.
Festival Kuliner Nusantara 2017
Boots yang partisipasi dalam acara FKN 2017
Akhirnyaaa.. setelah puas jajan, kami pun pulang dengan perut kenyang dan hati senang. ^_^ 
Semoga kami punya kesempatan lagi menikmati festival kuliner nusantara tahun 2018. Aamiin




Wassalam

26 komentar:

  1. Asik nih kalau bisa mencicipi aneka kuliner nusantara. Mauuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba.. masing2 stand siapin tester.. xixixu

      Hapus
  2. Acara FKN ini seruu bangat ya Mba, jadi bisa kenalan dan icip2 Aneka kuliner nusantara, semoga tahun depan kita bisa merasakan keseruannya lagi ya Mba. Aamiin 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. iya seru banget, mas. Semoga tahun depan ada acara lomba masak lagi ya. Dan bs ikutan ^_^

      Hapus
  3. Wah baru tahu kalo sayur babanci itu akan punah mbak. Btw akupun termasuk pecinta kuliner nusantara juga. Acara seperti ini bener2 bisa membangkitkan ekonomi pastinya dan mengenalkan budaya negri sendiri kepada pengunjung luar yg sedang datang berkunjung. Yukk cintai produk lokal termasuk makanannya haha

    BalasHapus
  4. acaranya menarik..dapat menambah wawasan dalam bidang kuliner maupun tarian tradisional

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mas. Kita jadi paham kuliner2 tradisional yg sama sekali ga oernah liat atau rasakan ^_^

      Hapus
  5. Iya, sayang cuma 2 hari..pas nggak bisa kesana lagi. Seru pasti acaranya ya Mbak! Kan sekarang ada banyak makanan daerah yang generasi muda (cung..saya juga) nggak bisa bikinnya. Jadi festival seperti ini ditunggu sekali...Trims sudah berbagi cerita, Mbak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mba. Banyak hal yg ga saya ketahui juga. Kita tgg tahin depan ya ^_^

      Hapus
  6. Bener mbak, kuliner indo itu banyak, dan bumbunya enak2. Kata aku sih kalau kuliner luar lebih ke saos2 aja, jd kurang suka. Beda sama makanan indonesia yg kaya akan rempah, deuhh jadi laperrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hu uh.. rempah dan santan itu cirikhas msakan kita.

      Hapus
  7. wajib dateng ini wat nambah-nambah artikel di blog

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat nambah pengetahuan juga ^_^

      Hapus
  8. Hmmm masakan ini toh yg bikin juara,,. Mau Cobain jdny,, mau ah d masakin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. main dong ke depok. Klo di festival ga ada tuh sayur babanci ^_^

      Hapus
  9. wahh aku ga tau ada acara ini,udah lewat pula tanggalnya. Indonesia memang okeh deh kulinernya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeet.. patut bangga lah sama yg ada di negara kita

      Hapus
  10. Mau dong membuktikan kelezatan sayur babanci yang memenangkan lomba masak spektakuler itu. Klo belum dicobain mah berarti hoax itu kelezatannya huahaha. Ditunggu ah sayur babancinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. ke rumah kalau mau. Tapi jangan dadakan. Soalnya kudu beli rempah spesialnya

      Hapus
  11. Mau doonnk jengkol
    Btw sampai skrng aku gk berani masak jengkol takut salah masaknya hehe. Baru kenal jengkol setelah tinggal di jktt, di sby jarang.
    Btw mBk Ade sering2 donk nulis resep di blognya atau sekalian bikin blog kuliner, kyknya cocok tuuuhh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. udah banyak kok. Cuma duluu nulisnya masih resep to' ga pake cerita

      Hapus
  12. Seru yaa, aku blm pernah ikutan festival kuliner sama sekali. Bikin postingan tentang tips dateng ke festival kuliner gini dong mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oo ok.. besok tak tambahin deh ya

      Hapus
  13. Udah selesai acaranya, ya? Semoga tahun depan ada lagi dan saya bisa datang ke acara ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah.. semoga kita bisa ketemuan bareng ya ^_^

      Hapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^