Gosip atau Fakta

Desember 21, 2016



Assalamu'alaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahiim

Di suatu tempat.
A : Eh, gue denger sejak reuni kemarin si B ada hubungan sama si C ya?
D : Hubungan apaan?
A : Yaaa... selingkuh gitu. Dulu kan mereka pacaran tuh. Sekarang mereka CLBK. Cinta Lama Bubar Keluarga.
D : hahahaha... bisa aja. Lo tau darimana 'tu berita?
A : Kemarin gue main ke rumah si E. Dia yang cerita.
D : Dia yang lihat sendiri kalau si B dan C ada hubungan mesra gitu?
A : Nggak tau... Kata si E sih begitu. Kan dia tetangganya si B.
D : iiih baru katanya. Gosip apa Fakta tuh?

Jeng... jeng...


Manusia itu rasa ingin taunya tinggi sekali. Kalau bahasa kekinian "kepo". Dan berita tentang keburukan orang itu sangat cepat sekali menyebar. Obrolan diatas biasanya saya bilang sih Gosip, tapi terkadang yang menyampaikan berita suka ngotot kalau yang disampaikan adalah Fakta.

Pernah dengar dari salah satu ustadz di televisi (lupa nama ustadznya), berbicara keburukan orang lain itu 1 hukumnya, yaitu Haram. Karena jika berita yang disampaikan itu benar menjadi Gibah, namun jika salah jadinya Fitnah.

Apa sih Gibah itu?
Rasulullah menjelaskan definisi ghibah dalam sebuah hadits riwayat Muslim sebagai berikut:

أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوْا: اَللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، قِيلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ
Artinya:
Tahukah kalian apa itu ghibah (menggunjing)?. Para sahabat menjawab : Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Kemudian beliau bersabda : Ghibah adalah engkau membicarakan tentang saudaramu sesuatu yang dia benci. Ada yang bertanya. Wahai Rasulullah bagaimana kalau yang kami katakana itu betul-betul ada pada dirinya?. Beliau menjawab : Jika yang kalian katakan itu betul, berarti kalian telah berbuat ghibah. Dan jika apa yang kalian katakan tidak betul, berarti kalian telah memfitnah (mengucapkan suatu kedustaan).

Imam Nawawi mendefinisikan makna ghibah sebagaimana dikutip oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fatbul Bari Syarah Bukhari hlm. 10/391 demikian:

وقال النووي في الاذكار تبعا للغزالي ذكر المرء بما يكرهه سواء كان ذلك في بدن الشخص أو دينه أو دنياه أو نفسه أو خلقه أو خلقه أو ماله أو والده أو ولده أو زوجه أو خادمه أو ثوبه أو حركته أو طلاقته أو عبوسته أو غير ذلك مما يتعلق به سواء ذكرته باللفظ أو بالإشارة والرمز
Artinya:
Imam Nawawi berkata dalam kitab Al-Adzkar mengikuti pandangan Al-Ghazali bahwa ghibah adalah menceritakan tentang seseorang dengan sesuatu yang dibencinya baik badannya, agamanya, dirinya (fisik), perilakunya, hartanya, orang tuanya, anaknya, istrinya, pembantunya, raut mukanya yang berseri atau masam, atau hal lain yang berkaitan dengan penyebutan seseorang baik dengan lafad (verbal), tanda, ataupun isyarat.

yang membuat Gibah itu haram adalah ayat berikut :


وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya:
Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al Hujurat : 12)

Allah menyamakan orang-orang yang menggunjing setara dengan pemakan bangkai, yang dalam islam jelas aturannya bahwa memakan bangkai itu haram.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS. Al Maidah: 3)

Jadi jelas sekali kan kalau Allah melarang kita untuk bergunjing.

Kalau menceritakan keburukan orang lain sama suami/istri/keluarga gimana?
Hal ini sempat saya tanyakan ke guru ngajinya Fikri, Beliau menjawab, "Boleh, tapi dengan syarat. Kita tidak menyebutkan nama yang sedang diceritakan. Dan tujuan menceritakannya adalah untuk mencari solusi dari cerita tersebut". Kalau menyebutkan nama berarti sama dengan menggunjing/gibah.
Jleb... rasanya seperti tertusuk ke ulu hati (lebaay..) dengar jawaban pak guru. Secara eike suka curhat dengan AF soal keburukan teman-teman yang saya tidak sukai. Huhuhu... langsung deh besok-besok saat cerita nama tokohnya diganti dengan si A, si B, si C. Tapi suka bablas juga nyebut nama. Ya Allah.. ampunin boim ya Allah.

Kalau koran atau berita-berita gosip bagaimana?
Menurut pak guru ngaji. Sama saja. Lebih baik beli buku-buku saya yang kisah inspiratif, daripada beli koran atau tabloid gosip. Xixixi.. promo terselubung.
  
Lalu kita harus bagaimana jika ada yang menyampaikan berita seperti itu?
Ada beberapa tips agar kita terhindar dari orang-orang yang menggunjing.
  • Ubah pola pikir negatif menjadi pikiran positif.
Eh, Jeng tau ga? Kalau nyonya sebelah itu nggak tau diri yaa. Masa saya kehausan minta minum, dikasihnya air kobokan.

Jawaban kita :
Masa sih? pake jeruk nipis nggak? Kalau pake jeruk nipis berarti infus water. Sehat dong yang disajikan nyonya sebelah. Lain kali bawa minum sendiri saja, biar nggak kesinggung dengan penyajian tuan rumah.

  • Mengalihkan pembicaraan.
Ga ada jeruk nipisnya, Jeng. Itu beneran air kobokan kok. Orang ngambilnya dari meja makan kok.

Jawaban kita :
Eh, mba coba lihat kucing yang nyangkut dipohon itu, masa makanin ulet ya. Eh.. itu kucing atau burung ya?


  • Jika masih ngomong terus, tinggalkan.
Jeng, beneran deh itu air kobokan. Kok, kayaknya sampean nggak percaya sih?

Jawaban kita :
Mba, maaf yaaa... itu jemuran saya kayaknya sudah kering. Takut digondol maling. Saya angkatin dulu yaa.

Kalau bisa pakai slow motion ambil pakaiannya. Jalan ke tempat jemurannya pun di slow motion. Biar lama dan tamunya ijin pulang dengan sendirinya. Kalau tamu nggak pulang-pulang usaha terakhir adalah :

  • Berdoa
Berdoa sama Allah agar tamunya diberi hidayah yang terbaik bagi Allah.

Nah, blogger tercintah (pakai H biar makin kental rasanya), kita sudah tau ilmunya. Semoga artikel ini bermanfaat yaa dan besok kita dihindari dari orang-orang pemakan bangkai. Aamiin

Wassalam

You Might Also Like

20 komentar

  1. betul ay, yang sering itu ibu2 ya, makanya aku paling gak suka belanja di tukng sayur keliling di rumah, ada saja yang digosipin ibu2, jadi sebel

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau begitu, pas kebetulan belanja sayur di tukang sayur keliling, ngobrolnya sama abang sayurnya aja, mba. Kan laki2 bukan perempuan. ^_^

      Hapus
  2. Saya sering tuh dicurhatin teman/tetangga yg ujung2nya berghibah. Kalau lg sadar sih kadang saya alihkan pembicaraan seperti yg disampaikan di atas. tapi seringnya saya malah jd ikut terseret arus juga huhuhuuu... *istighfar banyak2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang kalau yang judulnya "dosa" itu cepet banget kebawanya dan mudah, Mba. Saya saja kadang masih terbawa.. hiks -_-

      Hapus
  3. wkwkwk ampuni boim y Allah sama bingits ternyata wlw cerita ke suami mesti disamarin :p
    nice reminder mba..

    BalasHapus
  4. Kalo punya temen yang kerjaannya gosip mulu gimana dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya sih cari teman yang lain, Mba. Teman yang mengajak keburukan bukan teman namanya. ^_^

      Hapus
  5. Aamiin ya robbal 'alamin, memang di zaman sekarang godaan untuk berghibah sangat banyak, jadi harus lebih banyak berhati-hati dan berdoa...

    BalasHapus
  6. Saya malas ber-ghibah2, nggak sempet pula :D Ntar kalo ghibah jadi nggak sempet like2in foto di IG. Kalau ada orang yang ber-ghibah, "Dia lakinya jelek tau, Nit." ya udin balas aja, "Emang laki lu cantik yak?" Nanya lho ya, bukannya ngatain. Obrolan kelar :D

    BalasHapus
  7. Hahahaha iya terkadang kalau sudah ngobrol lama-lama takut jadi ghibah ya wkwkwk mending ikutan mb ade deh ngangkat jemuran

    BalasHapus
  8. Hihihi.. Tips2nya oke banget.
    Terimakasih ya sudah berbagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh dia ngikik.. sama2 mba saling mengungatkan. ^_^

      Hapus
  9. Di tukang sayur deket rumahku kayak gini nih, tempatnya bergosip. Aku bete kalau harus belanja disitu ya alloooh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skrg kan ada groceries online, mba.. manfaatkan ^_^

      Hapus
  10. Mengalihkan pembicaraan itu yang tak mudah ya mba. Hhehee. Nanti kadang dipikir nggak sopan. Tapi makasih sudah mengingatkan tentang ghibah ya mba. Kadang kebablasan :p

    BalasHapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^

Popular Posts

My Instagram

Jadwal Sholat

jadwal-sholat