Senin, 29 Agustus 2016

Kosmetik Termurah

Bismillahirrahmanirrahiim

Assalamu'alaikum wr. wb.

Hampir di setiap majalah wanita yang aku baca, pasti ada iklan kosmetik kecantikan. Yang aku ketahui harga produk paling murahnya puluhan ribu rupiah bahkan ada yang harganya hingga jutaan. Dan itu pun kalau kita mengikuti aturan pakainya mungkin kurang lebih terpakai hingga 1 bulan. Hmmm... harga yang lumayan mahal untuk suatu kecantikan.

Di era ini wanita memang sudah sangat memahami arti kecantikan lahiriah. Mereka berlomba-lomba agar selalu tampak terlihat muda dan cantik. Untuk wanita yang mempunyai uang lebih, tentunya sangat rela mengeluarkan uang jutaan rupiah agar terlihat selalu cantik. Terutama mereka yang berprofesi menghadapi orang banyak, seperti artis, PR manager, Marketing, dll.

Sungguh sangat disayangkan, jika uang sebanyak itu hanya digunakan untuk sekedar membeli kosmetik. Padahal Ada 1 kosmetik dalam sunah Rasulullah yang jika dilakukan tanpa kita sadari membuat wajah terlihat cantik baik terlihat secara lahiriah maupun batiniah. Dan itu Allah kasih harga GRATIS.

Baik Dulu Baru Jeleknya

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu'alaikum wr.wb.

Ada seorang temanku menggerutu sepanjang hari, karena hasil karyanya dikritik oleh salah satu temannya.

"Sakit hati gue. Enak aja dia ngejelek-jelekin tulisan gue. Udah kayak yang jagonya buat tulisan. Dia sendiri juga belum tentu bisa buat tulisan yang baik dan benar. Lagian omonginnya jeleeeek mulu, seolah tulisan gue nggak ada bagusnya... sebel !!!!" kurang lebih beginilah gerutunya. (maaf disingkat aja ya, non)

Suskes Itu Apa Sih?

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Assalamu'alaikum wr.wb.

Ketika kami sedang menegur salah satu muridku akan sikapnya yang selalu menentang, ia balas berkata, "Kata mama saya, nggak apa apa, Bu saya bandel sekarang. Toh banyak teman mama yang kecilnya bandel sekarang malah sukses jadi direktur dan yang kecilnya pinter nurut-nurut saja, sekarang malah biasa-biasa saja jadi ibu rumah tangga". Kami yang mendengar ucapan murid kami tersebut hanya beristighfar.

Kami para guru, terutama aku, sama sekali tidak mengerti kemana arah pikiran orangtua anak tersebut. Yang aku sayangkan ternyata masih ada orang mengukur kesuksesan itu dengan materi. Atau mungkin memang masih banyak orang yang berpikiran seperti itu? Kasihan.

Coba deh kita telaah. Sebenarnya apa sih arti sukses itu?

Akal dan Perasaan

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Assalamu’alaikum wr. Wb.

Suamiku pernah berpendapat, ”Kebanyakan wanita selalu menggunakan 75% perasaan dan 25 % akal/logikanya dalam menyelesaikan suatu masalah”. Pendapat tersebut pun juga seringkali diungkapkan dalam imel-imel yang berisi artikel tentang perbandingan antara wanita dan pria.

Masa Lalu

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Assalamu'alaikum wr.wb.

Jika kita bicara masa lalu, ada 2 perubahan ekspresi di wajahku. Sebagaian mampu membuatku tersenyum saat mengenangnya dan satu lagi selalu membuatku menangis. Namun mata ini lebih sering menangis jika mengingat masa lalu. Masa-masa dimana aku masih menjadi orang bodoh dan menyia-nyiakan waktuku. Di masa-masa aku lebih sering membuat ibuku menangis karena aku.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Niat

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Assalamu'alaikum wr. wb.

Hmm... sudah masuk lagi bulan ramadhan. Marhaban ya ramadhan.
Kalau bulan Ramadhan gini, aku jadi ingat dengan masa-masa aku dan sepupu-sepupu dulu, saat kami semua belum ada yang menikah.

Dalam keluarga besarku ada kebiasaan atau tradisi mengadakan syukuran saat malam nuzulul qur'an. Biasanya saat acara tersebut beberapa anak muda yang khatam al qur'an dipanggil namanya untuk dibacakan do'a. Maka dari itu setiap masuk bulan ramadhan para sepupuku berlomba-lomba untuk menghatamkan bacaan qur'annya.

Yang membuat aku heran, mereka sanggup menyelesaikan qur'an 30 juz hanya dalam jangka waktu 17 hari bahkan kurang. Hmm, sementara aku? Jangankan membaca qur'an, baca bacaan umum dan ringan saja aku malas. Huh, mana bisa mau maju? :(

Ruang Tamu Allah


Image result for kuburanAssalamu'alaikum wr.wb.

Siang semuaaa.
Saya hanya sekedar sharing apa yang saya alami pagi ini.

Setiap pagi, saat saya berangkat kerja, jalan yang saya lalui pasti melewati RUANG TAMU ALLAH. Nggak lama perjalanannya. Kurang lebih 100 meter (soalnya nggak bawa meteran dan nggak sempet ngitungin jaraknya). Setiap kali melewatinya, mata ini seolah tersihir untuk selalu melihat kesana. Pemandangan, yang menurut saya, adalah pemandangan terindah sepanjang usia saya.
Sepi... tenang... harum dengan aroma kambojanya penuh dengan warna kesukaanku. Coklat.

Manusia menamai tempat tersebut dengan julukan KUBURAN. Berasal dari kata KUBUR yang berarti menaruh/menanam/ menyimpan sesuatu dalam gudukan baik itu dari tanah, sampah atau yang lainnya. tapi saya lebih suka dengan istilah kata RUANG TAMU ALLAH. Karena memang ditempat itulah kita disuruh menunggu sampai terompet sangkakala ditiupkan dan insya Allah kita bisa dipertemukan oleh Allah.

Mungkin sebagian orang bilang saya aneh, kuburan koq dibilang pemandangan indah (enaknya memang kalau dilihat pagi hari, kalau malam nggak kelihatan apa-apa). Ya, memang indah. Saya (secara pribadi) bisa intropeksi diri akan apa yang telah saya ulakukan di dunia ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari otak saya saat memandang tempat itu.

1. Sudah siapkah kita untuk menghadap Allah saat nama kita dipanggil oleh-Nya?
2. Siapa yang akan menyambut kita? wajah dengan penuh senyum kah? atau wajah bermuka masam dengan segala macam alat siksa ditangannya?
3. Dan Siapa yang akan mengantar kita? Orang-orang dengan penuh dzikir dibibirnya atau tak seorang pun mau mengangkat mayit kita?
4. Bagaimana dengan orang-orang yang akan kita tinggalkan? Menangis sedih dan haru atas kepergian kita atau berucap syukur Alhamdulillah atas kepergian kita?

Guys, pernahkah kita berpikir kesana? Pernahkah kita berpikir apa yang harus kita persiapkan untuk menghadapnya?

Selama ini kita sibuk bekerja mencari harta, namun apakah semua itu kita bawa kedalam kubur? jawabannya hanya 1 : TIDAK. Hanya selembar kain kafan dan beberapa papan kayu yang menemani kita. Kita juga selalu berpakaian rapih dan harum serta penuh dengan laporan-laporan yang pastinya membanggakan saat kita hendak menghadap atasan kita. Tapi bagaimana dengan ibadah kita? sudah mampu kah membuat Allah tersenyum?

Bahagia sekali bagi mereka yang memang sudah mempersiapkannya. Bagi yang belum, termasuk saya, ayo masih ada waktu untuk mecapai target "Allah tersenyum pada kita". Karena dengan target tersebutlah yang mampu menyelamatkan kita dunia maupun akhirat. Aamiin.

Itu saja yang ingin saya sharing kepada kalian. Hari yang indah, semoga tulisan ini bermanfaat buat semua. Aamiin.

ditulis pada hari senin, 9 Juni 2008 pukul 12.09