Jumat, 11 Desember 2009

Kita orangtua yang mana ya?

www.adeufi.com


Bismillahirrahmanirrahiim...

Assalamu'alaikum wr.wb.

Saat di kantin. Ngobrol dengan teman-teman guru yang kebetulan mereka adalah ibu-ibu muda. Ucapan ibu yang anaknya laki-laki semua:

"Kadang aku mikir, nanti kalau aku sudah tua siapa ya yang akan nyebokin aku, mandiin aku dan ngerawat aku. Kalau dapat mantu yang baik, Alhamdulillah... tapi kalo dapat mantu yang jutek... hhhhhh"

Beda lagi dengan ucapan yang anaknya perempuan semua :

"Masih bersyukur anakmu laki-laki. Sampai kapan pun anakmu akan tetap menjadi milikmu. Tapi kalau aku, kalau aku butuh sesuatu aku harus mengalah jika suaminya tidak setuju. Dan lagi saat besar nanti tak ada yang melindingi kami dan menggendong kami disaat kami sudah lemah untuk berjalan."



Subhanallah, begitulah pikiran seorang ibu. Sudah sampai sebegitu jauhnya mereka berpikir tentang anaknya. Ke khawatiran ibu-ibu muda diatas sangatlah wajar dan manusiawi sekali.Karena aku pun sempat terlintas seperti itu. Apalagi saat aku baru saja menonton film kartun Al qomah sahabat Rasulullah yang sulit sekali meninggal hanya karena menyakiti hati ibunya. yang terlintas di pikiranku, "Apakah anakku akan lebih memilih istrinya dibanding aku seperti Al Qomah?"

Tapi aku yakin jika Allah menciptakan sesuatu itu tidak ada yang sia-sia. Termasuk anak yang diberikan kepada kita. Dibelakang sana Allah pasti punya banyak rencana baik untuk kita dari apa yang sudah Allah berikan ke kita.

Syukuri nikmat yang Allah berikan insya Allah akan Allah tambah nikmat kita. Itu sudah janji Allah dalam Al Qur'an.

Nah para ibu-ibu muda, jika kita selalu berpikiran positif kepada Allah, kenapa kita tidak rubah ke khawatiran kita dengan doa :

"Ya Allah, Jadikan aku dan suamiku orangtua yang tidak menyusahkan anak dan cucu kami. Jadikan kami orangtua yang mampu memndidik anak-anak kami sesuai dengan keinginan-Mu, ya Allah. "

Mungkin hal tersebut akan menenangkan hati kita menjalani hidup ini dalam mendidik anak kita.

Tidak ada yang mampu merubah takdir di dunia ini kecuali doa dan usaha kita sendiri.

Ayo, pandai-pandai kita memilih.. Kita akan menjadi orangtua yang hendak mengeluh atau berdoa yang baik untuk masa depan kita sendiri? Hmmm... pilih yang mana ya?

Semoga Allah selalu bersama orang-orang yang mau memperbaiki diri. Amin

19 komentar:

  1. Waah...keren banget yaa...
    Subhanalloh...
    Sampe' mrinding aku bacanya...

    BalasHapus
  2. sama dek kalau kita sdh tua mudah-mudahan berguna bagi sekeliling kita ya

    BalasHapus
  3. Anak adalah anugerah Allah SWT yg dipercayakan kepada kita untuk diasuh dan dibimbing, bukan untuk investasi di usia tua

    BalasHapus
  4. Aku menghindari berpirkn kayak gt mbk, apalgi smpek nyangkut2 masa tua nanti gmn, duuhh malah baper nanti jatohnya, hahayyy, jd aku lbh mmilih utk fokus melakukan tgs yg Allah kasih aja, bwt jaga amanah yg Ia titipkan ke aku,

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, mba inda... tapi terkadang memang terlintas sekilas disaat kita menemui kasus2 tertentu ^_^

      Hapus
  5. Kita kan hanya menjalankan kewajiban dan bertanggung jawab terhadap pilihan, yaitu untuk menjadi orangtua, jalani saja sebaik mungkin, sudah itu aja 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya jalani yang ada ditambah doa dimasa datang.. ^_^

      Hapus
  6. Semoga anak anak ga laki ga perempuan, perhatian semua sama ortu ya...

    BalasHapus
  7. "Ya Allah, Jadikan aku dan suamiku orangtua yang tidak menyusahkan anak dan cucu kami. Jadikan kami orangtua yang mampu memndidik anak-anak kami sesuai dengan keinginan-Mu, ya Allah. "

    aaamiiiinnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. sampai typonya ke copas loh, mba april hehehe

      Hapus
  8. kalau aku mba, berusaha sebaik mungkin sama ortu dan mertua semoga dengan kebaikan bisa berbalas ketenangan nanti di masa tuaku hhe ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Mba.. perlakuan anak-anak kita kelak itu bagaimana perlakuan kita ke orangtua dan mertua kita saat ini.

      Hapus
  9. Walau masih lama, haha... Moga nanti Ummi juga dikasih menantu2 yang shalihah ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... semoga tante nita dikasih suami dan mertua yang menyenangkan. Aamiin

      Hapus
  10. Aku berdoa emoga anak2ku dan menantu2ku kelak sayang sama orangtua, baiknya ikhlas dan bisa seperti riil family ga berbasa-basi jadi nyaman. Kan ada tuh yang menantu2 kayak tamu aja kalo datang dll...smg mereka mau mengurus/ memperlakukan kita sbg ortu dg sabar juga aamiin.

    BalasHapus

Aduuuh ma kasih yaaa komentarnya. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga walau lewat dumay. Selamat membaca tulisan yang lainnya ^_^